إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ
Sesungguhnya kepada Kamilah tempat kembali mereka,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْinna ilaynaa iyaabahumsesungguhnya kepada Kamilah tempat kembali mereka
Terjemahan per kata (3 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- إِلَيْنَاilaynaakepada Kami
- إِيَابَهُمْiyaabahumtempat kembali mereka
Inti bacaan
Kejelasan tujuan akhir yang universal: 'sesungguhnya kepada Kamilah tempat kembali mereka', penegasan bahwa terlepas dari respons manusia, arah akhir tetap sama bagi semua.
Penjelasan pilihan kata
Kata (إِيَابَهُمْ, iyaabahum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti kembali pulang. Ia cuma dipakai di 17 ayat, antara lain 34:10, 38:17, 38:19, 38:44, dan 78:39. Di 38:17, 38:19, dan 38:44 akar itu dipakai untuk orang yang banyak kembali kepada Tuhannya.
Jadi akar yang di beberapa tempat menyebut kembali dengan sukarela, di sini menyebut kembali yang tidak bisa dihindari. Al-Qur'an tidak menunjuk perbedaan itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma akarnya. Di 78:39 akar itu dipakai untuk orang yang mengambil jalan kembali kepada Tuhannya. Kata (إِيَابَهُمْ, iyaabahum) di sini kata benda, bukan kata kerja yang menyebut peristiwa.
Huruf inna di awal ayat huruf penegas, dan kata (إِلَيْنَا, ilaynaa) didahulukan sebelum pokok kalimatnya. Jadi ayat ini memikul dua penegasan sekaligus: huruf penegas dan pendahuluan keterangan. Susunan yang sama diulang persis di 88:26, sehingga dua ayat terakhir surah ini dibangun dengan rangka yang sama.
Bentuk kata ganti di dalam (إِلَيْنَا, ilaynaa) berorang pertama jamak, dan ini satu-satunya tempat di dalam surah ini selain 88:26 yang memakai bentuk itu. Jadi sesudah menyebut nama-Nya sekali di 88:24, Al-Qur'an berpindah kepada bentuk orang pertama untuk dua ayat terakhirnya.
Kata ganti pada ujung (إِيَابَهُمْ, iyaabahum) berbentuk jamak laki-laki, dan yang ditunjuknya tidak dinyatakan dengan terang. Yang paling dekat letaknya orang yang berpaling di 88:23, tetapi bentuk jamaknya juga bisa mencakup seluruh yang disebut di surah ini. Al-Qur'an membiarkan rujukan itu terbuka.
Susunan dua ayat terakhir ini menyebut dua hal berturut-turut, yaitu tempat kembali dan perhitungan. Yang pertama memakai huruf yang menyatakan arah, dan yang kedua memakai huruf yang menyatakan tanggungan. Jadi perbedaan antara keduanya terbawa di dalam satu huruf, dan bahasa Indonesia menahannya dengan dua kata depan yang berbeda.
Kata (إِلَيْنَا, ilaynaa) didahulukan sebelum pokok kalimatnya, dan susunan yang mendahulukan keterangan dipakai untuk menegaskan. Jadi yang ditegaskan bukan bahwa mereka akan kembali melainkan kepada siapa mereka kembali. Susunan yang sama diulang di 88:26, sehingga dua ayat terakhir sama-sama menegaskan pihak yang dituju, bukan perbuatannya.
Bentuk (إِيَابَهُمْ, iyaabahum) kata benda, bukan kata kerja, sehingga yang dinyatakan perkaranya, bukan peristiwa yang sedang berlangsung. Jadi Al-Qur'an tidak berkata bahwa mereka akan kembali melainkan bahwa kembalinya kepada-Nya. Perbedaan itu perlu dijaga di dalam terjemahannya.
Kata (إِلَيْنَا, ilaynaa) memakai huruf yang menyatakan arah, sama seperti huruf yang dipakai tiga kali di 88:18, 88:19, dan 88:20. Jadi huruf yang sama dipakai untuk mengarahkan perhatian kepada benda dan untuk menyatakan ke mana manusia kembali, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua pemakaian itu.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini menegaskan bahwa seluruh manusia akan kembali kepada Allah, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya cuma dipakai di 17 ayat, antara lain 34:10, 38:17, 38:19, 38:44, dan 78:39.
Di 38:17, 38:19, dan 38:44 akar itu dipakai untuk orang yang banyak kembali kepada Tuhannya, dan di 78:39 untuk orang yang mengambil jalan kembali kepada-Nya. Jadi akar yang di beberapa tempat menyebut kembali dengan sukarela, di sini menyebut kembali yang tidak bisa dihindari.
Huruf pertama ayat ini huruf penegas, dan keterangan arahnya didahulukan sebelum pokok kalimatnya. Jadi ayat ini memikul dua penegasan sekaligus. Susunan yang sama diulang persis di 88:26, sehingga dua ayat terakhir surah ini dibangun dengan rangka yang sama.
Bentuk kata ganti di dalam keterangan arahnya berorang pertama jamak, dan ini satu-satunya tempat di dalam surah ini selain 88:26 yang memakai bentuk itu. Jadi sesudah menyebut nama-Nya sekali di 88:24, Al-Qur'an berpindah kepada bentuk orang pertama untuk dua ayat terakhirnya.
Kata terakhirnya kata benda, bukan kata kerja, sehingga yang dinyatakan perkaranya, bukan peristiwa yang sedang berlangsung. Jadi Al-Qur'an tidak berkata bahwa mereka akan kembali melainkan bahwa kembalinya kepada-Nya, dan perbedaan itu perlu dijaga di dalam terjemahannya.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya cuma dipakai di 17 ayat. Di 38:17, 38:19, dan 38:44 akar itu dipakai Allah untuk orang yang banyak kembali kepada-Nya, dan di 78:39 untuk orang yang mengambil jalan kembali. Jadi akar yang menyebut kembali dengan sukarela, di sini menyebut kembali yang tidak bisa dihindari. Akar yang menyebut kembali dengan sukarela dan kembali yang pasti menaruh keduanya di dalam satu keluarga kata.
- Huruf pertama ayat ini huruf penegas, dan keterangan arahnya didahulukan sebelum pokok kalimatnya. Jadi ayat ini memikul dua penegasan sekaligus. Susunan yang sama diulang Allah persis di 88:26, sehingga dua ayat terakhir surah ini dibangun dengan rangka yang sama dan terbaca sebagai satu pasangan. Dua ayat terakhir yang dibangun dengan rangka sama terbaca sebagai satu pasangan, bukan dua pernyataan terpisah. Satu-satunya arah yang disebut meniadakan arah lain tanpa perlu menyebutkan satu pun di antaranya.
- Bentuk kata ganti di dalam keterangan arahnya berorang pertama jamak, dan ini satu-satunya tempat di dalam surah ini selain 88:26 yang memakai bentuk itu. Jadi sesudah menyebut nama-Nya sekali di 88:24, Allah berpindah kepada bentuk orang pertama untuk dua ayat terakhirnya, dan jarak-Nya kepada pembacanya berubah. Berpindah ke bentuk orang pertama mengubah jarak antara Yang berfirman dan yang membacanya tanpa satu keterangan.
- Kata ganti pada ujung kata terakhirnya berbentuk jamak laki-laki, dan yang ditunjuknya tidak dinyatakan dengan terang. Yang paling dekat letaknya orang yang berpaling di 88:23, tetapi bentuk jamaknya juga bisa mencakup seluruh yang disebut di surah ini. Allah membiarkan rujukan itu terbuka alih-alih menutupnya. Rujukan yang dibiarkan terbuka menjaga agar pembacanya tidak menutup ayat dengan pilihan yang tidak dinyatakan. Akar yang menyebut kembali sukarela dan kembali yang pasti menaruh keduanya dalam satu kata.
- Dua ayat terakhir surah ini menyebut dua hal berturut-turut, yaitu tempat kembali dan perhitungan. Yang pertama memakai huruf yang menyatakan arah, dan yang kedua huruf yang menyatakan tanggungan. Jadi perbedaan antara keduanya terbawa di dalam satu huruf, dan terjemahannya menahannya dengan dua kata depan yang berbeda. Satu huruf yang berganti di antara dua ayat mengubah arah menjadi tanggungan tanpa satu kata tambahan pun. Satu-satunya arah yang disebut meniadakan arah lain tanpa perlu menyebutkan satu pun di antaranya.
- Yang dinyatakan Allah bukan bahwa mereka boleh kembali melainkan bahwa kembalinya kepada-Nya. Jadi tidak ada arah lain yang disebut sebagai kemungkinan. Apa yang tersisa dari pilihan seseorang ketika satu-satunya arah yang disebutkan baginya adalah arah yang selama ini ia hindari? Satu-satunya arah yang disebutkan meniadakan seluruh arah lain, dan peniadaan itu dikerjakan tanpa menyebutkannya. Akar yang menyebut kembali sukarela dan kembali yang pasti menaruh keduanya dalam satu kata.