لَا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ

Yang tidak menggemukkan dan tidak pula mencukupkan dari lapar.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. لَا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِنْ جُوعٍlaa yusminu wa-laa yughnii min juu'inyang tidak menggemukkan dan tidak pula mencukupkan dari lapar

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. لَاlaatidak
  2. يُسْمِنُyusminumenggemukkan
  3. وَلَاwa-laadan tidak pula
  4. يُغْنِيyughniimencukupkan
  5. مِنْmindari
  6. جُوعٍjuu'inkelaparan

Inti bacaan

Ketidakefektifan total dari 'makanan' tersebut: 'yang tidak menggemukkan dan tidak pula mencukupkan dari lapar', penegasan bahwa bahkan fungsi paling dasar dari makanan (mengenyangkan) pun tidak terpenuhi, kesia-siaan yang menyeluruh.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (يُسْمِنُ, yusminu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti gemuk. Ia cuma dipakai di 4 ayat, yaitu 12:43, 12:46, 51:26, dan ayat ini, sehingga ia salah satu akar yang paling jarang dipakai.

Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa tiga pemakaian lainnya seluruhnya menyebut makanan yang berlimpah. Di 12:43 dan 12:46 akar itu menyebut sapi-sapi gemuk di dalam mimpi, dan di 51:26 anak sapi gemuk yang dihidangkan kepada tamu Ibrahim. Cuma ayat ini yang memakainya di dalam pengingkaran.

Jadi akar yang di tiga tempat lain selalu menandai kelimpahan, di sini dipakai untuk menyatakan ketiadaannya. Al-Qur'an tidak menunjuk pembalikan itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma akarnya yang cuma hidup di empat ayat. Kata (يُسْمِنُ, yusminu) di sini berada di dalam pengingkaran, bukan di dalam berita.

Rangkaian (مِنْ جُوعٍ, min juu'in) muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 88:7 dan 106:4. Di 106:4 tertulis alladzii ath'amahum min juu'in, yang menyebut Tuhan memberi mereka makan sehingga terlepas dari lapar. Jadi dua surah memakai rangkaian yang sama persis, dan yang satu menyatakan lapar yang dihilangkan sedangkan yang lain lapar yang tidak terobati.

Akar (جُوعٍ, juu'in) berarti lapar. Akar itu cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 2:155, 16:112, 20:118, 88:7, dan 106:4. Di 2:155 dan 16:112 akar itu menyebut lapar sebagai ujian yang ditimpakan, dan di 20:118 sebagai sesuatu yang tidak menimpa penghuni taman.

Susunan ayat ini mengingkari dua hal berturut-turut, yaitu menggemukkan dan mencukupkan. Bentuk (يُغْنِي, yughnii) berasal dari akar yang berarti cukup dan tidak butuh. Akar itu dipakai di 72 ayat, dan di sebagian besar pemakaiannya ia menyebut kecukupan yang membuat seseorang tidak lagi memerlukan yang lain. Jadi yang diingkari bukan cuma manfaatnya melainkan juga kecukupannya.

Bentuk (يُسْمِنُ, yusminu) berpola keempat, sehingga artinya membuat gemuk, bukan menjadi gemuk. Jadi yang diingkari perbuatan makanan itu atas yang memakannya, bukan keadaan makanannya sendiri. Perbedaan itu perlu dijaga: yang pertama menyangkut akibatnya, dan yang kedua cuma menyangkut sifatnya.

Kata (وَلَا يُغْنِي, wa laa yughnii) memakai huruf pengingkaran yang kedua, sehingga tiap kata kerja mendapat pengingkarannya sendiri. Susunan dua pengingkaran berurutan seperti itu dipakai lagi di 88:13 pada surah lain yang sejenis, dan di sini ia menutup kemungkinan salah satunya masih berlaku.

Bentuk (يُغْنِي, yughnii) berpola keempat, sama seperti kata kerja di depannya. Jadi dua kata kerja di ayat ini sejajar polanya, dan keduanya menyebut perbuatan yang dikerjakan makanan itu atas yang memakannya. Kesejajaran pola itu mengikat kedua pengingkaran menjadi satu pernyataan, bukan dua yang terpisah.

Tafsiran

Ayat ini menutup gambaran siksaan pertama dengan makanan yang tak berguna, dan kata kerja pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya cuma dipakai di 4 ayat, yaitu 12:43, 12:46, 51:26, dan ayat ini.

Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa tiga pemakaian lainnya seluruhnya menyebut makanan yang berlimpah. Di 12:43 dan 12:46 akar itu menyebut sapi-sapi gemuk di dalam mimpi, dan di 51:26 anak sapi gemuk yang dihidangkan kepada tamu Ibrahim. Cuma ayat ini yang memakainya di dalam pengingkaran.

Dua kata terakhirnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 88:7 dan 106:4. Di 106:4 rangkaian yang sama menyebut Tuhan memberi mereka makan sehingga terlepas dari lapar. Jadi dua surah memakai rangkaian yang sama persis, dan yang satu menyatakan lapar yang dihilangkan sedangkan yang lain lapar yang tidak terobati.

Akar kata terakhirnya cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 2:155, 16:112, 20:118, 88:7, dan 106:4. Di 2:155 dan 16:112 akar itu menyebut lapar sebagai ujian yang ditimpakan, dan di 20:118 sebagai sesuatu yang tidak menimpa penghuni taman.

Bentuk kata kerja pertamanya berpola keempat, sehingga artinya membuat gemuk, bukan menjadi gemuk. Jadi yang diingkari perbuatan makanan itu atas yang memakannya, bukan keadaan makanannya sendiri. Perbedaan itu menyangkut akibatnya, bukan sekadar sifat bendanya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya cuma dipakai di 4 ayat, yaitu 12:43, 12:46, 51:26, dan 88:7. Tiga pemakaian lainnya seluruhnya menyebut makanan yang berlimpah, dan cuma ayat ini yang memakainya di dalam pengingkaran. Jadi akar yang selalu menandai kelimpahan, di sini dipakai Allah untuk menyatakan ketiadaannya. Akar yang selalu menandai kelimpahan lalu dipakai di dalam pengingkaran membalik gambarannya tanpa mengganti katanya.
  • Dua kata terakhirnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 88:7 dan 106:4. Di 106:4 rangkaian yang sama menyebut Allah memberi mereka makan sehingga terlepas dari lapar. Jadi dua surah memakai rangkaian yang sama persis: yang satu menyatakan lapar yang dihilangkan, dan yang lain lapar yang tidak terobati sama sekali. Dua surah yang memakai rangkaian sama untuk dua keadaan berlawanan menaruh keduanya berhadapan tanpa saling menyebut.
  • Akar kata terakhirnya cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 2:155, 16:112, 20:118, 88:7, dan 106:4. Di 2:155 dan 16:112 akar itu menyebut lapar sebagai ujian yang ditimpakan Allah, dan di 20:118 sebagai sesuatu yang tidak menimpa penghuni taman. Jadi kata yang jarang ini muncul di tiga kedudukan: ujian, kelepasan, dan siksa. Kata yang cuma hidup di lima ayat muncul di tiga kedudukan berbeda, dan tiga kedudukan itu meliputi seluruh nasib manusia.
  • Susunan ayat ini mengingkari dua hal berturut-turut, yaitu menggemukkan dan mencukupkan. Akar kata kedua dipakai di 72 ayat, dan di sebagian besar pemakaiannya ia menyebut kecukupan yang membuat seseorang tidak lagi memerlukan yang lain. Jadi yang diingkari Allah bukan cuma manfaatnya melainkan juga kecukupannya. Mengingkari manfaat dan kecukupan sekaligus menutup dua ukuran yang biasa dipakai orang untuk menilai sebuah makanan. Kata yang cuma hidup di beberapa ayat memikul seluruh gambarannya sendirian tanpa penopang.
  • Yang dinyatakan bukan bahwa mereka tidak diberi makan melainkan bahwa yang diberikan tidak mengerjakan apa-apa. Jadi bentuk pemberiannya utuh dan hasilnya kosong. Apa yang lebih berat bagi seseorang: tidak diberi apa-apa sama sekali, atau diberi sesuatu yang bentuknya menjanjikan tetapi tidak mengubah keadaannya? Bentuk pemberian yang utuh dengan hasil yang kosong menaruh persoalannya pada akibatnya, bukan pada wujudnya. Kata yang cuma hidup di beberapa ayat memikul seluruh gambarannya sendirian tanpa penopang.
  • Ayat ini menutup enam ayat berturut-turut tentang golongan pertama, dan sesudahnya 88:8 berpindah kepada golongan yang lain tanpa satu kata penghubung. Jadi Allah memotong pembicaraan itu tepat sesudah menyebut makanan yang tidak berguna, dan pembacanya dipindahkan ke gambaran yang berlawanan tanpa jeda. Pergantian pokok tanpa kata penghubung memindahkan pembacanya dengan tiba-tiba, dan ketiba-tibaan itu bagian dari caranya. Bentuk pemberian yang utuh dengan hasil yang kosong memindahkan ukurannya kepada akibatnya.