وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا
Demi malam apabila menutupinya,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَاwa-l-layli idzaa yaghsyaahaademi malam apabila menutupinya
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَاللَّيْلِwa-l-laylidan demi malam
- إِذَاidzaaapabila
- يَغْشَاهَاyaghsyaahaamenutupinya
Inti bacaan
Sumpah demi fungsi malam yang berlawanan: 'demi malam apabila menutupinya', kontras dengan siang, malam yang menyelubungi dan menyembunyikan, pasangan fungsi yang saling melengkapi dalam siklus harian.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (يَغْشَاهَا, yaghsyaahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti menyelubungi. Ia dipakai di 26 ayat, antara lain 2:7, 7:41, 7:54, 8:11, dan 13:3. Di 2:7 akar itu dipakai untuk penutup pada penglihatan, dan di 7:54 untuk malam yang menutupi siang.
Jadi akar (يَغْشَاهَا, yaghsyaahaa) menyebut penutup yang menghalangi seseorang melihat dan malam yang menutupi cahaya. Kedua pemakaian itu bertetangga, sebab keduanya tentang sesuatu yang menghalangi pandangan. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun, dan yang bisa dicatat cuma bahwa akarnya satu.
Bentuk kata kerja (يَغْشَاهَا, yaghsyaahaa) berbentuk sekarang, berbeda dari (تَلَاهَا, talaahaa) di 91:2 dan (جَلَّاهَا, jallaahaa) di 91:3 yang keduanya berbentuk lampau. Jadi tiga ayat berturut-turut memakai susunan yang sama tetapi bentuk waktu yang tidak seragam, dan perbedaan itu tidak diterangkan.
Yang bisa dicatat dari perbedaan bentuk (يَغْشَاهَا, yaghsyaahaa) itu adalah bahwa yang menutupi digambarkan sedang berlangsung, sedangkan yang mengiringi dan yang menampakkan digambarkan sudah terjadi. Bentuk sekarang menyatakan perbuatan yang berulang dan tidak selesai, sehingga penutupan itu digambarkan sebagai sesuatu yang terjadi terus-menerus.
Ayat ini menutup bagian pertama dari sumpah yang tujuh ayat. Tiga ayat berikutnya memakai susunan yang berbeda, yaitu benda yang disumpahkan diikuti penyebutan yang membuatnya. Jadi empat ayat pertama menyumpahkan benda beserta keadaannya, dan tiga ayat berikutnya menyumpahkan benda beserta pembuatnya. Perubahan itu terjadi tepat di tengah rangkaian sumpahnya.
Bentuk kata kerja (يَغْشَاهَا, yaghsyaahaa) berbentuk sekarang, berbeda dari (تَلَاهَا, talaahaa) di 91:2 dan (جَلَّاهَا, jallaahaa) di 91:3 yang keduanya berbentuk lampau. Jadi tiga ayat berturut-turut memakai susunan yang sama tetapi bentuk waktu yang tidak seragam, dan perbedaan itu tidak diterangkan di ayat mana pun.
Ayat ini menutup bagian pertama dari sumpah yang tujuh ayat. Tiga ayat berikutnya memakai susunan yang berbeda, yaitu benda yang disumpahkan diikuti penyebutan yang membuatnya. Jadi empat ayat pertama menyumpahkan benda beserta keadaannya, dan tiga ayat berikutnya menyumpahkan benda beserta pembuatnya. Perubahan itu terjadi tepat di tengah rangkaian sumpahnya. Yang ditutupi tetap ada di balik penutupnya, dan Allah memakai kata penghalang, bukan peniadaan. Yang ditutupi tetap ada di balik penutupnya, dan Allah memakai kata penghalang, bukan peniadaan. Yang ditutupi tetap ada di balik penutupnya, dan Allah memakai kata penghalang, bukan peniadaan.
Tafsiran
Ayat ini menutup bagian pertama dari sumpah dengan malam yang menutupi, dan kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 26 ayat, antara lain 2:7, 7:41, 7:54, 8:11, dan 13:3.
Di 2:7 akar itu dipakai untuk penutup pada penglihatan, dan di 7:54 untuk malam yang menutupi siang. Jadi akar yang sama menyebut penutup yang menghalangi seseorang melihat dan malam yang menutupi cahaya. Kedua pemakaian itu bertetangga, sebab keduanya tentang sesuatu yang menghalangi pandangan.
Bentuk kata kerjanya berbentuk sekarang, berbeda dari kata kerja di 91:2 dan 91:3 yang keduanya berbentuk lampau. Jadi tiga ayat berturut-turut memakai susunan yang sama tetapi bentuk waktu yang tidak seragam. Yang menutupi digambarkan sedang berlangsung, sedangkan yang mengiringi dan yang menampakkan digambarkan sudah terjadi.
Ayat ini menutup bagian pertama dari sumpah yang tujuh ayat. Tiga ayat berikutnya memakai susunan yang berbeda, yaitu benda yang disumpahkan diikuti penyebutan yang membuatnya. Jadi empat ayat pertama menyumpahkan benda beserta keadaannya, dan tiga ayat berikutnya menyumpahkan benda beserta pembuatnya. Perubahan itu terjadi tepat di tengah rangkaian sumpahnya. Yang ditutupi tetap ada di balik penutupnya, dan Allah memakai kata penghalang, bukan peniadaan.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata kerja di ayat ini dipakai di 26 ayat, antara lain 2:7, 7:41, 7:54, 8:11, dan 13:3. Di 2:7 Allah memakainya untuk penutup pada penglihatan, dan di 7:54 untuk malam yang menutupi siang. Jadi akar yang sama menyebut penutup yang menghalangi seseorang melihat dan malam yang menutupi cahaya, dan keduanya tentang terhalangnya pandangan. Yang ditutupi tetap ada di balik penutupnya, dan Allah memakai kata penghalang, bukan peniadaan. Yang ditutupi tetap ada di balik penutupnya, dan Allah memakai kata penghalang, bukan peniadaan.
- Bentuk kata kerjanya berbentuk sekarang, berbeda dari kata kerja di 91:2 dan 91:3 yang keduanya berbentuk lampau. Jadi tiga ayat berturut-turut memakai susunan yang sama tetapi bentuk waktu yang tidak seragam. Yang menutupi digambarkan Allah sedang berlangsung, sedangkan yang mengiringi dan yang menampakkan digambarkan sudah terjadi dan selesai. Yang ditutupi tetap ada di balik penutupnya, dan Allah memakai kata penghalang, bukan peniadaan.
- Bentuk sekarang menyatakan perbuatan yang berulang dan tidak selesai, sehingga penutupan itu digambarkan sebagai sesuatu yang terjadi terus-menerus. Jadi yang disumpahkan bukan satu malam melainkan penutupan yang datang berkali-kali. Apa yang berubah pada cara seseorang memandang gelap, kalau ia tahu gelap itu akan datang lagi dan lagi tanpa pernah menetap? Yang ditutupi tetap ada di balik penutupnya, dan Allah memakai kata penghalang, bukan peniadaan.
- Ayat ini menutup bagian pertama dari sumpah yang tujuh ayat. Tiga ayat berikutnya memakai susunan yang berbeda, yaitu benda yang disumpahkan diikuti penyebutan yang membuatnya. Jadi empat ayat pertama menyumpahkan benda beserta keadaannya, dan tiga ayat berikutnya menyumpahkan benda beserta pembuatnya. Perubahan itu terjadi tepat di tengah rangkaiannya. Yang ditutupi tetap ada di balik penutupnya, dan Allah memakai kata penghalang, bukan peniadaan.
- Empat ayat pertama menyumpahkan hal-hal yang bisa dilihat setiap orang setiap hari: matahari, bulan, siang, dan malam. Tidak ada satu pun di antaranya yang jarang atau khusus. Jadi Allah memulai dari yang paling sehari-hari, dan baru sesudah itu berpindah kepada langit, bumi, dan jiwa. Yang paling dekat disebut lebih dulu, dan yang paling dalam disebut paling akhir. Yang ditutupi tetap ada di balik penutupnya, dan Allah memakai kata penghalang, bukan peniadaan.
- Malam menutupi, bukan memadamkan. Yang ditutupi tetap ada di balik penutupnya, dan ia muncul kembali ketika penutupnya diangkat. Jadi Allah memakai kata yang menyatakan penghalang, bukan kata yang menyatakan peniadaan. Yang tidak terlihat tidak berarti tidak ada, dan gambaran itu berdiri berdampingan dengan gambaran siang yang menampakkan di ayat sebelumnya. Yang ditutupi tetap ada di balik penutupnya, dan Allah memakai kata penghalang, bukan peniadaan.