وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا

Demi bumi serta yang menghamparkannya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَاwa-l-ardhi wa-maa thahaahaademi bumi serta yang menghamparkannya

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  2. وَمَاwa-maadan apa yang
  3. طَحَاهَاthahaahaayang menghamparkannya

Inti bacaan

Sumpah demi bumi dan penciptanya: 'demi bumi serta yang menghamparkannya', pelengkap sumpah sebelumnya, mencakup baik struktur atas (langit) maupun bawah (bumi) sebagai bukti desain yang menyeluruh.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (طَحَاهَا, thahaahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya berarti menghamparkan. Ia juga cuma dipakai di 1 ayat, yaitu ayat ini. Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan tidak ada satu pun ayat lain yang bisa dipakai untuk menerangkannya.

Surah ini memuat empat akar semacam itu, yaitu (طَحَاهَا, thahaahaa) di 91:6, lalu 91:8, 91:10, dan 91:14. Empat akar yang tidak dipakai di ayat lain mana pun berdesakan di dalam satu surah lima belas ayat, dan kepadatan sebesar itu tidak terjadi di banyak tempat. Pola yang sama muncul di surah 100, yang memuat lima akar semacam itu di dalam sebelas ayat.

Artinya menghamparkan sesuatu sampai melebar dan rata. Bahasa Indonesia menahannya dengan "menghamparkannya", dan padanan itu menjaga sisi melebarnya. Akar yang dipakai berbeda dari akar yang dipakai di 2:22 untuk bumi yang dijadikan hamparan, sehingga Al-Qur'an memakai dua kata yang berbeda untuk gambaran yang berdekatan.

Susunan ayat ini sama dengan susunan 91:5 dan 91:7: benda yang bertakrif atau tidak, lalu kata yang berarti apa atau siapa, lalu kata kerja berakhiran kata ganti perempuan. Tiga ayat berturut-turut karena itu terbaca sebagai satu rangkaian yang rapat, dan yang berbeda cuma bendanya dan perbuatannya.

Kata (وَالْأَرْضِ, wa-l-ardhi) bertakrif, dan ia yang terakhir bertakrif di dalam rangkaian sumpah ini. Ketertentuan itu terputus di 91:7 pada (وَنَفْسٍ, wa-nafsin). Jadi perubahan dari yang dikenal kepada yang tidak dikenal terjadi tepat pada peralihan dari benda-benda besar kepada jiwa, dan Al-Qur'an tidak menyatakan perubahan itu dengan satu kalimat pun.

Artinya menghamparkan sesuatu sampai melebar dan rata. Bahasa Indonesia menahan (طَحَاهَا, thahaahaa) dengan "menghamparkannya", dan padanan itu menjaga sisi melebarnya. Akar yang dipakai berbeda dari akar yang dipakai di 2:22 untuk bumi yang dijadikan hamparan, sehingga Al-Qur'an memakai dua kata yang berbeda untuk gambaran yang berdekatan.

Susunan ayat ini sama dengan susunan 91:5 dan 91:7: bendanya, lalu (وَمَا, wa-maa), lalu kata kerja berakhiran kata ganti perempuan. Tiga ayat berturut-turut karena itu terbaca sebagai satu rangkaian yang rapat, dan yang berbeda cuma bendanya dan perbuatannya. Kesejajaran serapat itu mengikat ketiganya menjadi satu bagian. Empat akar yang tak dipakai di tempat lain berkumpul di satu surah lima belas ayat. Empat akar yang tak dipakai di tempat lain berkumpul di satu surah lima belas ayat. Empat akar yang tak dipakai di tempat lain berkumpul di satu surah lima belas ayat.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan sumpah dengan bumi dan yang menghamparkannya, dan kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an sementara akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan tidak ada satu pun ayat lain yang bisa dipakai untuk menerangkannya.

Surah ini memuat empat akar semacam itu, yaitu di 91:6, 91:8, 91:10, dan 91:14. Empat akar yang tidak dipakai di ayat lain mana pun berdesakan di dalam satu surah lima belas ayat. Pola yang sama muncul di surah 100, yang memuat lima akar semacam itu di dalam sebelas ayat.

Artinya menghamparkan sesuatu sampai melebar dan rata. Akar yang dipakai berbeda dari akar yang dipakai di 2:22 untuk bumi yang dijadikan hamparan, sehingga Al-Qur'an memakai dua kata yang berbeda untuk gambaran yang berdekatan. Yang di sini menyebut perbuatan menghamparkannya, dan yang di sana menyebut hasilnya bagi manusia.

Kata untuk bumi bertakrif, dan ia yang terakhir bertakrif di dalam rangkaian sumpah ini. Ketertentuan itu terputus di 91:7 pada kata untuk jiwa. Jadi perubahan dari yang dikenal kepada yang tidak dikenal terjadi tepat pada peralihan dari benda-benda besar kepada jiwa, dan Al-Qur'an tidak menyatakan perubahan itu dengan satu kalimat pun.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja di ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Surah ini memuat empat akar semacam itu, yaitu di 91:6, 91:8, 91:10, dan 91:14. Empat akar yang tidak dipakai di ayat lain mana pun berdesakan di dalam satu surah lima belas ayat, dan kepadatan sebesar itu tidak terjadi di banyak tempat. Empat akar yang tak dipakai di tempat lain berkumpul di satu surah lima belas ayat. Empat akar yang tak dipakai di tempat lain berkumpul di satu surah lima belas ayat.
  • Pola empat akar hapax dalam satu surah pendek muncul juga di surah 100, yang memuat lima akar semacam itu di dalam sebelas ayat. Jadi dua surah yang sama-sama dibuka sumpah panjang sama-sama memuat sejumlah akar yang tidak dipakai Allah di tempat lain. Kelangkaan yang berkumpul di satu tempat itu sendiri sudah menyatakan sesuatu tentang cara surahnya disusun. Empat akar yang tak dipakai di tempat lain berkumpul di satu surah lima belas ayat. Empat akar yang tak dipakai di tempat lain berkumpul di satu surah lima belas ayat.
  • Akar yang dipakai di ayat ini berbeda dari akar yang dipakai di 2:22 untuk bumi yang dijadikan hamparan, sehingga Allah memakai dua kata yang berbeda untuk gambaran yang berdekatan. Yang di sini menyebut perbuatan menghamparkannya, dan yang di sana menyebut hasilnya bagi manusia. Perbedaan sudut pandang itu terbaca dari pilihan akarnya saja. Empat akar yang tak dipakai di tempat lain berkumpul di satu surah lima belas ayat. Empat akar yang tak dipakai di tempat lain berkumpul di satu surah lima belas ayat.
  • Kata untuk bumi bertakrif, dan ia yang terakhir bertakrif di dalam rangkaian sumpah ini. Ketertentuan itu terputus di ayat berikutnya pada kata untuk jiwa. Jadi perubahan dari yang dikenal kepada yang tidak dikenal terjadi tepat pada peralihan dari benda-benda besar kepada jiwa, dan Allah tidak menyatakan perubahan itu dengan satu kalimat pun. Empat akar yang tak dipakai di tempat lain berkumpul di satu surah lima belas ayat.
  • Susunan ayat ini sama dengan susunan 91:5 dan 91:7: bendanya, lalu (وَمَا, wa-maa), lalu kata kerja berakhiran kata ganti perempuan. Tiga ayat berturut-turut karena itu terbaca sebagai satu rangkaian yang rapat, dan yang berbeda cuma bendanya dan perbuatannya. Kesejajaran serapat itu mengikat ketiganya menjadi satu bagian. Empat akar yang tak dipakai di tempat lain berkumpul di satu surah lima belas ayat.
  • Artinya menghamparkan sesuatu sampai melebar dan rata. Yang dikerjakan bukan mengadakan bumi melainkan membuatnya bisa ditempati. Jadi Allah menyumpahkan bukan cuma adanya bumi melainkan keadaannya yang membuat manusia bisa berdiri di atasnya. Apa yang paling sering dilupakan seseorang: bahwa tanah itu ada, atau bahwa tanah itu rata? Empat akar yang tak dipakai di tempat lain berkumpul di satu surah lima belas ayat.