يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي
Dia berkata, “Aduhai, sekiranya dahulu aku mendahulukan untuk hidupku ini!”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيyaquulu yaa laytanii qaddamtu li-hayaatiidia berkata, aduhai, sekiranya dahulu aku mendahulukan untuk hidupku ini
Terjemahan per kata (5 kata)
- يَقُولُyaquuluberkata
- يَاyaawahai
- لَيْتَنِيlaytaniiaduhai sekiranya aku
- قَدَّمْتُqaddamtuaku dahulukan
- لِحَيَاتِيli-hayaatiiuntuk hidupku
Inti bacaan
Penyesalan mendalam yang terlambat: 'dia berkata: aduhai, sekiranya dahulu aku mendahulukan (amal) untuk hidupku ini!', ekspresi penyesalan yang menegaskan pentingnya persiapan proaktif alih-alih menunggu hingga terlambat.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung "(amal)" tidak dipakai, sebab objek kata kerja qaddamtu yang berarti aku mendahulukan memang tidak disebut di dalam Arabnya dan sengaja dibiarkan tersirat tanpa penambahan kata benda. Kutip dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri, dikonfirmasi kata kerja yaquulu dari akar yang berarti mengatakan lewat morfologi. Kata (قَدَّمْتُ, qaddamtu) memakai kata ganti orang pertama, sehingga yang berbicara manusia.
Kata kerja (قَدَّمْتُ, qaddamtu) muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 12:48, 38:60, 50:28, dan 89:24. Akarnya berarti mendahului. Ia dipakai di 48 ayat, antara lain 2:95, 5:80, 59:18, 78:40, dan 82:5.
Di 59:18 akar itu dipakai untuk perintah memperhatikan apa yang sudah didahulukan seseorang untuk hari esok, dan di 78:40 serta 82:5 untuk apa yang sudah dikerjakan seseorang lebih dulu. Jadi akar yang sama menamai perintah menyiapkan dan penyesalan karena tidak menyiapkan. Bentuk (لِحَيَاتِي, li-hayaatii) memakai kata ganti yang sama pada ujungnya.
Kata (لِحَيَاتِي, li-hayaatii) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti hidup. Ia dipakai di 161 ayat, antara lain 2:28, 3:156, 30:19, 87:16, dan 88:13. Kesejajaran dengan 87:16 patut dicatat, sebab di sana yang diutamakan justru kehidupan yang paling dekat.
Kata ganti pada ujung (لِحَيَاتِي, li-hayaatii) berbentuk orang pertama, sehingga yang dimaksud hidupnya sendiri. Yang tidak dinyatakan hidup yang mana, dan Al-Qur'an membiarkannya terbuka: bisa hidup yang sudah lewat, bisa hidup yang sedang dijalani pada hari itu.
Kata (يَا لَيْتَنِي, yaa laytanii) berbentuk seruan penyesalan, dan bentuk semacam itu dipakai di beberapa tempat, antara lain di 25:27, 25:28, 69:25, dan 78:40. Di 78:40 seruan yang sama diucapkan orang kafir pada hari yang sama.
Bentuk (يَقُولُ, yaquulu) berbentuk sekarang, sedangkan kata kerja di dalam kutipnya berbentuk lampau. Jadi ucapannya berlangsung dan yang disesalinya sudah lewat. Susunan yang sama dipakai di 89:15 dan 89:16, sehingga tiga ucapan manusia di surah ini memakai rangka yang sama.
Ini ucapan ketiga yang dikutip di dalam surah ini sesudah 89:15 dan 89:16. Jadi tiga kali Al-Qur'an memperdengarkan kata-kata manusia sendiri, dan ketiganya salah: dua tentang membaca pemberian, dan satu tentang menyadari terlambat.
Kata (يَا لَيْتَنِي, yaa laytanii) berbentuk seruan penyesalan, dan bentuk semacam itu dipakai di beberapa tempat, antara lain di 25:27, 25:28, 69:25, dan 78:40. Di 78:40 seruan yang sama diucapkan orang kafir pada hari yang sama dengan hari yang disebut di sini.
Rima surah ini berganti mulai ayat ini, sebab dua puluh tiga ayat sebelumnya berakhir dengan bunyi yang berdekatan. Jadi pergantian bunyinya jatuh tepat di ayat yang memuat penyesalan, dan Al-Qur'an tidak menandai pergantian itu dengan satu kata pun.
Tafsiran
Ayat ini mencatat penyesalan manusia yang menyadari terlambat pentingnya berbuat baik semasa hidup, dan objek kata kerja di dalam kutipnya memang tidak disebut di dalam Arabnya sehingga sengaja dibiarkan tersirat.
Kata kerja itu muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 12:48, 38:60, 50:28, dan 89:24. Akarnya dipakai di 48 ayat, antara lain 2:95, 5:80, 59:18, 78:40, dan 82:5. Di 59:18 akar itu dipakai untuk perintah memperhatikan apa yang sudah didahulukan seseorang untuk hari esok.
Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 161 ayat, antara lain 2:28, 3:156, 30:19, 87:16, dan 88:13. Kesejajaran dengan 87:16 patut dicatat, sebab di sana yang diutamakan justru kehidupan yang paling dekat.
Ini ucapan ketiga yang dikutip di dalam surah ini sesudah 89:15 dan 89:16. Jadi tiga kali Al-Qur'an memperdengarkan kata-kata manusia sendiri, dan ketiganya salah: dua tentang membaca pemberian, dan satu tentang menyadari terlambat.
Rima surah ini berganti mulai ayat ini, sebab dua puluh tiga ayat sebelumnya berakhir dengan bunyi yang berdekatan. Jadi pergantian bunyinya jatuh tepat di ayat yang memuat penyesalan, dan Al-Qur'an tidak menandai pergantian itu dengan satu kata pun di dalam teksnya. Ini ucapan ketiga yang dikutip di dalam surah ini sesudah 89:15 dan 89:16, sehingga tiga kali Al-Qur'an memperdengarkan kata-kata manusia sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Ini ucapan ketiga yang dikutip di dalam surah ini sesudah 89:15 dan 89:16. Jadi tiga kali Allah memperdengarkan kata-kata manusia sendiri, dan ketiganya salah: dua tentang membaca pemberian, dan satu tentang menyadari terlambat. Al-Qur'an tidak membantah yang ketiga, dan yang dinyatakan cuma bahwa ia diucapkan. Tiga ucapan yang dikutip dan ketiganya salah menandai satu pola tanpa satu kalimat yang menyatakannya.
- Akar kata kerja di dalam kutipnya dipakai di 48 ayat, antara lain 2:95, 5:80, 59:18, 78:40, dan 82:5. Di 59:18 akar itu dipakai untuk perintah Allah memperhatikan apa yang sudah didahulukan seseorang untuk hari esok. Jadi akar yang sama menamai perintah menyiapkan dan penyesalan karena tidak menyiapkan. Satu akar untuk perintah menyiapkan dan penyesalan karena tidak menyiapkan menaruh keduanya berhadapan. Objek yang dibiarkan tersirat menyerahkan pengisiannya kepada tiap orang yang membaca ayat itu.
- Objek kata kerja di dalam kutipnya memang tidak disebut di dalam Arabnya dan sengaja dibiarkan tersirat tanpa penambahan kata benda. Jadi yang disesalinya tidak dinamai. Apa yang berubah pada sebuah penyesalan ketika yang tidak dikerjakan tidak disebutkan namanya, sehingga tiap pembacanya mengisinya sendiri? Objek yang dibiarkan tersirat menyerahkan pengisiannya kepada tiap orang yang membaca ayat itu. Tiga ucapan yang dikutip dan ketiganya salah menandai satu pola tanpa satu kalimat yang menyatakannya.
- Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 161 ayat, antara lain 2:28, 3:156, 30:19, 87:16, dan 88:13. Kesejajaran dengan 87:16 patut dicatat, sebab di sana yang diutamakan manusia justru kehidupan yang paling dekat. Jadi apa yang ditegur Allah di sana disesali di sini. Apa yang ditegur di satu surah dan disesali di surah lain berdiri sejajar tanpa saling menyebut. Tiga ucapan yang dikutip dan ketiganya salah menandai satu pola tanpa satu kalimat yang menyatakannya.
- Kata ganti pada ujung kata terakhirnya berbentuk orang pertama, sehingga yang dimaksud hidupnya sendiri. Yang tidak dinyatakan hidup yang mana, dan Allah membiarkannya terbuka: bisa hidup yang sudah lewat, bisa hidup yang sedang dijalani pada hari itu. Terjemahannya menahan keterbukaan yang sama. Hidup yang tidak dipastikan mana menjaga ayatnya tetap seluas yang tertulis, dan memastikannya menyempitkannya. Tiga ucapan yang dikutip dan ketiganya salah menandai satu pola tanpa satu kalimat yang menyatakannya.
- Bentuk kata kerja pertamanya berbentuk sekarang, sedangkan kata kerja di dalam kutipnya berbentuk lampau. Jadi ucapannya berlangsung dan yang disesalinya sudah lewat. Susunan yang sama dipakai Allah di 89:15 dan 89:16, sehingga tiga ucapan manusia di surah ini memakai rangka yang sama persis. Rangka yang sama untuk tiga ucapan menandai ketiganya sebagai satu keluarga, bukan tiga kejadian terpisah. Objek yang dibiarkan tersirat menyerahkan pengisiannya kepada tiap orang yang membaca ayat itu.