أَيَحْسَبُ أَنْ لَمْ يَرَهُ أَحَدٌ

Apakah dia mengira tidak ada seorang pun yang melihatnya?

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَيَحْسَبُ أَنْ لَمْ يَرَهُ أَحَدٌa-yahsabu an lam yarahu ahadunapakah dia mengira tidak ada seorang pun yang melihatnya

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. أَيَحْسَبُa-yahsabuapakah ia mengira
  2. أَنْanbahwa
  3. لَمْlamtidak
  4. يَرَهُyarahumelihatnya
  5. أَحَدٌahadunseorang pun

Inti bacaan

Kelalaian terhadap pengawasan yang konstan: 'apakah dia mengira tidak ada seorang pun yang melihatnya?', pengingat bahwa tindakan yang dianggap tersembunyi tetap berada dalam jangkauan pengawasan yang menyeluruh.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (أَيَحْسَبُ, ayahsabu) diulang persis dari 90:5, sehingga dua ayat di dalam surah ini dibuka dengan kata yang sama tanpa satu huruf pun yang berbeda. Seluruh kemunculannya di Al-Qur'an ada 5 kali di 3 surah, yaitu di 23:55, 75:3, 75:36, 90:5, dan 90:7.

Jadi surah ini memuat dua dari lima kemunculan kata itu, dan keduanya berjarak satu ayat saja. Yang menyela di antara keduanya justru ucapan manusia yang dikutip di 90:6. Jadi kutipan itu diapit dua pertanyaan yang memakai kata pembuka yang sama. Kata (أَيَحْسَبُ, ayahsabu) di sini membuka pertanyaan tentang penglihatan, bukan tentang kuasa.

Kata kerja (يَرَهُ, yarahu) berasal dari akar yang berarti melihat dan menimbang. Akar itu dipakai di 271 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul. Bentuknya kehilangan huruf terakhirnya sebab didahului huruf yang menuntut pemotongan, sama seperti bentuk di 89:6.

Kata ganti pada ujung (يَرَهُ, yarahu) berbentuk laki-laki tunggal, dan yang ditunjuknya bisa manusia itu sendiri atau apa yang ia kerjakan. Al-Qur'an membiarkan rujukan itu terbuka, dan terjemahannya menahan keterbukaan yang sama alih-alih menutupnya dengan satu pilihan.

Kata (أَحَدٌ, ahadun) diulang persis dari 90:5, sehingga ia muncul dua kali di dalam surah ini dan keduanya menutup ayat pertanyaan. Jadi dua ayat pertanyaan di surah ini dibuka dan ditutup dengan kata yang sama, dan yang berbeda cuma kata kerja di tengahnya.

Perbedaan kedua pertanyaan itu patut dicatat. Yang di 90:5 menyangkut kuasa atas dirinya, dan yang di sini menyangkut penglihatan atasnya. Jadi yang dibantah berturut-turut anggapan bahwa ia tak terjangkau dan anggapan bahwa ia tak terlihat, dan Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu.

Bentuk (لَمْ يَرَهُ, lam yarahu) memakai huruf pengingkaran yang mengubah bentuk sekarang menjadi bermakna lampau, sedangkan bentuk di 90:5 memakai huruf yang menunjuk waktu yang akan datang. Jadi dua pertanyaan berturut-turut memakai dua penanda waktu yang berbeda.

Susunan ayat ini lebih pendek daripada 90:5, sebab kata kerja di sana disertai keterangan sedangkan yang di sini berdiri sendiri. Jadi dua pertanyaan yang berpasangan tidak sama panjangnya, dan Al-Qur'an tidak menerangkan ketidakseimbangan itu dengan satu kalimat pun. Bentuk (يَرَهُ, yarahu) kehilangan huruf terakhirnya karena tuntutan huruf pengingkaran.

Bentuk (لَمْ, lam) huruf pengingkaran yang menuntut pemotongan huruf terakhir kata kerja sesudahnya. Jadi bentuk yang dipendekkan di ayat ini bukan pilihan bunyi melainkan tuntutan tata bahasa, berbeda dari pemendekan di 89:4 dan 89:9 yang dikerjakan demi rima.

Susunan dua ayat 90:5 dan 90:7 mengapit satu ayat yang memuat ucapan manusia. Jadi Al-Qur'an membantah, mengutip, lalu membantah lagi, dan susunan mengurung seperti itu tidak dipakai lagi di dalam surah ini maupun di surah tetangganya.

Tafsiran

Ayat ini menyanggah anggapan bahwa perbuatannya tidak diawasi, dan kata pertamanya diulang persis dari 90:5 sehingga dua ayat di dalam surah ini dibuka dengan kata yang sama tanpa satu huruf pun yang berbeda.

Seluruh kemunculannya di Al-Qur'an ada 5 kali di 3 surah, yaitu di 23:55, 75:3, 75:36, 90:5, dan 90:7. Jadi surah ini memuat dua dari lima kemunculan kata itu, dan yang menyela di antara keduanya justru ucapan manusia yang dikutip di 90:6.

Kata kerja keduanya berasal dari akar yang dipakai di 271 ayat, dan bentuknya kehilangan huruf terakhirnya sebab didahului huruf yang menuntut pemotongan, sama seperti bentuk di 89:6.

Perbedaan kedua pertanyaan itu patut dicatat. Yang di 90:5 menyangkut kuasa atas dirinya, dan yang di sini menyangkut penglihatan atasnya. Jadi yang dibantah berturut-turut anggapan bahwa ia tak terjangkau dan anggapan bahwa ia tak terlihat.

Bentuk pengingkarannya mengubah bentuk sekarang menjadi bermakna lampau, sedangkan bentuk di 90:5 memakai huruf yang menunjuk waktu yang akan datang. Jadi dua pertanyaan berturut-turut memakai dua penanda waktu yang berbeda.

Kata ganti pada ujung kata kerja keduanya berbentuk laki-laki tunggal, dan yang ditunjuknya bisa manusia itu sendiri atau apa yang ia kerjakan. Al-Qur'an membiarkan rujukan itu terbuka, dan terjemahannya menahan keterbukaan yang sama alih-alih menutupnya dengan satu pilihan.

Renungan dan Hikmah

  • Kata pertamanya diulang persis dari 90:5, dan yang menyela di antara keduanya justru ucapan manusia yang dikutip di 90:6. Jadi Allah mengapit kutipan itu dengan dua pertanyaan yang memakai kata pembuka yang sama. Susunan yang mengurung ucapan seseorang di antara dua bantahan tidak dipakai lagi di dalam surah ini. Mengurung ucapan seseorang di antara dua bantahan menaruh ucapannya di tempat yang paling tidak menguntungkan. Mengurung ucapan di antara dua bantahan menaruhnya di tempat yang paling tidak menguntungkan.
  • Yang di 90:5 menyangkut kuasa atas dirinya, dan yang di sini menyangkut penglihatan atasnya. Jadi yang dibantah Allah berturut-turut anggapan bahwa ia tak terjangkau dan anggapan bahwa ia tak terlihat. Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu, dan yang bisa dicatat cuma bahwa kuasa disebut lebih dulu daripada penglihatan. Tak terjangkau dan tak terlihat dua anggapan yang berbeda, dan yang kedua lebih menyangkut perbuatan sehari-hari.
  • Bentuk pengingkarannya mengubah bentuk sekarang menjadi bermakna lampau, sedangkan bentuk di 90:5 memakai huruf yang menunjuk waktu yang akan datang. Jadi dua pertanyaan berturut-turut memakai dua penanda waktu yang berbeda: yang satu tentang apa yang belum terjadi, dan yang lain tentang apa yang sudah lewat. Dua penanda waktu yang berbeda pada dua pertanyaan berpasangan menandai bahwa keduanya tidak sepenuhnya sejajar. Yakin tidak dilihat mengubah perbuatan lebih dalam daripada yakin tidak akan dihukum.
  • Kata ganti pada ujung kata kerja keduanya berbentuk laki-laki tunggal, dan yang ditunjuknya bisa manusia itu sendiri atau apa yang ia kerjakan. Allah membiarkan rujukan itu terbuka, dan terjemahannya menahan keterbukaan yang sama alih-alih menutupnya dengan satu pilihan yang tidak dinyatakan teksnya. Rujukan yang dibiarkan terbuka menjaga kedua pembacaan tetap mungkin, dan menutupnya memilihkan salah satunya. Mengurung ucapan di antara dua bantahan menaruhnya di tempat yang paling tidak menguntungkan.
  • Susunan ayat ini lebih pendek daripada 90:5, sebab kata kerja di sana disertai keterangan sedangkan yang di sini berdiri sendiri. Jadi dua pertanyaan yang berpasangan tidak sama panjangnya, dan Allah tidak menerangkan ketidakseimbangan itu dengan satu kalimat pun di dalam kedua ayat. Dua ayat berpasangan yang tidak sama panjangnya menandai bahwa kesejajaran bukan tujuan susunannya. Yakin tidak dilihat mengubah perbuatan lebih dalam daripada yakin tidak akan dihukum.
  • Kata terakhirnya diulang persis dari 90:5, sehingga dua ayat pertanyaan di surah ini dibuka dan ditutup dengan kata yang sama dan yang berbeda cuma kata kerja di tengahnya. Apa yang berubah pada perbuatan seseorang ketika ia yakin bahwa tidak ada satu pun mata yang menyaksikannya? Yakin tidak dilihat siapa pun mengubah perbuatan seseorang lebih dalam daripada yakin tidak dihukum. Mengurung ucapan di antara dua bantahan menaruhnya di tempat yang paling tidak menguntungkan.