وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
Demi jiwa serta yang menyempurnakannya,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَاwa-nafsin wa-maa sawwaahaademi jiwa serta yang menyempurnakannya
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَنَفْسٍwa-nafsindan demi jiwa
- وَمَاwa-maadan apa yang
- سَوَّاهَاsawwaahaamenyempurnakannya
Inti bacaan
Sumpah demi jiwa dan penyempurnaannya: 'demi jiwa serta yang menyempurnakannya', pengakuan bahwa jiwa manusia dibentuk dengan proses penataan yang seimbang, bukan diciptakan secara sembarangan.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَنَفْسٍ, wa-nafsin) tidak bertakrif, dan ia satu-satunya yang tidak bertakrif di dalam tujuh ayat sumpah ini. Enam yang sebelumnya seluruhnya bertakrif. Jadi yang paling akhir disumpahkan justru yang paling tidak tertentu, dan ketiadaan kata sandang itu membuat yang disebut bukan satu jiwa tertentu melainkan jiwa mana pun.
Kata kerja (سَوَّاهَا, sawwaahaa) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 79:28, 91:7, dan 91:14. Dua dari tiga kemunculannya berada di dalam surah ini, dan keduanya berlawanan akibatnya: yang di sini penyempurnaan jiwa, dan yang di 91:14 perataan sebuah kaum sampai habis.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan di seluruh surah. Satu bentuk, yaitu (سَوَّاهَا, sawwaahaa), dipakai untuk membuat sesuatu menjadi utuh dan untuk membuat sesuatu menjadi rata sampai tidak bersisa. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua ayat itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma bentuk kata yang sama persis.
Pemakaian di 79:28 juga patut dicatat, sebab di sana tertulis (رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا, rafa'a samkahaa fa-sawwaahaa), Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan yang dibicarakan langit. Jadi kata yang sama dipakai untuk penyempurnaan langit dan penyempurnaan jiwa, dan keduanya memakai bentuk yang sama persis.
Akar (سَوَّاهَا, sawwaahaa) berarti meratakan sampai pas. Akar itu dipakai di 80 ayat. Artinya membuat sesuatu menjadi seimbang dan setara bagian-bagiannya. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa jiwa itu dibuat baik, melainkan bahwa ia dibuat seimbang, dan keseimbangan itulah yang membuat 91:8 masuk akal: sesuatu yang seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih.
Pemakaian di 79:28 juga patut dicatat, sebab di sana tertulis (رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا, rafa'a samkahaa fa-sawwaahaa), Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan yang dibicarakan langit. Jadi kata yang sama dipakai untuk penyempurnaan langit dan penyempurnaan jiwa, dan keduanya memakai bentuk yang sama persis.
Akar (سَوَّاهَا, sawwaahaa) berarti meratakan sampai pas. Akar itu dipakai di 80 ayat. Artinya membuat sesuatu menjadi seimbang dan setara bagian-bagiannya. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa jiwa itu dibuat baik, melainkan bahwa ia dibuat seimbang. Apa yang berubah pada seseorang ketika ia mengetahui bahwa dirinya dibuat seimbang, bukan dibuat baik? Yang dibuat Allah seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya. Yang dibuat Allah seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya. Yang dibuat Allah seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian sumpah dengan jiwa dan yang menyempurnakannya, dan kata untuk jiwa tidak bertakrif. Ia satu-satunya yang tidak bertakrif di dalam tujuh ayat sumpah ini, sedangkan enam yang sebelumnya seluruhnya bertakrif.
Kata kerjanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 79:28, 91:7, dan 91:14. Dua dari tiga kemunculannya berada di dalam surah ini, dan keduanya berlawanan akibatnya: yang di sini penyempurnaan jiwa, dan yang di 91:14 perataan sebuah kaum sampai habis.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan di seluruh surah. Satu kata kerja dipakai untuk membuat sesuatu menjadi utuh dan untuk membuat sesuatu menjadi rata sampai tidak bersisa. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua ayat itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma bentuk kata yang sama persis.
Akar kata kerjanya dipakai di 80 ayat, dan artinya membuat sesuatu menjadi seimbang dan setara bagian-bagiannya. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa jiwa itu dibuat baik, melainkan bahwa ia dibuat seimbang. Keseimbangan itulah yang membuat 91:8 masuk akal, sebab sesuatu yang seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih. Yang dibuat Allah seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja di ayat ini muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 79:28, 91:7, dan 91:14. Dua dari tiga kemunculannya berada di dalam surah ini, dan keduanya berlawanan akibatnya: yang di sini penyempurnaan jiwa, dan yang di 91:14 perataan sebuah kaum sampai habis. Satu kata kerja dipakai Allah untuk membuat sesuatu utuh dan untuk membuatnya rata sampai tidak bersisa. Yang dibuat Allah seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya. Yang dibuat Allah seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya. Apa yang dikerjakan seseorang atas jiwa yang dibuat Allah seimbang di dalam dirinya sendiri?
- Kata untuk jiwa tidak bertakrif, dan ia satu-satunya yang tidak bertakrif di dalam tujuh ayat sumpah ini. Enam yang sebelumnya seluruhnya bertakrif. Jadi yang paling akhir disumpahkan Allah justru yang paling tidak tertentu, dan ketiadaan kata sandang itu membuat yang disebut bukan satu jiwa tertentu melainkan jiwa mana pun yang membacanya. Yang dibuat Allah seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya. Yang dibuat Allah seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya.
- Di 79:28 kata yang sama dipakai untuk penyempurnaan langit, sesudah bangunannya ditinggikan. Jadi kata yang sama dipakai Allah untuk penyempurnaan langit dan penyempurnaan jiwa, dan keduanya memakai bentuk yang sama persis. Yang paling luas dan yang paling dalam disempurnakan dengan kata kerja yang satu, dan Al-Qur'an tidak menunjuk kesejajaran itu. Yang dibuat Allah seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya.
- Akar kata kerjanya dipakai di 80 ayat, dan artinya membuat sesuatu menjadi seimbang dan setara bagian-bagiannya. Jadi yang dinyatakan Allah bukan bahwa jiwa itu dibuat baik, melainkan bahwa ia dibuat seimbang. Keseimbangan itulah yang membuat ayat berikutnya masuk akal, sebab sesuatu yang seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya. Yang dibuat Allah seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya.
- Enam yang disumpahkan sebelumnya berpasang-pasangan: matahari dan bulan, siang dan malam, langit dan bumi. Jiwa berdiri sendirian di ujungnya tanpa pasangan. Jadi Allah menutup rangkaian yang berpasangan dengan satu yang tidak berpasangan, dan yang tidak berpasangan itulah yang menjadi pokok pembicaraan di tiga ayat berikutnya. Apa yang berdiri sendirian selalu paling menarik perhatian. Yang dibuat Allah seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya.
- Kata di tengah ayat bisa dibaca sebagai kata yang berarti apa dan sebagai kata yang berarti siapa, sama seperti di 91:5 dan 91:6. Allah tidak memastikan yang mana di ketiga ayat itu. Jadi Yang menyempurnakan jiwa tidak dinamai di dalam rangkaian sumpah ini, dan nama-Nya baru muncul di 91:14 sebagai Tuhan mereka, tujuh ayat kemudian. Yang dibuat Allah seimbang punya dua sisi yang sama-sama bisa dipilih olehnya.