وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ
Lidah, dan sepasang bibir,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِwa-lisaanan wa-syafataynilidah, dan sepasang bibir
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَلِسَانًاwa-lisaanandan lidah
- وَشَفَتَيْنِwa-syafataynidan dua bibir
Inti bacaan
Kelengkapan alat komunikasi: 'lidah, dan sepasang bibir', kemampuan berbicara sebagai anugerah tambahan yang memungkinkan ekspresi dan interaksi, alat yang membawa tanggung jawab moral atas penggunaannya.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَشَفَتَيْنِ, wa syafatayni) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya berarti bibir. Ia juga cuma dipakai di 1 ayat, yaitu ayat ini. Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan tidak ada satu pun ayat lain yang bisa dipakai untuk menerangkannya.
Ini akar kedua di dalam surah ini yang cuma hidup di satu ayat sesudah akar di 90:4, dan dua lainnya berada di 90:10 dan 90:14. Jadi empat hapax akar surah ini tersebar di empat ayat yang berbeda, dan tiga di antaranya berada di dalam enam ayat berturut-turut. Kata (وَشَفَتَيْنِ, wa syafatayni) berdiri sendirian tanpa satu pun bentuk lain yang seakar.
Kata (وَلِسَانًا, wa lisaanan) berasal dari akar yang berarti lidah. Akar itu cuma dipakai di 24 ayat, antara lain 14:4, 16:103, 19:97, 26:195, dan 44:58. Di 14:4 dan 26:195 akar itu dipakai untuk bahasa yang dipakai menyampaikan, bukan untuk anggota tubuh.
Jadi akar yang di sebagian besar tempat menyebut bahasa, di sini menyebut lidah sebagai anggota tubuh. Yang menyatukan keduanya alat yang dipakai berbicara, sebab bahasa keluar lewat lidah. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Kata (وَلِسَانًا, wa lisaanan) di sini menyebut anggota tubuh, bukan bahasa yang diucapkan.
Bentuk (وَلِسَانًا, wa lisaanan) berbentuk tunggal, sedangkan dua kata di sekitarnya berbentuk ganda. Jadi ayat ini menyandingkan satu benda tunggal dengan sepasang benda, dan susunan itu mengikuti keadaan tubuh manusia sendiri tanpa satu kata pun yang menerangkannya.
Susunan ayat ini menyebut dua pemberian sekaligus, sedangkan 90:8 dan 90:10 masing-masing cuma satu. Jadi tiga ayat berturut-turut menyebut empat pemberian dengan pembagian yang tidak seimbang, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pembagian itu dengan satu kalimat pun.
Ketiga pemberian di 90:8 dan ayat ini seluruhnya alat berhubungan dengan luar dirinya, yaitu melihat, berbicara, dan menutup mulut. Jadi yang diingatkan bukan kekuatan atau harta melainkan alat yang paling sederhana yang dipakai sehari-hari tanpa dipikirkan.
Kata (وَشَفَتَيْنِ, wa syafatayni) berbentuk ganda, sama seperti kata terakhir di 90:8 dan kata terakhir di 90:10. Jadi tiga ayat berturut-turut ditutup dengan bentuk ganda, dan bentuk itu tidak dipakai lagi di empat belas ayat berikutnya di dalam surah ini.
Kata (وَلِسَانًا, wa lisaanan) berbaris fathah karena menjadi objek bagi kata kerja di 90:8, sama seperti kata terakhir di ayat ini dan kata terakhir di 90:10. Jadi tiga ayat berturut-turut memuat objek bagi satu kata kerja yang disebut sekali saja.
Susunan ayat ini tidak mengulang kata kerjanya, dan seluruh isinya cuma dua kata benda yang disambungkan. Jadi ayat ini bergantung sepenuhnya pada 90:8, dan membacanya sendirian akan meninggalkan pembacanya tanpa kata kerja sama sekali. Bentuk (وَشَفَتَيْنِ, wa syafatayni) menutup ayat ini, dan keduanya menjadi objek bagi kata kerja di 90:8.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan penyebutan anugerah organ tubuh manusia, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an sementara akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat, yaitu ayat ini.
Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan ini akar kedua di dalam surah ini yang cuma hidup di satu ayat sesudah akar di 90:4. Dua lainnya berada di 90:10 dan 90:14.
Kata keduanya berasal dari akar yang cuma dipakai di 24 ayat, antara lain 14:4, 16:103, 19:97, 26:195, dan 44:58. Di 14:4 dan 26:195 akar itu dipakai untuk bahasa yang dipakai menyampaikan, bukan untuk anggota tubuh.
Jadi akar yang di sebagian besar tempat menyebut bahasa, di sini menyebut lidah sebagai anggota tubuh. Yang menyatukan keduanya alat yang dipakai berbicara, sebab bahasa keluar lewat lidah.
Ketiga pemberian di 90:8 dan ayat ini seluruhnya alat berhubungan dengan luar dirinya, yaitu melihat, berbicara, dan menutup mulut. Jadi yang diingatkan bukan kekuatan atau harta melainkan alat yang paling sederhana yang dipakai sehari-hari tanpa dipikirkan.
Bentuk kata terakhirnya berbentuk ganda, sama seperti kata terakhir di 90:8 dan kata terakhir di 90:10. Jadi tiga ayat berturut-turut ditutup dengan bentuk ganda, dan bentuk itu tidak dipakai lagi di empat belas ayat berikutnya di dalam surah ini. Bentuk kata terakhirnya berbentuk ganda, sama seperti kata terakhir di 90:8 dan 90:10, sehingga tiga ayat berturut-turut ditutup dengan bentuk yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Ini akar kedua di dalam surah ini yang cuma hidup di satu ayat sesudah akar di 90:4, dan dua lainnya berada di 90:10 dan 90:14. Jadi empat hapax akar yang dipakai Allah di surah ini tersebar di empat ayat yang berbeda. Sesuatu yang sendirian sebagai bentuk dan sebagai akar tidak punya pembanding di dalam korpusnya sendiri. Bahasa dan lidah berbagi satu akar lewat alat yang dipakai mengeluarkan keduanya.
- Kata keduanya berasal dari akar yang cuma dipakai di 24 ayat, antara lain 14:4, 16:103, 19:97, 26:195, dan 44:58. Di 14:4 dan 26:195 akar itu dipakai Allah untuk bahasa yang dipakai menyampaikan, bukan untuk anggota tubuh. Jadi akar yang di sebagian besar tempat menyebut bahasa, di sini menyebut lidah, dan yang menyatukannya alat yang dipakai berbicara. Akar yang biasanya berarti bahasa dan sekali berarti lidah menyatukan keduanya lewat alat yang dipakai berbicara.
- Bentuk kata keduanya berbentuk tunggal, sedangkan dua kata di sekitarnya berbentuk ganda. Jadi ayat ini menyandingkan satu benda tunggal dengan sepasang benda, dan susunan itu mengikuti keadaan tubuh manusia sendiri tanpa satu kata pun yang menerangkannya. Allah menyebut apa adanya, bukan menyeragamkannya demi kerapian susunan. Menyebut apa adanya alih-alih menyeragamkan bentuk menjaga gambarannya tetap sesuai keadaan yang digambarkan. Alat yang selalu dipakai paling mudah dilupakan asalnya oleh orang yang memakainya tiap hari.
- Susunan ayat ini menyebut dua pemberian sekaligus, sedangkan 90:8 dan 90:10 masing-masing cuma satu. Jadi tiga ayat berturut-turut menyebut empat pemberian Allah dengan pembagian yang tidak seimbang, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pembagian itu dengan satu kalimat pun di dalam ketiganya. Pembagian yang tidak seimbang di dalam satu daftar menandai bahwa kerapian bukan yang dituju susunannya. Bahasa dan lidah berbagi satu akar lewat alat yang dipakai mengeluarkan keduanya.
- Ketiga pemberian di 90:8 dan ayat ini seluruhnya alat berhubungan dengan luar dirinya, yaitu melihat, berbicara, dan menutup mulut. Jadi yang diingatkan Allah bukan kekuatan atau harta melainkan alat yang paling sederhana yang dipakai sehari-hari tanpa dipikirkan. Apa yang membuat sesuatu yang selalu dipakai justru paling mudah dilupakan asalnya? Alat yang selalu dipakai paling mudah dilupakan asalnya, dan itulah sebab ia perlu disebut kembali.
- Kata terakhirnya berbentuk ganda, sama seperti kata terakhir di 90:8 dan kata terakhir di 90:10. Jadi tiga ayat berturut-turut ditutup dengan bentuk ganda, dan bentuk itu tidak dipakai Allah lagi di empat belas ayat berikutnya di dalam surah ini. Kesejajaran itu menandai ketiganya sebagai satu daftar. Tiga ayat yang ditutup bentuk yang sama mengikat ketiganya menjadi satu daftar tanpa kata penghubung. Alat yang selalu dipakai paling mudah dilupakan asalnya oleh orang yang memakainya tiap hari.