أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ
Mereka itulah golongan kanan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِulaa'ika ash-haabu l-maymanatimereka itulah golongan kanan
Terjemahan per kata (3 kata)
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- أَصْحَابُash-haabupenghuni
- الْمَيْمَنَةِl-maymanatisebelah kanan
Inti bacaan
Klasifikasi hasil positif: 'mereka itulah golongan kanan', penegasan bahwa kombinasi amal konkret dan komunitas yang saling mendukung membawa pada status yang diberkahi.
Penjelasan pilihan kata
Kata tunjuk (أُولَٰئِكَ, ulaa-ika) menunjuk yang jauh dan berbentuk jamak, dikonfirmasi morfologi, sehingga diterjemahkan "mereka itulah" dan draf sudah tepat pada bagian itu. Bentuk jamak itu menandai bahwa yang ditunjuk banyak orang, sedangkan seluruh bagian sebelumnya berbicara tentang satu orang.
Kata (الْمَيْمَنَةِ, al-maymanati) muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 56:8 dan 90:18. Akarnya berarti kanan dan berkah. Ia dipakai di 63 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk tangan kanan dan untuk sumpah, antara lain di 2:224 dan 69:19.
Di 56:8 kata yang sama dipakai di dalam susunan yang mengulangnya dua kali dalam satu ayat, sedangkan di sini ia disebut sekali. Jadi dua surah memakai kata yang sama dengan dua cara yang berbeda, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun. Kata (الْمَيْمَنَةِ, al-maymanati) di sini disebut sekali, berbeda dari 56:8 yang mengulangnya.
Kesejajaran dengan 56:8 dan 56:9 patut dicatat lebih jauh, sebab di sana kedua golongan disebut di dua ayat berturut-turut, sama seperti di sini dan di 90:19. Jadi dua surah menyebut pasangan yang sama di dua ayat yang bersambungan.
Kata (أَصْحَابُ, ash-haabu) berasal dari akar yang berarti menemani. Akar itu dipakai di 97 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk sahabat dan untuk yang menyertai, antara lain di 9:40 dan 18:37. Jadi yang dinamai bukan pemilik melainkan yang menyertai atau yang menghuni.
Bentuk (الْمَيْمَنَةِ, al-maymanati) berpola tempat, sehingga ia menyebut sisi kanan sebagai tempat, bukan tangan kanan sebagai anggota tubuh. Jadi golongan itu dinamai dengan menyebut di mana mereka berada, dan Al-Qur'an tidak menerangkan penamaan itu.
Ayat ini berpindah dari bentuk tunggal ke bentuk jamak tanpa satu kata pun yang menandainya. Seluruh ayat dari 90:5 sampai 90:17 berbicara tentang satu orang, dan mulai ayat ini pembicaraannya menjadi tentang banyak orang. Jadi perpindahan itu terjadi tiba-tiba. Kata (أَصْحَابُ, ash-haabu) mendahuluinya, dan keduanya terikat sebagai satu satuan.
Susunan ayat ini cuma tiga kata, dan ia berdiri tepat sesudah ayat terpanjang di dalam surahnya. Jadi ayat terpendek kedua berdiri berdampingan dengan yang terpanjang, dan Al-Qur'an tidak menandai perbedaan panjang itu dengan satu kata pun. Bentuk (الْمَيْمَنَةِ, al-maymanati) berpola tempat, sama seperti bentuk di 90:19.
Kata (أُولَٰئِكَ, ulaa-ika) menunjuk yang jauh, sedangkan kata tunjuk di 90:1 dan 90:2 menunjuk yang dekat. Jadi surah ini memakai dua jenis kata tunjuk: yang dekat untuk negeri yang dihuni, dan yang jauh untuk golongan yang disebut di ujungnya.
Bentuk (أَصْحَابُ, ash-haabu) berbaris dammah karena menjadi berita bagi kata tunjuk di depannya, dan bentuk yang sama diulang di 90:19. Jadi dua ayat berturut-turut memakai kata yang sama pada kedudukan yang sama, dan yang berbeda cuma kata sesudahnya.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa mereka yang memenuhi seluruh syarat tersebut termasuk golongan kanan, dan kata terakhirnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 56:8 dan 90:18.
Akarnya dipakai di 63 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk tangan kanan dan untuk sumpah, antara lain di 2:224 dan 69:19. Di 56:8 kata yang sama dipakai di dalam susunan yang mengulangnya dua kali dalam satu ayat, sedangkan di sini ia disebut sekali.
Kesejajaran dengan 56:8 dan 56:9 patut dicatat lebih jauh, sebab di sana kedua golongan disebut di dua ayat berturut-turut, sama seperti di sini dan di 90:19. Jadi dua surah menyebut pasangan yang sama di dua ayat yang bersambungan.
Kata keduanya berasal dari akar yang dipakai di 97 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk sahabat dan untuk yang menyertai, antara lain di 9:40 dan 18:37. Jadi yang dinamai bukan pemilik melainkan yang menyertai atau yang menghuni.
Ayat ini berpindah dari bentuk tunggal ke bentuk jamak tanpa satu kata pun yang menandainya. Seluruh ayat dari 90:5 sampai 90:17 berbicara tentang satu orang, dan mulai ayat ini pembicaraannya menjadi tentang banyak orang.
Susunan ayat ini cuma tiga kata, dan ia berdiri tepat sesudah ayat terpanjang di dalam surahnya. Jadi ayat yang sangat pendek berdiri berdampingan dengan yang terpanjang, dan Al-Qur'an tidak menandai perbedaan panjang itu dengan satu kata pun.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 56:8 dan 90:18. Kesejajaran dengan 56:8 dan 56:9 patut dicatat, sebab di sana kedua golongan disebut Allah di dua ayat berturut-turut, sama seperti di sini dan di 90:19. Jadi dua surah menyebut pasangan yang sama di dua ayat yang bersambungan. Dua surah yang menyebut pasangan golongan di dua ayat berturut-turut berdiri sejajar tanpa saling menyebut. Berpindah dari tunggal ke jamak tanpa penanda menuntut pembacanya menyadari sendiri pergantiannya.
- Akar kata terakhirnya dipakai di 63 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk tangan kanan dan untuk sumpah, antara lain di 2:224 dan 69:19. Jadi satu akar memikul sisi kanan, tangan kanan, dan sumpah yang diucapkan. Yang menyatukan seluruhnya tangan yang diangkat ketika seseorang bersumpah di hadapan Allah. Sisi kanan, tangan kanan, dan sumpah berbagi satu akar lewat tangan yang diangkat ketika bersumpah. Berpindah dari tunggal ke jamak tanpa penanda menuntut pembacanya menyadari sendiri pergantiannya.
- Kata keduanya berasal dari akar yang dipakai di 97 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk sahabat dan untuk yang menyertai, antara lain di 9:40 dan 18:37. Jadi yang dinamai Allah bukan pemilik melainkan yang menyertai atau yang menghuni, dan perbedaan itu perlu dijaga di dalam terjemahannya. Menyebut yang menyertai alih-alih yang memiliki mengubah hubungan antara golongan dan tempatnya. Menamai golongan lewat letaknya berbeda dari menamainya lewat sifat yang melekat padanya.
- Bentuk kata terakhirnya berpola tempat, sehingga ia menyebut sisi kanan sebagai tempat, bukan tangan kanan sebagai anggota tubuh. Jadi golongan itu dinamai Allah dengan menyebut di mana mereka berada. Apa yang dinyatakan sebuah nama ketika yang dipakai menamai sebuah golongan bukan sifatnya melainkan letaknya? Menamai golongan lewat letaknya berbeda dari menamainya lewat sifatnya, dan yang pertama lebih terbuka.
- Ayat ini berpindah dari bentuk tunggal ke bentuk jamak tanpa satu kata pun yang menandainya. Seluruh ayat dari 90:5 sampai 90:17 berbicara tentang satu orang, dan mulai ayat ini pembicaraan Allah menjadi tentang banyak orang. Jadi perpindahan itu terjadi tiba-tiba, dan pembacanya sendiri yang harus menyadarinya. Berpindah dari tunggal ke jamak tanpa penanda menuntut pembacanya menyadari sendiri pergantiannya. Menamai golongan lewat letaknya berbeda dari menamainya lewat sifat yang melekat padanya.
- Susunan ayat ini cuma tiga kata, dan ia berdiri tepat sesudah ayat terpanjang di dalam surahnya. Jadi ayat yang sangat pendek berdiri berdampingan dengan yang terpanjang, dan Allah tidak menandai perbedaan panjang itu dengan satu kata pun. Perbedaan sekasar itu terasa pada bacaannya, bukan pada isinya. Ayat sangat pendek yang berdampingan dengan yang terpanjang membuat perbedaannya terasa pada bacaannya. Menamai golongan lewat letaknya berbeda dari menamainya lewat sifat yang melekat padanya.