فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا

Namun mereka mendustakannya lalu menyembelihnya; maka Tuhan mereka menimpakan kehancuran atas mereka karena dosa mereka, lalu meratakannya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَاfa-kadzdzabuuhu fa-'aqaruuhaanamun mereka mendustakannya lalu menyembelihnya
  2. فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَاfa-damdama 'alayhim rabbuhum bi-dzanbihim fa-sawwaahaamaka Tuhan mereka menimpakan kehancuran atas mereka karena dosa mereka, lalu meratakannya

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. فَكَذَّبُوهُfa-kadzdzabuuhulalu mereka mendustakannya
  2. فَعَقَرُوهَاfa-'aqaruuhaalalu mereka menyembelihnya
  3. فَدَمْدَمَfa-damdamamaka Dia membinasakan
  4. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  5. رَبُّهُمْrabbuhumTuhan mereka
  6. بِذَنْبِهِمْbi-dzanbihimkarena dosa mereka
  7. فَسَوَّاهَاfa-sawwaahaalalu Dia menyempurnakannya

Inti bacaan

Konsekuensi tegas atas pelanggaran: 'namun mereka mendustakannya lalu menyembelihnya; maka Tuhan mereka menimpakan kehancuran atas mereka karena dosa mereka, lalu meratakannya', hubungan langsung antara pelanggaran spesifik dan konsekuensi menyeluruh yang menghapus jejak mereka.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (فَدَمْدَمَ, fa-damdama) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya berarti menimpakan sampai rata. Ia juga cuma dipakai di 1 ayat, yaitu ayat ini. Akar itu berhuruf empat, yang jarang di dalam bahasa Arab, dan ia yang keempat sekaligus terakhir dari empat akar hapax di dalam surah ini, sesudah 91:6, 91:8, dan 91:10.

Kata kerja (فَعَقَرُوهَا, fa-'aqaruuhaa) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 11:65, 26:157, dan ayat ini. Akarnya berarti melukai kaki sampai lumpuh. Ia dipakai di 8 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk perempuan yang mandul di 3:40, 19:5, dan 19:8. Jadi satu akar memikul menyembelih dan tidak bisa melahirkan, dan keduanya tentang terputusnya keturunan.

Kata kerja (فَسَوَّاهَا, fa-sawwaahaa) memakai bentuk yang sama dengan (سَوَّاهَا, sawwaahaa) di 91:7. Bentuk itu muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 79:28, 91:7, dan ayat ini, dan dua dari tiga kemunculannya berada di dalam surah ini. Yang di 91:7 penyempurnaan jiwa, dan yang di sini perataan sampai tidak bersisa.

Kesejajaran itu yang paling menentukan di seluruh surah. Satu bentuk, yaitu (فَسَوَّاهَا, fa-sawwaahaa), dipakai untuk membuat sesuatu menjadi utuh dan untuk membuat sesuatu menjadi rata. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua ayat itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma bentuk kata yang sama persis, berjarak tujuh ayat.

Kata (رَبُّهُمْ, rabbuhum) menyebut Yang menimpakan dengan kata yang berarti pemelihara dan pengasuh, bukan dengan kata yang berarti penguasa atau hakim. Ini satu-satunya nama Allah yang dipakai untuk menyebut Yang bertindak di dalam surah ini, dan letaknya di ayat yang menyebut kehancuran. Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan nama itu dengan satu kalimat pun.

Kata kerja (فَعَقَرُوهَا, fa-'aqaruuhaa) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 11:65, 26:157, dan 91:14. Akarnya berarti melukai kaki sampai lumpuh. Ia dipakai di 8 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk perempuan yang mandul di 3:40, 19:5, dan 19:8. Jadi satu akar memikul menyembelih dan tidak bisa melahirkan, dan keduanya tentang terputusnya keturunan.

Kata (رَبُّهُمْ, rabbuhum) menyebut Yang menimpakan dengan kata yang berarti pemelihara dan pengasuh, bukan dengan kata yang berarti penguasa atau hakim. Ini satu-satunya nama Allah yang dipakai untuk menyebut Yang bertindak di dalam surah ini, dan letaknya di ayat yang menyebut kehancuran. Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan nama itu dengan satu kalimat pun. Satu bentuk kata dipakai Allah untuk menyempurnakan dan untuk meratakan, berjarak tujuh ayat. Satu bentuk kata dipakai Allah untuk menyempurnakan dan untuk meratakan, berjarak tujuh ayat.

Tafsiran

Ayat ini mencatat akibat pendustaan kaum Samud, yaitu kehancuran total yang menimpa mereka, dan ia menyebut apa yang mereka kerjakan lebih dulu, dan kata kerja ketiganya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an sementara akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Akar itu berhuruf empat, yang jarang di dalam bahasa Arab, dan ia yang keempat sekaligus terakhir dari empat akar hapax di dalam surah ini.

Kata kerja keduanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 11:65, 26:157, dan ayat ini. Akarnya dipakai di 8 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk perempuan yang mandul di 3:40, 19:5, dan 19:8. Jadi satu akar memikul menyembelih dan tidak bisa melahirkan, dan keduanya tentang terputusnya keturunan.

Kata kerja terakhirnya memakai bentuk yang sama dengan kata kerja di 91:7. Bentuk itu muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 79:28, 91:7, dan ayat ini, dan dua dari tiga kemunculannya berada di dalam surah ini. Yang di 91:7 penyempurnaan jiwa, dan yang di sini perataan sampai tidak bersisa.

Kesejajaran itu yang paling menentukan di seluruh surah. Satu kata kerja dipakai untuk membuat sesuatu menjadi utuh dan untuk membuat sesuatu menjadi rata. Dan Yang menimpakan disebut dengan kata yang berarti pemelihara, bukan penguasa. Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan nama itu dengan satu kalimat pun.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja terakhir ayat ini memakai bentuk yang sama dengan kata kerja di 91:7. Bentuk itu muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 79:28, 91:7, dan 91:14, dan dua dari tiga kemunculannya di dalam surah ini. Yang di 91:7 penyempurnaan jiwa, dan yang di sini perataan sampai tidak bersisa. Satu kata kerja dipakai Allah untuk keduanya, berjarak tujuh ayat. Satu bentuk kata dipakai Allah untuk menyempurnakan dan untuk meratakan, berjarak tujuh ayat. Satu bentuk kata dipakai Allah untuk menyempurnakan dan untuk meratakan, berjarak tujuh ayat.
  • Kata kerja ketiga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Akar itu berhuruf empat, yang jarang di dalam bahasa Arab, dan ia yang keempat sekaligus terakhir dari empat akar hapax di dalam surah ini, sesudah 91:6, 91:8, dan 91:10. Kelangkaan itu berkumpul di satu surah lima belas ayat. Satu bentuk kata dipakai Allah untuk menyempurnakan dan untuk meratakan, berjarak tujuh ayat. Satu bentuk kata dipakai Allah untuk menyempurnakan dan untuk meratakan, berjarak tujuh ayat.
  • Kata kerja kedua muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 11:65, 26:157, dan 91:14, dan akarnya dipakai di 8 ayat. Akar yang sama memberi kata untuk perempuan yang mandul di 3:40, 19:5, dan 19:8. Jadi satu akar memikul menyembelih dan tidak bisa melahirkan, dan keduanya tentang terputusnya keturunan yang tidak bisa disambung lagi. Satu bentuk kata dipakai Allah untuk menyempurnakan dan untuk meratakan, berjarak tujuh ayat. Satu bentuk kata dipakai Allah untuk menyempurnakan dan untuk meratakan, berjarak tujuh ayat.
  • Yang menimpakan disebut dengan kata yang berarti pemelihara dan pengasuh, bukan dengan kata yang berarti penguasa atau hakim. Ini satu-satunya nama Allah yang dipakai untuk menyebut Yang bertindak di dalam surah ini, dan letaknya di ayat yang menyebut kehancuran. Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan nama itu dengan satu kalimat pun. Satu bentuk kata dipakai Allah untuk menyempurnakan dan untuk meratakan, berjarak tujuh ayat.
  • Ayat ini menyebutkan sebabnya dengan terang: karena dosa mereka. Jadi yang menimpa mereka tidak digambarkan Allah sebagai bencana yang datang tanpa sebab. Sebuah akibat yang disebutkan sebabnya berbeda dari akibat yang dibiarkan tanpa keterangan, sebab yang pertama menutup pembacaan bahwa hal itu terjadi begitu saja. Satu bentuk kata dipakai Allah untuk menyempurnakan dan untuk meratakan, berjarak tujuh ayat.
  • Ayat ini memuat tiga kata kerja berturut-turut yang dirangkai dengan huruf sambung yang menyatakan urutan rapat: mereka mendustakan, mereka menyembelih, lalu ditimpakan atas mereka. Jadi ketiganya berjalan tanpa jeda. Berapa lama jarak antara sebuah perbuatan dan akibatnya, ketika Allah tidak menaruh satu kata pun di antara keduanya? Satu bentuk kata dipakai Allah untuk menyempurnakan dan untuk meratakan, berjarak tujuh ayat.