الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ
Yang melampaui batas di negeri-negeri,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِalladziina thaghaw fii l-bilaadiyang melampaui batas di negeri-negeri
Terjemahan per kata (4 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- طَغَوْاthaghawmereka melampaui batas
- فِيfiidi
- الْبِلَادِl-bilaadinegeri
Inti bacaan
Benang merah yang menghubungkan ketiga contoh: 'yang melampaui batas di negeri-negeri', identifikasi kesamaan penyebab kehancuran ketiga peradaban besar tersebut, pola yang konsisten terlepas dari kehebatan masing-masing.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (طَغَوْا, thaghaw) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini. Bentuknya lampau dan berorang ketiga jamak, sehingga yang disebut perbuatan yang sudah selesai dan dikerjakan bersama-sama oleh ketiga kaum yang baru disebut.
Kata (الْبِلَادِ, al-bilaadi) muncul untuk kedua kalinya di dalam surah ini sesudah 89:8, dan seluruh kemunculannya di Al-Qur'an ada 5 kali di 4 surah, yaitu di 3:196, 40:4, 50:36, 89:8, dan 89:11. Jadi dua dari lima kemunculan itu berada di surah ini.
Perbedaan kedua pemakaian itu patut dicatat. Di 89:8 negeri-negeri itu tempat pembanding bagi kemegahan yang tak tertandingi, dan di sini ia tempat mereka melampaui batas. Jadi satu kata dipakai untuk kebanggaan dan untuk pelanggaran, dan Al-Qur'an tidak menunjuk perbedaan itu.
Kata sambung (الَّذِينَ, alladziina) di awal ayat berbentuk jamak laki-laki dan menerangkan ketiga pihak yang disebut di 89:6 sampai 89:10 sekaligus. Jadi ayat ini bukan kalimat baru melainkan keterangan bersama bagi ketiganya, dan itulah tempat ketiga cerita itu disatukan.
Bentuk (الَّذِينَ, alladziina) berbeda dari bentuk perempuan tunggal yang dipakai di 89:8. Jadi dua kata sambung di dalam surah ini menerangkan dua pihak yang berbeda: yang di sana satu nama, dan yang di sini tiga kaum sekaligus. Perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri.
Sampai ayat ini Al-Qur'an belum menyebut satu pun kesalahan mereka, dan yang disebut cuma tiang, batu, dan pasak. Jadi ayat inilah yang pertama menyatakan apa yang mereka perbuat, dan pernyataan itu datang sesudah lima ayat yang seluruhnya berisi pengenalan.
Yang dinyatakan di ayat ini satu perbuatan yang sama bagi tiga kaum yang berbeda zaman dan berbeda tempat. Jadi Al-Qur'an tidak merinci kesalahan masing-masing melainkan menyatukan ketiganya di bawah satu kata. Penyatuan itu tidak diterangkan dengan satu kalimat pun.
Kata kerja (طَغَوْا, thaghaw) berarti melampaui batas, dan yang dilampaui tidak disebutkan. Ketiadaan objek itu perlu dijaga: menyisipkan batas apa yang dilampaui akan mempersempit ayatnya menjadi satu jenis pelanggaran saja, padahal yang tertulis membiarkannya seluas mungkin.
Kata (فِي الْبِلَادِ, fii l-bilaadi) menyatakan tempat, dan rangkaian yang sama dipakai lagi di 89:12 dengan kata ganti sebagai penggantinya. Jadi dua ayat berturut-turut menyebut tempat yang sama: yang pertama dengan kata bendanya dan yang kedua dengan kata ganti.
Bentuk (طَغَوْا, thaghaw) berbentuk lampau dan berpola pertama, dan itu bentuk yang paling sederhana yang tersedia bagi akarnya. Jadi tidak ada tambahan huruf yang menyatakan kesungguhan, dan yang dinyatakan perbuatannya sendiri tanpa keterangan tentang kadarnya.
Tafsiran
Ayat ini menyimpulkan sifat bersama ketiga kaum tersebut: melampaui batas, dan kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini.
Kata terakhirnya muncul untuk kedua kalinya di dalam surah ini sesudah 89:8, dan seluruh kemunculannya di Al-Qur'an ada 5 kali di 4 surah, yaitu di 3:196, 40:4, 50:36, 89:8, dan 89:11. Di 89:8 negeri-negeri itu tempat pembanding bagi kemegahan, dan di sini ia tempat mereka melampaui batas.
Kata sambung di awal ayat berbentuk jamak laki-laki dan menerangkan ketiga pihak yang disebut di 89:6 sampai 89:10 sekaligus. Jadi ayat ini bukan kalimat baru melainkan keterangan bersama bagi ketiganya, dan itulah tempat ketiga cerita itu disatukan.
Sampai ayat ini Al-Qur'an belum menyebut satu pun kesalahan mereka, dan yang disebut cuma tiang, batu, dan pasak. Jadi ayat inilah yang pertama menyatakan apa yang mereka perbuat, dan pernyataan itu datang sesudah lima ayat yang seluruhnya berisi pengenalan.
Rangkaian dua kata terakhirnya menyatakan tempat, dan rangkaian yang sama dipakai lagi di 89:12 dengan kata ganti sebagai penggantinya. Jadi dua ayat berturut-turut menyebut tempat yang sama: yang pertama dengan kata bendanya dan yang kedua dengan kata ganti yang menggantikannya. Bentuk kata sambungnya berbeda dari bentuk perempuan tunggal di 89:8, sehingga dua kata sambung di surah ini menerangkan dua pihak yang berbeda jumlahnya.
Renungan dan Hikmah
- Yang dinyatakan Allah di ayat ini satu perbuatan yang sama bagi tiga kaum yang berbeda zaman dan berbeda tempat. Jadi Al-Qur'an tidak merinci kesalahan masing-masing melainkan menyatukan ketiganya di bawah satu kata. Penyatuan itu tidak diterangkan dengan satu kalimat pun, dan yang bisa dicatat cuma bahwa satu kata cukup bagi ketiganya. Satu kata untuk tiga kaum berbeda zaman menyatakan bahwa yang dinilai perbuatannya, bukan tempat atau masanya.
- Kata terakhirnya muncul 5 kali di 4 surah, yaitu di 3:196, 40:4, 50:36, 89:8, dan 89:11, dan dua di antaranya di surah ini. Di 89:8 negeri-negeri itu tempat pembanding bagi kemegahan yang tak tertandingi, dan di sini ia tempat mereka melampaui batas. Jadi Allah memakai satu kata untuk kebanggaan dan untuk pelanggaran. Satu kata yang dipakai untuk kebanggaan dan untuk pelanggaran menaruh keduanya di dalam satu tempat yang sama. Objek yang tidak disebut menjaga cakupannya, dan memastikannya sendiri mempersempit apa yang tertulis.
- Sampai ayat ini Allah belum menyebut satu pun kesalahan mereka, dan yang disebut cuma tiang, batu, dan pasak. Jadi ayat inilah yang pertama menyatakan apa yang mereka perbuat, dan pernyataan itu datang sesudah lima ayat yang seluruhnya berisi pengenalan. Yang dibangun disebut lebih dulu, dan yang dilanggar menyusul. Pengenalan yang mendahului tuduhan membuat pembacanya mengenal lebih dulu sebelum ia diberi tahu apa kesalahannya.
- Kata kerjanya berarti melampaui batas, dan yang dilampaui tidak disebutkan Allah. Ketiadaan objek itu perlu dijaga: menyisipkan batas apa yang dilampaui akan mempersempit ayatnya menjadi satu jenis pelanggaran saja. Apa yang hilang dari sebuah tuduhan ketika pembacanya memastikan sendiri batas mana yang dimaksud? Objek yang tidak disebut menjaga cakupannya, dan memastikannya sendiri mempersempit apa yang tertulis. Satu kata untuk tiga kaum berbeda zaman menyatakan bahwa yang dinilai perbuatannya, bukan masanya.
- Kata sambung di awal ayat berbentuk jamak laki-laki dan menerangkan ketiga pihak yang disebut di 89:6 sampai 89:10 sekaligus. Jadi ayat ini bukan kalimat baru melainkan keterangan bersama bagi ketiganya, dan itulah tempat ketiga cerita yang dikisahkan Allah disatukan menjadi satu kalimat. Kata sambung yang menyatukan beberapa pihak menjadi satu kalimat menandai tempat ketiganya bertemu. Satu kata untuk tiga kaum berbeda zaman menyatakan bahwa yang dinilai perbuatannya, bukan masanya.
- Bentuk kata sambungnya berbeda dari bentuk perempuan tunggal yang dipakai di 89:8. Jadi dua kata sambung di dalam surah ini menerangkan dua pihak yang berbeda: yang di sana satu nama, dan yang di sini tiga kaum sekaligus. Perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri tanpa satu kata tambahan pun. Bentuk kata sambung yang berganti menandai pihak yang berganti pula, dan itu terbawa tanpa kata tambahan. Objek yang tidak disebut menjaga cakupannya, dan memastikannya sendiri mempersempit apa yang tertulis.