ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ

Kemudian sesungguhnya atas Kamilah perhitungan mereka.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْtsumma inna 'alaynaa hisaabahumkemudian sesungguhnya atas Kamilah perhitungan mereka

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. إِنَّinnasesungguhnya
  3. عَلَيْنَا'alaynaaatas Kami
  4. حِسَابَهُمْhisaabahumperhitungan mereka

Inti bacaan

Pembagian peran yang tegas: 'kemudian sesungguhnya atas Kamilah perhitungan mereka', penutup surah yang menegaskan bahwa evaluasi final sepenuhnya berada di tangan otoritas tertinggi, bukan tanggung jawab manusia yang hanya menyampaikan.

Penjelasan pilihan kata

Kata (حِسَابَهُمْ, hisaabahum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini. Akarnya berarti menghitung dan menyangka. Ia dipakai di 102 ayat, antara lain 2:202, 13:40, 24:39, 40:17, dan 84:8. Di 84:8 akar itu dipakai untuk perhitungan yang mudah bagi orang yang menerima catatannya dengan tangan kanan.

Huruf inna di awal ayat huruf penegas, dan kata (عَلَيْنَا, 'alaynaa) didahulukan sebelum pokok kalimatnya, sama persis seperti susunan di 88:25. Jadi dua ayat terakhir surah ini dibangun dengan rangka yang sama, dan yang berbeda cuma huruf yang menyatakan hubungannya.

Perbedaan itu patut dicatat. Di 88:25 hurufnya menyatakan arah, sehingga yang dinyatakan ke mana mereka kembali. Di sini hurufnya menyatakan tanggungan, sehingga yang dinyatakan bahwa perhitungan itu menjadi urusan Yang berfirman. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu, dan yang menandainya cuma satu huruf.

Kata (ثُمَّ, tsumma) di awal ayat menyatakan urutan yang berjarak, berbeda dari huruf fa yang menyatakan urutan rapat. Jadi perhitungan itu tidak menyusul kembalinya tanpa jeda melainkan datang sesudah tenggang. Kata yang sama dipakai di 88:13 pada surah ini, sehingga dua tempat memakainya untuk maksud yang sejenis.

Kata ganti pada ujung (حِسَابَهُمْ, hisaabahum) berbentuk jamak laki-laki, sama seperti kata ganti di 88:25. Jadi kedua ayat terakhir menunjuk kepada pihak yang sama, dan pihak itu tidak dinamai di keduanya. Al-Qur'an menutup surah ini tanpa menyebut siapa yang dimaksud.

Susunan surah ini karena itu ditutup dengan dua pernyataan yang seluruhnya tentang Yang berfirman, bukan tentang manusia. Bahasa Indonesia menahannya dengan menaruh kata "kepada Kamilah" dan "atas Kamilah" di depan, mengikuti pendahuluan yang sama seperti yang tertulis di dalam Arabnya.

Bentuk (حِسَابَهُمْ, hisaabahum) kata benda, sama seperti bentuk kata di 88:25. Jadi dua ayat terakhir sama-sama memakai kata benda, bukan kata kerja, sehingga keduanya menyatakan perkara yang tetap dan bukan peristiwa yang berlangsung.

Kata (ثُمَّ, tsumma) huruf penyambung yang berdiri sendiri dan tidak menempel pada kata sesudahnya. Jadi bentuk tulisannya sendiri sudah menyatakan jarak yang lebih longgar daripada huruf yang menempel. Kata yang sama dipakai di 88:13 pada surah 87 dan di surah ini pada ayat yang menutupnya, dan keduanya sama-sama menandai tenggang.

Kata (عَلَيْنَا, 'alaynaa) memakai huruf yang sama dengan huruf di 88:22, tetapi kata gantinya berbeda. Di 88:22 huruf itu menyatakan atas siapa kekuasaan tidak dimiliki, dan di sini atas siapa perhitungan menjadi tanggungan. Jadi satu huruf dipakai untuk meniadakan dan untuk menetapkan di dalam satu surah.

Tafsiran

Ayat ini menutup surah dengan penegasan bahwa perhitungan amal sepenuhnya wewenang Allah, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini. Akarnya dipakai di 102 ayat, antara lain 2:202, 13:40, 24:39, 40:17, dan 84:8.

Di 84:8 akar itu dipakai untuk perhitungan yang mudah bagi orang yang menerima catatannya dengan tangan kanan. Jadi akar yang sama menyebut perhitungan yang meringankan dan perhitungan yang menjadi tanggungan Yang berfirman.

Huruf pertama sesudah kata pembukanya huruf penegas, dan keterangannya didahulukan sebelum pokok kalimatnya, sama persis seperti susunan di 88:25. Jadi dua ayat terakhir surah ini dibangun dengan rangka yang sama, dan yang berbeda cuma huruf yang menyatakan hubungannya.

Di 88:25 hurufnya menyatakan arah, sehingga yang dinyatakan ke mana mereka kembali. Di sini hurufnya menyatakan tanggungan, sehingga yang dinyatakan bahwa perhitungan itu menjadi urusan Yang berfirman. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu, dan yang menandainya cuma satu huruf.

Kata terakhirnya kata benda, sama seperti kata terakhir di 88:25. Jadi dua ayat terakhir sama-sama memakai kata benda, bukan kata kerja, sehingga keduanya menyatakan perkara yang tetap dan bukan peristiwa yang berlangsung pada satu waktu tertentu.

Renungan dan Hikmah

  • Di 88:25 hurufnya menyatakan arah, sehingga yang dinyatakan ke mana mereka kembali, dan di sini hurufnya menyatakan tanggungan, sehingga yang dinyatakan bahwa perhitungan itu menjadi urusan Allah. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu, dan yang menandainya cuma satu huruf yang berganti di antara dua ayat. Satu huruf yang berganti mengubah ke mana menjadi atas siapa, dan perubahan itu tidak diterangkan sama sekali. Satu huruf yang berganti mengubah arah menjadi tanggungan tanpa satu kata tambahan pun.
  • Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini, dan akarnya dipakai di 102 ayat, antara lain 2:202, 13:40, 24:39, 40:17, dan 84:8. Di 84:8 akar itu dipakai Allah untuk perhitungan yang mudah bagi orang yang menerima catatannya dengan tangan kanan. Jadi akar yang sama menyebut perhitungan yang meringankan dan yang menjadi tanggungan-Nya. Akar yang menyebut perhitungan yang mudah dan perhitungan yang ditanggung menaruh keduanya di dalam satu kata.
  • Kata pertama ayat ini menyatakan urutan yang berjarak, berbeda dari huruf yang menyatakan urutan rapat. Jadi perhitungan itu tidak menyusul kembalinya tanpa jeda melainkan datang sesudah tenggang. Kata yang sama dipakai Allah di 88:13 pada surah ini, sehingga dua tempat memakainya untuk maksud yang sejenis. Urutan yang berjarak menyisakan tenggang, dan panjang tenggang itu tidak dinyatakan oleh satu kata pun. Menaruh seluruh tanggungan pada diri-Nya meniadakan alasan memikul yang bukan bagian sendiri.
  • Kata ganti pada ujung kata terakhirnya berbentuk jamak laki-laki, sama seperti kata ganti di 88:25, dan pihak itu tidak dinamai di keduanya. Jadi Allah menutup surah ini tanpa menyebut siapa yang dimaksud, dan pembacanya sendiri yang menimbang apakah dirinya termasuk di dalamnya atau tidak. Menutup tanpa menamai siapa yang dimaksud menyerahkan penimbangannya kepada tiap orang yang membacanya. Satu huruf yang berganti mengubah arah menjadi tanggungan tanpa satu kata tambahan pun.
  • Dua ayat terakhir surah ini seluruhnya tentang Allah, bukan tentang manusia. Yang disebut ke mana mereka kembali dan siapa yang menghitung, bukan apa yang akan menimpa mereka. Jadi surah yang dibuka dengan gambaran manusia ditutup dengan pernyataan tentang Dia sendiri, dan pergeseran itu tidak diterangkan. Surah yang dibuka dengan gambaran manusia dan ditutup dengan pernyataan tentang Dia sendiri bergeser tanpa penanda.
  • Ayat 88:22 menyatakan bahwa orang yang disapa bukan penguasa atas mereka, dan ayat ini menyatakan siapa yang menanggung perhitungan mereka. Jadi Allah menutup surah dengan menaruh seluruh tanggungan pada diri-Nya sendiri. Apa yang tersisa untuk dikhawatirkan seseorang tentang orang lain ketika perhitungan mereka dinyatakan bukan urusannya? Menaruh seluruh tanggungan pada diri-Nya sendiri meniadakan alasan bagi siapa pun untuk memikul yang bukan bagiannya.