وَاللَّهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيطٌ
Padahal Allah dari belakang mereka meliputi.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَاللَّهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيطٌwa-llaahu min waraa'ihim muhiithunpadahal Allah dari belakang mereka meliputi
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- مِنْmindari
- وَرَائِهِمْwaraa'ihimbelakang mereka
- مُحِيطٌmuhiithunmeliputi
Inti bacaan
Jaminan cakupan pengawasan total: 'padahal Allah dari belakang mereka meliputi', penegasan bahwa tidak ada celah untuk lolos dari pengawasan, cakupan yang menyeluruh tanpa titik buta.
Penjelasan pilihan kata
"Muhiitun" bentuk tak-bertakrif bertanwin dipertahankan huruf kecil menjadi "meliputi", konsisten disiplin baku. Kata (مُحِيطٌ, muhiith) di sini tidak bertakrif, sehingga yang dinyatakan sifat.
Kata (مُحِيطٌ, muhiith) muncul 6 kali di 6 surah, yaitu di 2:19, 3:120, 8:47, 11:92, 41:54, dan 85:20. Di 2:19 kata yang sama dipakai untuk menyatakan bahwa Allah meliputi orang yang kufur.
Di 3:120 dan 8:47 kata itu dipakai untuk menyatakan bahwa Dia meliputi apa yang mereka kerjakan. Jadi di sebagian besar tempat kata ini dipakai bersama penyebutan orang yang mengingkari, sama seperti di ayat ini. Kata (وَرَائِهِمْ, waraa-ihim) mendahuluinya, dan hurufnya menyatakan arah datangnya.
Kata (وَرَائِهِمْ, waraa-ihim) muncul 3 kali di 3 surah, yaitu di 23:100, 45:10, dan 85:20. Di 23:100 kata yang sama dipakai untuk dinding yang ada di belakang orang yang mati sampai hari kebangkitan.
Jadi tiga tempat memakai kata yang sama untuk sesuatu yang berada di belakang dan tidak bisa dilewati. Al-Qur'an tidak menghubungkan ketiganya dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma bentuk katanya. Kata (وَاللَّهُ, wa-llaah) membuka ayatnya, dan ia nama-Nya yang ketiga di surah ini.
Nama (وَاللَّهُ, wa-llaah) disebut untuk ketiga kalinya di dalam surah ini sesudah 85:8 dan 85:9. Jadi nama-Nya berdiri di tiga ayat, dan yang ketiga ini berjarak sebelas ayat dari yang kedua.
Kata (مُحِيطٌ, muhiith) tidak bertakrif, sehingga yang dinyatakan sifat, bukan gelar. Jadi Al-Qur'an memakai dua cara di dalam surah ini: gelar bertakrif di 85:14 dan 85:15, dan sifat tanpa takrif di sini.
Huruf min di depan (مِنْ, min) menyatakan arah datangnya, sehingga yang dinyatakan Dia meliputi dari arah belakang mereka. Jadi arah yang paling tidak terlihat yang disebut, dan perbedaan itu terbawa di dalam hurufnya.
Susunan ayat ini menaruh nama-Nya di awal dan sifatnya di ujung, sama seperti susunan di 85:9. Jadi dua ayat yang menyebut nama-Nya dibangun dengan rangka yang sama, dan keduanya menutup dengan satu kata sifat.
Kata (مُحِيطٌ, muhiith) berasal dari akar yang berarti mengepung dan meliputi. Akar itu dipakai di 27 ayat, antara lain 2:255, 4:108, 18:91, 65:12, dan 72:28. Di 65:12 dan 72:28 akar itu dipakai untuk pengetahuan-Nya yang meliputi segala sesuatu, bukan untuk pengepungan.
Bentuk (مُحِيطٌ, muhiith) berbentuk pelaku, sehingga yang dinyatakan Dia yang meliputi, bukan Dia yang diliputi. Jadi arah perbuatannya ditentukan bentuk katanya, dan menggantinya dengan bentuk penderita akan membalikkan seluruh maksud ayatnya. Susunan itu membuat pembacanya membaca nama-Nya lebih dulu dan sifat-Nya belakangan, sehingga sifat itu terbaca sebagai keterangan atas nama yang mendahuluinya. Al-Qur'an tidak menyebut bagaimana Dia meliputi mereka maupun apa akibatnya, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma empat kata di dalam ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa kekuasaan Allah meliputi mereka meski mereka mengira dapat lolos, dan kata terakhirnya muncul 6 kali di 6 surah, yaitu di 2:19, 3:120, 8:47, 11:92, 41:54, dan 85:20.
Di 2:19 kata yang sama dipakai untuk menyatakan bahwa Allah meliputi orang yang kufur, dan di 3:120 serta 8:47 ia dipakai untuk menyatakan bahwa Dia meliputi apa yang mereka kerjakan.
Kata ketiganya muncul 3 kali di 3 surah, yaitu di 23:100, 45:10, dan 85:20. Di 23:100 kata yang sama dipakai untuk dinding yang ada di belakang orang yang mati sampai hari kebangkitan.
Jadi tiga tempat memakai kata yang sama untuk sesuatu yang berada di belakang dan tidak bisa dilewati. Nama Allah disebut untuk ketiga kalinya di dalam surah ini sesudah 85:8 dan 85:9.
Susunan ayat ini menaruh nama-Nya di awal dan sifatnya di ujung, sama seperti susunan di 85:9. Akar kata terakhirnya dipakai di 27 ayat, antara lain 2:255, 4:108, 18:91, 65:12, dan 72:28. Di 65:12 dan 72:28 akar itu dipakai untuk pengetahuan-Nya yang meliputi segala sesuatu, bukan untuk pengepungan. Bentuknya berbentuk pelaku, sehingga yang dinyatakan Dia yang meliputi. Ayat ini menutup penyebutan keadaan mereka, dan 85:21 sesudahnya membalikkan arah pembicaraan kepada kitab yang mereka dustakan dengan huruf yang sama seperti di 85:19.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya muncul 6 kali di 6 surah, yaitu di 2:19, 3:120, 8:47, 11:92, 41:54, dan 85:20. Di 2:19 kata itu dipakai untuk menyatakan bahwa Allah meliputi orang yang kufur, dan di 3:120 serta 8:47 ia dipakai untuk apa yang mereka kerjakan. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan kata itu untuk ayat penutup bagian ini. Nama-Nya yang ketiga muncul sesudah jarak sebelas ayat tanpa satu penyebutan pun.
- Kata ketiganya muncul 3 kali di 3 surah, yaitu di 23:100, 45:10, dan 85:20. Di 23:100 kata itu dipakai Allah untuk dinding yang ada di belakang orang yang mati sampai hari kebangkitan. Jadi tiga tempat memakainya untuk sesuatu yang berada di belakang dan tidak bisa dilewati. Yang menyambungkan ketiganya cuma bentuk katanya, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan antara tempat-tempat itu dengan satu kalimat penjelas pun. Nama-Nya yang ketiga muncul sesudah jarak sebelas ayat tanpa satu penyebutan pun.
- Nama Allah disebut untuk ketiga kalinya di dalam surah ini sesudah 85:8 dan 85:9. Jadi nama-Nya berdiri di tiga ayat, dan yang ketiga ini berjarak sebelas ayat dari yang kedua. Al-Qur'an tidak menandai jarak itu dengan satu kalimat pun di antaranya. Jarak itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan penahanan nama-Nya selama sebelas ayat. Meliputi dari arah belakang menutup arah yang paling tidak terjaga.
- Huruf di depan kata ketiganya menyatakan arah datangnya, sehingga yang dinyatakan Allah meliputi dari arah belakang mereka. Apa yang berubah pada rasa aman seseorang ketika yang mengepungnya justru datang dari arah yang tidak bisa dilihatnya? Perbedaan itu terbawa di dalam satu huruf saja, dan terjemahan yang menghilangkannya akan kehilangan arah yang dinyatakan susunan katanya sendiri. Nama-Nya yang ketiga muncul sesudah jarak sebelas ayat tanpa satu penyebutan pun.
- Kata terakhirnya tidak bertakrif, sehingga yang dinyatakan sifat, bukan gelar. Jadi Al-Qur'an memakai dua cara di dalam surah ini: gelar bertakrif di 85:14 dan 85:15, dan sifat tanpa takrif di sini. Allah tidak menerangkan perbedaan itu dengan satu kalimat pun. Perbedaan itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma di ayat mana gelar bertakrif dipakai dan di ayat mana sifat tanpa takrif dipakai. Meliputi dari arah belakang menutup arah yang paling tidak terjaga.
- Susunan ayat ini menaruh nama Allah di awal dan sifat-Nya di ujung, sama seperti susunan di 85:9. Jadi dua ayat yang menyebut nama-Nya dibangun dengan rangka yang sama, dan keduanya menutup dengan satu kata sifat yang berdiri sendiri. Kesejajaran rangka itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan dua ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pengulangan susunan itu. Meliputi dari arah belakang menutup arah yang paling tidak terjaga. Meliputi dari arah belakang menutup arah yang paling tidak terjaga.