Ayat 89:15
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ
Adapun manusia, apabila Tuhannya mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kenikmatan, berkatalah dia, “Tuhanku telah memuliakanku.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُfa-ammaa l-insaanu idzaa maa btalaahu rabbuhu fa-akramahu wa-na'amahuadapun manusia, apabila Tuhannya mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kenikmatan
- فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِfa-yaquulu rabbii akramaniberkatalah dia, Tuhanku telah memuliakanku
Aplikasi
Kesalahan asumsi tentang kemakmuran: 'apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kenikmatan, berkatalah dia: Tuhanku telah memuliakanku', kritik terhadap kecenderungan menafsirkan kelimpahan material sebagai bukti otomatis kemuliaan spiritual, kesalahpahaman yang perlu dikoreksi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga krm pemakaian diteruskan (mulia/memuliakan/dimuliakan, terjemahan lain konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi krm/mjd: kariim diterjemahkan 'mulia' (takrif 'Sang Mulia' 82:6, 44:49; elatif akram diterjemahkan 'paling mulia' 96:3); majiid diterjemahkan 'luhur' (takrif 'Yang Luhur' 50:1, 85:15). Pembeda kitab: 56:77 kariim 'mulia' vs 85:21 majiid 'luhur'. Keluarga krm pemakaian diteruskan (memuliakan/dimuliakan); cabang-benda kariim didokumentasi (56:44). 'agung' tetap tercadang azhiim. of la'iim… A thing highly esteemed or prized; excellent, PRECIOUS'.
Ayat 89:16
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ
Sementara itu, apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, berkatalah dia, “Tuhanku telah menghinaku.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُwa-ammaa idzaa maa btalaahu fa-qadara alayhi rizqahusementara itu, apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya
- فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِfa-yaquulu rabbii ahaananiberkatalah dia, Tuhanku telah menghinaku
Aplikasi
Kesalahan asumsi sebaliknya tentang kesulitan: 'apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, berkatalah dia: Tuhanku telah menghinaku', kritik terhadap interpretasi sebaliknya, menafsirkan keterbatasan material sebagai bukti kehinaan, keduanya adalah kesalahan penilaian yang sama-sama keliru.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.