وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ

Dan mengingat nama Tuhannya, lalu bersalat.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰwa-dzakara sma rabbihi fa-shallaadan mengingat nama Tuhannya, lalu bersalat

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَذَكَرَwa-dzakaradan menyebut
  2. اسْمَsmanama
  3. رَبِّهِrabbihiTuhannya
  4. فَصَلَّىٰfa-shallaalalu ia salat

Inti bacaan

Dua tindakan kunci yang membawa keberuntungan: 'dan mengingat nama Tuhannya, lalu bersalat', urutan logis dari kesadaran batin (mengingat) menuju tindakan konkret (salat), model transformasi yang bermula dari hati menuju praktik nyata.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (اسْمَ رَبِّهِ, isma rabbihi) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Bentuknya dengan kata ganti orang kedua muncul 3 kali di 3 surah, yaitu di 73:8, 76:25, dan 87:1. Jadi surah ini memakai satu rangkaian dua kali dengan dua kata ganti yang berbeda, dan yang kedua tidak punya pembanding di tempat lain.

Kata kerja (فَصَلَّىٰ, fa-shallaa) berasal dari akar yang berarti menghadap dalam doa. Akar itu dipakai di 90 ayat, antara lain 2:3, 4:103, 20:14, 29:45, dan 107:5. Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa akar ini berbeda dari akar yang berarti terpanggang api. Akar itu dipakai di 87:12 untuk masuk ke dalam api, meskipun kedua kata itu terlihat serupa.

Perbedaan kedua akar itu patut dicatat. Yang di sini dipakai di 90 ayat dan menyebut salat, sedangkan yang di 87:12 dipakai di 25 ayat dan menyebut masuk ke dalam api. Jadi satu surah memuat dua akar yang bunyinya berdekatan tetapi maknanya berjauhan, dan keduanya berjarak tiga ayat. Kata (فَصَلَّىٰ, fa-shallaa) karena itu tidak boleh dibaca sebagai kata yang seakar dengan masuk ke dalam api.

Kata kerja (وَذَكَرَ, wa-dzakara) berbentuk lampau dan berpola pertama, berbeda dari bentuk perintah berpola kedua di 87:9 dan bentuk berpola kelima di 87:10. Jadi akar yang sama dipakai dengan tiga pola yang berbeda di dalam satu surah, dan tiap pola menyatakan arah yang berlainan.

Huruf fa di depan (فَصَلَّىٰ, fa-shallaa) menyatakan urutan yang rapat, sama seperti huruf yang sama di 87:2, 87:3, dan 87:5. Jadi salat itu menyusul mengingat nama-Nya tanpa jeda, dan susunan sebab akibat itu terbawa di dalam satu huruf.

Susunan tiga ayat dari 87:14 sampai ayat ini menyebut tiga hal berturut-turut, yaitu menyucikan diri, mengingat nama Tuhannya, dan bersalat. Jadi yang disebut bukan satu perbuatan melainkan rangkaian yang bergerak dari dalam diri ke luar. Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu dengan satu kalimat pun, dan yang menandainya cuma letak ketiganya.

Kata (وَذَكَرَ, wa-dzakara) dibuka huruf waw yang menyambungkannya kepada 87:14, sehingga kedua ayat itu satu kalimat. Jadi yang disebut bukan dua golongan melainkan satu golongan dengan tiga ciri. Memisahkan keduanya akan membuat ciri di ayat ini terbaca sebagai syarat tambahan, padahal ia bagian dari gambaran yang sama.

Kata (فَصَلَّىٰ, fa-shallaa) berpola kedua, sedangkan kata kerja di depannya berpola pertama. Jadi satu ayat memuat dua pola yang berbeda bobotnya, sama seperti susunan di 87:3. Dua ayat yang berjauhan letaknya karena itu memakai cara yang sama untuk memasangkan dua perbuatan yang tidak sederajat beratnya.

Kata (وَذَكَرَ, wa-dzakara) berbentuk lampau, sedangkan kata kerja di 87:9 berbentuk perintah dan yang di 87:10 berbentuk sekarang. Jadi satu akar dipakai dengan tiga bentuk waktu yang berbeda di dalam satu surah, dan tiap bentuk menyatakan kedudukan yang berlainan bagi pelakunya.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi ciri keberuntungan tersebut: zikir dan salat, dan rangkaian pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an sedangkan bentuknya di 87:1 muncul 3 kali di 3 surah, yaitu di 73:8, 76:25, dan 87:1.

Kata kerja terakhirnya berasal dari akar yang dipakai di 90 ayat, antara lain 2:3, 4:103, 20:14, 29:45, dan 107:5. Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa akar ini berbeda dari akar yang dipakai di 87:12 untuk masuk ke dalam api, meskipun kedua kata itu terlihat serupa.

Kata kerja pertamanya berbentuk lampau dan berpola pertama, berbeda dari bentuk perintah berpola kedua di 87:9 dan bentuk berpola kelima di 87:10. Jadi akar yang sama dipakai dengan tiga pola yang berbeda di dalam satu surah, dan tiap pola menyatakan arah yang berlainan.

Susunan tiga ayat dari 87:14 sampai ayat ini menyebut tiga hal berturut-turut, yaitu menyucikan diri, mengingat nama Tuhannya, dan bersalat. Jadi yang disebut bukan satu perbuatan melainkan rangkaian yang bergerak dari dalam diri ke luar. Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu dengan satu kalimat pun.

Kata kerja pertamanya dibuka huruf yang menyambungkannya kepada 87:14, sehingga kedua ayat itu satu kalimat. Jadi yang disebut bukan dua golongan melainkan satu golongan dengan tiga ciri, dan memisahkannya akan membuat ciri di ayat ini terbaca sebagai syarat tambahan.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian pertama ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan bentuknya di 87:1 dengan kata ganti orang kedua muncul 3 kali di 3 surah, yaitu di 73:8, 76:25, dan 87:1. Jadi Allah memakai satu rangkaian dua kali di dalam satu surah dengan dua kata ganti yang berbeda, dan yang kedua tidak punya pembanding di tempat lain. Rangkaian yang cuma muncul sekali tidak punya pembanding, dan pembacanya harus menimbangnya dari letaknya di dalam surahnya.
  • Kata kerja terakhirnya berasal dari akar yang dipakai di 90 ayat, antara lain 2:3, 4:103, 20:14, 29:45, dan 107:5, dan akar ini berbeda dari akar yang dipakai di 87:12 untuk masuk ke dalam api. Jadi Allah menaruh dua akar yang bunyinya berdekatan tetapi maknanya berjauhan di dalam satu surah, dan keduanya berjarak tiga ayat. Dua akar yang mirip bunyinya di dalam satu surah menguji ketelitian pembacanya lebih daripada ayat mana pun yang panjang.
  • Kata kerja pertamanya berbentuk lampau dan berpola pertama, berbeda dari bentuk perintah berpola kedua di 87:9 dan bentuk berpola kelima di 87:10. Jadi Allah memakai satu akar dengan tiga pola yang berbeda di dalam satu surah, dan tiap pola menyatakan arah yang berlainan: mengingatkan, menerima peringatan, dan mengingat. Satu akar dengan tiga pola yang berbeda menerangkan bahwa yang menentukan arah perbuatannya polanya, bukan akarnya. Tiga ciri yang disebut berurutan bergerak dari yang paling tersembunyi ke yang paling tampak.
  • Tiga ayat dari 87:14 sampai ayat ini menyebut tiga hal berturut-turut, yaitu menyucikan diri, mengingat nama Tuhannya, dan bersalat. Jadi yang disebut Allah bukan satu perbuatan melainkan rangkaian yang bergerak dari dalam diri ke luar. Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu, dan yang menandainya cuma letak ketiganya. Rangkaian yang bergerak dari dalam diri ke luar menempatkan yang tak terlihat lebih dulu, dan urutan itu tidak diterangkan.
  • Huruf di depan kata kerja terakhirnya menyatakan urutan yang rapat, sama seperti huruf yang sama di 87:2, 87:3, dan 87:5. Jadi salat itu menyusul mengingat nama Allah tanpa jeda, dan susunan sebab akibat itu terbawa di dalam satu huruf. Yang mendahului salat karena itu bukan gerakannya melainkan ingatan kepada-Nya. Yang mendahului salat bukan gerakannya melainkan ingatan kepada Allah, dan satu huruf penghubung yang menyatakan urutan itu. Satu akar yang bergerak lewat tiga pola menerangkan bahwa arah perbuatan ditentukan bentuknya.
  • Ayat ini menyebut sebagai perbuatan yang sudah selesai apa yang di 87:1 diperintahkan Allah kepada yang disapa. Jadi surahnya memperlihatkan perintahnya sekaligus memperlihatkan orang yang sudah mengerjakannya. Apa yang lebih menggerakkan seseorang: mendengar sebuah perintah, atau melihat bahwa orang lain sudah menunaikannya lebih dulu? Sebuah surah yang memperlihatkan perintah sekaligus orang yang sudah menunaikannya menyediakan dua jalan masuk bagi pembacanya.