فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ
Maka berilah peringatan; sesungguhnya engkau hanyalah pemberi peringatan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌfa-dzakkir innamaa anta mudzakkirunmaka berilah peringatan, sesungguhnya engkau hanyalah pemberi peringatan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَذَكِّرْfa-dzakkirmaka berilah peringatan
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- أَنْتَantaengkau
- مُذَكِّرٌmudzakkirunpemberi peringatan
Inti bacaan
Definisi peran yang jelas dan terbatas: 'maka berilah peringatan; sesungguhnya engkau hanyalah pemberi peringatan', penegasan tegas batas tanggung jawab, murni menyampaikan tanpa memaksakan penerimaan.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (فَذَكِّرْ, fa-dzakkir) muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 50:45, 52:29, 87:9, dan 88:21. Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa dua dari empat kemunculannya berada di dua surah yang berurutan, yaitu 87:9 dan ayat ini.
Jadi dua surah bertetangga sama-sama memakai perintah yang sama persis untuk membuka bagian penutupnya. Di 87:9 perintah itu disusul syarat tentang bermanfaatnya peringatan, dan di sini ia disusul pembatasan tentang kedudukan yang diperintah. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun.
Kata (مُذَكِّرٌ, mudzakkirun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti mengingat dan menyebut. Ia dipakai di 264 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul. Bentuk di sini bentuk pelaku berpola kedua, dan artinya orang yang membuat orang lain ingat.
Jadi kata kerja dan kata bendanya di ayat ini berasal dari satu akar yang sama dan dari pola yang sama. Susunan yang mengulang akar seperti itu menguatkan tanpa menambah kata baru, dan pola yang sama dipakai di 87:9 dengan bentuk yang berbeda. Dua surah berurutan karena itu memakai cara menguatkan yang sejenis. Kata (مُذَكِّرٌ, mudzakkirun) di sini bentuk pelaku, bukan bentuk yang menyebut peringatannya.
Kata (إِنَّمَا, innamaa) huruf pembatas, sehingga artinya tidak lebih dari itu. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa ia pemberi peringatan melainkan bahwa ia cuma pemberi peringatan. Bahasa Indonesia menahannya dengan kata "hanyalah", memakai satu kata untuk menahan pembatasan yang sama.
Kata (أَنْتَ, anta) kata ganti yang berdiri sendiri, padahal bentuk kata kerja sudah memikul pelakunya. Penyebutan kata ganti secara terpisah di dalam bahasa Arab dipakai untuk menegaskan. Jadi ayat ini memikul dua penegasan sekaligus: huruf pembatas dan kata ganti yang disebut ulang.
Kata (فَذَكِّرْ, fa-dzakkir) dibuka huruf fa yang menyambungkannya kepada empat pertanyaan sebelumnya. Jadi perintah memberi peringatan itu datang sebagai akibat dari apa yang baru diminta diperhatikan, bukan berdiri sendiri. Huruf yang sama dipakai di 87:9 dengan hubungan yang berbeda, sehingga dua surah memakainya untuk dua sebab yang tidak sama.
Bentuk (مُذَكِّرٌ, mudzakkirun) tidak bertakrif, sehingga yang dinyatakan jenis kedudukan, bukan satu kedudukan tertentu. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa ia pemberi peringatan yang sudah dikenal melainkan bahwa kedudukannya tidak lebih dari itu. Ketiadaan kata sandang bekerja searah dengan huruf pembatas di depannya.
Kata (أَنْتَ, anta) berdiri di antara huruf pembatas dan kata terakhirnya, sehingga susunannya menaruh penegasan tepat di tengah. Jadi ayat ini terbagi dua oleh kata ganti itu: perintah di satu sisi dan pembatasan di sisi lain. Al-Qur'an tidak menandai pembagian itu dengan satu kata pun selain letaknya.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan tugas Nabi hanya sebatas memberi peringatan, dan kata kerja pertamanya muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 50:45, 52:29, 87:9, dan 88:21.
Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa dua dari empat kemunculannya berada di dua surah yang berurutan, yaitu 87:9 dan ayat ini. Jadi dua surah bertetangga sama-sama memakai perintah yang sama persis untuk membuka bagian penutupnya.
Di 87:9 perintah itu disusul syarat tentang bermanfaatnya peringatan, dan di sini ia disusul pembatasan tentang kedudukan yang diperintah. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma bentuk yang diulang tanpa diubah.
Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 264 ayat. Bentuk di sini bentuk pelaku berpola kedua, dan artinya orang yang membuat orang lain ingat. Jadi kata kerja dan kata bendanya di ayat ini berasal dari satu akar yang sama dan dari pola yang sama.
Kata terakhirnya tidak bertakrif, sehingga yang dinyatakan jenis kedudukan, bukan satu kedudukan tertentu. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa ia pemberi peringatan yang sudah dikenal melainkan bahwa kedudukannya tidak lebih dari itu, dan ketiadaan kata sandang bekerja searah dengan huruf pembatas. Kata ganti di tengah ayat membagi kalimatnya menjadi dua: perintah di satu sisi dan pembatasan di sisi lain, tanpa satu kata penanda pun.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja pertama ayat ini muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 50:45, 52:29, 87:9, dan 88:21, dan dua dari empat kemunculannya berada di dua surah yang berurutan. Jadi dua surah bertetangga sama-sama memakai perintah Allah yang sama persis untuk membuka bagian penutupnya, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Dua surah bertetangga yang memakai perintah sama untuk membuka penutupnya menandai keduanya sebagai sepasang.
- Di 87:9 perintah itu disusul syarat tentang bermanfaatnya peringatan, dan di sini ia disusul pembatasan tentang kedudukan yang diperintah. Jadi satu perintah yang sama dilanjutkan Allah dengan dua cara yang berbeda di dua surah bertetangga. Yang satu membatasi kapan, dan yang lain membatasi sampai di mana. Satu perintah dengan dua lanjutan berbeda membatasi dari dua arah: kapan ia berlaku dan sampai di mana jangkauannya. Batas yang melepaskan tanggungan atas hasil mengubah beban tanpa mengurangi pekerjaannya.
- Kata kedua ayat ini huruf pembatas, sehingga artinya tidak lebih dari itu. Jadi yang dinyatakan Allah bukan bahwa ia pemberi peringatan melainkan bahwa ia cuma pemberi peringatan. Pembatasan itu dikerjakan satu huruf, dan tanpanya kalimatnya akan terbaca sebagai pujian, bukan sebagai batas. Satu huruf pembatas mengubah sebuah pujian menjadi sebuah batas, dan tanpanya kalimatnya akan terbaca terbalik. Batas yang melepaskan tanggungan atas hasil mengubah beban tanpa mengurangi pekerjaannya.
- Kata ganti di tengah ayat berdiri sendiri, padahal bentuk kata kerja sudah memikul pelakunya. Penyebutan kata ganti secara terpisah dipakai untuk menegaskan. Jadi ayat ini memikul dua penegasan sekaligus, yaitu huruf pembatas dan kata ganti yang disebut ulang, dan keduanya bekerja pada arah yang sama. Dua penegasan di dalam satu ayat pendek bekerja pada arah yang sama, dan keduanya menyempitkan, bukan meluaskan. Dua surah bertetangga yang memakai perintah sama menandai keduanya sebagai sepasang.
- Kata kerja dan kata benda di ayat ini berasal dari satu akar yang sama dan dari pola yang sama. Susunan yang mengulang akar seperti itu menguatkan tanpa menambah kata baru, dan Allah memakai cara sejenis di 87:9. Jadi dua surah berurutan sama-sama menghemat kata dengan mengulang akar, bukan dengan menambah kata sifat. Mengulang akar menghemat kata sekaligus mengikat perbuatannya kepada kedudukannya lebih rapat daripada kata sifat.
- Ayat ini menyebutkan batas tugas, bukan menambah bebannya. Jadi pembatasan yang diberikan Allah di sini justru melepaskan tanggungan atas hasil. Apa yang berubah pada seseorang yang bekerja keras ketika ia diberi tahu bahwa hasilnya bukan urusannya, melainkan urusan Yang menyuruhnya? Batas yang melepaskan tanggungan atas hasil mengubah beban seseorang tanpa mengurangi pekerjaannya sedikit pun. Dua surah bertetangga yang memakai perintah sama menandai keduanya sebagai sepasang.