يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ

Pada hari diuji segala rahasia,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُyawma tublaa s-saraa'irupada hari diuji segala rahasia

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. تُبْلَىtublaadiuji
  3. السَّرَائِرُs-saraa'irusegala rahasia

Inti bacaan

Momen pengungkapan total: 'pada hari diuji-ditampakkan segala rahasia', kepastian bahwa segala sesuatu yang tersembunyi dalam batin akan terungkap pada waktunya, tidak ada yang benar-benar rahasia selamanya.

Penjelasan pilihan kata

Kata majemuk ganjil "diuji-ditampakkan" disederhanakan menjadi "diuji" saja, mengikuti makna leksikal akar yang berarti menguji yang berarti menguji. Akar itu dipakai di 35 ayat, antara lain 2:49, 2:155, 3:186, 18:7, dan 67:2, dan di sebagian besar pemakaiannya ia menyebut ujian yang dijatuhkan atas manusia. Kata (تُبْلَى, tublaa) di dalam ayat ini memikul makna itu sendirian tanpa kata pendamping.

Kata (تُبْلَى, tublaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan bentuknya pasif. Jadi tidak disebutkan siapa yang menguji, sama seperti kata kerja pasif di 86:5 dan 86:6. Tiga ayat di surah ini karena itu memakai bentuk yang menyembunyikan pelakunya, dan pelakunya cuma terbaca dari kata ganti di 86:8.

Kata (السَّرَائِرُ, as-saraa-iru) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti rahasia dan gembira. Ia dipakai di 43 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk rahasia, kata untuk gembira, dan kata untuk dipan. Jadi satu akar memikul apa yang disembunyikan, apa yang menyenangkan, dan tempat berbaring.

Kesejajaran akar itu patut dicatat tanpa dipaksakan. Yang menyatukan ketiganya sesuatu yang berada di dalam atau di bawah, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Yang bisa dicatat cuma bahwa kata untuk rahasia dan kata untuk gembira berbagi satu sumber. Kata (السَّرَائِرُ, as-saraa-iru) di sini memakai makna yang pertama, yaitu apa yang disembunyikan.

Kata (يَوْمَ, yauma) di awal ayat menandai waktu, dan ia menyambung kembali kepada pengembalian di 86:8. Jadi ayat ini keterangan waktu bagi pengembalian itu, bukan kalimat baru. Bandingkan dengan 100:9 dan 100:10 yang juga menyebut apa yang dikeluarkan pada hari itu, yaitu isi kubur dan isi dada. Jadi dua surah menyebut pembongkaran yang tersembunyi dengan cara yang berdekatan.

Kata (يَوْمَ, yauma) berbaris fathah karena berkedudukan sebagai keterangan waktu, dan ia bergantung kepada kata di 86:8. Jadi kedua ayat itu satu kalimat yang dipisah menjadi dua ayat, bukan dua kalimat yang berdiri sendiri. Pemisahan semacam itu patut dicatat, sebab ia membuat jeda bacaan jatuh di tengah kalimat dan menahan keterangan waktunya sampai ayat berikutnya.

Bentuk (تُبْلَى, tublaa) berbentuk sekarang, bukan lampau, meskipun yang dibicarakan sesuatu yang belum terjadi. Bentuk sekarang dipakai untuk peristiwa yang akan datang ketika kepastiannya hendak dinyatakan, dan pemakaian itu terjadi juga di 86:15 dan 86:16. Jadi tiga ayat di surah ini memakai bentuk yang sama untuk tiga perkara yang berbeda waktunya, dan yang menyatukannya kepastian.

Kata (السَّرَائِرُ, as-saraa-iru) berbentuk jamak, sehingga yang diuji bukan satu rahasia melainkan seluruhnya. Jadi tidak ada satu pun bagian yang disisihkan dari ujian itu. Bentuk jamaknya dan bentuk pasif kata kerjanya bekerja pada arah yang sama, yaitu meluaskan cakupannya tanpa menyebut batas.

Tafsiran

Ayat ini menyebut hari ketika yang tersembunyi diuji, dan kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk pasif. Jadi tidak disebutkan siapa yang menguji, sama seperti kata kerja pasif di 86:5 dan 86:6.

Akar kata kerjanya dipakai di 35 ayat, antara lain 2:49, 2:155, 3:186, 18:7, dan 67:2, dan di sebagian besar pemakaiannya ia menyebut ujian yang dijatuhkan atas manusia. Jadi akar yang biasanya menyebut ujian di dunia, di sini menyebut ujian atas apa yang disembunyikan.

Kata terakhirnya juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 43 ayat. Akar yang sama memberi kata untuk rahasia, kata untuk gembira, dan kata untuk dipan. Yang menyatukan ketiganya sesuatu yang berada di dalam atau di bawah, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu dengan satu kalimat pun.

Kata di awal ayat menandai waktu, dan ia menyambung kembali kepada pengembalian di 86:8. Bandingkan dengan 100:9 dan 100:10 yang juga menyebut apa yang dikeluarkan pada hari itu, yaitu isi kubur dan isi dada. Jadi dua surah menyebut pembongkaran yang tersembunyi dengan cara yang berdekatan, dan keduanya memakai bentuk pasif tanpa menyebut pelakunya.

Kata pertamanya berkedudukan sebagai keterangan waktu dan bergantung kepada kata di 86:8. Jadi kedua ayat itu satu kalimat yang dipisah menjadi dua ayat, sehingga jeda bacaannya jatuh di tengah kalimat.

Renungan dan Hikmah

  • Yang diuji di ayat ini bukan perbuatan yang terlihat melainkan apa yang disembunyikan. Kata untuk rahasia muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini. Jadi Allah menyebut sebagai yang diuji justru bagian yang tidak pernah bisa diperiksa siapa pun selama hidup seseorang, dan bagian itulah yang menentukan pada hari yang disebut. Bagian yang tidak pernah bisa diperiksa siapa pun selama hidup seseorang justru yang disebut sebagai yang diuji, dan penyebutan itu memindahkan timbangannya.
  • Akar kata terakhir dipakai di 43 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk rahasia, kata untuk gembira, dan kata untuk dipan. Jadi satu akar memikul apa yang disembunyikan, apa yang menyenangkan, dan tempat berbaring. Yang menyatukan ketiganya sesuatu yang berada di dalam atau di bawah, dan Al-Qur'an tidak menerangkannya. Satu akar yang memikul rahasia, kegembiraan, dan tempat berbaring sekaligus menerangkan bahwa yang tetap padanya letaknya, yaitu berada di dalam atau di bawah.
  • Padanan yang dipakai mengikuti makna leksikal akarnya, yaitu menguji, dan bukan menampakkan. Akar itu dipakai di 35 ayat, antara lain 2:49, 2:155, 3:186, 18:7, dan 67:2, dan di sebagian besar pemakaiannya ia menyebut ujian yang dijatuhkan Allah atas manusia. Diuji berbeda dari ditampakkan: yang pertama memisahkan yang benar dari yang palsu. Menguji berbeda dari menampakkan: yang pertama memisahkan yang benar dari yang palsu, dan yang kedua cuma memindahkan sesuatu dari tersembunyi ke terlihat.
  • Bentuk kata kerjanya pasif, sehingga tidak disebutkan siapa yang menguji, sama seperti kata kerja pasif di 86:5 dan 86:6. Tiga ayat di surah ini karena itu memakai bentuk yang menyembunyikan pelakunya, dan pelakunya cuma terbaca dari kata ganti di 86:8. Nama Allah tidak disebut sama sekali di seluruh surah ini. Bentuk pasif yang menyembunyikan pelakunya dipakai tiga kali di surah ini, dan pelakunya cuma terbaca dari kata ganti tunggal di tengahnya.
  • Bandingkan dengan 100:9 dan 100:10 yang juga menyebut apa yang dikeluarkan pada hari itu, yaitu isi kubur dan isi dada. Jadi dua surah menyebut pembongkaran yang tersembunyi dengan cara yang berdekatan, dan keduanya memakai bentuk pasif tanpa menyebut pelakunya. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua tempat itu dengan satu kalimat pun. Dua surah yang menyebut pembongkaran yang tersembunyi dengan cara yang berdekatan tidak dihubungkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma kesejajarannya.
  • Selama hidupnya seseorang bisa menyimpan sesuatu tanpa satu orang pun mengetahuinya, dan itu satu-satunya tempat yang benar-benar miliknya. Allah menyatakan bahwa tempat itu akan diuji. Apa yang tersisa dari seseorang ketika bagian yang paling dijaganya diperiksa lebih dulu daripada yang lain? Surah ini tidak menjawabnya dan langsung berpindah ke 86:10. Tempat yang paling dijaga seseorang selama hidupnya diperiksa lebih dulu daripada yang lain, dan surah ini tidak menjelaskan apa yang tersisa sesudahnya.