أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْa-fa-laa yanzhuruuna ilaa l-ibili kayfa khuliqatmaka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan
Terjemahan per kata (6 kata)
- أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
- يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang
- إِلَىilaakepada
- الْإِبِلِl-ibiliunta
- كَيْفَkayfabagaimana
- خُلِقَتْkhuliqatdiciptakan
Inti bacaan
Ajakan observasi makhluk yang familiar: 'maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan', undangan merenungkan hewan yang akrab dalam kehidupan sehari-hari sebagai bukti keajaiban desain penciptaan, dimulai dari yang paling dekat dan dikenal.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (أَفَلَا يَنْظُرُونَ, afalaa yanzhuruuna) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akar (يَنْظُرُونَ, yanzhuruuna) berarti memandang. Akar itu dipakai di 115 ayat, antara lain 6:11, 7:185, 50:6, 86:5, dan 88:17.
Kesejajaran dengan 86:5 dan 50:6 patut dicatat. Di 86:5 akar itu dipakai untuk perintah memperhatikan asal-usul manusia, dan di 50:6 untuk memperhatikan langit di atas mereka. Jadi akar yang sama menyuruh menoleh ke dalam diri dan menoleh ke luar, dan ayat ini memakai yang kedua. Kata (كَيْفَ, kayfa) di sini membuka pertanyaan yang tidak pernah dijawab di ayat mana pun.
Kata (الْإِبِلِ, al-ibili) muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 6:144 dan 88:17. Akarnya berarti rombongan yang berbondong. Ia cuma dipakai di 3 ayat, yaitu 6:144, 88:17, dan 105:3, sehingga ia salah satu akar yang paling jarang dipakai di seluruh Al-Qur'an.
Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa di 105:3 akar yang sama memberi kata untuk burung yang datang berbondong-bondong. Jadi satu akar yang cuma hidup di tiga ayat memikul unta dan kawanan burung, dan yang menyatukannya gambaran rombongan yang berjalan beriringan. Kata (الْإِبِلِ, al-ibili) di sini bertakrif, berbeda dari enam benda di 88:12 sampai 88:16.
Kata (كَيْفَ, kayfa) berbentuk kata tanya, dan ia dipakai empat kali berturut-turut di 88:17, 88:18, 88:19, dan 88:20. Jadi empat ayat berturut-turut memakai kata tanya yang sama, dan tidak ada satu pun jawaban yang diberikan bagi keempatnya.
Bentuk (خُلِقَتْ, khuliqat) berbentuk pasif dan berbentuk perempuan, sehingga tidak disebutkan siapa yang menciptakannya. Bentuk pasif yang sama dipakai pada seluruh kata kerja di 88:18, 88:19, dan 88:20. Jadi empat ayat berturut-turut menyebut perbuatan tanpa menyebut pelakunya, dan pelakunya baru dinamai di 88:24.
Kata (كَيْفَ, kayfa) berasal dari akar yang berarti bagaimana, dan ia satu-satunya akar di dalam surah ini yang muncul empat kali. Tiga akar lain muncul dua kali, yaitu akar di 88:3 dan 88:19, akar di 88:5 dan 88:12, serta akar di 88:13 dan 88:18. Jadi surah ini memuat empat akar yang berulang.
Bentuk (يَنْظُرُونَ, yanzhuruuna) berorang ketiga jamak, sedangkan bentuk kata kerja di 88:11 berorang kedua tunggal. Jadi surah ini berpindah dari menyapa satu orang kepada membicarakan banyak orang, dan perpindahan itu jatuh di antara bagian tentang taman dan bagian tentang langit dan bumi.
Kata (خُلِقَتْ, khuliqat) berasal dari akar yang berarti mencipta dengan ukuran. Akar itu dipakai di 248 ayat, antara lain 2:29, 30:20, 55:14, 86:5, dan 96:2. Di 86:5 dan 96:2 akar itu dipakai untuk penciptaan manusia, dan di sini untuk penciptaan unta. Jadi akar yang sama menyebut asal manusia dan asal hewan yang dipakainya.
Tafsiran
Ayat ini mengajak merenungkan penciptaan unta sebagai bukti kekuasaan Allah, dan rangkaian tiga kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akar kata kerjanya dipakai di 115 ayat, antara lain 6:11, 7:185, 50:6, 86:5, dan 88:17.
Kesejajaran dengan 86:5 dan 50:6 patut dicatat. Di 86:5 akar itu dipakai untuk perintah memperhatikan asal-usul manusia, dan di 50:6 untuk memperhatikan langit di atas mereka. Jadi akar yang sama menyuruh menoleh ke dalam diri dan menoleh ke luar, dan ayat ini memakai yang kedua.
Kata keempatnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 6:144 dan 88:17. Akarnya cuma dipakai di 3 ayat, yaitu 6:144, 88:17, dan 105:3. Di 105:3 akar yang sama memberi kata untuk burung yang datang berbondong-bondong.
Jadi satu akar yang cuma hidup di tiga ayat memikul unta dan kawanan burung, dan yang menyatukannya gambaran rombongan yang berjalan beriringan. Kata tanya di ayat ini dipakai empat kali berturut-turut di 88:17, 88:18, 88:19, dan 88:20, dan tidak ada satu pun jawaban yang diberikan bagi keempatnya.
Kata tanya di ayat ini satu-satunya akar di dalam surah ini yang muncul empat kali. Tiga akar lain muncul dua kali, yaitu akar di 88:3 dan 88:19, akar di 88:5 dan 88:12, serta akar di 88:13 dan 88:18. Jadi surah ini memuat empat akar yang berulang di tempat yang berjauhan.
Renungan dan Hikmah
- Kata keempat ayat ini muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 6:144 dan 88:17, dan akarnya cuma dipakai di 3 ayat, yaitu 6:144, 88:17, dan 105:3. Di 105:3 akar yang sama memberi kata untuk burung yang datang berbondong-bondong. Jadi satu akar yang cuma hidup di tiga ayat memikul unta dan kawanan burung yang dikirim Allah. Akar yang cuma hidup di tiga ayat memikul dua rombongan yang berjalan beriringan, satu di darat dan satu di udara.
- Kata tanya di ayat ini dipakai empat kali berturut-turut di 88:17, 88:18, 88:19, dan 88:20, dan tidak ada satu pun jawaban yang diberikan Allah bagi keempatnya. Jadi yang diminta bukan jawaban melainkan perhatian. Apa yang dikerjakan empat pertanyaan beruntun pada orang yang tidak pernah diberi satu pun jawabannya? Empat pertanyaan beruntun tanpa satu jawaban memindahkan seluruh pekerjaan menjawab kepada yang membacanya. Pertanyaan yang tidak dijawab memindahkan seluruh pekerjaan menjawab kepada yang membacanya.
- Akar kata kerjanya dipakai di 115 ayat, antara lain 6:11, 7:185, 50:6, 86:5, dan 88:17. Di 86:5 akar itu dipakai Allah untuk perintah memperhatikan asal-usul manusia, dan di 50:6 untuk memperhatikan langit. Jadi akar yang sama menyuruh menoleh ke dalam diri dan menoleh ke luar, dan ayat ini memakai yang kedua. Satu akar untuk menoleh ke dalam diri dan ke luar menaruh kedua arah perhatian di dalam satu perintah yang sama. Akar yang cuma hidup di tiga ayat memikul dua rombongan yang sama-sama berjalan beriringan.
- Bentuk kata kerja terakhirnya pasif, sehingga tidak disebutkan siapa yang menciptakannya. Bentuk pasif yang sama dipakai pada seluruh kata kerja di 88:18, 88:19, dan 88:20. Jadi empat ayat berturut-turut menyebut perbuatan tanpa menyebut pelakunya, dan nama Allah baru disebut sekali di 88:24, tujuh ayat kemudian. Empat kata kerja pasif berturut-turut menahan penyebutan pelakunya sampai tujuh ayat kemudian tanpa satu tanda pun. Pertanyaan yang tidak dijawab memindahkan seluruh pekerjaan menjawab kepada yang membacanya.
- Empat ayat ini menyebut unta, langit, gunung, dan bumi. Yang pertama satu-satunya makhluk hidup di antara keempatnya, dan yang paling kecil ukurannya. Jadi Allah memulai dari yang paling dekat kepada pengalaman sehari-hari, lalu bergerak kepada yang paling besar, dan urutan itu tidak diterangkan dengan satu kalimat pun. Urutan dari yang paling dekat kepada yang paling besar menaruh titik berangkatnya pada pengalaman sehari-hari.
- Ayat ini berbentuk pertanyaan yang mengandung teguran, bukan perintah langsung seperti di 86:5. Jadi Allah memakai dua cara berbeda untuk menyuruh memperhatikan di dua surah yang berdekatan. Yang bertanya menaruh beban jawabannya pada yang ditanya, sedangkan yang memerintah cukup menuntut kepatuhan. Bertanya menaruh beban jawabannya pada yang ditanya, dan memerintah cukup menuntut kepatuhan tanpa penimbangan. Akar yang cuma hidup di tiga ayat memikul dua rombongan yang sama-sama berjalan beriringan.