وَأَكْوَابٌ مَوْضُوعَةٌ
Dan gelas-gelas yang tersedia,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَأَكْوَابٌ مَوْضُوعَةٌwa-akwaabun mawdhuu'atundan gelas-gelas yang tersedia
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَأَكْوَابٌwa-akwaabundan gelas-gelas
- مَوْضُوعَةٌmawdhuu'atunyang tersedia
Inti bacaan
Kesiapan fasilitas yang menyeluruh: 'dan gelas-gelas yang tersedia', aksesibilitas tanpa perlu usaha mencari, kenyamanan yang disediakan secara proaktif.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَأَكْوَابٌ, wa akwaabun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini. Akarnya berarti piala tanpa telinga. Ia cuma dipakai di 4 ayat, yaitu 43:71, 56:18, 76:15, dan ayat ini, sehingga ia salah satu akar yang paling jarang dipakai.
Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa keempat pemakaiannya seluruhnya menyebut wadah minum di dalam gambaran taman. Di 43:71 wadah itu disandingkan dengan piring emas, di 56:18 dengan kendi dan gelas, dan di 76:15 dengan bejana perak. Jadi tidak ada satu pun pemakaian akar ini di luar gambaran itu.
Kesejajaran dengan 76:15 patut dicatat, sebab ayat itu juga memuat kata (آنِيَةٍ, aaniyatin) yang muncul di 88:5. Jadi dua kata yang dipakai surah ini, satu untuk siksa dan satu untuk kenikmatan, sama-sama hadir di dalam satu ayat di surah lain. Al-Qur'an tidak menunjuk kesejajaran itu dengan satu kalimat pun.
Kata (مَوْضُوعَةٌ, maudhuu'atun) berbentuk pasif dari akar yang berarti meletakkan. Akar itu dipakai di 26 ayat, antara lain 3:96, 21:47, 55:7, 65:4, dan 94:2. Di 55:7 akar itu dipakai untuk timbangan yang diletakkan, dan di 94:2 untuk beban yang diturunkan dari punggung.
Jadi akar yang sama menyebut sesuatu yang diletakkan supaya siap dipakai dan beban yang diletakkan supaya lepas. Yang menyatukannya perbuatan menaruh sesuatu pada tempatnya. Di sini yang diletakkan gelas, dan yang meletakkannya tidak disebut sama sekali. Kata (وَأَكْوَابٌ, wa akwaabun) di sini berbentuk jamak tanpa kata sandang, sama seperti tiga benda lainnya.
Huruf waw di depan (وَأَكْوَابٌ, wa akwaabun) menyambungkan ayat ini kepada 88:13, sehingga keduanya satu daftar. Huruf yang sama dipakai lagi di awal 88:15 dan 88:16. Jadi empat ayat berturut-turut membentuk satu rangkaian yang tidak terputus, dan penanda tempatnya cukup disebut sekali di 88:13.
Bentuk (مَوْضُوعَةٌ, maudhuu'atun) berbentuk pasif perempuan, sama seperti tiga kata sifat lain di 88:13, 88:15, dan 88:16. Jadi empat benda yang disebut berturut-turut seluruhnya disifati dengan bentuk pasif, dan tidak satu pun menyebut siapa yang mengerjakannya.
Kesejajaran empat ayat itu berlanjut sampai ke bunyinya. Keempat kata sifatnya berakhir dengan bunyi yang sama, yaitu ah, dan seluruh dua puluh enam ayat surah ini pun berakhir dengan bunyi itu atau yang berdekatan. Jadi rima surahnya tidak terputus, dan Al-Qur'an tidak menyatakan keseragaman itu dengan satu kata pun. Kata (مَوْضُوعَةٌ, maudhuu'atun) menutup ayat ini, dan bunyi ujungnya sama dengan tiga benda lainnya.
Kata (وَأَكْوَابٌ, wa akwaabun) dibuka huruf waw, sedangkan kata di 88:13 tidak. Jadi ayat ini yang pertama menyambung ke dalam daftar, dan dua ayat sesudahnya memakai huruf yang sama. Susunan satu benda tanpa penyambung lalu tiga benda dengan penyambung itu menandai di mana daftarnya sebenarnya dimulai.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan rincian kenikmatan dengan gelas-gelas yang siap digunakan, dan kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini. Akarnya cuma dipakai di 4 ayat, yaitu 43:71, 56:18, 76:15, dan ayat ini.
Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa keempat pemakaiannya seluruhnya menyebut wadah minum di dalam gambaran taman. Di 43:71 wadah itu disandingkan dengan piring emas, di 56:18 dengan kendi dan gelas, dan di 76:15 dengan bejana perak. Jadi tidak ada satu pun pemakaian akar ini di luar gambaran itu.
Kesejajaran dengan 76:15 patut dicatat, sebab ayat itu juga memuat kata yang muncul di 88:5. Jadi dua kata yang dipakai surah ini, satu untuk siksa dan satu untuk kenikmatan, sama-sama hadir di dalam satu ayat di surah lain.
Kata terakhirnya berbentuk pasif dari akar yang dipakai di 26 ayat, antara lain 3:96, 21:47, 55:7, 65:4, dan 94:2. Di 55:7 akar itu dipakai untuk timbangan yang diletakkan, dan di 94:2 untuk beban yang diturunkan dari punggung. Jadi akar yang sama menyebut sesuatu yang disiapkan dan beban yang dilepaskan.
Kesejajaran empat ayat dari 88:13 sampai 88:16 berlanjut sampai ke bunyinya. Keempat kata sifatnya berakhir dengan bunyi yang sama, dan seluruh dua puluh enam ayat surah ini pun berakhir dengan bunyi itu atau yang berdekatan. Jadi rima surahnya tidak terputus satu ayat pun.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertama ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini, dan akarnya cuma dipakai di 4 ayat, yaitu 43:71, 56:18, 76:15, dan 88:14. Keempat pemakaiannya seluruhnya menyebut wadah minum di dalam gambaran taman. Jadi tidak ada satu pun pemakaian akar ini oleh Allah di luar gambaran itu. Akar yang seluruh pemakaiannya berada di dalam satu jenis gambaran tidak menyediakan pembanding dari luar gambaran itu. Tempat yang sudah menyiapkan lebih dulu berbeda dari tempat yang menyediakan ketika diminta.
- Ayat 76:15 juga memuat kata yang muncul di 88:5. Jadi dua kata yang dipakai surah ini, satu untuk siksa dan satu untuk kenikmatan, sama-sama hadir di dalam satu ayat di surah lain. Al-Qur'an tidak menunjuk kesejajaran itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma bentuk yang berulang di tempat yang berjauhan. Dua kata dari surah yang sama yang bertemu di satu ayat surah lain menandai keduanya tanpa satu kalimat penghubung.
- Kata terakhirnya berbentuk pasif dari akar yang dipakai di 26 ayat, antara lain 3:96, 21:47, 55:7, 65:4, dan 94:2. Di 55:7 akar itu dipakai Allah untuk timbangan yang diletakkan, dan di 94:2 untuk beban yang diturunkan dari punggung. Jadi akar yang sama menyebut sesuatu yang disiapkan dan beban yang dilepaskan. Satu akar untuk yang disiapkan dan yang dilepaskan menyatukan keduanya lewat perbuatan menaruh pada tempatnya. Akar yang seluruh pemakaiannya di dalam satu gambaran tidak menyediakan pembanding dari luar.
- Huruf di depan kata pertamanya menyambungkan ayat ini kepada 88:13, dan huruf yang sama dipakai lagi di awal 88:15 dan 88:16. Jadi empat ayat berturut-turut membentuk satu rangkaian yang tidak terputus, dan penanda tempatnya cukup disebut Allah sekali saja di 88:13 untuk keempatnya. Penanda tempat yang cukup disebut sekali untuk empat ayat menghemat kata tanpa mengurangi apa yang dinyatakan. Akar yang seluruh pemakaiannya di dalam satu gambaran tidak menyediakan pembanding dari luar.
- Kata terakhirnya berbentuk pasif, sehingga gelasnya sudah diletakkan dan tidak perlu diambil siapa pun. Jadi yang digambarkan Allah bukan tempat yang menyediakan melainkan tempat yang sudah menyiapkan lebih dulu. Perbedaan itu terbawa di dalam bentuk kata sifatnya, dan bukan di dalam kata kerja yang menyebut perbuatan. Tempat yang sudah menyiapkan lebih dulu berbeda dari tempat yang menyediakan ketika diminta oleh yang datang.
- Allah tidak menyebutkan siapa yang meletakkan gelas-gelas itu, sama seperti Dia tidak menyebutkan siapa yang meninggikan dipan di 88:13. Jadi seluruh isi tempat itu hadir tanpa pekerja yang terlihat. Apa yang berubah pada gambaran sebuah tempat ketika segala sesuatu di dalamnya sudah siap tanpa seorang pun yang tampak menyiapkannya? Segala sesuatu yang siap tanpa pekerja yang terlihat memindahkan pertanyaannya dari isi tempatnya kepada siapa yang menyiapkan.