وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ
Dan langit, bagaimana ia ditinggikan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْwa-ilaa s-samaa'i kayfa rufi'atdan langit, bagaimana ia ditinggikan
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَإِلَىwa-ilaadan kepada
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- كَيْفَkayfabagaimana
- رُفِعَتْrufi'atia ditinggikan
Inti bacaan
Perluasan observasi ke struktur kosmik: 'dan langit, bagaimana ia ditinggikan', perpindahan fokus dari makhluk hidup menuju struktur alam semesta yang lebih luas.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (رُفِعَتْ, rufi'at) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti mengangkat. Ia dipakai di 29 ayat, antara lain 2:63, 4:158, 12:100, 43:32, dan 94:4. Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa akar itu muncul dua kali di dalam surah ini, yaitu di 88:13 dan ayat ini.
Di 88:13 akar itu menyebut dipan yang ditinggikan, dan di sini langit yang ditinggikan. Jadi satu akar dipakai untuk perabot di dalam taman dan untuk langit di atas kepala. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua pemakaian itu dengan satu kalimat pun, dan jaraknya lima ayat. Kata (رُفِعَتْ, rufi'at) di sini menyebut langit, bukan dipan seperti di 88:13.
Di 94:4 akar yang sama dipakai untuk sebutan yang ditinggikan bagi seseorang, dan di 12:100 untuk orang tua yang ditinggikan tempat duduknya. Jadi akar ini memikul benda yang dinaikkan, kedudukan yang dimuliakan, dan langit yang dijauhkan dari bumi. Bentuk (رُفِعَتْ, rufi'at) berbentuk pasif, dan yang meninggikannya tidak disebut sama sekali.
Kata (السَّمَاءِ, as-samaa-i) bertakrif, sedangkan unta di 88:17 juga bertakrif dan gunung di 88:19 serta bumi di 88:20 pun bertakrif. Jadi keempat benda yang disebut di rangkaian ini seluruhnya memakai kata sandang, berbeda dari enam benda di 88:12 sampai 88:16 yang seluruhnya tanpa kata sandang.
Perbedaan itu patut dicatat. Yang di dalam taman disebut tanpa kata sandang sebab belum dikenal siapa pun, dan yang di dunia ini disebut dengan kata sandang sebab sudah terlihat setiap hari. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan yang menandainya cuma bentuk katanya sendiri. Kata (السَّمَاءِ, as-samaa-i) di sini bertakrif, sama seperti tiga benda lain di rangkaian ini.
Huruf waw di depan (وَإِلَى, wa ilaa) menyambungkan ayat ini kepada 88:17, dan huruf yang sama dipakai lagi di awal 88:19 dan 88:20. Jadi empat ayat itu satu kalimat panjang, dan kata kerja yang menyuruh memperhatikan cukup disebut sekali saja di 88:17.
Kata (السَّمَاءِ, as-samaa-i) berasal dari akar yang berarti tinggi menjulang. Akar itu dipakai di 381 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul. Akar yang sama memberi kata untuk nama, antara lain di 87:1 yang menyebut nama Tuhan. Jadi satu akar memikul langit yang tinggi dan nama yang disebut.
Bentuk (رُفِعَتْ, rufi'at) berbentuk perempuan, mengikuti kata benda sebelumnya yang berbentuk perempuan. Kesesuaian bentuk itu berulang pada seluruh kata kerja di 88:17 sampai 88:20, sebab keempat kata bendanya berbentuk perempuan menurut morfologi. Jadi empat ayat berturut-turut sejajar sampai ke bentuk kata kerjanya.
Kata (وَإِلَى, wa ilaa) gabungan huruf penyambung dan huruf yang menyatakan arah, dan gabungan yang sama dipakai di awal 88:19 dan 88:20. Jadi tiga ayat berturut-turut dibuka dengan gabungan huruf yang sama persis, dan cuma 88:17 yang berbeda pembukanya sebab ia yang memuat kata kerjanya.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan ajakan merenungkan tingginya langit, dan kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 29 ayat, antara lain 2:63, 4:158, 12:100, 43:32, dan 94:4.
Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa akar itu muncul dua kali di dalam surah ini, yaitu di 88:13 dan ayat ini. Di 88:13 akar itu menyebut dipan yang ditinggikan, dan di sini langit yang ditinggikan. Jadi satu akar dipakai untuk perabot di dalam taman dan untuk langit di atas kepala.
Di 94:4 akar yang sama dipakai untuk sebutan yang ditinggikan bagi seseorang, dan di 12:100 untuk orang tua yang ditinggikan tempat duduknya. Jadi akar ini memikul benda yang dinaikkan, kedudukan yang dimuliakan, dan langit yang dijauhkan dari bumi.
Kata keduanya bertakrif, sedangkan unta di 88:17, gunung di 88:19, dan bumi di 88:20 pun bertakrif. Jadi keempat benda yang disebut di rangkaian ini seluruhnya memakai kata sandang, berbeda dari enam benda di 88:12 sampai 88:16 yang seluruhnya tanpa kata sandang.
Kata keduanya berasal dari akar yang dipakai di 381 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk nama, antara lain di 87:1 yang menyebut nama Tuhan. Jadi satu akar memikul langit yang tinggi dan nama yang disebut, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu. Dua huruf pembuka ayat ini dipakai juga di awal 88:19 dan 88:20, dan cuma 88:17 yang berbeda pembukanya.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata kerjanya dipakai di 29 ayat dan muncul dua kali di dalam surah ini, yaitu di 88:13 dan 88:18. Di 88:13 akar itu menyebut dipan yang ditinggikan, dan di sini langit yang ditinggikan Allah. Jadi satu akar dipakai untuk perabot di dalam taman dan untuk langit di atas kepala, dan jaraknya lima ayat. Satu akar untuk dipan dan langit menaruh yang paling dekat dan yang paling jauh di dalam satu perbuatan yang sama. Tinggi sebagai hasil berbeda dari tinggi sebagai sifat, dan bentuk katanya yang menentukan.
- Di 94:4 akar kata kerjanya dipakai Allah untuk sebutan yang ditinggikan bagi seseorang, dan di 12:100 untuk orang tua yang ditinggikan tempat duduknya. Jadi akar ini memikul benda yang dinaikkan, kedudukan yang dimuliakan, dan langit yang dijauhkan dari bumi, dan ketiganya berbagi satu gambaran yang sama. Akar yang meninggikan benda dan meninggikan kedudukan menyatukan keduanya lewat gambaran menaikkan, bukan wujudnya. Satu akar untuk yang terdekat dan yang terjauh menaruh keduanya di dalam satu perbuatan.
- Kata kedua ayat ini bertakrif, sedangkan unta di 88:17, gunung di 88:19, dan bumi di 88:20 pun bertakrif. Jadi keempat benda yang disebut Allah di rangkaian ini seluruhnya memakai kata sandang, berbeda dari enam benda di 88:12 sampai 88:16 yang seluruhnya tanpa kata sandang, dan perbedaan itu tidak dinyatakan. Empat benda bertakrif berhadapan dengan enam benda tanpa kata sandang, dan perbedaan itu tidak dinyatakan sama sekali. Tinggi sebagai hasil berbeda dari tinggi sebagai sifat, dan bentuk katanya yang menentukan.
- Yang di dalam taman disebut tanpa kata sandang sebab belum dikenal siapa pun, dan yang di dunia ini disebut dengan kata sandang sebab sudah terlihat setiap hari. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan yang menandainya cuma bentuk katanya sendiri. Jadi bentuk kata pun ikut membedakan yang sudah tampak dari yang masih dijanjikan. Bentuk kata pun ikut membedakan yang sudah tampak dari yang masih dijanjikan, tanpa satu keterangan tambahan.
- Huruf di depan kata pertamanya menyambungkan ayat ini kepada 88:17, dan huruf yang sama dipakai lagi di awal 88:19 dan 88:20. Jadi empat ayat itu satu kalimat panjang, dan kata kerja yang menyuruh memperhatikan cukup disebut Allah sekali saja di 88:17 untuk keempatnya. Satu kata kerja yang cukup untuk empat ayat menghemat kata sekaligus mengikat keempatnya menjadi satu kalimat. Satu akar untuk yang terdekat dan yang terjauh menaruh keduanya di dalam satu perbuatan.
- Bentuk kata kerjanya pasif, sehingga langit tidak dinyatakan tinggi dengan sendirinya melainkan ditinggikan. Perbedaan itu menentukan: yang pertama keadaan yang tidak bergantung pada siapa pun, dan yang kedua akibat dari perbuatan. Apa yang berubah pada cara seseorang memandang langit ketika ia tahu bahwa tingginya adalah hasil, bukan sifat bawaan? Tinggi sebagai hasil berbeda dari tinggi sebagai sifat bawaan, dan bentuk kata kerjanya yang menentukan yang mana.