وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا

Demi bulan apabila mengiringinya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَاwa-l-qamari idzaa talaahaademi bulan apabila mengiringinya

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَالْقَمَرِwa-l-qamaridan demi bulan
  2. إِذَاidzaaapabila
  3. تَلَاهَاtalaahaamengiringinya

Inti bacaan

Sumpah demi bulan yang mengikuti: 'demi bulan apabila mengiringinya', kelanjutan citra kosmik dengan benda langit kedua yang mengikuti pola matahari, keteraturan siklus yang saling terkait.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (تَلَاهَا, talaahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti mengikuti dan membaca. Ia dipakai di 61 ayat, antara lain 2:44, 2:121, 3:58, 10:61, dan 29:45. Di hampir seluruh pemakaiannya akar itu berarti membaca atau membacakan, dan cuma di sini ia dipakai untuk mengiringi atau menyusul.

Jadi akar yang di seluruh Al-Qur'an hampir selalu menyebut pembacaan, di sini dipakai pada (تَلَاهَا, talaahaa) untuk bulan yang menyusul matahari. Kedua makna itu bertetangga di dalam bahasa Arab, sebab membaca berarti mengikuti barisan huruf satu per satu. Al-Qur'an tidak menunjuk kesejajaran itu dengan satu kalimat pun.

Kata (إِذَا, idzaa) di tengah ayat menandai waktu yang pasti datang, bukan pengandaian. Susunan yang menyertakan keadaan seperti itu dipakai di 91:2, 91:3, dan 91:4, sedangkan tiga ayat berikutnya memakai susunan yang berbeda. Jadi tujuh ayat sumpah ini terbagi menjadi dua bagian menurut susunannya.

Kata (وَالْقَمَرِ, wa-l-qamari) bertakrif, sama seperti kata untuk matahari di 91:1. Ketertentuan itu berlaku pada keenam benda dan waktu yang disumpahkan di 91:1 sampai 91:6, dan baru terputus di 91:7 pada (وَنَفْسٍ, wa-nafsin) yang tidak bertakrif. Jadi enam yang pertama disebut sebagai yang sudah dikenal, dan yang ketujuh tidak.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut mengiringi dalam hal apa, tidak disebut berapa lama, dan tidak disebut apa akibatnya. Yang disebut cuma bahwa ia mengiringi. Sebuah gambaran yang menyebut hubungan tanpa menyebut isinya menyerahkan pengisiannya kepada pembacanya, dan yang paling mudah dibayangkan hubungan cahaya antara keduanya.

Kata (وَالْقَمَرِ, wa-l-qamari) bertakrif, sama seperti kata untuk matahari di 91:1. Ketertentuan itu berlaku pada keenam benda dan waktu yang disumpahkan di 91:1 sampai 91:6, dan baru terputus di 91:7 pada kata untuk jiwa yang tidak bertakrif. Jadi enam yang pertama disebut sebagai yang sudah dikenal, dan yang ketujuh tidak, dan yang ketujuh itulah pokok pembicaraannya.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut mengiringi dalam hal apa, tidak disebut berapa lama, dan tidak disebut apa akibatnya. Yang disebut cuma bahwa ia mengiringi. Sebuah gambaran yang menyebut hubungan tanpa menyebut isinya menyerahkan pengisiannya kepada pembacanya, dan yang paling mudah dibayangkan hubungan cahaya antara keduanya. Yang di belakang tidak mengambil tempat yang di depan, dan Allah menyusun keduanya berurutan. Yang di belakang tidak mengambil tempat yang di depan, dan Allah menyusun keduanya berurutan.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan sumpah dengan bulan yang mengiringi, dan kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 61 ayat, dan di hampir seluruh pemakaiannya ia berarti membaca atau membacakan.

Jadi akar yang di seluruh Al-Qur'an hampir selalu menyebut pembacaan, di sini dipakai untuk bulan yang menyusul matahari. Kedua makna itu bertetangga di dalam bahasa Arab, sebab membaca berarti mengikuti barisan huruf satu per satu. Al-Qur'an tidak menunjuk kesejajaran itu dengan satu kalimat pun.

Kata penanda waktu di tengah ayat menandai waktu yang pasti datang, bukan pengandaian. Susunan yang menyertakan keadaan seperti itu dipakai di 91:2, 91:3, dan 91:4, sedangkan tiga ayat berikutnya memakai susunan yang berbeda. Jadi tujuh ayat sumpah ini terbagi menjadi dua bagian menurut susunannya.

Kata untuk bulan bertakrif, sama seperti kata untuk matahari di 91:1. Ketertentuan itu berlaku pada keenam benda dan waktu yang disumpahkan di 91:1 sampai 91:6, dan baru terputus di 91:7 pada kata untuk jiwa yang tidak bertakrif. Jadi enam yang pertama disebut sebagai yang sudah dikenal, dan yang ketujuh tidak. Yang di belakang tidak mengambil tempat yang di depan, dan Allah menyusun keduanya berurutan.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata kerja di ayat ini dipakai di 61 ayat, antara lain 2:44, 2:121, 3:58, 10:61, dan 29:45. Di hampir seluruh pemakaiannya akar itu berarti membaca atau membacakan, dan cuma di sini ia dipakai untuk mengiringi. Kedua makna itu bertetangga di dalam bahasa Arab, sebab membaca berarti mengikuti barisan huruf satu per satu. Yang di belakang tidak mengambil tempat yang di depan, dan Allah menyusun keduanya berurutan. Yang di belakang tidak mengambil tempat yang di depan, dan Allah menyusun keduanya berurutan.
  • Kata penanda waktu di tengah ayat dipakai di 91:2, 91:3, dan 91:4, sedangkan tiga ayat berikutnya memakai susunan yang berbeda. Jadi tujuh ayat sumpah ini terbagi menjadi dua bagian menurut susunannya: tiga yang memakai penanda keadaan, dan tiga yang memakai penyebutan pembuatnya. Allah tidak menyatakan pembagian itu dengan satu kalimat pun. Yang di belakang tidak mengambil tempat yang di depan, dan Allah menyusun keduanya berurutan. Yang di belakang tidak mengambil tempat yang di depan, dan Allah menyusun keduanya berurutan.
  • Kata untuk bulan bertakrif, sama seperti kata untuk matahari di 91:1. Ketertentuan itu berlaku pada keenam benda dan waktu yang disumpahkan di 91:1 sampai 91:6, dan baru terputus di 91:7 pada kata untuk jiwa yang tidak bertakrif. Jadi enam yang pertama disebut sebagai yang sudah dikenal, dan yang ketujuh tidak, dan yang ketujuh itulah pokok pembicaraannya. Yang di belakang tidak mengambil tempat yang di depan, dan Allah menyusun keduanya berurutan.
  • Kata kerja yang dipakai Allah berarti mengiringi atau menyusul, bukan menandingi atau menggantikan. Jadi hubungan antara keduanya bukan hubungan bersaing melainkan hubungan berurutan. Yang di belakang tidak mengambil tempat yang di depan, dan yang di depan tidak menghapus yang di belakang. Keduanya berjalan pada jalurnya masing-masing tanpa satu pun berhenti. Yang di belakang tidak mengambil tempat yang di depan, dan Allah menyusun keduanya berurutan.
  • Allah tidak menyebutkan mengiringi dalam hal apa, tidak menyebutkan berapa lama, dan tidak menyebutkan apa akibatnya. Yang disebut cuma bahwa ia mengiringi. Sebuah gambaran yang menyebut hubungan tanpa menyebut isinya menyerahkan pengisiannya kepada pembacanya. Apa yang paling mudah dibayangkan seseorang tentang hubungan antara dua benda yang tidak pernah bertemu? Yang di belakang tidak mengambil tempat yang di depan, dan Allah menyusun keduanya berurutan.
  • Yang disumpahkan di ayat ini bulan, dan yang disebut tentangnya bukan cahayanya melainkan hubungannya dengan matahari. Bandingkan dengan 91:1 yang menyebut cahaya sebagai milik mataharinya. Jadi Allah menyebut milik pada yang pertama dan hubungan pada yang kedua, dan perbedaan itu terbaca dari bentuk kalimatnya saja tanpa perlu dinyatakan. Yang di belakang tidak mengambil tempat yang di depan, dan Allah menyusun keduanya berurutan.