وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰ
Dan Kami akan memudahkanmu menuju kemudahan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰwa-nuyassiruka li-l-yusraadan Kami akan memudahkanmu menuju kemudahan
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَنُيَسِّرُكَwa-nuyassirukadan Kami memudahkanmu
- لِلْيُسْرَىٰli-l-yusraamenuju kemudahan
Inti bacaan
Anugerah kemudahan yang dijanjikan: 'dan Kami akan memudahkanmu menuju kemudahan', janji bahwa jalan yang ditempuh akan difasilitasi menuju hasil yang lebih ringan, penghiburan bagi yang menjalankan tugas berat.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (وَنُيَسِّرُكَ, wa-nuyassiruka) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (لِلْيُسْرَىٰ, li-l-yusraa) muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 87:8 dan 92:7. Jadi kata keduanya cuma hidup di dua tempat, dan keduanya berada di surah yang berdekatan.
Kesejajaran antara surah ini dan surah 92 patut dicatat, sebab ia berulang empat kali. Selain kata itu, kata (الْأَشْقَى, al-asyqaa) juga cuma muncul di 87:11 dan 92:15, kata (تَزَكَّىٰ, tazakkaa) muncul di 87:14 dan 92:18, dan kata (الْأَعْلَى, al-a'laa) di 87:1 dan 92:20. Jadi empat kata yang jarang dipakai sama-sama hidup di kedua surah itu.
Akar kedua kata pokok di ayat ini berarti mudah dan ringan, dan ia dipakai di 40 ayat, antara lain 2:185, 44:58, 54:17, 65:7, dan 94:5. Di 54:17 akar itu dipakai untuk pemudahan Al-Qur'an supaya bisa diingat, dan di 94:5 untuk kemudahan yang menyertai kesulitan. Kata (لِلْيُسْرَىٰ, li-l-yusraa) dan kata kerjanya karena itu berbagi satu sumber yang sama.
Bentuk kata kerjanya berpola kedua, sehingga artinya membuat sesuatu menjadi mudah, bukan menjadi mudah sendiri. Jadi yang dinyatakan perbuatan yang mengerjakan pemudahan itu, bukan keadaan yang datang begitu saja. Bentuk yang sama dipakai di 54:17, dan di kedua tempat itu pelakunya Yang berfirman. Kata (وَنُيَسِّرُكَ, wa-nuyassiruka) memakai penggandaan huruf tengah yang menandai pola itu.
Kata kerja (وَنُيَسِّرُكَ, wa-nuyassiruka) memakai kata ganti objek yang menunjuk orangnya, bukan pekerjaannya. Jadi yang dimudahkan orangnya, bukan tugasnya. Perbedaan itu perlu dijaga: memudahkan seseorang menuju sesuatu berbeda dari memudahkan sesuatu bagi seseorang, dan yang tertulis di sini yang pertama.
Ayat ini sejajar dengan 87:6 dalam bentuk dan kedudukannya. Keduanya berorang pertama jamak, keduanya menyebut apa yang akan datang, dan keduanya memakai kata ganti objek yang menunjuk yang disapa. Jadi dua janji diberikan berturut-turut dengan rangka yang sama, dan yang menyelanya cuma pengecualian di 87:7. Kata (وَنُيَسِّرُكَ, wa-nuyassiruka) memakai kata ganti objek yang sama dengan kata kerja di 87:6.
Kata (وَنُيَسِّرُكَ, wa-nuyassiruka) dibuka huruf waw yang menyambungkannya kepada rangkaian janji sebelumnya, bukan kepada pengecualian di 87:7. Jadi ayat ini kembali kepada arah yang ditinggalkan dua ayat sebelumnya. Susunan yang menyela sebuah janji dengan pengecualian lalu melanjutkannya lagi tidak dipakai di tempat lain di dalam surah ini.
Kata (لِلْيُسْرَىٰ, li-l-yusraa) didahului huruf lam yang menyatakan tujuan, sehingga yang dinyatakan arah, bukan keadaan. Jadi yang dijanjikan bukan bahwa ia akan berada di dalam kemudahan melainkan bahwa ia akan dimudahkan menuju ke sana. Perbedaan itu perlu dijaga di dalam terjemahannya.
Tafsiran
Ayat ini menjanjikan kemudahan bagi Nabi dalam menjalankan risalahnya, dan kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an sementara kata terakhirnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 87:8 dan 92:7.
Kesejajaran antara surah ini dan surah 92 patut dicatat, sebab ia berulang empat kali. Selain kata itu, kata untuk orang yang paling celaka juga cuma muncul di 87:11 dan 92:15, kata untuk menyucitumbuhkan diri muncul di 87:14 dan 92:18, dan kata untuk yang tertinggi di 87:1 dan 92:20.
Akar kedua kata pokoknya dipakai di 40 ayat, antara lain 2:185, 44:58, 54:17, 65:7, dan 94:5. Di 54:17 akar itu dipakai untuk pemudahan Al-Qur'an supaya bisa diingat, dan di 94:5 untuk kemudahan yang menyertai kesulitan.
Ayat ini sejajar dengan 87:6 dalam bentuk dan kedudukannya. Keduanya berorang pertama jamak, keduanya menyebut apa yang akan datang, dan keduanya memakai kata ganti objek yang menunjuk yang disapa. Jadi dua janji diberikan berturut-turut dengan rangka yang sama, dan yang menyelanya cuma pengecualian di 87:7.
Kata terakhirnya didahului huruf yang menyatakan tujuan, sehingga yang dinyatakan arah, bukan keadaan. Jadi yang dijanjikan bukan bahwa ia akan berada di dalam kemudahan melainkan bahwa ia akan dimudahkan menuju ke sana, dan perbedaan itu perlu dijaga di dalam terjemahannya.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhir ayat ini muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 87:8 dan 92:7. Kesejajaran antara surah ini dan surah 92 berulang empat kali: kata untuk orang yang paling celaka cuma di 87:11 dan 92:15, kata untuk menyucitumbuhkan diri di 87:14 dan 92:18, dan kata untuk yang tertinggi di 87:1 dan 92:20. Jadi empat kata yang jarang dipakai Allah sama-sama hidup di kedua surah itu. Empat kata langka yang sama-sama hidup di dua surah menandai keduanya sebagai sepasang, dan tidak satu pun ayat menyatakan pasangan itu.
- Bentuk kata kerjanya berpola kedua, sehingga artinya membuat sesuatu menjadi mudah, bukan menjadi mudah sendiri. Jadi yang dinyatakan perbuatan Allah yang mengerjakan pemudahan itu, bukan keadaan yang datang begitu saja. Bentuk yang sama dipakai di 54:17, dan di kedua tempat itu pelakunya Dia, bukan orang yang menerimanya. Pemudahan yang dikerjakan dari luar tidak menghapus kesulitan, melainkan mengubah orang yang menghadapinya. Yang dimudahkan orangnya, dan itu bertahan lebih lama daripada beban yang diringankan sekali.
- Kata kerjanya memakai kata ganti objek yang menunjuk orangnya, bukan pekerjaannya. Jadi yang dimudahkan Allah orangnya, bukan tugasnya. Perbedaan itu perlu dijaga: memudahkan seseorang menuju sesuatu berbeda dari memudahkan sesuatu bagi seseorang. Yang pertama mengubah yang menjalani, dan yang kedua cuma mengurangi bebannya. Memudahkan orangnya berbeda dari mengurangi bebannya, dan yang pertama bertahan sesudah bebannya bertambah lagi.
- Akar kedua kata pokoknya dipakai di 40 ayat, antara lain 2:185, 44:58, 54:17, 65:7, dan 94:5. Di 54:17 akar itu dipakai Allah untuk pemudahan Al-Qur'an supaya bisa diingat, dan di 94:5 untuk kemudahan yang menyertai kesulitan. Jadi akar yang sama menyebut pemudahan atas kitabnya dan pemudahan atas orang yang membawanya. Satu akar yang memudahkan kitab dan memudahkan pembawanya menyatukan keduanya di dalam satu perbuatan. Kesejajaran antara dua surah yang tidak saling menyebut cuma bisa ditemukan pembaca yang membaca keduanya.
- Ayat ini sejajar dengan 87:6 dalam bentuk dan kedudukannya. Keduanya berorang pertama jamak, keduanya menyebut apa yang akan datang, dan keduanya memakai kata ganti objek yang menunjuk yang disapa. Jadi Allah memberi dua janji berturut-turut dengan rangka yang sama, dan yang menyelanya cuma pengecualian di 87:7. Dua janji dengan rangka yang sama yang diselang satu pengecualian membuat pengecualian itu terbaca sebagai bagian dari keduanya.
- Kedua kata pokok di ayat ini berasal dari satu akar yang sama, sehingga kata kerjanya dan tujuannya berbagi satu sumber. Susunan yang mengulang akar seperti itu menguatkan tanpa menambah kata baru. Apa yang dinyatakan sebuah janji ketika perbuatannya dan tujuannya dinamai Allah dengan kata yang berasal dari satu akar? Menguatkan dengan mengulang akar menghemat kata sekaligus mengikat perbuatannya kepada tujuannya lebih rapat daripada kata sifat mana pun.