بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا

Demi matahari dan cahaya paginya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَاwa-sy-syamsi wa-dhuhaahaademi matahari dan cahaya paginya

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَالشَّمْسِwa-sy-syamsidemi matahari
  2. وَضُحَاهَاwa-dhuhaahaadan waktu duhanya

Inti bacaan

Pembukaan Ash-Shams dengan sumpah demi matahari: 'demi matahari dan cahaya paginya', penggunaan sumber cahaya utama dan momen kemunculannya sebagai objek sumpah pembuka yang megah.

Penjelasan pilihan kata

Basmalah pada arab ayat pertama mengikuti konvensi baku proyek, tidak dijadikan segmen terjemahan bertahap tersendiri. Kata (وَضُحَاهَا, wa-dhuhaahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti matahari sepenggalah naik. Ia dipakai di 7 ayat, yaitu 7:98, 20:59, 20:119, 79:29, 79:46, 91:1, dan 93:1.

Di 93:1 akar yang sama berdiri sebagai isi sumpah juga, dan di sana ia berdiri sendiri tanpa disandingkan dengan apa pun. Di sini (وَضُحَاهَا, wa-dhuhaahaa) disandingkan dengan mataharinya dan disebut sebagai miliknya. Jadi dua surah memakai satu akar untuk maksud yang sama dengan dua cara yang berbeda, dan yang di sini menyebutkan sumbernya lebih dulu.

Kata (وَضُحَاهَا, wa-dhuhaahaa) memuat kata ganti kepemilikan perempuan yang menunjuk kembali kepada mataharinya. Kepemilikan itu berulang di enam ayat berikutnya, yaitu pada kata terakhir 91:2 sampai 91:7, dan seluruhnya memakai kata ganti yang sama bunyinya. Jadi tujuh ayat pertama surah ini ditutup oleh bunyi yang sama tujuh kali berturut-turut.

Sumpah di surah ini berlangsung tujuh ayat, dan itu yang terpanjang di antara surah-surah pendek yang dibuka sumpah. Di 100:1 sampai 100:5 sumpahnya lima ayat, di 95:1 sampai 95:3 tiga ayat, dan di 93:1 sampai 93:2 dua ayat. Jadi surah ini menahan jawabannya paling lama di antara keempatnya.

Yang disumpahkan di tujuh ayat itu juga tersusun berpasangan. Matahari dan bulan, siang dan malam, langit dan bumi, lalu jiwa berdiri sendirian di ujungnya. Jadi enam yang pertama berpasang-pasangan dan yang ketujuh tidak punya pasangan. Al-Qur'an tidak menyatakan susunan itu dengan satu kalimat pun, dan yang bisa dicatat cuma bahwa yang tidak berpasangan itulah yang menjadi pokok pembicaraan di 91:8 sampai 91:10.

Kata (وَضُحَاهَا, wa-dhuhaahaa) memuat kata ganti kepemilikan perempuan yang menunjuk kembali kepada mataharinya. Kepemilikan itu berulang di enam ayat berikutnya, yaitu pada kata terakhir 91:2 sampai 91:7, dan seluruhnya memakai kata ganti yang sama bunyinya. Jadi tujuh ayat pertama surah ini ditutup oleh bunyi yang sama tujuh kali berturut-turut, dan pengulangan bunyi itu mengikat ketujuhnya menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipecah.

Yang disumpahkan di tujuh ayat itu juga tersusun berpasangan: matahari dan bulan, siang dan malam, langit dan bumi, lalu jiwa berdiri sendirian di ujungnya. Jadi enam yang pertama berpasang-pasangan dan yang ketujuh tidak punya pasangan. Al-Qur'an tidak menyatakan susunan itu dengan satu kalimat pun, dan yang bisa dicatat cuma bahwa yang tidak berpasangan itulah yang menjadi pokok pembicaraan di 91:8 sampai 91:10.

Tafsiran

Ayat ini membuka surah dengan sumpah demi matahari dan cahaya paginya, dan kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 7 ayat, yaitu 7:98, 20:59, 20:119, 79:29, 79:46, 91:1, dan 93:1.

Di 93:1 akar yang sama berdiri sebagai isi sumpah juga, dan di sana ia berdiri sendiri tanpa disandingkan dengan apa pun. Di sini ia disandingkan dengan mataharinya dan disebut sebagai miliknya. Jadi dua surah memakai satu akar untuk maksud yang sama dengan dua cara yang berbeda.

Sumpah di surah ini berlangsung tujuh ayat, dan itu yang terpanjang di antara surah-surah pendek yang dibuka sumpah. Di 100:1 sampai 100:5 sumpahnya lima ayat, di 95:1 sampai 95:3 tiga ayat, dan di 93:1 sampai 93:2 dua ayat. Surah ini menahan jawabannya paling lama di antara keempatnya.

Yang disumpahkan di tujuh ayat itu tersusun berpasangan: matahari dan bulan, siang dan malam, langit dan bumi, lalu jiwa berdiri sendirian di ujungnya. Jadi enam yang pertama berpasang-pasangan dan yang ketujuh tidak punya pasangan. Al-Qur'an tidak menyatakan susunan itu dengan satu kalimat pun, dan yang bisa dicatat cuma bahwa yang tidak berpasangan itulah yang menjadi pokok pembicaraan di 91:8 sampai 91:10. Allah menahan jawabannya paling lama di surah ini, dan yang ditahan lama jatuh paling berat.

Renungan dan Hikmah

  • Sumpah di surah ini berlangsung tujuh ayat, dan itu yang terpanjang di antara surah-surah pendek yang dibuka sumpah. Di 100:1 sampai 100:5 sumpahnya lima ayat, di 95:1 sampai 95:3 tiga ayat, dan di 93:1 sampai 93:2 dua ayat. Jadi Allah menahan jawabannya paling lama di surah ini, dan yang ditahan selama tujuh ayat jatuh paling berat ketika akhirnya datang. Allah menahan jawabannya paling lama di surah ini, dan yang ditahan lama jatuh paling berat. Allah menahan jawabannya paling lama di surah ini, dan yang ditahan lama jatuh paling berat.
  • Yang disumpahkan tersusun berpasangan: matahari dan bulan, siang dan malam, langit dan bumi, lalu jiwa berdiri sendirian di ujungnya. Jadi enam yang pertama berpasang-pasangan dan yang ketujuh tidak punya pasangan. Allah tidak menyatakan susunan itu dengan satu kalimat pun, dan yang tidak berpasangan itulah yang menjadi pokok pembicaraan di tiga ayat sesudahnya. Allah menahan jawabannya paling lama di surah ini, dan yang ditahan lama jatuh paling berat.
  • Akar kata kedua dipakai di 7 ayat, yaitu 7:98, 20:59, 20:119, 79:29, 79:46, 91:1, dan 93:1. Di 93:1 Allah memakainya sebagai isi sumpah juga, dan di sana ia berdiri sendiri tanpa disandingkan dengan apa pun. Di sini ia disandingkan dengan mataharinya dan disebut sebagai miliknya, sehingga sumbernya disebut lebih dulu. Allah menahan jawabannya paling lama di surah ini, dan yang ditahan lama jatuh paling berat.
  • Kata kedua memuat kata ganti kepemilikan yang menunjuk kembali kepada mataharinya. Kepemilikan itu berulang di enam ayat berikutnya, dan seluruhnya memakai kata ganti yang sama bunyinya. Jadi tujuh ayat pertama surah ini ditutup Allah oleh bunyi yang sama tujuh kali berturut-turut, dan pengulangan bunyi itu mengikat ketujuhnya menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipecah. Allah menahan jawabannya paling lama di surah ini, dan yang ditahan lama jatuh paling berat.
  • Kata kedua memuat kata ganti kepemilikan, sehingga yang disumpahkan bukan cahaya pagi mana pun melainkan cahaya pagi yang menjadi milik matahari itu. Jadi Allah menyumpahkan bendanya dan sekaligus apa yang keluar darinya. Yang disebut bukan dua hal yang terpisah melainkan satu benda beserta yang dipancarkannya, dan keduanya tidak bisa dipisahkan satu dari yang lain. Allah menahan jawabannya paling lama di surah ini, dan yang ditahan lama jatuh paling berat.
  • Yang disumpahkan pertama kali matahari, benda paling terang yang bisa dilihat manusia. Sesudahnya menyusul bulan, siang, dan malam, yang seluruhnya bergantung pada ada atau tidaknya cahaya itu. Jadi Allah menaruh sumbernya di depan dan yang bergantung kepadanya di belakang. Apa yang menentukan urutan sebuah daftar, kalau bukan hubungan antara yang satu dan yang lain? Allah menahan jawabannya paling lama di surah ini, dan yang ditahan lama jatuh paling berat.