فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Lalu mengilhamkan kepadanya kedurhakaan dan ketakwaannya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَاfa-alhamahaa fujuurahaa wa-taqwaahaalalu mengilhamkan kepadanya kedurhakaan dan ketakwaannya

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. فَأَلْهَمَهَاfa-alhamahaamaka Dia mengilhamkannya
  2. فُجُورَهَاfujuurahaakedurhakaannya
  3. وَتَقْوَاهَاwa-taqwaahaadan ketakwaannya

Inti bacaan

Dualitas moral yang tertanam sejak awal: 'lalu mengilhamkan kepadanya kedurhakaan dan ketakwaannya', pengakuan bahwa kesadaran tentang benar dan salah sudah ditanamkan secara inheren dalam diri manusia, kemampuan membedakan yang tidak perlu dipelajari dari luar sepenuhnya.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (فَأَلْهَمَهَا, fa-alhamahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya berarti mengilhamkan. Ia juga cuma dipakai di 1 ayat, yaitu ayat ini. Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan ia yang kedua dari empat akar semacam itu di dalam surah ini.

Artinya menaruh sesuatu ke dalam diri seseorang sehingga ia mengetahuinya tanpa diajarkan. Bahasa Indonesia menahannya dengan "mengilhamkan", dan padanan itu menjaga sisi masuknya dari luar tanpa perantara. Akar ini berbeda dari akar yang dipakai untuk wahyu kepada para utusan, yang di 99:5 dipakai bahkan untuk bumi.

Kata (فُجُورَهَا, fujuurahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti membelah dan menerobos. Ia dipakai di 21 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk fajar dan kata untuk air yang memancar keluar. Jadi satu akar memikul terbitnya cahaya, terpancarnya air, dan melampaui batas. Yang menyatukan ketiganya sesuatu yang menerobos keluar dari batas yang menahannya.

Kata (وَتَقْوَاهَا, wa-taqwaahaa) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti menjaga dari bahaya. Ia dipakai di 237 ayat, dan artinya menjaga diri dari sesuatu dengan memasang penghalang. Jadi dua kata yang disandingkan di ayat ini berlawanan bukan cuma artinya melainkan juga gambarannya: yang satu menerobos keluar, yang lain memasang penjagaan.

Susunan ayat ini juga patut dicatat. Yang disebut lebih dulu kedurhakaannya, baru sesudah itu ketakwaannya. Urutan itu bisa saja dibalik, dan tidak dibalik. Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu dengan satu kalimat pun, dan yang bisa dicatat cuma bahwa 91:9 menyebut yang beruntung lebih dulu sedangkan 91:10 menyebut yang merugi sesudahnya, sehingga urutan di dua ayat itu justru terbalik dari urutan di sini.

Kata (فُجُورَهَا, fujuurahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti membelah dan menerobos. Ia dipakai di 21 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk fajar dan kata untuk air yang memancar keluar. Jadi satu akar memikul terbitnya cahaya, terpancarnya air, dan melampaui batas. Yang menyatukan ketiganya sesuatu yang menerobos keluar dari batas yang menahannya.

Susunan ayat ini juga patut dicatat. Yang disebut lebih dulu kedurhakaannya, baru sesudah itu ketakwaannya. Urutan itu bisa saja dibalik, dan tidak dibalik. Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu dengan satu kalimat pun, dan yang bisa dicatat cuma bahwa 91:9 menyebut yang beruntung lebih dulu sedangkan 91:10 menyebut yang merugi sesudahnya, sehingga urutan di dua ayat itu justru terbalik dari urutan di sini. Keduanya diilhamkan Allah, bukan salah satunya, dan keduanya masuk tanpa perantara.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa jiwa manusia telah diberi kemampuan mengenali kedurhakaan dan ketakwaan, dan ia menyambung 91:7 dengan menyatakan apa yang ditaruh ke dalam jiwa sesudah ia diseimbangkan, dan kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an sementara akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat.

Artinya menaruh sesuatu ke dalam diri seseorang sehingga ia mengetahuinya tanpa diajarkan. Akar ini berbeda dari akar yang dipakai untuk wahyu kepada para utusan, yang di 99:5 dipakai bahkan untuk bumi. Jadi Al-Qur'an memakai dua kata yang berbeda untuk dua cara pemberian pengetahuan yang berbeda.

Kedua kata yang disandingkan sesudahnya masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akar yang pertama dipakai di 21 ayat dan memberi juga kata untuk fajar dan kata untuk air yang memancar keluar, sehingga satu akar memikul terbitnya cahaya, terpancarnya air, dan melampaui batas. Akar yang kedua dipakai di 237 ayat dan artinya menjaga diri dengan memasang penghalang.

Jadi dua kata itu berlawanan bukan cuma artinya melainkan juga gambarannya: yang satu menerobos keluar, yang lain memasang penjagaan. Dan yang disebut lebih dulu kedurhakaannya, baru sesudah itu ketakwaannya. Urutan itu bisa saja dibalik, dan tidak dibalik, sedangkan di 91:9 dan 91:10 urutannya justru terbalik.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja di ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Ia yang kedua dari empat akar semacam itu di dalam surah ini, sesudah 91:6. Jadi kata yang menyebut cara pengetahuan itu ditaruh ke dalam jiwa tidak punya pembanding di ayat mana pun, dan pembacanya cuma punya ayat ini untuk menimbangnya. Keduanya diilhamkan Allah, bukan salah satunya, dan keduanya masuk tanpa perantara. Keduanya diilhamkan Allah, bukan salah satunya, dan keduanya masuk tanpa perantara.
  • Artinya menaruh sesuatu ke dalam diri seseorang sehingga ia mengetahuinya tanpa diajarkan. Akar ini berbeda dari akar yang dipakai Allah untuk wahyu kepada para utusan, yang di 99:5 dipakai bahkan untuk bumi. Jadi Al-Qur'an memakai dua kata yang berbeda untuk dua cara pemberian pengetahuan yang berbeda, dan yang di sini masuk tanpa perantara sama sekali. Keduanya diilhamkan Allah, bukan salah satunya, dan keduanya masuk tanpa perantara. Keduanya diilhamkan Allah, bukan salah satunya, dan keduanya masuk tanpa perantara.
  • Kata pertama yang disandingkan muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 21 ayat. Akar yang sama memberi kata untuk fajar dan kata untuk air yang memancar keluar. Jadi satu akar memikul terbitnya cahaya, terpancarnya air, dan melampaui batas. Yang menyatukan ketiganya sesuatu yang menerobos keluar dari batas yang menahannya. Keduanya diilhamkan Allah, bukan salah satunya, dan keduanya masuk tanpa perantara.
  • Kata kedua yang disandingkan berasal dari akar yang dipakai di 237 ayat, dan artinya menjaga diri dari sesuatu dengan memasang penghalang. Jadi dua kata yang disandingkan Allah di ayat ini berlawanan bukan cuma artinya melainkan juga gambarannya: yang satu menerobos keluar, yang lain memasang penjagaan. Keduanya sama-sama tentang batas, dan yang berbeda arah geraknya. Keduanya diilhamkan Allah, bukan salah satunya, dan keduanya masuk tanpa perantara.
  • Yang diilhamkan Allah dua-duanya, bukan salah satunya. Jadi pengetahuan tentang keduanya masuk ke dalam jiwa dengan cara yang sama, dan tidak ada satu pun yang datang dari luar sesudahnya. Apa yang tersisa sebagai alasan bagi seseorang yang mengetahui kedua sisinya sejak dari dalam dirinya sendiri? Surah ini tidak menyediakan alasan itu di ayat mana pun. Keduanya diilhamkan Allah, bukan salah satunya, dan keduanya masuk tanpa perantara.
  • Yang disebut lebih dulu kedurhakaannya, baru sesudah itu ketakwaannya. Urutan itu bisa saja dibalik, dan Allah tidak membaliknya. Yang bisa dicatat cuma bahwa 91:9 menyebut yang beruntung lebih dulu sedangkan 91:10 menyebut yang merugi sesudahnya, sehingga urutan di dua ayat itu justru terbalik dari urutan di sini. Al-Qur'an tidak menerangkan pembalikan itu. Keduanya diilhamkan Allah, bukan salah satunya, dan keduanya masuk tanpa perantara.