قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
Sungguh beruntung orang yang menyucitumbuhkannya,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَاqad aflaha man zakkaahaasungguh beruntung orang yang menyucitumbuhkannya
Terjemahan per kata (4 kata)
- قَدْqadsungguh
- أَفْلَحَaflahaberuntung
- مَنْmanorang yang
- زَكَّاهَاzakkaahaamenyucitumbuhkannya
Inti bacaan
Definisi keberuntungan melalui pertumbuhan spiritual: 'sungguh beruntung orang yang menyucitumbuhkannya (jiwa itu)', penegasan bahwa keberhasilan sejati diukur dari perkembangan kualitas batin, bukan pencapaian eksternal.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (زَكَّاهَا, zakkaahaa) diterjemahkan "menyucitumbuhkannya", konsisten dengan 80:3, 80:7, dan 87:14, dan tambahan kurung "(jiwa itu)" dihapus. Padanan itu menahan dua sisi yang ada di dalam akarnya sekaligus, yaitu menyucikan dan menumbuhkan, sebab menerjemahkannya cuma dengan menyucikan akan menghapus sisi pertumbuhannya.
Akar (زَكَّاهَا, zakkaahaa) berarti tumbuh dan bersih. Akar itu dipakai di 56 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk zakat. Jadi kata yang menyebut harta yang dikeluarkan dan kata yang menyebut jiwa yang disucitumbuhkan berasal dari satu sumber. Yang dikeluarkan dari harta membuat sisanya tumbuh, dan yang dibersihkan dari jiwa membuat sisanya tumbuh pula.
Kata kerja (أَفْلَحَ, aflaha) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 20:64, 23:1, 87:14, dan 91:9. Di 87:14 tertulis (قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ, qad aflaha man tazakkaa), sungguh beruntung orang yang menyucitumbuhkan diri. Jadi 87:14 dan ayat ini hampir sama bunyinya, dan yang berbeda cuma bentuk kata kerja keduanya.
Perbedaan itu perlu dijaga. Yang di 87:14 bentuk yang perbuatannya kembali kepada pelakunya, dan (زَكَّاهَا, zakkaahaa) di sini bentuk yang mengenai objek. Jadi yang di sana menyucitumbuhkan dirinya sendiri, dan yang di sini menyucitumbuhkan sesuatu yang disebut dengan kata ganti. Al-Qur'an memakai dua bentuk untuk perkara yang berdekatan.
Akar (أَفْلَحَ, aflaha) berarti membelah tanah dan beruntung. Akar itu dipakai di 40 ayat. Artinya berhasil sesudah bersusah payah, dan akar yang sama dipakai untuk membelah tanah dalam bercocok tanam. Jadi keberuntungan yang disebut di sini bukan keberuntungan yang jatuh begitu saja melainkan hasil dari pekerjaan yang membelah dan menumbuhkan.
Akar (زَكَّاهَا, zakkaahaa) berarti tumbuh dan bersih. Akar itu dipakai di 56 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk zakat. Jadi kata yang menyebut harta yang dikeluarkan dan kata yang menyebut jiwa yang disucitumbuhkan berasal dari satu sumber. Yang dikeluarkan dari harta membuat sisanya tumbuh, dan yang dibersihkan dari jiwa membuat sisanya tumbuh pula.
Akar (أَفْلَحَ, aflaha) berarti membelah tanah dan beruntung. Akar itu dipakai di 40 ayat. Artinya berhasil sesudah bersusah payah, dan akar yang sama dipakai untuk membelah tanah dalam bercocok tanam. Jadi keberuntungan yang disebut di sini bukan keberuntungan yang jatuh begitu saja melainkan hasil dari pekerjaan yang membelah dan menumbuhkan, dan pekerjaan itu selalu memerlukan waktu. Yang dikerjakan bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri. Yang dikerjakan bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menyebut akibat bagi yang pertama dari dua golongan, dan kata kerja pertamanya muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 20:64, 23:1, 87:14, dan ayat ini.
Di 87:14 rangkaian yang hampir sama dipakai, dan yang berbeda cuma bentuk kata kerja keduanya. Yang di sana bentuk yang perbuatannya kembali kepada pelakunya, dan yang di sini bentuk yang mengenai objek. Jadi yang di sana menyucitumbuhkan dirinya sendiri, dan yang di sini menyucitumbuhkan sesuatu yang disebut dengan kata ganti.
Akar kata kerja keduanya dipakai di 56 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk zakat. Jadi kata yang menyebut harta yang dikeluarkan dan kata yang menyebut jiwa yang disucitumbuhkan berasal dari satu sumber. Yang dikeluarkan dari harta membuat sisanya tumbuh, dan yang dibersihkan dari jiwa membuat sisanya tumbuh pula.
Akar kata kerja pertamanya dipakai di 40 ayat, dan artinya berhasil sesudah bersusah payah. Akar yang sama dipakai untuk membelah tanah dalam bercocok tanam. Jadi keberuntungan yang disebut di sini bukan keberuntungan yang jatuh begitu saja melainkan hasil dari pekerjaan yang membelah dan menumbuhkan. Yang dikerjakan bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri. Yang dikerjakan bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata kerja kedua dipakai di 56 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk zakat. Jadi kata yang menyebut harta yang dikeluarkan dan kata yang menyebut jiwa yang disucitumbuhkan berasal dari satu sumber. Yang dikeluarkan dari harta membuat sisanya tumbuh, dan yang dibersihkan dari jiwa membuat sisanya tumbuh pula. Padanan yang dipakai menahan kedua sisi itu sekaligus. Yang dikerjakan bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri. Yang dikerjakan bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri.
- Akar kata kerja pertama dipakai di 40 ayat, dan artinya berhasil sesudah bersusah payah. Akar yang sama dipakai untuk membelah tanah dalam bercocok tanam. Jadi keberuntungan yang disebut Allah di sini bukan keberuntungan yang jatuh begitu saja melainkan hasil dari pekerjaan yang membelah dan menumbuhkan, dan pekerjaan itu selalu memerlukan waktu. Yang dikerjakan bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri. Yang dikerjakan bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri.
- Kata kerja pertama muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 20:64, 23:1, 87:14, dan 91:9. Di 87:14 rangkaian yang hampir sama dipakai Allah, dan yang berbeda cuma bentuk kata kerja keduanya. Yang di sana bentuk yang perbuatannya kembali kepada pelakunya, dan yang di sini bentuk yang mengenai objek yang disebut dengan kata ganti. Yang dikerjakan bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri.
- Ayat ini menyebut yang beruntung lebih dulu, dan 91:10 menyebut yang merugi sesudahnya. Urutan itu justru terbalik dari urutan di 91:8, yang menyebut kedurhakaan lebih dulu dan ketakwaan sesudahnya. Allah tidak menerangkan pembalikan itu dengan satu kalimat pun. Apa yang berubah pada pembacanya ketika yang disebut lebih dulu berganti dari yang buruk menjadi yang baik? Yang dikerjakan bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri.
- Yang dikerjakan orang di ayat ini bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri. Jiwa itu yang sama dengan yang disumpahkan di 91:7 dan yang diilhamkan dua sisinya di 91:8. Jadi Allah menyerahkan kepada orangnya pekerjaan atas benda yang paling dekat dengannya, dan yang paling dekat itu justru yang paling sulit dikerjakan. Yang dikerjakan bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri.
- Kalimat ini dibuka huruf yang menyatakan kepastian, dan huruf yang sama dipakai lagi di 91:10 untuk golongan yang berlawanan. Jadi dua akibat yang berlawanan dinyatakan Allah dengan tingkat kepastian yang sama persis. Tidak ada satu pun yang dinyatakan lebih pasti daripada yang lain, dan kesejajaran itu membuat keduanya terbaca sebagai satu pasangan. Yang dikerjakan bukan sesuatu di luar dirinya melainkan sesuatu atas jiwanya sendiri.