فِرْعَوْنَ وَثَمُودَ

Fir'aun dan Samud?

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فِرْعَوْنَ وَثَمُودَfir'awna wa-tsamuudaFir'aun dan Samud

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  2. وَثَمُودَwa-tsamuudadan Tsamud

Inti bacaan

Identifikasi contoh spesifik: '(yaitu) Firaun dan Tsamud?', penyebutan dua kekuatan besar dalam sejarah yang keduanya berujung kehancuran meski awalnya tampak tak terkalahkan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung "(yaitu)" tidak dipakai.

Rangkaian (فِرْعَوْنَ وَثَمُودَ, fir'auna wa tsamuud) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Jadi dua nama itu tidak pernah disebut berdampingan di tempat lain mana pun, dan cuma ayat ini yang menaruh keduanya di dalam satu tarikan.

Kedua nama itu berbaris fathah karena menjadi keterangan bagi kata terakhir di 85:17. Jadi ayat ini bukan kalimat baru melainkan lanjutan, dan membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa kata yang diterangkannya. Kata (فِرْعَوْنَ, fir'auna) di sini berbaris fathah, dan ia tidak menerima tanwin.

Kata (فِرْعَوْنَ, fir'auna) nama satu orang, sedangkan kata (وَثَمُودَ, wa tsamuuda) nama satu kaum. Jadi dua jenis penamaan yang berbeda ditaruh berdampingan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pemasangan itu dengan satu kalimat pun.

Kedua nama itu tidak menerima tanwin, dan sebabnya berbeda pada masing-masing: yang satu nama asing dan yang lain nama kaum. Jadi kesamaan barisnya datang dari dua sebab yang berlainan.

Ayat ini yang paling pendek di dalam surah ini bersama 85:2, sebab keduanya cuma dua kata. Jadi surah ini memuat dua ayat terpendek yang berjauhan letaknya, dan yang satu membuka sumpah sedangkan yang lain menutup pertanyaan.

Susunan ayat ini menyebut nama tanpa menyebut apa yang menimpa keduanya. Jadi Al-Qur'an menaruh dua nama sebagai jawaban atas pertanyaan di 85:17 dan berhenti di situ, tanpa satu kata pun tentang akhir keduanya.

Ayat ini menutup pertanyaan yang dibuka di 85:17, dan sesudahnya 85:19 berpindah kepada orang yang mendustakan. Jadi kisah dua kaum itu selesai dalam dua ayat, dan itu bagian yang paling pendek di dalam surahnya.

Kata (فِرْعَوْنَ, fir'auna) dipakai di 74 ayat di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:49, 7:103, 20:24, 40:24, dan 79:17. Kesejajaran dengan 79:17 patut dicatat, sebab surah itu berada di juz yang sama dan menyebut nama yang sama sesudah pembuka yang sejenis.

Kata (وَثَمُودَ, wa tsamuuda) dipakai di 26 ayat di seluruh Al-Qur'an, antara lain 7:73, 11:68, 41:17, 89:9, dan 91:11. Jadi nama kaum itu jauh lebih jarang disebut daripada nama yang mendahuluinya di ayat ini, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pemasangan itu. Susunan itu membuat pembacanya membaca dua nama tanpa satu kata kerja pun, sehingga keduanya terbaca sebagai jawaban telanjang atas pertanyaan sebelumnya. Al-Qur'an tidak menyebut apa yang menimpa keduanya maupun mengapa keduanya dipasangkan, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma dua kata beserta pertanyaan yang mendahuluinya.

Tafsiran

Ayat ini menyebut Fir'aun dan kaum Samud sebagai contoh bala tentara yang dibinasakan, dan rangkaian dua namanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.

Jadi dua nama itu tidak pernah disebut berdampingan di tempat lain mana pun, dan cuma ayat ini yang menaruh keduanya di dalam satu tarikan. Keduanya berbaris fathah karena menjadi keterangan bagi kata terakhir di 85:17.

Jadi ayat ini bukan kalimat baru melainkan lanjutan, dan membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa kata yang diterangkannya. Kata pertamanya nama satu orang, sedangkan kata keduanya nama satu kaum.

Jadi dua jenis penamaan yang berbeda ditaruh berdampingan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pemasangan itu dengan satu kalimat pun.

Susunan ayat ini menyebut nama tanpa menyebut apa yang menimpa keduanya. Kata pertamanya dipakai di 74 ayat di seluruh Al-Qur'an, antara lain 2:49, 7:103, 20:24, 40:24, dan 79:17. Kata keduanya dipakai di 26 ayat, antara lain 7:73, 11:68, 41:17, 89:9, dan 91:11. Jadi nama kaum itu jauh lebih jarang disebut daripada nama yang mendahuluinya. Ayat ini menutup kisah dua kaum dalam dua ayat saja, dan 85:19 sesudahnya berpindah kepada orang yang mendustakan tanpa satu kata penghubung di antara keduanya.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian dua namanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Jadi Allah tidak pernah menyebut dua nama itu berdampingan di tempat lain mana pun, dan cuma ayat ini yang menaruh keduanya di dalam satu tarikan tanpa satu kata lain di antaranya. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemasangan dua nama yang tidak pernah berdampingan. Dua nama disebut tanpa satu kata pun tentang apa yang menimpa keduanya.
  • Kata pertamanya nama satu orang, sedangkan kata keduanya nama satu kaum. Jadi dua jenis penamaan yang berbeda ditaruh Allah berdampingan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pemasangan itu dengan satu kalimat pun di dalam surahnya. Yang bisa dicatat cuma bentuk penamaannya, dan menyimpulkan tentang hubungan keduanya berarti menaruh keterangan yang tidak disediakan ayatnya sendiri. Dua nama disebut tanpa satu kata pun tentang apa yang menimpa keduanya. Dua nama disebut tanpa satu kata pun tentang apa yang menimpa keduanya.
  • Susunan ayat ini menyebut nama tanpa menyebut apa yang menimpa keduanya. Jadi Allah menaruh dua nama sebagai jawaban atas pertanyaan di 85:17 dan berhenti di situ. Apa yang dikerjakan sebuah peringatan pada pembacanya ketika akibatnya sengaja tidak diceritakan? Yang tersedia bagi pembacanya cuma dua nama itu, dan melengkapinya dengan cerita dari luar berarti menambahkan apa yang sengaja tidak disebutkan. Satu orang dan satu kaum ditaruh berdampingan sebagai dua contoh yang setara.
  • Kedua nama itu berbaris fathah karena menjadi keterangan bagi kata terakhir di 85:17. Jadi ayat ini bukan kalimat baru melainkan lanjutan, dan membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa kata yang diterangkan Allah di dalamnya. Pemisahan itu tidak ditandai satu kata pun, dan membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa kata yang sedang diterangkan susunannya. Satu orang dan satu kaum ditaruh berdampingan sebagai dua contoh yang setara.
  • Kedua nama itu tidak menerima tanwin, dan sebabnya berbeda pada masing-masing: yang satu nama asing dan yang lain nama kaum. Jadi kesamaan barisnya datang dari dua sebab yang berlainan, dan Allah tidak menerangkan hal itu dengan satu kata pun. Perbedaan sebab itu bisa diperiksa siapa pun, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan mengapa dua nama dengan sebab berlainan ditaruh bersama. Satu orang dan satu kaum ditaruh berdampingan sebagai dua contoh yang setara.
  • Ayat ini yang paling pendek di dalam surah ini bersama 85:2, sebab keduanya cuma dua kata. Jadi kisah dua kaum itu selesai dalam dua ayat, dan itu bagian yang paling pendek di dalam surahnya, sedangkan kisah paritnya memakan delapan ayat. Panjang bagian itu bisa dihitung ulang siapa pun, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan mengapa satu kisah diberi delapan ayat dan yang lain dua. Dua nama disebut tanpa satu kata pun tentang apa yang menimpa keduanya. Satu orang dan satu kaum ditaruh berdampingan sebagai dua contoh yang setara.