وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ
Dan Kami menunjukinya dua jalan?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِwa-hadaynaahu n-najdaynidan Kami menunjukinya dua jalan
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَهَدَيْنَاهُwa-hadaynaahudan Kami menunjukkannya
- النَّجْدَيْنِn-najdaynidua jalan
Inti bacaan
Kebebasan memilih arah moral: 'dan Kami menunjukinya dua jalan (mendaki)', pengakuan bahwa manusia diberi kemampuan membedakan antara kebaikan dan keburukan, kehendak bebas yang disertai kejelasan pilihan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung "(mendaki)" tidak dipakai. Kata (النَّجْدَيْنِ, an-najdayni) dibiarkan umum tanpa penambahan kata sifat yang baru dirinci secara terang di 90:11, sebab menyisipkannya akan memindahkan keterangan dari ayat berikutnya ke dalam ayat ini.
Kata (النَّجْدَيْنِ, an-najdayni) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya berarti tanah tinggi dan jalan yang jelas. Ia juga cuma dipakai di 1 ayat, yaitu ayat ini. Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan ini akar ketiga di dalam surah ini yang cuma hidup di satu ayat.
Bentuk (النَّجْدَيْنِ, an-najdayni) berbentuk ganda dan bertakrif, sehingga yang disebut tepat dua jalan yang sudah tertentu. Jadi Al-Qur'an tidak menyebut banyak jalan dan tidak menyebut satu, melainkan dua, dan bilangan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri tanpa kata bilangan.
Kata kerja (وَهَدَيْنَاهُ, wa hadaynaahu) berasal dari akar yang berarti menunjukkan jalan. Akar itu dipakai di 268 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul. Kesejajaran dengan 87:3 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama menyebut petunjuk yang menyusul penentuan ukuran.
Jadi dua surah di juz ini memakai akar yang sama untuk pemberian petunjuk, dan yang di 87:3 tidak menyebut objeknya sedangkan yang di sini menyebutnya dengan bentuk ganda. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun. Kata (النَّجْدَيْنِ, an-najdayni) di sini berbentuk ganda dan bertakrif sekaligus.
Bentuk (وَهَدَيْنَاهُ, wa hadaynaahu) berorang pertama jamak, sama seperti bentuk di 90:4 dan 90:8. Jadi tiga kata kerja di surah ini menyebut diri Yang berfirman, dan ketiganya menyangkut apa yang dikerjakan-Nya atas manusia: menciptakan, menjadikan, dan menunjuki.
Ayat ini menutup tiga ayat yang menyebut pemberian, dan yang disebut terakhir bukan anggota tubuh melainkan petunjuk. Jadi daftarnya bergerak dari alat yang bisa dilihat kepada sesuatu yang tidak berwujud, dan Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu dengan satu kata pun.
Yang diberikan di ayat ini dua jalan, bukan satu. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa manusia ditunjuki jalan yang benar saja melainkan bahwa ia diperlihatkan keduanya. Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu dengan satu kalimat pun, dan yang menandainya cuma bentuk ganda kata bendanya.
Bentuk (وَهَدَيْنَاهُ, wa hadaynaahu) memakai kata ganti objek yang menunjuk manusia, sehingga ia satu-satunya kata kerja di rangkaian ini yang menyebut objeknya di dalam katanya sendiri. Jadi dua ayat sebelumnya memakai huruf yang menyatakan bagi, dan yang di sini memakai kata ganti yang menempel.
Kata (النَّجْدَيْنِ, an-najdayni) bertakrif, sedangkan tiga pemberian di 90:8 dan 90:9 seluruhnya tidak bertakrif. Jadi cuma pemberian yang terakhir disebut sebagai yang sudah tertentu, dan Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu dengan satu kalimat pun.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa manusia telah diberi kemampuan membedakan dua jalan: kebaikan dan keburukan, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an sementara akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat.
Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan ini akar ketiga di dalam surah ini yang cuma hidup di satu ayat. Bentuknya berbentuk ganda dan bertakrif, sehingga yang disebut tepat dua jalan yang sudah tertentu.
Kata kerjanya berasal dari akar yang dipakai di 268 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul. Kesejajaran dengan 87:3 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama menyebut petunjuk yang menyusul penentuan ukuran.
Ayat ini menutup tiga ayat yang menyebut pemberian, dan yang disebut terakhir bukan anggota tubuh melainkan petunjuk. Jadi daftarnya bergerak dari alat yang bisa dilihat kepada sesuatu yang tidak berwujud.
Yang diberikan di ayat ini dua jalan, bukan satu. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa manusia ditunjuki jalan yang benar saja melainkan bahwa ia diperlihatkan keduanya, dan yang menandainya cuma bentuk ganda kata bendanya.
Bentuk kata terakhirnya berbentuk ganda dan bertakrif, sehingga yang disebut tepat dua jalan yang sudah tertentu. Jadi Al-Qur'an tidak menyebut banyak jalan dan tidak menyebut satu, melainkan dua, dan bilangan itu terbawa di dalam bentuk katanya tanpa kata bilangan.
Renungan dan Hikmah
- Yang diberikan Allah di ayat ini dua jalan, bukan satu. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa manusia ditunjuki jalan yang benar saja melainkan bahwa ia diperlihatkan keduanya. Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu dengan satu kalimat pun, dan yang menandainya cuma bentuk ganda kata bendanya yang tidak punya pembanding. Dua jalan yang diperlihatkan berbeda dari satu jalan yang ditunjukkan, dan bentuk gandanya yang menentukan.
- Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Ini akar ketiga di dalam surah ini yang cuma hidup di satu ayat sesudah akar di 90:4 dan 90:9. Jadi tiga hapax akar berdiri di dalam tujuh ayat berturut-turut, dan pemusatan itu tidak terjadi di surah mana pun di sekitarnya. Tiga hapax akar di dalam tujuh ayat berturut-turut memusatkan kelangkaan pada satu bagian surahnya. Keterangan yang sengaja ditahan satu ayat tidak boleh dimajukan tanpa merusak susunannya.
- Kata kerjanya berasal dari akar yang dipakai di 268 ayat, dan kesejajaran dengan 87:3 patut dicatat sebab di sana akar yang sama menyebut petunjuk Allah yang menyusul penentuan ukuran. Jadi dua surah di juz ini memakai akar yang sama, dan yang di 87:3 tidak menyebut objeknya sedangkan yang di sini menyebutnya dengan bentuk ganda. Dua surah yang memakai satu akar untuk petunjuk berdiri sejajar tanpa satu kalimat yang menghubungkan.
- Bentuk kata kerjanya berorang pertama jamak, sama seperti bentuk di 90:4 dan 90:8. Jadi tiga kata kerja di surah ini menyebut diri Allah, dan ketiganya menyangkut apa yang dikerjakan-Nya atas manusia: menciptakan, menjadikan, dan menunjuki. Sesudah ayat ini bentuk itu tidak dipakai lagi sampai ujung surahnya. Tiga kata kerja yang menyebut diri menaruh Yang mengerjakan di dalam kalimat, bukan di luar ceritanya. Keterangan yang sengaja ditahan satu ayat tidak boleh dimajukan tanpa merusak susunannya.
- Ayat ini menutup tiga ayat yang menyebut pemberian, dan yang disebut terakhir bukan anggota tubuh melainkan petunjuk. Jadi daftarnya bergerak dari alat yang bisa dilihat kepada sesuatu yang tidak berwujud, dan Allah tidak menandai perpindahan itu dengan satu kata pun di dalam ketiga ayatnya. Bergerak dari yang berwujud kepada yang tidak berwujud menutup daftar dengan pemberian yang paling sulit dilihat. Dua jalan yang diperlihatkan berbeda dari satu jalan yang ditunjukkan, dan bentuknya yang menentukan.
- Kata terakhirnya dibiarkan umum tanpa penambahan kata sifat yang baru dirinci secara terang di 90:11, sebab menyisipkannya akan memindahkan keterangan dari ayat berikutnya ke dalam ayat ini. Apa yang hilang dari sebuah bacaan ketika keterangan yang sengaja ditahan satu ayat justru dimajukan oleh penerjemahnya? Keterangan yang sengaja ditahan satu ayat tidak boleh dimajukan penerjemahnya tanpa merusak susunannya. Dua jalan yang diperlihatkan berbeda dari satu jalan yang ditunjukkan, dan bentuknya yang menentukan.