فَكُّ رَقَبَةٍ

Membebaskan budak,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَكُّ رَقَبَةٍfakku raqabatinmembebaskan budak

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. فَكُّfakkumelepaskan
  2. رَقَبَةٍraqabatinbudak

Inti bacaan

Definisi konkret pertama jalan mendaki: '(yaitu) membebaskan budak', tindakan nyata pembebasan dari perbudakan sebagai contoh utama perbuatan yang menuntut pengorbanan dan keberanian moral. Mulai baris ini surahnya berhenti menyanggah dan mulai menyebutkan isi, satu demi satu, sampai empat baris berikutnya habis.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung "(Yaitu)" tidak dipakai. Rangkaian (فَكُّ رَقَبَةٍ, fakku raqabatin) fragmen apositif yang menjawab pertanyaan di 90:12, dan menambahkan kata pembuka akan melonggarkan hubungan antarayat menjadi lebih longgar daripada yang tertulis.

Rangkaian (فَكُّ رَقَبَةٍ, fakku raqabatin) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akar kata pertamanya berarti melepaskan ikatan. Ia cuma dipakai di 2 ayat, yaitu 90:13 dan 98:1, sehingga ia salah satu akar yang paling jarang dipakai di seluruh Al-Qur'an.

Di 98:1 akar itu dipakai untuk orang-orang yang tidak akan terlepas dari keadaannya sampai bukti yang nyata datang kepada mereka. Jadi akar yang sama menyebut terlepasnya seseorang dari keadaan yang mengikatnya dan terlepasnya budak dari perbudakan. Kata (فَكُّ, fakku) di sini kata benda, bukan kata kerja yang menyebut peristiwa.

Kata (رَقَبَةٍ, raqabatin) berasal dari akar yang berarti mengawasi. Akar itu cuma dipakai di 20 ayat, antara lain 2:177, 4:92, 5:89, 9:60, dan 58:3. Di 2:177, 4:92, 5:89, dan 58:3 akar itu dipakai di dalam pembicaraan tentang membebaskan budak sebagai penebus atau sebagai kebajikan.

Akar yang sama juga memberi kata untuk mengawasi dan menunggu, antara lain di 9:8 dan 20:94. Jadi satu akar memikul leher, budak yang dibebaskan, dan pengawasan, dan yang menyatukannya gambaran sesuatu yang diikat atau dijaga supaya tidak lepas. Kata (رَقَبَةٍ, raqabatin) disandarkan kepadanya, dan keduanya satu satuan.

Kesejajaran dengan 2:177 patut dicatat, sebab di sana membebaskan budak disebut berdampingan dengan memberi harta kepada anak yatim dan orang miskin, sama seperti susunan di 90:13 sampai 90:16. Jadi dua tempat memakai daftar yang berdekatan isinya.

Kata (رَقَبَةٍ, raqabatin) tidak bertakrif, sehingga yang disebut seorang budak, bukan budak tertentu. Ketiadaan kata sandang itu perlu dijaga: menyebutnya sebagai yang tertentu akan mempersempit ayatnya menjadi satu peristiwa, padahal yang tertulis menyebut jenis perbuatannya.

Susunan ayat ini cuma dua kata, dan itu ayat terpendek di dalam surah ini. Jadi jawaban atas pertanyaan yang menyatakan ketidakterjangkauan ternyata sependek dua kata, dan Al-Qur'an tidak menambahkan satu keterangan pun tentang bagaimana atau kapan perbuatan itu dikerjakan. Bentuk (رَقَبَةٍ, raqabatin) tidak bertakrif, sehingga yang disebut jenisnya.

Bentuk (فَكُّ, fakku) kata benda, bukan kata kerja, sehingga yang dinyatakan perkaranya, bukan peristiwa yang sedang berlangsung. Jadi jawaban atas pertanyaan di 90:12 berupa nama perbuatan, bukan cerita tentang seseorang yang mengerjakannya.

Kata (رَقَبَةٍ, raqabatin) berbaris kasrah karena disandarkan kepada kata di depannya, sehingga keduanya terikat sebagai satu satuan. Jadi dua kata di ayat ini tidak bisa dipisahkan, dan itulah sebab ayat terpendek di surah ini tetap utuh maknanya.

Tafsiran

Ayat ini merinci jalan mendaki tersebut: membebaskan seseorang dari perbudakan, dan rangkaiannya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akar kata pertamanya cuma dipakai di 2 ayat, yaitu 90:13 dan 98:1.

Di 98:1 akar itu dipakai untuk orang-orang yang tidak akan terlepas dari keadaannya sampai bukti yang nyata datang kepada mereka. Jadi akar yang sama menyebut terlepasnya seseorang dari keadaan yang mengikatnya dan terlepasnya budak dari perbudakan.

Kata keduanya berasal dari akar yang cuma dipakai di 20 ayat, antara lain 2:177, 4:92, 5:89, 9:60, dan 58:3. Di 2:177, 4:92, 5:89, dan 58:3 akar itu dipakai di dalam pembicaraan tentang membebaskan budak sebagai penebus atau sebagai kebajikan.

Akar yang sama juga memberi kata untuk mengawasi dan menunggu, antara lain di 9:8 dan 20:94. Jadi satu akar memikul leher, budak yang dibebaskan, dan pengawasan, dan yang menyatukannya gambaran sesuatu yang diikat atau dijaga supaya tidak lepas.

Susunan ayat ini cuma dua kata, dan itu ayat terpendek di dalam surah ini. Jadi jawaban atas pertanyaan yang menyatakan ketidakterjangkauan ternyata sependek dua kata.

Kesejajaran dengan 2:177 patut dicatat, sebab di sana membebaskan budak disebut berdampingan dengan memberi harta kepada anak yatim dan orang miskin, sama seperti susunan di 90:13 sampai 90:16. Jadi dua tempat memakai daftar yang berdekatan isinya.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian di ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akar kata pertamanya cuma dipakai di 2 ayat, yaitu 90:13 dan 98:1. Di 98:1 akar itu dipakai Allah untuk orang-orang yang tidak akan terlepas dari keadaannya sampai bukti yang nyata datang. Jadi akar yang sama menyebut terlepasnya seseorang dari keadaan yang mengikatnya dan terlepasnya budak dari perbudakan. Akar yang menyebut terlepasnya seseorang dari keadaan dan terlepasnya budak berbagi satu gambaran.
  • Akar kata keduanya cuma dipakai di 20 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk mengawasi dan menunggu, antara lain di 9:8 dan 20:94. Jadi satu akar memikul leher, budak yang dibebaskan, dan pengawasan, dan yang menyatukannya gambaran sesuatu yang diikat atau dijaga supaya tidak lepas dari genggaman. Leher, budak yang dibebaskan, dan pengawasan berbagi satu akar lewat gambaran sesuatu yang diikat. Menaruh pembebasan manusia paling depan menempatkan hubungan antarmanusia sebelum yang lain.
  • Kesejajaran dengan 2:177 patut dicatat, sebab di sana membebaskan budak disebut Allah berdampingan dengan memberi harta kepada anak yatim dan orang miskin, sama seperti susunan di 90:13 sampai 90:16. Jadi dua tempat memakai daftar yang berdekatan isinya, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun. Dua tempat yang memakai daftar berdekatan isinya berdiri sejajar tanpa satu kalimat yang menghubungkan. Leher, budak yang dibebaskan, dan pengawasan berbagi satu akar lewat gambaran sesuatu yang diikat.
  • Susunan ayat ini cuma dua kata, dan itu ayat terpendek di dalam surah ini. Jadi jawaban atas pertanyaan yang menyatakan ketidakterjangkauan ternyata sependek dua kata, dan Allah tidak menambahkan satu keterangan pun tentang bagaimana atau kapan perbuatan itu dikerjakan. Jawaban sependek dua kata menuntut pembacanya menimbang tiap katanya, sebab tidak ada penyangga di dalamnya. Leher, budak yang dibebaskan, dan pengawasan berbagi satu akar lewat gambaran sesuatu yang diikat.
  • Kata keduanya tidak bertakrif, sehingga yang disebut seorang budak, bukan budak tertentu. Ketiadaan kata sandang itu perlu dijaga: menyebutnya sebagai yang tertentu akan mempersempit ayatnya menjadi satu peristiwa, padahal yang tertulis menyebut jenis perbuatannya yang berlaku bagi siapa pun. Menyebut jenis perbuatan alih-alih satu peristiwa menjaga ayatnya berlaku bagi siapa pun yang membacanya. Menaruh pembebasan manusia paling depan menempatkan hubungan antarmanusia sebelum yang lain.
  • Yang disebut Allah pertama sebagai isi jalan mendaki bukan ibadah dan bukan pengakuan melainkan membebaskan seorang manusia dari genggaman manusia lain. Apa yang membuat perbuatan itu ditaruh paling depan, mendahului memberi makan yang disebut di 90:14 dan mendahului iman yang disebut di 90:17? Menaruh pembebasan manusia paling depan menempatkan hubungan antarmanusia sebelum hubungan lain mana pun. Leher, budak yang dibebaskan, dan pengawasan berbagi satu akar lewat gambaran sesuatu yang diikat.