فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا
Maka berilah tangguh orang-orang kafir, tangguhkanlah mereka sejenak.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًاfa-mahhili l-kaafiriina amhilhum ruwaydanmaka berilah tangguh orang-orang kafir, tangguhkanlah mereka sejenak
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَمَهِّلِfa-mahhilimaka berilah tangguh
- الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
- أَمْهِلْهُمْamhilhumberilah mereka tangguh
- رُوَيْدًاruwaydanperlahan
Inti bacaan
Instruksi kesabaran strategis: 'maka berilah tangguh orang-orang kafir itu; tangguhkanlah mereka sejenak', pendekatan yang tidak terburu-buru dalam merespons penolakan, kepercayaan bahwa waktu akan membuktikan kebenaran tanpa perlu konfrontasi segera.
Penjelasan pilihan kata
Kata "itu" sesudah "orang-orang kafir" tidak dipakai, sebab tidak ada kata tunjuk pada kedudukan itu menurut morfologi. Menyisipkannya akan menambah penunjukan yang tidak ada di dalam Arabnya, dan yang tertulis cuma sebutan tanpa penunjuk. Kata (فَمَهِّلِ, fa-mahhili) pun tidak diikuti objek yang disebut dengan nama.
Kata kerja (فَمَهِّلِ, fa-mahhili) dan kata kerja (أَمْهِلْهُمْ, amhilhum) berasal dari akar yang berarti memberi tangguh perlahan. Akar itu cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 18:29, 44:45, 70:8, 73:11, dan ayat ini. Di 18:29, 44:45, dan 70:8 akar itu memberi kata untuk cairan logam yang meleleh, dan cuma di 73:11 dan ayat ini ia dipakai untuk memberi tangguh.
Di 73:11 tertulis (وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلًا, wa-mahhilhum qaliilan), dan berilah mereka penangguhan sebentar. Jadi dua ayat memakai akar yang sama untuk perintah yang sejenis, dan keduanya menyebut jangka yang pendek. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua ayat itu dengan satu kalimat pun.
Dua kata kerja di ayat ini berasal dari akar yang sama tetapi memakai dua bentuk yang berbeda. Jadi satu perintah diucapkan dua kali berturut-turut dengan dua bentuk kata yang berbeda dari satu akar. Susunan itu menguatkan tanpa menambah kata baru, dan pola yang sama dipakai di 86:15 dan 86:16 dengan cara yang berbeda. Bentuk (فَمَهِّلِ, fa-mahhili) memakai penggandaan huruf tengah, dan (أَمْهِلْهُمْ, amhilhum) memakai tambahan huruf di depannya.
Kata (رُوَيْدًا, ruwaydan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti mencari dengan pelan. Ia dipakai di 120 ayat, dan hampir seluruhnya memberi kata kerja yang berarti menghendaki. Bentuk yang dipakai di sini bentuk pengecil, dan artinya sejenak. Jadi akar yang di seluruh Al-Qur'an hampir selalu menyebut kehendak, di sini memberi satu kata yang menyebut jangka yang pendek.
Bentuk (فَمَهِّلِ, fa-mahhili) berbentuk perintah langsung kepada orang kedua tunggal, dan huruf fa di depannya menyambungkannya kepada 86:16. Jadi perintah ini datang sebagai akibat dari pernyataan sebelumnya, bukan berdiri sendiri. Huruf yang sama dipakai di awal 86:5, dan di kedua tempat itu ia menyambungkan perintah kepada pernyataan yang mendahuluinya.
Kata (أَمْهِلْهُمْ, amhilhum) memakai kata ganti yang menunjuk mereka, dan itulah satu-satunya kata di dalam ayat ini yang menyebut pihak yang ditangguhkan. Jadi objeknya disebut sekali dan tidak diulang pada kata kerja pertamanya. Bahasa Indonesia menahannya dengan menyebut mereka pada bagian kedua saja, mengikuti apa yang tertulis alih-alih meratakannya ke keduanya.
Kata (رُوَيْدًا, ruwaydan) berkedudukan sebagai keterangan bagi kedua kata kerja sebelumnya sekaligus. Jadi satu kata menerangkan dua perintah, dan ia diletakkan di ujung supaya bisa menjangkau keduanya. Susunan itu menghemat kata tanpa mengurangi apa yang dinyatakan, dan ia sekaligus menutup surahnya.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini menenangkan Nabi agar bersabar menunggu, karena rencana Allah pasti terlaksana pada waktunya. Kedua kata kerjanya berasal dari akar yang cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 18:29, 44:45, 70:8, 73:11, dan ayat ini.
Di 18:29, 44:45, dan 70:8 akar itu memberi kata untuk cairan logam yang meleleh, dan cuma di 73:11 dan ayat ini ia dipakai untuk memberi tangguh. Di 73:11 akar yang sama dipakai untuk perintah yang sejenis, dan keduanya menyebut jangka yang pendek.
Dua kata kerja di ayat ini berasal dari akar yang sama tetapi memakai dua bentuk yang berbeda. Jadi satu perintah diucapkan dua kali berturut-turut dengan dua bentuk kata yang berbeda dari satu akar. Susunan itu menguatkan tanpa menambah kata baru.
Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 120 ayat yang hampir seluruhnya memberi kata kerja yang berarti menghendaki. Bentuk yang dipakai di sini bentuk pengecil, dan artinya sejenak. Jadi akar yang di seluruh Al-Qur'an hampir selalu menyebut kehendak, di sini memberi satu kata yang menyebut jangka yang pendek.
Kata kerja pertamanya berbentuk perintah langsung kepada orang kedua tunggal, dan huruf di depannya menyambungkannya kepada 86:16. Huruf yang sama dipakai di awal 86:5, dan di kedua tempat itu ia menyambungkan perintah kepada pernyataan.
Renungan dan Hikmah
- Kedua kata kerja di ayat ini berasal dari akar yang cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 18:29, 44:45, 70:8, 73:11, dan 86:17. Di 18:29, 44:45, dan 70:8 akar itu memberi kata untuk cairan logam yang meleleh, dan cuma di 73:11 dan ayat ini ia dipakai Allah untuk memberi tangguh. Satu akar memikul cairan yang mengalir pelan dan waktu yang ditangguhkan. Satu akar yang memikul cairan yang mengalir pelan dan waktu yang ditangguhkan menerangkan bahwa yang tetap padanya kelambatannya, bukan bendanya.
- Di 73:11 akar yang sama dipakai Allah untuk perintah yang sejenis, yaitu memberi penangguhan sebentar. Jadi dua ayat memakai akar yang sama untuk perintah yang sejenis, dan keduanya menyebut jangka yang pendek. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua ayat itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma akarnya. Dua ayat yang memakai akar sama untuk perintah sejenis tidak dihubungkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa keduanya menyebut jangka yang pendek.
- Dua kata kerja di ayat ini berasal dari akar yang sama tetapi memakai dua bentuk yang berbeda. Jadi satu perintah diucapkan dua kali berturut-turut dengan dua bentuk kata yang berbeda dari satu akar. Susunan itu menguatkan tanpa menambah kata baru, dan Allah memakai cara yang sama di 86:15 dan 86:16 dengan bentuk yang lain. Menguatkan tanpa menambah kata baru dikerjakan dengan mengulang akar yang sama dalam bentuk yang berbeda, dan surah ini memakai cara itu dua kali.
- Kata terakhir muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 120 ayat yang hampir seluruhnya memberi kata kerja yang berarti menghendaki. Bentuk yang dipakai bentuk pengecil, dan artinya sejenak. Jadi akar yang di seluruh Al-Qur'an hampir selalu menyebut kehendak, di sini memberi satu kata yang menyebut jangka yang pendek. Bentuk pengecil menyatakan sesuatu yang kecil ukurannya, dan di sini yang dikecilkan waktunya, bukan bendanya atau jumlahnya.
- Surah ini ditutup Allah bukan dengan ancaman kepada mereka melainkan dengan perintah kepada yang disapa untuk menahan diri. Sesudah menyebut rencana mereka dan rencana-Nya, yang datang di ujungnya perintah memberi tangguh. Apa yang paling sulit bagi seseorang yang tahu bahwa lawannya sedang merencanakan sesuatu terhadapnya? Menutup surah dengan perintah menahan diri berbeda dari menutupnya dengan ancaman, sebab yang pertama menaruh beban pada yang disapa.
- Yang diperintahkan Allah bukan membiarkan selamanya melainkan menangguhkan sejenak. Kata terakhirnya bentuk pengecil, dan bentuk pengecil selalu menyatakan sesuatu yang kecil ukurannya. Jadi penangguhan itu punya batas sejak diperintahkan, dan batas itu ditandai bukan dengan menyebut waktunya melainkan dengan memakai bentuk kata yang mengecilkannya. Penangguhan yang punya batas sejak diperintahkan berbeda dari pembiaran, dan batasnya ditandai bentuk kata yang mengecilkannya, bukan penyebutan waktunya.