أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ

Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Ad,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍa-lam tara kayfa fa'ala rabbuka bi-'aadintidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Ad

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. أَلَمْa-lamtidakkah
  2. تَرَtaraengkau memperhatikan
  3. كَيْفَkayfabagaimana
  4. فَعَلَfa'alamelakukan
  5. رَبُّكَrabbukaTuhanmu
  6. بِعَادٍbi-'aadindengan kaum Ad

Inti bacaan

Transisi menuju bukti historis: 'tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Ad', pengalihan dari sumpah kosmik menuju contoh serupa sejarah konkret sebagai bukti tambahan bagi argumen yang akan dibangun.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (تَرَ, tara) berasal dari akar yang berarti melihat dan menimbang. Akar itu dipakai di 271 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an. Bentuknya kehilangan huruf terakhirnya sebab didahului huruf yang menuntut pemotongan.

Susunan (أَلَمْ تَرَ, alam tara) berbentuk pertanyaan yang mengandung penegasan, sehingga yang dinyatakan bukan keraguan melainkan kepastian. Susunan itu dipakai di banyak tempat, antara lain di 2:243, 14:19, 22:18, 31:29, dan 105:1. Jadi ayat ini bukan susunan yang berdiri sendiri.

Kesejajaran dengan 105:1 patut dicatat, sebab surah itu juga membuka dengan rangkaian yang sama untuk mengingatkan sebuah peristiwa yang menimpa satu kaum. Jadi dua surah memakai pembuka yang sama untuk maksud yang berdekatan, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya.

Kata (رَبُّكَ, rabbuka) berasal dari akar yang berarti memelihara sampai matang, dan bentuk ini muncul tiga kali di dalam surah ini, yaitu di ayat ini, di 89:13, dan di 89:14. Jadi Allah disebut sebagai Tuhanmu tiga kali di dalam bagian yang menceritakan kaum-kaum terdahulu, dan penyebutan itu berhenti sesudah 89:14.

Bentuk (بِعَادٍ, bi-'aadin) nama diri dan tidak berakar menurut morfologi. Jadi ia salah satu dari beberapa nama diri yang disebut di dalam surah ini, bersama nama di 89:7, di 89:9, dan di 89:10. Empat nama itu seluruhnya berkumpul di lima ayat berturut-turut.

Kata kerja (فَعَلَ, fa'ala) berasal dari akar yang berarti berbuat. Akar itu dipakai di 100 ayat, antara lain 2:24, 5:79, 21:63, 26:19, dan 105:1. Di 105:1 akar itu dipakai di dalam rangkaian yang sama persis dengan ayat ini, yaitu bagaimana Tuhan berbuat terhadap suatu kaum.

Kata (كَيْفَ, kayfa) berbentuk kata tanya, dan yang ditanyakan caranya, bukan kejadiannya. Jadi yang diminta diperhatikan bukan bahwa hal itu terjadi melainkan bagaimana ia terjadi. Perbedaan itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab keduanya menuntut perhatian yang berbeda.

Bagian yang dibuka ayat ini berlangsung sampai 89:14, yaitu sembilan ayat. Jadi cerita tentang kaum-kaum terdahulu memakan hampir sepertiga surahnya, dan sesudah itu 89:15 berpindah kepada manusia secara umum tanpa satu kata penghubung pun.

Kata (بِعَادٍ, bi-'aadin) didahului huruf ba yang menyatakan sasaran perbuatan, sehingga yang dinyatakan apa yang diperbuat terhadap mereka, bukan apa yang mereka perbuat. Jadi ayat ini menyebut mereka sebagai pihak yang dikenai, dan baru di 89:11 mereka disebut sebagai pihak yang berbuat.

Bentuk (فَعَلَ, fa'ala) berbentuk lampau, sehingga yang dinyatakan perbuatan yang sudah selesai. Bentuk lampau dipakai pada seluruh kata kerja di 89:6 sampai 89:13, sehingga delapan ayat berturut-turut menyebut perbuatan yang sudah terjadi tanpa satu pun bentuk yang menyebut apa yang akan datang.

Tafsiran

Ayat ini membuka peringatan historis tentang kaum Ad yang dibinasakan, dan susunan dua kata pertamanya berbentuk pertanyaan yang mengandung penegasan sehingga yang dinyatakan bukan keraguan melainkan kepastian.

Susunan itu dipakai di banyak tempat, antara lain di 2:243, 14:19, 22:18, 31:29, dan 105:1. Kesejajaran dengan 105:1 patut dicatat, sebab surah itu juga membuka dengan rangkaian yang sama untuk mengingatkan sebuah peristiwa yang menimpa satu kaum.

Kata untuk Tuhan di ayat ini muncul tiga kali di dalam surah ini, yaitu di ayat ini, di 89:13, dan di 89:14. Jadi Allah disebut sebagai Tuhanmu tiga kali di dalam bagian yang menceritakan kaum-kaum terdahulu, dan penyebutan itu berhenti sesudah 89:14.

Bagian yang dibuka ayat ini berlangsung sampai 89:14, yaitu sembilan ayat. Jadi cerita tentang kaum-kaum terdahulu memakan hampir sepertiga surahnya, dan sesudah itu 89:15 berpindah kepada manusia secara umum tanpa satu kata penghubung pun.

Kata terakhirnya didahului huruf yang menyatakan sasaran perbuatan, sehingga yang dinyatakan apa yang diperbuat terhadap mereka, bukan apa yang mereka perbuat. Jadi ayat ini menyebut mereka sebagai pihak yang dikenai, dan baru di 89:11 mereka disebut sebagai pihak yang berbuat. Kata untuk Tuhan di ayat ini berbentuk laki-laki tunggal dengan kata ganti orang kedua, dan bentuk yang sama dipakai lagi di 89:13, 89:14, dan 89:22 sebelum berganti di 89:28.

Renungan dan Hikmah

  • Susunan dua kata pertamanya dipakai di banyak tempat, antara lain di 2:243, 14:19, 22:18, 31:29, dan 105:1. Kesejajaran dengan 105:1 patut dicatat, sebab surah itu juga membuka dengan rangkaian yang sama untuk mengingatkan sebuah peristiwa yang menimpa satu kaum. Allah tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun. Pembuka yang berulang di banyak surah menandai keluarga bentuk, dan tiap anggotanya membawa peristiwanya sendiri.
  • Kata ketiganya berbentuk kata tanya, dan yang ditanyakan caranya, bukan kejadiannya. Jadi yang diminta Allah diperhatikan bukan bahwa hal itu terjadi melainkan bagaimana ia terjadi. Perbedaan itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab mengetahui bahwa sesuatu terjadi dan memperhatikan bagaimana ia terjadi menuntut perhatian yang berlainan. Bertanya tentang caranya menuntut perhatian yang berbeda dari sekadar mengetahui bahwa sesuatu pernah terjadi.
  • Kata untuk Tuhan di ayat ini muncul tiga kali di dalam surah ini, yaitu di 89:6, 89:13, dan 89:14. Jadi Allah disebut sebagai Tuhanmu tiga kali di dalam bagian yang menceritakan kaum-kaum terdahulu, dan penyebutan itu berhenti sesudah 89:14. Sesudah itu Dia disebut dengan bentuk yang berbeda-beda sampai ujung surahnya. Sebuah sebutan yang berhenti dipakai sesudah satu bagian selesai menandai batas bagian itu tanpa kata penanda. Bertanya tentang caranya menuntut perhatian yang lebih daripada mengetahui bahwa sesuatu pernah terjadi.
  • Bagian yang dibuka ayat ini berlangsung sampai 89:14, yaitu sembilan ayat. Jadi cerita tentang kaum-kaum terdahulu memakan hampir sepertiga surahnya, dan sesudah itu 89:15 berpindah kepada manusia secara umum tanpa satu kata penghubung pun. Allah tidak menandai peralihan itu dengan satu kata pun. Sepertiga surah yang diberikan kepada kisah terdahulu menyatakan bobotnya tanpa satu kalimat yang menerangkannya. Bertanya tentang caranya menuntut perhatian yang lebih daripada mengetahui bahwa sesuatu pernah terjadi.
  • Kata terakhirnya nama diri dan tidak berakar menurut morfologi, dan ia salah satu dari beberapa nama yang disebut Allah di dalam surah ini bersama nama di 89:7, 89:9, dan 89:10. Empat nama itu seluruhnya berkumpul di lima ayat berturut-turut, dan tidak ada satu nama pun yang disebut di dua puluh lima ayat lainnya. Nama yang berkumpul di beberapa ayat lalu tidak muncul lagi menandai bagian itu sebagai satu kesatuan tersendiri. Sebutan yang berkumpul di satu bagian lalu berhenti menandai batas bagian itu tanpa kata penanda.
  • Susunan pembukanya berbentuk pertanyaan yang mengandung penegasan, sehingga yang dinyatakan bukan keraguan melainkan kepastian. Jadi Allah bertanya untuk menegaskan, bukan untuk meminta keterangan. Sebuah pertanyaan yang jawabannya sudah pasti menuntut pembacanya mengakui, bukan menimbang, dan pengakuan itu tidak bisa ditunda. Pertanyaan yang jawabannya sudah pasti menuntut pengakuan, dan pengakuan tidak bisa ditunda seperti penimbangan. Apa yang berubah pada seseorang ketika ia diminta memperhatikan bagaimana sesuatu terjadi, bukan sekadar mengakui bahwa hal itu pernah terjadi?