بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ

Sampaikah padamu tuturan peristiwa dahsyat?

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِhal ataaka hadiitsu l-ghaashiyatisampaikah padamu tuturan peristiwa dahsyat
Catatan pilihan kata (ringkas)

Sudahkah sampai kepadamu berita tentang al-Gaasyiyah (hari Kiamat yang menutupi kesadaran manusia dengan kedahsyatannya)? Has there come to thee the narrative of the Enveloping? terjemahan lain/sebagian penerjemah menerjemahkan *hadiith* di sini sbg 'kisah/berita/pemberitaan/narasi', terjemahan ini mempertahankan transliterasi scr sengaja. Mempertahankan 'hadits' (bukan menerjemahkannya jadi 'kisah/berita') sengaja membuat pembaca berhenti sejenak, sebab kata yg sama, dipakai Qur'an utk DIRINYA SENDIRI, kini lazim dipahami sbg korpus TERPISAH dari Qur'an. ayat semacam ini TIDAK bisa dibaca sbg putusan hukum atas kewenangan riwayat Nabi, ia hanya mencatat bahwa PENAMAAN korpus itu 'hadiith' bukan berasal dari pemakaian Qur'ani sendiri. Kewenangan riwayat itu sendiri di luar cakupan pilihan-kata ini. Sama pola 20:9/79:15/85:17. *al-Ghaashiyah* diterjemahkan 'peristiwa dahsyat' (deskriptif) gantinya transliterasi 'al-Gaasyiyah' (terjemahan lain), terjemahan ini pilih terjemahkan makna-nama (akar akar gh-sh-w = menyelubungi/meliputi) drpd mempertahankan nama-surah sbg istilah-serapan, konsisten pola korpus menerjemah nama-julukan Hari Kiamat (spt al-Qaari'ah, al-Haaqqah) drpd translit.

Aplikasi

Pembukaan Al-Ghashiyah dengan pertanyaan yang menggugah: 'sampaikah padamu hadits peristiwa dahsyat?', teknik retoris yang membangun antisipasi tentang topik penting yang akan dibahas.