وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ

Dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌwa-laa yuutsiqu watsaaqahu ahadundan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَلَاwa-laadan tidak pula
  2. يُوثِقُyuutsiqumembelenggu
  3. وَثَاقَهُwatsaaqahuikatannya
  4. أَحَدٌahadunseorang pun

Inti bacaan

Penegasan paralel tentang pengekangan: 'dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya', pelengkap penegasan sebelumnya, menekankan ketakterbandingan kekuatan pengendalian.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وَثَاقَهُ, watsaaqahu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti mengikat kuat. Ia dipakai di 29 ayat, antara lain 2:27, 4:21, 5:7, 13:20, dan 47:4. Di 47:4 akar itu dipakai untuk mengikat tawanan sesudah peperangan.

Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa di 2:27, 5:7, dan 13:20 akar yang sama memberi kata untuk perjanjian yang dikukuhkan. Jadi satu akar memikul ikatan yang mengurung dan janji yang mengikat, dan yang menyatukannya gambaran sesuatu yang diikat kuat supaya tidak lepas. Kata (وَثَاقَهُ, watsaaqahu) di sini menyebut ikatan, bukan perjanjian yang dikukuhkan.

Kata kerja (يُوثِقُ, yuutsiqu) dan kata bendanya berasal dari satu akar yang sama, sama seperti susunan di 89:25. Jadi dua ayat berturut-turut memakai cara menguatkan yang sama, yaitu mengulang akar untuk perbuatan dan objeknya.

Susunan ayat ini sejajar hampir kata demi kata dengan susunan 89:25, dan yang berbeda cuma akarnya. Jadi dua ayat penutup bagian ini dibangun dengan rangka yang sama persis, dan kesejajaran itu mengikat keduanya menjadi satu pasangan yang tidak bisa dipecah. Bentuk (يُوثِقُ, yuutsiqu) berpola keempat, sehingga artinya membuat sesuatu terikat.

Kata (أَحَدٌ, ahadun) diulang persis dari 89:25, sehingga ia muncul dua kali di dalam surah ini. Kedua kemunculannya berada di dua ayat berturut-turut dan keduanya berada di dalam pengingkaran. Jadi tidak ada satu pun tempat lain di surah ini yang memakainya.

Kata ganti pada ujung (وَثَاقَهُ, watsaaqahu) berbentuk laki-laki tunggal, sama seperti kata ganti di 89:25, dan yang ditunjuknya tidak dinamai di kedua ayat. Jadi dua ayat berturut-turut menunjuk kepada pihak yang sama tanpa menyebut namanya.

Ayat ini menutup bagian tentang hari perhitungan, dan sesudahnya 89:27 berpindah kepada seruan yang sama sekali berbeda nadanya. Jadi peralihan dari ancaman kepada panggilan terjadi tanpa satu kata penghubung pun, dan Al-Qur'an tidak menandainya.

Bentuk (يُوثِقُ, yuutsiqu) berpola keempat, sehingga artinya membuat sesuatu terikat. Jadi yang dinyatakan perbuatan yang mengerjakan pengikatan itu, bukan keadaan terikat yang terjadi sendiri. Perbedaan itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab keduanya menyatakan hal yang berlainan.

Kata (وَلَا, wa laa) dibuka huruf waw yang menyambungkannya kepada 89:25, sehingga kedua ayat itu satu kalimat majemuk. Jadi dua pengingkaran itu tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan bersama, dan memisahkannya akan menghilangkan kesejajaran yang dibangun susunannya.

Susunan dua ayat ini menyebut dua hal yang berbeda jenisnya, yaitu azab dan ikatan. Jadi yang ditutup bukan satu perkara melainkan dua: yang menimpa dan yang mengurung. Al-Qur'an tidak menyediakan yang ketiga, dan ketiadaan yang ketiga itu sendiri menyatakan sesuatu.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi penegasan bahwa belenggu Allah pada hari itu tak tertandingi, dan kata keempatnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 29 ayat, antara lain 2:27, 4:21, 5:7, 13:20, dan 47:4.

Di 47:4 akar itu dipakai untuk mengikat tawanan sesudah peperangan. Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa di 2:27, 5:7, dan 13:20 akar yang sama memberi kata untuk perjanjian yang dikukuhkan.

Jadi satu akar memikul ikatan yang mengurung dan janji yang mengikat, dan yang menyatukannya gambaran sesuatu yang diikat kuat supaya tidak lepas. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu dengan satu kalimat pun.

Susunan ayat ini sejajar hampir kata demi kata dengan susunan 89:25, dan yang berbeda cuma akarnya. Jadi dua ayat penutup bagian ini dibangun dengan rangka yang sama persis, dan kesejajaran itu mengikat keduanya menjadi satu pasangan yang tidak bisa dipecah.

Susunan dua ayat ini menyebut dua hal yang berbeda jenisnya, yaitu azab dan ikatan. Jadi yang ditutup bukan satu perkara melainkan dua: yang menimpa dan yang mengurung. Al-Qur'an tidak menyediakan yang ketiga, dan ketiadaan yang ketiga itu sendiri menyatakan sesuatu. Kata terakhirnya diulang persis dari 89:25, sehingga ia muncul dua kali di dalam surah ini dan kedua kemunculannya berada di dua ayat berturut-turut.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keempatnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 29 ayat, antara lain 2:27, 4:21, 5:7, 13:20, dan 47:4. Di 2:27, 5:7, dan 13:20 akar yang sama memberi kata untuk perjanjian yang dikukuhkan dengan Allah. Jadi satu akar memikul ikatan yang mengurung dan janji yang mengikat. Satu akar untuk ikatan yang mengurung dan janji yang mengikat menaruh keduanya di dalam satu gambaran. Ikatan yang mengurung dan janji yang mengikat berbagi satu gambaran di dalam satu akar yang sama.
  • Yang menyatukan kedua makna akar itu gambaran sesuatu yang diikat kuat supaya tidak lepas. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Jadi orang yang melepaskan diri dari perjanjian dengan Allah disebut terikat dengan kata yang berasal dari akar yang sama dengan perjanjian itu sendiri. Melepaskan diri dari perjanjian dan menjadi terikat dinamai dengan akar yang sama, dan itu tidak diterangkan. Peralihan dari ancaman kepada panggilan tanpa penghubung memindahkan pembacanya dengan tiba-tiba.
  • Kata terakhirnya diulang persis dari 89:25, sehingga ia muncul dua kali di dalam surah ini. Kedua kemunculannya berada di dua ayat berturut-turut dan keduanya berada di dalam pengingkaran. Jadi tidak ada satu pun tempat lain di surah ini yang memakainya, dan Allah memusatkannya di satu pasangan ayat. Kata yang cuma muncul di satu pasangan ayat memusatkan pemakaiannya, dan pemusatan itu menandai bagiannya. Peralihan dari ancaman kepada panggilan tanpa penghubung memindahkan pembacanya dengan tiba-tiba.
  • Bentuk kata kerjanya berpola keempat, sehingga artinya membuat sesuatu terikat. Jadi yang dinyatakan perbuatan Allah yang mengerjakan pengikatan itu, bukan keadaan terikat yang terjadi sendiri. Perbedaan itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab yang pertama menyebut pelakunya dan yang kedua menyembunyikannya. Mengikat berbeda dari terikat, sebab yang pertama menyebut pelakunya dan yang kedua menyembunyikannya.
  • Ayat ini menutup bagian tentang hari perhitungan, dan sesudahnya 89:27 berpindah kepada seruan yang sama sekali berbeda nadanya. Jadi peralihan dari ancaman kepada panggilan terjadi tanpa satu kata penghubung pun. Apa yang dikerjakan sebuah surah pada pembacanya ketika ia berbelok dari ancaman ke panggilan tanpa satu jeda? Peralihan dari ancaman kepada panggilan tanpa penghubung memindahkan pembacanya dengan tiba-tiba.
  • Susunan ayat ini sejajar hampir kata demi kata dengan susunan 89:25, dan yang berbeda cuma akarnya. Jadi dua ayat penutup bagian ini dibangun Allah dengan rangka yang sama persis, dan kesejajaran itu mengikat keduanya menjadi satu pasangan. Membaca salah satunya sendirian menghilangkan separuh yang dinyatakannya. Dua ayat yang harus dibaca bersama menghilangkan separuh maknanya kalau salah satunya dibaca sendirian. Ikatan yang mengurung dan janji yang mengikat berbagi satu gambaran di dalam satu akar yang sama.