إِلَّا مَنْ تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ

Kecuali orang yang berpaling dan kufur,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِلَّا مَنْ تَوَلَّىٰ وَكَفَرَillaa man tawallaa wa-kafarakecuali orang yang berpaling dan kufur

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. إِلَّاillaakecuali
  2. مَنْmanorang yang
  3. تَوَلَّىٰtawallaaberpaling
  4. وَكَفَرَwa-kafaradan kufur

Inti bacaan

Pengecualian bagi yang menolak secara sadar: 'kecuali orang yang berpaling dan kufur', identifikasi kategori yang akan menghadapi konsekuensi terpisah dari tanggung jawab penyampai pesan.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ, tawallaa wa kafara) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kedua kata kerjanya berbentuk lampau, sehingga yang disebut perbuatan yang sudah terjadi, bukan yang mungkin terjadi.

Akar (تَوَلَّىٰ, tawallaa) berarti dekat dan mengurus. Akar itu dipakai di 202 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul. Akar yang sama memberi kata untuk pelindung dan kata untuk berpaling, antara lain di 2:257 dan 9:71 untuk yang pertama, dan di 9:76 serta 70:17 untuk yang kedua.

Jadi satu akar memikul mendekat sebagai pelindung dan menjauh sebagai orang yang berpaling. Yang menyatukan keduanya gerakan memutar badan, sebab yang menjadi pelindung menghadap dan yang berpaling membelakangi. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Kata (تَوَلَّىٰ, tawallaa) di sini berpola kelima, sehingga perbuatannya disandarkan kepada pelakunya.

Akar (وَكَفَرَ, wa kafara) berarti menutupi dan menolak. Akar itu dipakai di 465 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an. Akar yang sama memberi kata untuk menutupi, antara lain di 57:20 untuk petani yang menutup benih dengan tanah.

Kata (إِلَّا, illaa) di awal ayat huruf pengecualian, dan ia menyambung kepada 88:22. Jadi yang dikecualikan bukan dari perintah memberi peringatan melainkan dari pernyataan tentang ketiadaan kekuasaan. Susunan itu menyisakan satu kedudukan yang tidak diingkari, dan kedudukan itu diterangkan di 88:24.

Susunan ayat ini menyebut dua perbuatan berturut-turut, yaitu berpaling lalu menutupi. Urutannya patut dicatat: yang disebut lebih dulu gerakan badan, dan yang menyusul sikap hati. Al-Qur'an tidak menyatakan mana yang menyebabkan mana, dan yang bisa dicatat cuma urutan penyebutannya.

Bentuk (تَوَلَّىٰ, tawallaa) berpola kelima, sehingga artinya memalingkan diri sendiri, bukan dipalingkan pihak lain. Jadi perbuatannya tidak bisa dialihkan kepada keadaan atau kepada siapa pun di luar dirinya. Bentuk berpola sama dipakai di 88:11 pada kata yang lain, sehingga dua tempat di surah ini memakai pola yang menyandarkan perbuatan kepada pelakunya.

Kata (وَكَفَرَ, wa kafara) berpola pertama, sedangkan kata kerja sebelumnya berpola kelima. Jadi satu ayat memuat dua pola yang berbeda bobotnya. Susunan yang menaruh dua pola berbeda berdampingan itu dipakai lagi di 88:24, dan di kedua tempat itu yang kedua lebih sederhana bentuknya.

Kata (إِلَّا, illaa) huruf pengecualian yang sama dengan huruf di 88:6, dan itu satu-satunya kata yang dipakai dua kali di surah ini untuk mengecualikan. Jadi dua pengecualian berdiri di dua bagian yang berjauhan: yang pertama tentang makanan, dan yang kedua tentang kedudukan.

Tafsiran

Ayat ini mengecualikan orang yang berpaling dan kufur dari batas wewenang Nabi, dan rangkaian dua kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Keduanya berbentuk lampau, sehingga yang disebut perbuatan yang sudah terjadi.

Akar kata kerja pertamanya dipakai di 202 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk pelindung dan kata untuk berpaling, antara lain di 2:257 dan 9:71 untuk yang pertama, dan di 9:76 serta 70:17 untuk yang kedua.

Jadi satu akar memikul mendekat sebagai pelindung dan menjauh sebagai orang yang berpaling. Yang menyatukan keduanya gerakan memutar badan, sebab yang menjadi pelindung menghadap dan yang berpaling membelakangi.

Akar kata kerja keduanya dipakai di 465 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk menutupi, antara lain di 57:20 untuk petani yang menutup benih dengan tanah. Jadi dua akar yang paling sering dipakai di seluruh Al-Qur'an bertemu di dalam satu ayat yang cuma terdiri dari empat kata.

Bentuk kata kerja pertamanya berpola kelima, sehingga artinya memalingkan diri sendiri, bukan dipalingkan pihak lain. Jadi perbuatannya tidak bisa dialihkan kepada keadaan atau kepada siapa pun di luar dirinya, dan kata kerja keduanya berpola pertama yang lebih sederhana. Huruf pengecualian di awal ayat sama dengan huruf di 88:6, dan itu satu-satunya kata yang dipakai dua kali di surah ini untuk mengecualikan.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata kerja pertamanya dipakai di 202 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk pelindung dan kata untuk berpaling, antara lain di 2:257 dan 9:71 untuk yang pertama, dan di 9:76 serta 70:17 untuk yang kedua. Jadi satu akar memikul mendekat kepada Allah sebagai pelindung dan menjauh sebagai orang yang berpaling. Satu akar untuk pelindung dan untuk yang berpaling menyatukan keduanya lewat gerakan memutar badan yang sama. Satu akar untuk pelindung dan untuk yang berpaling menyatukan keduanya lewat memutar badan.
  • Akar kata kerja keduanya dipakai di 465 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk menutupi, antara lain di 57:20 untuk petani yang menutup benih dengan tanah. Jadi yang dinamai Allah dengan kata itu bukan ketiadaan pengetahuan melainkan penutupan atas sesuatu yang sudah ada, sama seperti benih yang ditimbun tanah. Menutupi sesuatu yang sudah ada berbeda dari tidak mengetahuinya, dan nama perbuatannya sendiri yang menyatakannya.
  • Susunan ayat ini menyebut dua perbuatan berturut-turut, yaitu berpaling lalu menutupi. Yang disebut lebih dulu gerakan badan, dan yang menyusul sikap hati. Allah tidak menyatakan mana yang menyebabkan mana, dan yang bisa dicatat cuma urutan penyebutannya. Apa yang lebih dulu terjadi pada seseorang: langkah kakinya menjauh, atau hatinya menolak? Urutan penyebutan tidak selalu urutan kejadian, dan Al-Qur'an membiarkan pembacanya menimbang mana yang mendahului.
  • Kata pertama ayat ini huruf pengecualian, dan ia menyambung kepada 88:22. Jadi yang dikecualikan Allah bukan dari perintah memberi peringatan melainkan dari pernyataan tentang ketiadaan kekuasaan. Susunan itu menyisakan satu kedudukan yang tidak diingkari, dan kedudukan itu diterangkan di 88:24. Pengecualian yang menyambung ke pernyataan sebelumnya menyisakan satu kedudukan, dan kedudukan itu diterangkan sesudahnya. Menutupi yang sudah ada berbeda dari tidak mengetahuinya, dan namanya sendiri menyatakannya.
  • Dua akar di ayat ini dipakai di 202 ayat dan di 465 ayat. Jadi dua akar yang paling sering dipakai Allah di seluruh Al-Qur'an bertemu di dalam satu ayat yang cuma terdiri dari empat kata. Kepadatan seperti itu tidak terjadi lagi di ayat mana pun di dalam surah ini. Dua akar tersering yang bertemu di satu ayat empat kata menandai kepadatan yang tidak terulang di surah ini. Satu akar untuk pelindung dan untuk yang berpaling menyatukan keduanya lewat memutar badan.
  • Kedua kata kerjanya berbentuk lampau, sehingga yang disebut perbuatan yang sudah terjadi, bukan yang mungkin terjadi. Jadi Allah tidak sedang memperingatkan tentang kemungkinan melainkan menyebut keadaan yang sudah ada. Bentuk lampau itu menutup kemungkinan membacanya sebagai ancaman bersyarat bagi orang yang belum berbuat. Bentuk lampau menutup pembacaan bahwa ini ancaman bersyarat, sebab yang disebut keadaan yang sudah ada. Menutupi yang sudah ada berbeda dari tidak mengetahuinya, dan namanya sendiri menyatakannya.