وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ

Demi yang menciptakan laki-laki dan perempuan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰwa-maa khalaqa dz-dzakara wa-l-untsaademi yang menciptakan laki-laki dan perempuan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَمَاwa-maadan apa yang
  2. خَلَقَkhalaqamenciptakan
  3. الذَّكَرَdz-dzakaralaki-laki
  4. وَالْأُنْثَىٰwa-l-untsaadan perempuan

Inti bacaan

Sumpah demi keberpasangan gender: 'demi yang menciptakan laki-laki dan perempuan', pengakuan desain keberpasangan sebagai bagian fundamental dari penciptaan, tema yang akan dikaitkan dengan keberagaman jalan hidup manusia.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وَمَا, wa maa) di awal ayat bisa dibaca sebagai kata sambung yang menunjuk Yang menciptakan atau sebagai kata yang menunjuk perbuatan penciptaannya. Al-Qur'an tidak menutup salah satu pembacaan itu, dan terjemahannya menahan keterbukaan yang sama alih-alih memilihkan salah satunya.

Kata kerja (خَلَقَ, khalaqa) berbentuk lampau dan berpola pertama, dan akarnya berarti mencipta dengan ukuran. Ia dipakai di 248 ayat, antara lain 2:29, 30:20, 55:14, 86:5, dan 90:4. Kesejajaran dengan 90:4 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai dengan bentuk berorang pertama jamak.

Jadi dua surah di juz ini menyebut penciptaan dengan dua bentuk yang berbeda: yang di sana Yang berfirman menyebut diri-Nya, dan yang di sini Dia disebut sebagai pihak ketiga. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu dengan satu kalimat pun. Kata (خَلَقَ, khalaqa) di sini berbentuk lampau dan berpola pertama, bukan berorang pertama.

Rangkaian (الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ, adz-dzakara wa-l-untsaa) memakai dua kata bertakrif yang berlawanan, sama seperti dua benda yang disumpahkan di 92:1 dan 92:2. Jadi tiga ayat sumpah surah ini seluruhnya menyebut pasangan yang berlawanan, dan pasangan ketiga ini yang paling dekat kepada manusia.

Akar (الذَّكَرَ, adz-dzakara) berarti mengingat dan menyebut. Akar itu dipakai di 264 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk mengingat dan untuk peringatan, antara lain di 87:9 dan 89:23. Jadi satu akar memikul jenis kelamin laki-laki dan perbuatan mengingat.

Kesejajaran dengan 91:7 dan 91:8 patut dicatat, sebab di sana yang disumpahkan jiwa dan penyempurnaannya, sedangkan di sini yang disumpahkan Yang menciptakan dua jenisnya. Jadi dua surah berdekatan sama-sama menutup rangkaian sumpahnya dengan menyebut manusia.

Ayat ini menutup rangkaian sumpah surah ini, dan sesudahnya 92:4 langsung memuat jawabannya. Jadi jawaban sumpahnya datang tepat di ayat berikutnya tanpa jeda dan tanpa pertanyaan yang menyela, berbeda dari 86:2 dan 89:5 yang keduanya menyela dengan pertanyaan.

Kedua kata di ayat ini bertakrif, sedangkan dua benda yang disumpahkan di 92:1 dan 92:2 juga bertakrif. Jadi seluruh benda yang disumpahkan di surah ini memakai kata sandang tanpa satu kekecualian, dan keseragaman itu berbeda dari rangkaian sumpah di 89:1 sampai 89:4 yang tidak seragam. Kata (الذَّكَرَ, adz-dzakara) menjadi objeknya, dan pasangannya menyusul di ayat yang sama.

Kata (وَالْأُنْثَىٰ, wa-l-untsaa) berasal dari akar yang berarti perempuan. Akar itu dipakai di 30 ayat, antara lain 3:36, 4:124, 16:58, 49:13, dan 53:45. Di 53:45 akar itu dipakai bersama pasangannya untuk menyatakan bahwa Yang berfirman menciptakan dua jenis itu.

Kesejajaran dengan 53:45 patut dicatat, sebab di sana pasangan yang sama disebut bersama kata kerja yang seakar dengan kata kerja di ayat ini. Jadi dua tempat memakai susunan yang berdekatan, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian sumpah dengan penciptaan dua jenis kelamin, dan kata pertamanya bisa dibaca sebagai kata sambung yang menunjuk Yang menciptakan atau sebagai kata yang menunjuk perbuatan penciptaannya.

Al-Qur'an tidak menutup salah satu pembacaan itu, dan terjemahannya menahan keterbukaan yang sama alih-alih memilihkan salah satunya. Kata kerjanya berbentuk lampau dan berpola pertama, dan akarnya dipakai di 248 ayat, antara lain 2:29, 30:20, 55:14, 86:5, dan 90:4.

Kesejajaran dengan 90:4 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai dengan bentuk berorang pertama jamak. Jadi dua surah di juz ini menyebut penciptaan dengan dua bentuk yang berbeda: yang di sana Yang berfirman menyebut diri-Nya, dan yang di sini Dia disebut sebagai pihak ketiga.

Rangkaian dua kata terakhirnya memakai dua kata bertakrif yang berlawanan, sama seperti dua benda yang disumpahkan di 92:1 dan 92:2. Jadi tiga ayat sumpah surah ini seluruhnya menyebut pasangan yang berlawanan, dan pasangan ketiga ini yang paling dekat kepada manusia.

Ayat ini menutup rangkaian sumpah surah ini, dan sesudahnya 92:4 langsung memuat jawabannya. Jadi jawaban sumpahnya datang tepat di ayat berikutnya tanpa jeda dan tanpa pertanyaan yang menyela.

Kata terakhirnya berasal dari akar yang dipakai di 30 ayat, antara lain 3:36, 4:124, 16:58, 49:13, dan 53:45. Di 53:45 akar itu dipakai bersama pasangannya untuk menyatakan bahwa Yang berfirman menciptakan dua jenis itu, sehingga dua tempat memakai susunan yang berdekatan.

Renungan dan Hikmah

  • Kata pertamanya bisa dibaca sebagai kata sambung yang menunjuk Allah sebagai Yang menciptakan atau sebagai kata yang menunjuk perbuatan penciptaan itu sendiri. Al-Qur'an tidak menutup salah satu pembacaan itu, dan terjemahannya menahan keterbukaan yang sama. Apa yang hilang dari sebuah sumpah ketika pembacanya memastikan sendiri mana yang dimaksud? Kata yang bisa dibaca dua arah menuntut pembacanya menahan diri dari memilihkan salah satunya. Yang bisa dibaca dua arah tetap dua arah selama teksnya tidak menutup salah satunya.
  • Kata kerjanya berbentuk lampau dan berpola pertama, dan akarnya dipakai di 248 ayat, antara lain 2:29, 30:20, 55:14, 86:5, dan 90:4. Kesejajaran dengan 90:4 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai dengan bentuk berorang pertama jamak. Jadi dua surah menyebut penciptaan oleh Allah dengan dua jarak yang berbeda. Dua surah yang menyebut penciptaan dengan dua jarak berbeda menaruh Yang menciptakan pada dua kedudukan. Pasangan yang paling dekat kepada manusia ditaruh paling akhir di dalam rangkaian sumpahnya.
  • Rangkaian dua kata terakhirnya memakai dua kata bertakrif yang berlawanan, sama seperti dua benda yang disumpahkan di 92:1 dan 92:2. Jadi tiga ayat sumpah surah ini seluruhnya menyebut pasangan yang berlawanan, dan pasangan ketiga ini yang paling dekat kepada manusia yang membacanya. Tiga pasangan berlawanan yang berurutan menutup rangkaian sumpah dengan yang paling dekat kepada pembacanya. Pasangan yang paling dekat kepada manusia ditaruh paling akhir di dalam rangkaian sumpahnya.
  • Akar kata ketiganya dipakai di 264 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk mengingat dan untuk peringatan, antara lain di 87:9 dan 89:23. Jadi satu akar memikul jenis kelamin laki-laki dan perbuatan mengingat, dan Allah tidak menerangkan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Satu akar yang memikul jenis kelamin dan perbuatan mengingat menuntut pemeriksaan, bukan tebakan. Pasangan yang paling dekat kepada manusia ditaruh paling akhir di dalam rangkaian sumpahnya.
  • Kedua kata di ayat ini bertakrif, sedangkan dua benda yang disumpahkan di 92:1 dan 92:2 juga bertakrif. Jadi seluruh benda yang disumpahkan Allah di surah ini memakai kata sandang tanpa satu kekecualian, dan keseragaman itu berbeda dari rangkaian sumpah di 89:1 sampai 89:4 yang tidak seragam penakrifannya. Penakrifan yang seragam di seluruh rangkaian berbeda dari penakrifan yang berganti di surah lain. Yang bisa dibaca dua arah tetap dua arah selama teksnya tidak menutup salah satunya.
  • Ayat ini menutup rangkaian sumpah surah ini, dan sesudahnya 92:4 langsung memuat jawabannya. Jadi jawaban sumpahnya datang tepat di ayat berikutnya tanpa jeda dan tanpa pertanyaan yang menyela, berbeda dari 86:2 dan 89:5 yang keduanya menyela rangkaian sumpahnya dengan pertanyaan. Jawaban yang datang tanpa jeda bekerja berbeda dari jawaban yang ditahan oleh pertanyaan yang menyela. Yang bisa dibaca dua arah tetap dua arah selama teksnya tidak menutup salah satunya.