فِيهَا سُرُرٌ مَرْفُوعَةٌ
Di dalamnya ada dipan-dipan yang ditinggikan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فِيهَا سُرُرٌ مَرْفُوعَةٌfiihaa sururun marfuu'atundi dalamnya ada dipan-dipan yang ditinggikan
Terjemahan per kata (3 kata)
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- سُرُرٌsururundipan-dipan
- مَرْفُوعَةٌmarfuu'atunyang ditinggikan
Inti bacaan
Kenyamanan tempat istirahat: 'di dalamnya ada dipan-dipan yang ditinggikan', detail kemewahan yang menegaskan penghormatan terhadap penghuninya.
Penjelasan pilihan kata
Kata (سُرُرٌ, sururun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini. Akarnya berarti rahasia dan gembira. Ia dipakai di 43 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk rahasia, kata untuk gembira, dan kata untuk dipan, antara lain di 15:47, 56:15, dan 86:9.
Kesejajaran dengan 86:9 patut dicatat, sebab akar yang sama di sana menyebut rahasia-rahasia yang diuji pada hari perhitungan. Jadi satu akar memikul apa yang disembunyikan manusia dan tempat berbaring di dalam taman. Yang menyatukan keduanya sesuatu yang berada di dalam atau di bawah. Kata (سُرُرٌ, sururun) di sini berbentuk jamak, bukan bentuk tunggal seperti mata air di 88:12.
Kata (مَرْفُوعَةٌ, marfuu'atun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti mengangkat. Ia dipakai di 29 ayat, antara lain 2:63, 4:158, 12:100, 43:32, dan 94:4. Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa akar itu muncul dua kali di dalam surah ini, yaitu di ayat ini dan di 88:18.
Di sini akar itu menyebut dipan yang ditinggikan, dan di 88:18 langit yang ditinggikan. Jadi satu akar dipakai untuk benda yang paling dekat dengan tubuh manusia dan untuk yang paling jauh di atasnya. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua pemakaian itu dengan satu kalimat pun, dan jaraknya lima ayat. Kata (مَرْفُوعَةٌ, marfuu'atun) di sini berbentuk pasif, dan yang meninggikannya tidak disebut.
Bentuk (مَرْفُوعَةٌ, marfuu'atun) berbentuk pasif, sehingga tidak disebutkan siapa yang meninggikannya. Bentuk pasif yang sama dipakai pada seluruh kata sifat dari ayat ini sampai 88:16, dan juga pada empat kata kerja di 88:17 sampai 88:20. Jadi delapan tempat di surah ini menyembunyikan pelakunya.
Kata (سُرُرٌ, sururun) berbentuk jamak, sedangkan mata air di 88:12 berbentuk tunggal. Jadi yang disebut satu mata air dan banyak dipan. Perbedaan bilangan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri dan tidak dinyatakan dengan kata bilangan, dan bahasa Indonesia menahannya dengan perulangan.
Bentuk (سُرُرٌ, sururun) berbentuk jamak tanpa kata sandang, dan ia benda pertama dari empat benda yang disebut berturut-turut di 88:13 sampai 88:16. Keempatnya sama-sama jamak dan sama-sama tanpa kata sandang. Jadi Al-Qur'an menyebut isi tempat itu sebagai jenis, bukan sebagai benda yang sudah dikenal.
Di 15:47 dan 56:15 akar (سُرُرٌ, sururun) dipakai untuk dipan yang di atasnya penghuni taman duduk berhadapan. Jadi tiga tempat memakai akar yang sama untuk perabot yang sama, dan yang berbeda cuma keterangan yang menyertainya. Al-Qur'an tidak menghubungkan ketiganya dengan satu kalimat pun.
Kata (مَرْفُوعَةٌ, marfuu'atun) berbaris dammah mengikuti kata bendanya, sama seperti tiga kata sifat di 88:14, 88:15, dan 88:16. Jadi keempatnya sejajar sampai ke barisnya, dan kesejajaran itu berlaku pada bentuk, pada pola, dan pada bunyi ujungnya sekaligus.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan rincian kenikmatan taman dengan dipan-dipan yang tinggi, dan kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini. Akarnya dipakai di 43 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk rahasia, kata untuk gembira, dan kata untuk dipan, antara lain di 15:47, 56:15, dan 86:9.
Kesejajaran dengan 86:9 patut dicatat, sebab akar yang sama di sana menyebut rahasia-rahasia yang diuji pada hari perhitungan. Jadi satu akar memikul apa yang disembunyikan manusia dan tempat berbaring di dalam taman.
Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 29 ayat, antara lain 2:63, 4:158, 12:100, 43:32, dan 94:4. Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa akar itu muncul dua kali di dalam surah ini, yaitu di ayat ini dan di 88:18.
Di sini akar itu menyebut dipan yang ditinggikan, dan di 88:18 langit yang ditinggikan. Jadi satu akar dipakai untuk benda yang paling dekat dengan tubuh manusia dan untuk yang paling jauh di atasnya. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua pemakaian itu dengan satu kalimat pun, dan jaraknya lima ayat.
Di 15:47 dan 56:15 akar kata keduanya dipakai untuk dipan yang di atasnya penghuni taman duduk berhadapan. Jadi tiga tempat memakai akar yang sama untuk perabot yang sama, dan yang berbeda cuma keterangan yang menyertainya di masing-masing tempat.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata kedua ayat ini dipakai di 43 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk rahasia, kata untuk gembira, dan kata untuk dipan, antara lain di 15:47, 56:15, dan 86:9. Di 86:9 akar itu menyebut rahasia-rahasia yang diuji Allah pada hari perhitungan. Jadi satu akar memikul apa yang disembunyikan manusia dan tempat berbaring di dalam taman. Satu akar untuk rahasia dan tempat berbaring menyatukan keduanya lewat gambaran sesuatu yang berada di dalam.
- Akar kata terakhirnya dipakai di 29 ayat dan muncul dua kali di dalam surah ini, yaitu di 88:13 dan 88:18. Di sini akar itu menyebut dipan yang ditinggikan, dan di 88:18 langit yang ditinggikan Allah. Jadi satu akar dipakai untuk benda yang paling dekat dengan tubuh manusia dan untuk yang paling jauh di atasnya. Satu akar untuk yang terdekat dengan tubuh dan yang terjauh di atasnya menaruh keduanya di dalam satu perbuatan. Penyembunyian pelaku yang berulang membuat pembacanya menunggu sampai ujung surahnya.
- Bentuk kata terakhirnya pasif, sehingga tidak disebutkan siapa yang meninggikannya. Bentuk pasif yang sama dipakai pada seluruh kata sifat dari ayat ini sampai 88:16, dan juga pada empat kata kerja di 88:17 sampai 88:20. Jadi delapan tempat di surah ini menyembunyikan pelakunya, dan nama Allah baru disebut sekali di 88:24. Delapan tempat yang menyembunyikan pelakunya membuat pembacanya menunggu, dan penantiannya baru selesai di ujung surah.
- Kata kedua berbentuk jamak, sedangkan mata air di 88:12 berbentuk tunggal. Jadi yang disebut Allah satu mata air dan banyak dipan. Perbedaan bilangan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri dan tidak dinyatakan dengan kata bilangan, dan terjemahannya menahannya dengan perulangan alih-alih dengan angka. Perbedaan bilangan yang terbawa di dalam bentuk kata tidak perlu dinyatakan dengan angka oleh siapa pun. Satu akar yang memikul dua hal berjauhan menyatukan keduanya lewat gambaran, bukan lewat wujud.
- Kata terakhirnya berbentuk pasif, sehingga dipannya tidak dinyatakan tinggi dengan sendirinya melainkan ditinggikan oleh pihak yang tidak disebut. Perbedaan itu perlu dijaga: yang pertama sifat yang melekat, dan yang kedua akibat dari perbuatan. Allah menahan penyebutan pelakunya, dan yang tampak cuma hasilnya. Sifat yang melekat berbeda dari akibat perbuatan, dan bentuk pasif menaruh seluruhnya pada pihak yang tidak disebut. Satu akar yang memikul dua hal berjauhan menyatukan keduanya lewat gambaran, bukan lewat wujud.
- Akar yang menamai dipan di ayat ini juga menamai rahasia yang diuji di 86:9. Jadi yang dulu disembunyikan seseorang dan tempat ia berbaring kelak berbagi satu nama di dalam bahasa yang dipakai Allah. Apa yang menghubungkan tempat istirahat seseorang dengan apa yang selama hidupnya paling ia jaga dari penglihatan orang? Nama yang sama bagi tempat istirahat dan bagi apa yang paling dijaga seseorang menuntut penimbangan yang tidak disediakan.