فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَىٰ

Maka berilah peringatan, jika peringatan itu bermanfaat.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَىٰfa-dzakkir in nafa'ati dz-dzikraamaka berilah peringatan, jika peringatan itu bermanfaat

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَذَكِّرْfa-dzakkirmaka berilah peringatan
  2. إِنْinjika
  3. نَفَعَتِnafa'atibermanfaat
  4. الذِّكْرَىٰdz-dzikraaperingatan

Inti bacaan

Batas tanggung jawab dalam menyampaikan peringatan: 'maka berilah peringatan, jika peringatan itu bermanfaat', definisi tugas yang jelas: menyampaikan, dengan pengakuan bahwa hasil (apakah bermanfaat) bergantung pada penerima, bukan sepenuhnya kendali penyampai.

Penjelasan pilihan kata

Kata (الذِّكْرَىٰ, adz-dzikraa) muncul 6 kali di 6 surah, yaitu di 6:68, 44:13, 51:55, 80:4, 87:9, dan 89:23. Di 51:55 tertulis bahwa peringatan bermanfaat bagi orang beriman, dan di 89:23 bahwa peringatan datang ketika ia sudah tidak berguna lagi.

Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa akar yang berarti mengingat dan menyebut muncul empat kali di dalam surah pendek ini. Ia dipakai dua kali di ayat ini lewat (فَذَكِّرْ, fa-dzakkir) dan (الذِّكْرَىٰ, adz-dzikraa), sekali di 87:10, dan sekali lagi di 87:15. Akar itu dipakai di 264 ayat di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 2:152, 13:28, 15:9, dan 38:1.

Kata kerja (فَذَكِّرْ, fa-dzakkir) berbentuk perintah kepada orang kedua tunggal dan berpola kedua, sehingga artinya membuat orang lain ingat. Jadi yang diperintahkan mengingatkan, bukan mengingat. Perbedaan itu perlu dijaga: yang pertama menuntut ada pihak lain, dan yang kedua cukup dikerjakan sendirian.

Kata (إِنْ, in) huruf syarat, dan susunan ini menaruh perintah lebih dulu dan syaratnya belakangan. Jadi perintahnya tidak berdiri tanpa batas, dan batas itu bermanfaatnya peringatan. Al-Qur'an tidak menerangkan siapa yang menentukan bermanfaat atau tidaknya, dan pertanyaan itu dibiarkan terbuka.

Bentuk kata kerja (نَفَعَتِ, nafa'ati) berbentuk lampau meskipun berada di dalam kalimat syarat yang menyebut sesuatu yang belum terjadi. Bentuk lampau di dalam kalimat syarat memang lazim di dalam bahasa Arab, dan ia tidak menyatakan bahwa peristiwanya sudah lewat. Bahasa Indonesia menahannya dengan bentuk yang netral waktunya.

Susunan surah ini berpindah di ayat ini. Delapan ayat sebelumnya seluruhnya berupa berita dan janji, dan ayat ini yang pertama memuat perintah sesudah 87:1. Jadi surahnya dibuka perintah, lalu berisi berita selama tujuh ayat, lalu kembali kepada perintah di sini, dan Al-Qur'an tidak menandai pergantian itu dengan satu kata pun.

Kata (فَذَكِّرْ, fa-dzakkir) dibuka huruf fa yang menyambungkan perintah ini kepada janji di 87:8. Jadi perintah memberi peringatan itu datang sebagai akibat dari kemudahan yang dijanjikan, bukan berdiri sendiri. Huruf yang sama dipakai di awal 87:5 dan 87:15, sehingga tiga ayat di surah ini memakai penyambung yang sama untuk tiga hubungan yang berbeda.

Kata (الذِّكْرَىٰ, adz-dzikraa) berbentuk perempuan, dan itulah sebab kata kerja di depannya juga berbentuk perempuan. Jadi kesesuaian bentuk itu terbawa di dalam kalimatnya sendiri tanpa kata tambahan. Bahasa Indonesia tidak membedakan bentuk laki-laki dan perempuan, sehingga kesesuaian itu tidak bisa ditahan di dalam terjemahannya.

Kata (نَفَعَتِ, nafa'ati) berbentuk perempuan mengikuti kata bendanya, dan pasangan bentuk itu tidak bisa ditahan di dalam bahasa Indonesia. Jadi ada satu lapis keterangan di dalam Arabnya yang lenyap di dalam terjemahannya, dan yang tersisa cuma hubungan makna antara kata kerja dan pelakunya.

Tafsiran

Ayat ini memerintahkan Nabi untuk terus memberi peringatan selama itu bermanfaat, dan kata terakhirnya muncul 6 kali di 6 surah, yaitu di 6:68, 44:13, 51:55, 80:4, 87:9, dan 89:23.

Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa akar kata itu muncul empat kali di dalam surah pendek ini. Ia dipakai dua kali di ayat ini, sekali di 87:10, dan sekali lagi di 87:15. Akar itu dipakai di 264 ayat di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 2:152, 13:28, 15:9, dan 38:1.

Kata kerja pertamanya berbentuk perintah kepada orang kedua tunggal dan berpola kedua, sehingga artinya membuat orang lain ingat. Jadi yang diperintahkan mengingatkan, bukan mengingat. Perbedaan itu perlu dijaga: yang pertama menuntut ada pihak lain, dan yang kedua cukup dikerjakan sendirian.

Susunan surah ini berpindah di ayat ini. Delapan ayat sebelumnya seluruhnya berupa berita dan janji, dan ayat ini yang pertama memuat perintah sesudah 87:1. Jadi surahnya dibuka perintah, lalu berisi berita selama tujuh ayat, lalu kembali kepada perintah di sini, dan Al-Qur'an tidak menandai pergantian itu dengan satu kata pun.

Kata kerja pertamanya dibuka huruf yang menyambungkan perintah ini kepada janji di 87:8. Jadi perintah memberi peringatan itu datang sebagai akibat dari kemudahan yang dijanjikan, bukan berdiri sendiri. Huruf yang sama dipakai di awal 87:5 dan 87:15 untuk tiga hubungan yang berbeda.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata terakhirnya muncul empat kali di dalam surah pendek ini: dua kali di 87:9, sekali di 87:10, dan sekali lagi di 87:15. Akar itu dipakai Allah di 264 ayat di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 2:152, 13:28, 15:9, dan 38:1. Jadi akar yang tersebar di ratusan ayat itu memadat di surah sembilan belas ayat ini. Akar yang tersebar di ratusan ayat lalu memadat di satu surah pendek menandai surah itu tanpa satu kalimat pun yang menyebutnya.
  • Kata kerja pertamanya berbentuk perintah dan berpola kedua, sehingga artinya membuat orang lain ingat. Jadi yang diperintahkan Allah mengingatkan, bukan mengingat. Perbedaan itu perlu dijaga: yang pertama menuntut ada pihak lain, dan yang kedua cukup dikerjakan sendirian di dalam hati tanpa seorang pun mengetahuinya. Mengingatkan menuntut ada pihak lain, dan itu membuat perintahnya tidak bisa ditunaikan seseorang di dalam hatinya sendiri. Yang tidak bisa diketahui lebih dulu tidak bisa dijadikan alasan menunda mengerjakannya.
  • Kata ketiganya huruf syarat, dan susunan ini menaruh perintah lebih dulu dan syaratnya belakangan. Jadi perintahnya tidak berdiri tanpa batas, dan batas itu bermanfaatnya peringatan. Allah tidak menerangkan siapa yang menentukan bermanfaat atau tidaknya. Siapa yang bisa mengetahui lebih dulu apakah sebuah peringatan akan berguna atau tidak? Sebuah syarat yang penentunya tidak disebut meninggalkan penimbangannya kepada yang diperintah, bukan kepada yang diperingatkan.
  • Kata terakhirnya muncul 6 kali di 6 surah, yaitu di 6:68, 44:13, 51:55, 80:4, 87:9, dan 89:23. Di 51:55 Allah menyatakan peringatan bermanfaat bagi orang beriman, dan di 89:23 bahwa peringatan datang ketika ia sudah tidak berguna lagi. Jadi kata yang sama menyebut peringatan yang tepat waktu dan peringatan yang terlambat. Peringatan yang tepat waktu dan peringatan yang terlambat memakai kata yang sama, dan yang membedakan cuma kapan ia sampai.
  • Delapan ayat sebelumnya seluruhnya berupa berita dan janji, dan ayat ini yang pertama memuat perintah sesudah 87:1. Jadi surahnya dibuka perintah, lalu berisi berita selama tujuh ayat, lalu kembali kepada perintah di sini. Allah tidak menandai pergantian itu dengan satu kata pun, dan yang menandainya cuma bentuk kata kerjanya. Bentuk kata kerja yang berganti tanpa penanda menuntut pembacanya memperhatikan katanya sendiri alih-alih menunggu diberi tahu.
  • Kata kerja pertama dan kata benda terakhir di ayat ini berasal dari satu akar yang sama. Jadi perbuatannya dan hasilnya dinamai Allah dengan kata yang berbagi satu sumber, sama seperti susunan di 87:8. Dua ayat yang berdekatan karena itu sama-sama memakai cara menguatkan yang tidak menambah satu kata baru pun. Perbuatan dan hasilnya yang dinamai dengan kata seakar mengikat keduanya lebih rapat daripada kalimat penghubung mana pun. Perintah yang bersyarat tetap perintah, dan syaratnya tidak membatalkan kewajiban mencobanya.