وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Dan sungguh merugi orang yang menguburnya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَاwa-qad khaaba man dassaahaadan sungguh merugi orang yang menguburnya

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
  2. خَابَkhaabamerugi
  3. مَنْmanorang yang
  4. دَسَّاهَاdassaahaamengotorinya

Inti bacaan

Kontras kerugian melalui pengerdilan diri: 'dan sungguh merugi orang yang mengubur (mengerdilkan)-nya', peringatan bahwa mengabaikan atau menekan potensi spiritual diri sendiri membawa konsekuensi kerugian nyata.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (دَسَّاهَا, dassaahaa) diterjemahkan "menguburnya", yaitu makna harfiah akarnya, konsisten dengan kata di 16:59 yang berarti membenamkannya. Tambahan kurung ganda "(mengerdilkan)" tidak dipakai, sebab menambahkan makna kiasan ke dalam kurung akan mendahului pembacaan yang tidak dinyatakan teksnya.

Kata (دَسَّاهَا, dassaahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya berarti menyembunyikan sampai terkubur. Ia juga cuma dipakai di 1 ayat, yaitu ayat ini. Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan ia yang ketiga dari empat akar semacam itu di dalam surah ini, sesudah 91:6 dan 91:8.

Pemakaian di 16:59 patut dibandingkan, sebab di sana tertulis (يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ, yadussuhu fii t-turaabi), menguburkannya di dalam tanah, tentang anak perempuan yang disembunyikan karena malu. Akarnya di sana berarti menyusupkan diam-diam, yang berdekatan dengan akar di sini. Jadi gambaran yang dibawa keduanya sama: menaruh sesuatu ke bawah supaya tidak terlihat.

Susunan ayat ini bercermin dengan susunan 91:9. Keduanya dibuka huruf yang menyatakan kepastian, keduanya memakai kata yang berarti siapa, dan keduanya ditutup kata kerja berakhiran kata ganti perempuan yang sama. Yang berbeda cuma kata kerjanya. Jadi dua nasib yang berlawanan dibedakan oleh satu kata saja, dan seluruh sisanya sejajar.

Kata kerja (خَابَ, khaaba) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 14:15, 20:61, 20:111, dan 91:10. Akarnya berarti gagal dan kecewa. Ia cuma dipakai di 5 ayat. Artinya kehilangan apa yang diharapkan sesudah mengusahakannya, bukan sekadar tidak mendapat. Jadi yang digambarkan bukan orang yang tidak berusaha melainkan orang yang usahanya berakhir kosong.

Susunan ayat ini bercermin dengan susunan 91:9. Keduanya dibuka huruf yang menyatakan kepastian, keduanya memakai kata yang berarti siapa, dan keduanya ditutup kata kerja berakhiran kata ganti perempuan yang sama. Yang berbeda cuma kata kerjanya. Jadi dua nasib yang berlawanan dibedakan Allah oleh satu kata saja, dan seluruh sisanya sejajar.

Kata kerja (خَابَ, khaaba) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 14:15, 20:61, 20:111, dan 91:10. Akarnya berarti gagal dan kecewa. Ia cuma dipakai di 5 ayat. Artinya kehilangan apa yang diharapkan sesudah mengusahakannya, bukan sekadar tidak mendapat. Jadi yang digambarkan Allah bukan orang yang tidak berusaha melainkan orang yang usahanya berakhir kosong. Allah menaruh dua nasib itu berdampingan, dan yang membedakan cuma apa yang dikerjakan orangnya. Allah menaruh dua nasib itu berdampingan, dan yang membedakan cuma apa yang dikerjakan orangnya. Allah menaruh dua nasib itu berdampingan, dan yang membedakan cuma apa yang dikerjakan orangnya.

Tafsiran

Ayat ini membalikkan penegasan sebelumnya, yaitu kerugian bagi orang yang mengubur kesucian jiwanya, dan susunannya bercermin dengan susunan 91:9. Keduanya dibuka huruf yang menyatakan kepastian, keduanya memakai kata yang berarti siapa, dan keduanya ditutup kata kerja berakhiran kata ganti yang sama. Yang berbeda cuma kata kerjanya.

Kata kerja terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan ia yang ketiga dari empat akar semacam itu di dalam surah ini.

Pemakaian di 16:59 patut dibandingkan, sebab di sana kata yang berdekatan akarnya dipakai untuk menguburkan sesuatu di dalam tanah supaya tidak terlihat. Jadi gambaran yang dibawa keduanya sama: menaruh sesuatu ke bawah supaya tidak terlihat. Yang dikubur di ayat ini bukan benda melainkan jiwanya sendiri.

Kata kerja pertamanya muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 14:15, 20:61, 20:111, dan ayat ini, sedangkan akarnya cuma dipakai di 5 ayat. Artinya kehilangan apa yang diharapkan sesudah mengusahakannya, bukan sekadar tidak mendapat. Jadi yang digambarkan bukan orang yang tidak berusaha melainkan orang yang usahanya berakhir kosong. Allah menaruh dua nasib itu berdampingan, dan yang membedakan cuma apa yang dikerjakan orangnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja terakhir ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Ia yang ketiga dari empat akar semacam itu di dalam surah ini, sesudah 91:6 dan 91:8. Jadi kata yang menyebut kebalikan dari penyucitumbuhan tidak punya pembanding di ayat mana pun, dan pembacanya cuma punya ayat ini untuk menimbangnya. Allah menaruh dua nasib itu berdampingan, dan yang membedakan cuma apa yang dikerjakan orangnya. Allah menaruh dua nasib itu berdampingan, dan yang membedakan cuma apa yang dikerjakan orangnya.
  • Kata kerja itu diterjemahkan menurut makna harfiah akarnya, dan tambahan kurung yang membawa makna kiasan tidak dipakai. Menambahkan makna kiasan ke dalam kurung akan mendahului pembacaan yang tidak dinyatakan teksnya. Jadi yang tertulis gambaran menaruh sesuatu ke bawah supaya tidak terlihat, dan pembacanya sendiri yang menimbang apa artinya bagi sebuah jiwa. Allah menaruh dua nasib itu berdampingan, dan yang membedakan cuma apa yang dikerjakan orangnya. Allah menaruh dua nasib itu berdampingan, dan yang membedakan cuma apa yang dikerjakan orangnya.
  • Di 16:59 kata yang berdekatan akarnya dipakai Allah untuk menguburkan sesuatu di dalam tanah supaya tidak terlihat. Jadi gambaran yang dibawa keduanya sama: menaruh sesuatu ke bawah supaya tidak terlihat. Yang dikubur di ayat ini bukan benda melainkan jiwanya sendiri, dan yang menguburkannya orang yang memilikinya. Allah menaruh dua nasib itu berdampingan, dan yang membedakan cuma apa yang dikerjakan orangnya.
  • Susunan ayat ini bercermin dengan susunan 91:9. Keduanya dibuka huruf yang menyatakan kepastian, keduanya memakai kata yang berarti siapa, dan keduanya ditutup kata kerja berakhiran kata ganti yang sama. Yang berbeda cuma kata kerjanya. Jadi dua nasib yang berlawanan dibedakan Allah oleh satu kata saja, dan seluruh sisanya sejajar. Allah menaruh dua nasib itu berdampingan, dan yang membedakan cuma apa yang dikerjakan orangnya.
  • Kata kerja pertama muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 14:15, 20:61, 20:111, dan 91:10, sedangkan akarnya cuma dipakai di 5 ayat. Artinya kehilangan apa yang diharapkan sesudah mengusahakannya, bukan sekadar tidak mendapat. Jadi yang digambarkan bukan orang yang tidak berusaha melainkan orang yang usahanya berakhir kosong. Allah menaruh dua nasib itu berdampingan, dan yang membedakan cuma apa yang dikerjakan orangnya.
  • Di 91:9 yang dikerjakan menyucitumbuhkan, dan di sini menguburkan. Keduanya perbuatan atas jiwanya sendiri, dan keduanya memakai jiwa yang sama sebagai objeknya. Jadi yang membedakan dua golongan itu bukan jiwa yang mereka miliki melainkan apa yang mereka kerjakan atasnya. Apa yang dikerjakan seseorang atas sesuatu yang paling dekat dengannya, ketika tidak ada yang melihat? Allah menaruh dua nasib itu berdampingan, dan yang membedakan cuma apa yang dikerjakan orangnya.