أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ
Atau orang miskin yang berkubang debu.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍaw miskiinan dzaa matrabatinatau orang miskin yang berkubang debu
Terjemahan per kata (4 kata)
- أَوْawatau
- مِسْكِينًاmiskiinanorang miskin
- ذَاdzaayang
- مَتْرَبَةٍmatrabatinkemiskinan
Inti bacaan
Perluasan penerima bantuan: 'atau orang miskin yang berkubang debu (papa)', deskripsi kemiskinan ekstrem yang menegaskan tingkat keparahan kondisi yang perlu direspons dengan kepedulian nyata.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung "(papa)" tidak dipakai. Kata (مَتْرَبَةٍ, matrabatin) berdiri sendiri sebagai keterangan bagi orang miskin, dan menambahkan kata sifat yang menerangkan keadaannya akan menumpuk keterangan yang tidak ada di dalam Arabnya.
Kata (مَتْرَبَةٍ, matrabatin) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti tanah dan debu. Ia cuma dipakai di 22 ayat, antara lain 3:59, 18:37, 22:5, 78:40, dan 86:7. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu memberi kata untuk tanah atau debu.
Kesejajaran dengan 86:7 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama menyebut tulang dada, bukan tanah. Jadi akar yang hampir selalu menyebut tanah dipakai untuk bagian tubuh di satu surah dan untuk keadaan orang miskin di surah ini, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Kata (مَتْرَبَةٍ, matrabatin) di sini menyifati orang miskin, bukan menyebut tanah.
Di 3:59 dan 22:5 akar itu dipakai untuk tanah sebagai asal penciptaan manusia, dan di 78:40 untuk orang kafir yang berharap menjadi tanah. Jadi akar yang sama menyebut asal manusia, harapan yang paling putus asa, dan keadaan orang yang paling papa. Kata (مِسْكِينًا, miskiinan) mendahuluinya, dan keduanya terikat sebagai satu satuan.
Kata (مِسْكِينًا, miskiinan) berasal dari akar yang berarti diam dan tenang. Akar itu dipakai di 66 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk tempat tinggal dan untuk ketenangan, antara lain di 6:96 dan 9:26. Kesejajaran dengan 89:18 patut dicatat, sebab surah tetangga itu memakai kata seakar di dalam teguran.
Kata (مِسْكِينًا, miskiinan) tidak bertakrif, sama seperti kata pertama di 90:15 dan berbeda dari bentuk bertakrif yang dipakai di 69:34, 89:18, dan 107:3. Jadi tiga surah memakai bentuk bertakrif dan surah ini memakai bentuk tak bertakrif.
Kata (أَوْ, aw) huruf pilihan, sama seperti huruf di awal 90:14. Jadi dua huruf pilihan di surah ini membagi rinciannya menjadi cabang-cabang, dan yang di sini membagi antara anak yatim yang kerabat dan orang miskin yang berdebu.
Ayat ini menutup rincian penerima pemberian, dan sesudahnya 90:17 menambahkan syarat yang bukan lagi tentang harta. Jadi Al-Qur'an merinci perbuatan lebih dulu dan menyebut iman belakangan, dan urutan itu tidak diterangkan dengan satu kalimat pun di dalam surahnya.
Bentuk (مِسْكِينًا, miskiinan) berbaris fathah, sama seperti kata pertama di 90:15. Jadi dua penerima pemberian disebut dengan baris yang sama, dan keduanya menjadi objek bagi satu kata benda yang disebut sekali saja di 90:14.
Kata (ذَا, dzaa) diulang dari 90:15, sehingga ia muncul dua kali di dua ayat berturut-turut. Jadi dua penerima pemberian sama-sama diterangkan dengan rangka kepemilikan yang sama, dan yang berbeda cuma apa yang dimiliki keduanya.
Tafsiran
Ayat ini menutup rincian penerima pemberian dengan orang miskin yang hidup dalam kesengsaraan, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya cuma dipakai di 22 ayat, antara lain 3:59, 18:37, 22:5, 78:40, dan 86:7.
Di sebagian besar pemakaiannya akar itu memberi kata untuk tanah atau debu. Kesejajaran dengan 86:7 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama menyebut tulang dada, bukan tanah.
Di 3:59 dan 22:5 akar itu dipakai untuk tanah sebagai asal penciptaan manusia, dan di 78:40 untuk orang kafir yang berharap menjadi tanah. Jadi akar yang sama menyebut asal manusia, harapan yang paling putus asa, dan keadaan orang yang paling papa.
Kata keduanya berasal dari akar yang dipakai di 66 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk tempat tinggal dan untuk ketenangan, antara lain di 6:96 dan 9:26. Kesejajaran dengan 89:18 patut dicatat, sebab surah tetangga itu memakai kata seakar di dalam teguran.
Ayat ini menutup rincian penerima pemberian, dan sesudahnya 90:17 menambahkan syarat yang bukan lagi tentang harta. Jadi Al-Qur'an merinci perbuatan lebih dulu dan menyebut iman belakangan.
Kata pertamanya huruf pilihan, sama seperti huruf di awal 90:14. Jadi dua huruf pilihan di surah ini membagi rinciannya menjadi cabang-cabang, dan yang di sini membagi antara anak yatim yang kerabat dan orang miskin yang berdebu.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya cuma dipakai di 22 ayat, antara lain 3:59, 18:37, 22:5, 78:40, dan 86:7. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu memberi kata untuk tanah atau debu. Jadi akar yang hampir selalu menyebut tanah, di sini dipakai Allah untuk keadaan orang yang paling papa. Akar yang hampir selalu menyebut tanah dipakai untuk keadaan orang yang paling papa tanpa satu keterangan. Merinci perbuatan sebelum menyebut kepercayaan membalik urutan yang biasa dipakai orang.
- Di 3:59 dan 22:5 akar kata terakhirnya dipakai untuk tanah sebagai asal penciptaan manusia oleh Allah, dan di 78:40 untuk orang kafir yang berharap menjadi tanah. Jadi akar yang sama menyebut asal manusia, harapan yang paling putus asa, dan keadaan orang yang paling papa di dunia. Asal manusia, harapan yang paling putus asa, dan kepapaan berbagi satu akar yang jarang dipakai. Asal manusia dan kepapaan yang paling dalam berbagi satu akar yang jarang dipakai.
- Kesejajaran dengan 86:7 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama menyebut tulang dada, bukan tanah. Jadi akar yang hampir selalu menyebut tanah dipakai Allah untuk bagian tubuh di satu surah dan untuk keadaan orang miskin di surah ini, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun. Dua surah yang memakai satu akar untuk dua hal berjauhan berdiri sejajar tanpa satu kalimat penghubung. Merinci perbuatan sebelum menyebut kepercayaan membalik urutan yang biasa dipakai orang.
- Kata pertamanya huruf pilihan, sama seperti huruf di awal 90:14. Jadi dua huruf pilihan di surah ini membagi rincian Allah menjadi cabang-cabang, dan yang di sini membagi antara anak yatim yang kerabat dan orang miskin yang berdebu. Jadi yang dituntut bukan seluruhnya sekaligus melainkan salah satunya. Dua huruf pilihan yang membagi daftar menjadi cabang menyatakan bahwa yang dituntut bukan seluruhnya. Merinci perbuatan sebelum menyebut kepercayaan membalik urutan yang biasa dipakai orang.
- Kata keduanya tidak bertakrif, sama seperti kata pertama di 90:15 dan berbeda dari bentuk bertakrif yang dipakai Allah di 69:34, 89:18, dan 107:3. Jadi tiga surah memakai bentuk bertakrif dan surah ini memakai bentuk tak bertakrif, sehingga yang di sini menyebut jenisnya, bukan yang sudah dikenal. Penakrifan yang berbeda di empat surah menandai bahwa yang dipilih tiap kali sesuai kedudukannya di kalimat. Asal manusia dan kepapaan yang paling dalam berbagi satu akar yang jarang dipakai.
- Ayat ini menutup rincian penerima pemberian, dan sesudahnya 90:17 menambahkan syarat yang bukan lagi tentang harta. Jadi Allah merinci perbuatan lebih dulu dan menyebut iman belakangan. Apa yang dinyatakan sebuah susunan ketika perbuatan disebut empat ayat lebih dulu daripada kepercayaan yang mendasarinya? Merinci perbuatan sebelum menyebut kepercayaan membalik urutan yang biasa dipakai orang menyusun syarat. Asal manusia dan kepapaan yang paling dalam berbagi satu akar yang jarang dipakai.