وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ
Demi langit yang memiliki pengembalian,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِwa-s-samaa'i dzaati r-raj'idemi langit yang memiliki pengembalian
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَالسَّمَاءِwa-s-samaa'idan demi langit
- ذَاتِdzaatiyang memiliki
- الرَّجْعِr-raj'ipengembalian
Inti bacaan
Sumpah kedua demi siklus langit: 'demi langit yang memiliki (siklus) kembali', penggunaan fenomena berulang (seperti hujan) sebagai bukti tambahan bagi pola keteraturan alam.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung "(siklus)" tidak dipakai. Susunan "dzaat X" menjadi "yang memiliki X" dipertahankan literal, konsisten dengan 85:1 dan 85:5. Menyisipkan kata yang menerangkan jenis pengembaliannya akan menutup sesuatu yang dibiarkan terbuka di dalam Arabnya.
Kata (الرَّجْعِ, ar-raj'i) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini. Akarnya berarti kembali. Ia dipakai di 103 ayat, dan ia muncul dua kali di dalam surah pendek ini, yaitu di 86:8 dan ayat ini. Di 86:8 ia menyebut pengembalian manusia, dan di sini ia menyebut sesuatu yang dimiliki langit.
Jadi satu akar dipakai untuk dua pengembalian yang berbeda kedudukannya, dan keduanya berjarak tiga ayat. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua pemakaian itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma akarnya sendiri. Yang di langit berulang terus, dan yang menyangkut manusia disebut sebagai sesuatu yang dikuasai. Bentuk (الرَّجْعِ, ar-raj'i) berdiri sesudah kata yang berarti yang memiliki, dan susunan itu yang mengikatnya kepada langit.
Ayat ini membuka rangkaian sumpah yang kedua di dalam surahnya. Yang pertama di 86:1, dan keduanya dibuka dengan kata (وَالسَّمَاءِ, wa-s-samaa-i). Jadi kata untuk langit muncul dua kali sebagai pembuka sumpah di dalam satu surah, dan susunan itu tidak terjadi di 91:1 sampai 91:7 maupun di 100:1 sampai 100:5.
Rangkaian sumpah yang kedua ini cuma dua ayat, sedangkan yang pertama tiga ayat bila pertanyaan dan jawabannya dihitung. Jawaban sumpah yang kedua datang di 86:13, tepat satu ayat sesudah 86:12. Jadi kedua rangkaian sumpah di surah ini sama-sama pendek, dan keduanya menjawab hal yang berbeda: yang pertama tentang jiwa, yang kedua tentang perkataan.
Kata (الرَّجْعِ, ar-raj'i) bertakrif, sedangkan bentuknya di 86:8 memakai kata ganti kepemilikan. Jadi satu akar muncul dua kali di dalam surah ini dengan dua cara penakrifan yang berbeda. Sebagai kata ia disebut dua kali, dan sebagai bentuk masing-masing sekali, dan dua angka itu sama-sama benar. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan cara itu dengan satu kalimat pun.
Bentuk susunan ayat ini memakai kata yang berarti yang memiliki dalam bentuk perempuan, mengikuti kata (وَالسَّمَاءِ, wa-s-samaa-i) yang berbentuk perempuan. Susunan yang sama dipakai di 85:1 dan 85:5, dan di kedua tempat itu pun ia menerangkan sesuatu yang dimiliki bendanya. Jadi rangka ini bukan susunan yang berdiri sendiri, melainkan rangka yang berulang di surah-surah yang berdekatan.
Bentuk (الرَّجْعِ, ar-raj'i) kata benda, bukan kata kerja, sehingga yang dinyatakan sifat yang melekat, bukan perbuatan yang sedang berlangsung. Jadi Al-Qur'an tidak berkata bahwa langit mengembalikan sesuatu melainkan bahwa ia memiliki pengembalian. Perbedaan itu perlu dijaga di dalam terjemahannya.
Tafsiran
Ayat ini membuka rangkaian sumpah baru demi langit yang berulang menurunkan hujan, dan itu rangkaian sumpah yang kedua di dalam surahnya. Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini. Akarnya dipakai di 103 ayat, dan ia muncul dua kali di dalam surah pendek ini, yaitu di 86:8 dan ayat ini.
Di 86:8 ia menyebut pengembalian manusia, dan di sini ia menyebut sesuatu yang dimiliki langit. Jadi satu akar dipakai untuk dua pengembalian yang berbeda kedudukannya, dan keduanya berjarak tiga ayat. Yang di langit berulang terus, dan yang menyangkut manusia disebut sebagai sesuatu yang dikuasai.
Rangkaian sumpah yang pertama di 86:1, dan keduanya dibuka dengan kata untuk langit. Jadi kata itu muncul dua kali sebagai pembuka sumpah di dalam satu surah, dan susunan itu tidak terjadi di 91:1 sampai 91:7 maupun di 100:1 sampai 100:5.
Rangkaian sumpah yang kedua ini cuma dua ayat, dan jawabannya datang di 86:13, tepat satu ayat sesudah 86:12. Jadi kedua rangkaian sumpah di surah ini sama-sama pendek, dan keduanya menjawab hal yang berbeda: yang pertama tentang jiwa, yang kedua tentang perkataan. Al-Qur'an tidak menyatakan pembagian itu dengan satu kalimat pun.
Kata terakhirnya bertakrif, sedangkan bentuknya di 86:8 memakai kata ganti kepemilikan. Jadi satu akar muncul dua kali di dalam surah ini dengan dua cara penakrifan yang berbeda, dan sebagai bentuk masing-masing cuma sekali.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhir ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini, dan akarnya dipakai di 103 ayat. Ia muncul dua kali di dalam surah pendek ini, yaitu di 86:8 dan 86:11. Di 86:8 ia menyebut pengembalian manusia, dan di sini sesuatu yang dimiliki langit. Jadi satu akar dipakai Allah untuk dua pengembalian yang berbeda kedudukannya. Satu akar yang dipakai untuk pengembalian manusia dan pengembalian yang berulang di langit menaruh keduanya di dalam satu kata tanpa menyamakannya.
- Ayat ini membuka rangkaian sumpah yang kedua di dalam surahnya, dan keduanya dibuka Allah dengan kata untuk langit. Jadi kata itu muncul dua kali sebagai pembuka sumpah di dalam satu surah, dan susunan itu tidak terjadi di 91:1 sampai 91:7 maupun di 100:1 sampai 100:5. Dua sumpah untuk dua pernyataan yang berbeda. Dua rangkaian sumpah di dalam satu surah pendek menerangkan bahwa yang hendak dinyatakan lebih dari satu, dan keduanya dibuka dengan benda yang sama.
- Susunan yang berarti yang memiliki sesuatu dipertahankan secara harfiah, konsisten dengan 85:1 dan 85:5. Menyisipkan kata yang menerangkan jenis pengembaliannya akan menutup sesuatu yang dibiarkan Allah terbuka di dalam Arabnya. Yang tertulis cuma bahwa langit memilikinya, dan pembacanya sendiri yang menimbang apa yang dikembalikannya. Menahan diri dari menerangkan jenis pengembaliannya menjaga ayatnya tetap seluas yang tertulis, dan menutupnya akan mempersempit apa yang dinyatakan.
- Yang di langit berulang terus tanpa berhenti, dan yang menyangkut manusia di 86:8 disebut sebagai sesuatu yang dikuasai. Jadi Allah menyandingkan pengembalian yang sudah terlihat setiap saat dan pengembalian yang belum terjadi. Yang sudah terlihat berdiri sebagai saksi bagi yang belum terjadi, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu. Yang sudah terlihat berulang setiap saat berdiri sebagai saksi bagi yang belum terjadi, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun.
- Rangkaian sumpah yang pertama menjawab tentang jiwa di 86:4, dan yang kedua menjawab tentang perkataan di 86:13. Jadi kedua rangkaian sumpah di surah ini menjawab hal yang berbeda. Apa yang menghubungkan penjagaan atas tiap jiwa dengan sifat perkataan yang memutuskan? Allah menaruh keduanya di dalam satu surah tanpa satu kalimat penghubung. Dua sumpah yang menjawab dua pokok berbeda di dalam satu surah menuntut pembacanya menimbang apa yang menyatukan kedua pokok itu.
- Kata untuk langit muncul dua kali di dalam surah ini, yaitu di 86:1 dan 86:11, dan keduanya sebagai isi sumpah. Yang pertama disandingkan dengan yang datang malam hari, dan yang kedua dengan sifat yang dimilikinya. Jadi satu benda disumpahkan dua kali dengan dua keterangan yang berbeda, dan keduanya berjarak sepuluh ayat. Satu benda yang disumpahkan dua kali dengan dua keterangan berbeda menerangkan bahwa yang disumpahkan sifatnya, bukan sekadar keberadaannya.