فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Lalu mengilhamkan kepadanya kedurhakaan dan ketakwaannya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَاfa-alhamahaa fujuurahaa wa-taqwaahaalalu mengilhamkan kepadanya kedurhakaan dan ketakwaannya
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar l-h-m, f-j-r, w-q-y): fa-alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa diterjemahkan 'mengilhamkan kepadanya kedurhakaan & ketakwaannya' (akar l-h-m: ilhaam, pengetahuan-batin ditanamkan; akar f-j-r + akar w-q-y, tiap jiwa DIBEKALI pengenalan bawaan atas yang-durhaka & yang-takwa: hati-nurani/fitrah moral sbg saksi-internal, seiring 75:14-15, epistemologi terjemahan ini). Selaras, kunci: manusia tahu benar-salah sejak asal.

Aplikasi

Dualitas moral yang tertanam sejak awal: 'lalu mengilhamkan kepadanya kedurhakaan dan ketakwaannya', pengakuan bahwa kesadaran tentang benar dan salah sudah ditanamkan secara inheren dalam diri manusia, kemampuan membedakan yang tidak perlu dipelajari dari luar sepenuhnya.