إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ

Sesungguhnya usaha kalian benar-benar beraneka ragam.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰinna sa'yakum la-syattaasesungguhnya usaha kalian benar-benar beraneka ragam

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. سَعْيَكُمْsa'yakumusaha kalian
  3. لَشَتَّىٰla-syattaabenar-benar berbeda-beda

Inti bacaan

Pernyataan inti tentang keragaman usaha manusia: 'sesungguhnya usaha kalian benar-benar beraneka ragam', pengakuan bahwa meski berasal dari sumber yang sama, pilihan dan arah usaha manusia sangat bervariasi, mempersiapkan pembagian dua jalur berikutnya.

Penjelasan pilihan kata

Kata (لَشَتَّىٰ, la-syattaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti berpencar berbeda-beda. Ia cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 20:53, 24:61, 59:14, 92:4, dan 99:6, sehingga ia salah satu akar yang jarang dipakai.

Di 20:53 akar itu dipakai untuk tumbuhan beraneka jenis yang dikeluarkan dari bumi, dan di 59:14 untuk hati yang berpecah-belah meskipun tampak bersatu. Jadi akar yang sama menyebut keragaman tumbuhan, perpecahan hati, dan keragaman usaha manusia. Kata (لَشَتَّىٰ, la-syattaa) di sini menyifati usaha, bukan tumbuhan atau hati yang berpecah.

Kesejajaran dengan 99:6 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk manusia yang keluar dari kubur dalam keadaan berkelompok-kelompok. Jadi dua surah di juz ini memakai akar yang sama untuk keadaan manusia yang terpisah-pisah menurut apa yang mereka kerjakan. Kata (سَعْيَكُمْ, sa'yakum) mendahuluinya, dan keduanya terikat sebagai satu satuan.

Kata (سَعْيَكُمْ, sa'yakum) berasal dari akar yang berarti berusaha dan bergegas. Akar itu cuma dipakai di 28 ayat, antara lain 2:114, 17:19, 20:15, 53:39, dan 88:9. Kesejajaran dengan 88:9 patut dicatat, sebab di sana wajah-wajah disebut rela atas usahanya.

Di 53:39 akar itu dipakai untuk menyatakan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang diusahakannya. Jadi akar yang sama menamai apa yang menentukan hasil seseorang, dan di sini ia disebut sebagai sesuatu yang berbeda-beda arahnya. Bentuk (سَعْيَكُمْ, sa'yakum) memakai kata ganti orang kedua jamak pada ujungnya.

Kata ganti pada ujung (سَعْيَكُمْ, sa'yakum) berorang kedua jamak, sehingga yang disapa banyak orang. Jadi ayat ini menyapa langsung, sedangkan dua puluh ayat lainnya di surah ini berbicara tentang pihak ketiga. Sapaan itu berhenti sesudah satu ayat dan baru kembali di 92:14.

Huruf inna di awal ayat dan huruf lam di depan kata terakhir membentuk dua penguatan sekaligus. Jadi pernyataannya disampaikan dengan susunan yang paling kuat yang tersedia di dalam bahasanya, dan susunan berlapis itu dipakai lagi di 92:12 dan 92:13. Bentuk (لَشَتَّىٰ, la-syattaa) dikenai huruf penegas di depannya, sehingga pernyataannya dikuatkan.

Ayat ini jawaban bagi tiga ayat sumpah sebelumnya, dan yang dinyatakan bukan tentang malam, siang, atau penciptaan melainkan tentang usaha manusia. Jadi yang disumpahkan pasangan yang berlawanan, dan yang dinyatakan atasnya keragaman yang tidak berpasangan.

Kata (سَعْيَكُمْ, sa'yakum) berbaris fathah karena menjadi pokok kalimat yang dikenai huruf penegas di depannya. Jadi kedudukan i'rabnya ditentukan huruf itu, dan susunan yang sama dipakai di 92:12 dan 92:13 pada kata yang berbeda.

Bentuk (لَشَتَّىٰ, la-syattaa) berbentuk jamak dari kata sifat, sehingga yang dinyatakan bukan satu keragaman melainkan banyak arah yang berbeda-beda. Jadi bilangannya terbawa di dalam bentuk katanya sendiri, dan bahasa Indonesia menahannya dengan kata beraneka ragam.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa arah usaha manusia berbeda-beda, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 20:53, 24:61, 59:14, 92:4, dan 99:6.

Di 20:53 akar itu dipakai untuk tumbuhan beraneka jenis yang dikeluarkan dari bumi, dan di 59:14 untuk hati yang berpecah-belah meskipun tampak bersatu. Jadi akar yang sama menyebut keragaman tumbuhan, perpecahan hati, dan keragaman usaha manusia.

Kesejajaran dengan 99:6 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk manusia yang keluar dari kubur dalam keadaan berkelompok-kelompok. Jadi dua surah di juz ini memakai akar yang sama untuk keadaan manusia yang terpisah-pisah.

Kata keduanya berasal dari akar yang cuma dipakai di 28 ayat, antara lain 2:114, 17:19, 20:15, 53:39, dan 88:9. Di 53:39 akar itu dipakai untuk menyatakan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang diusahakannya.

Ayat ini jawaban bagi tiga ayat sumpah sebelumnya, dan yang dinyatakan bukan tentang malam, siang, atau penciptaan melainkan tentang usaha manusia. Jadi yang disumpahkan pasangan yang berlawanan, dan yang dinyatakan atasnya keragaman yang tidak berpasangan.

Bentuk kata terakhirnya berbentuk jamak dari kata sifat, sehingga yang dinyatakan bukan satu keragaman melainkan banyak arah yang berbeda-beda. Jadi bilangannya terbawa di dalam bentuk katanya sendiri tanpa satu kata bilangan pun yang menyebutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 20:53, 24:61, 59:14, 92:4, dan 99:6. Di 20:53 akar itu dipakai Allah untuk tumbuhan beraneka jenis, dan di 59:14 untuk hati yang berpecah-belah meskipun tampak bersatu. Jadi satu akar menyebut keragaman tumbuhan, perpecahan hati, dan keragaman usaha manusia. Satu akar untuk keragaman tumbuhan dan perpecahan hati menaruh keduanya di dalam satu gambaran. Yang diusahakan seseorang menentukan hasilnya, dan itu berlaku di banyak tempat di Al-Qur'an.
  • Kesejajaran dengan 99:6 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai Allah untuk manusia yang keluar dari kubur dalam keadaan berkelompok-kelompok. Jadi dua surah di juz ini memakai akar yang sama untuk keadaan manusia yang terpisah-pisah menurut apa yang mereka kerjakan sendiri. Dua surah yang memakai satu akar untuk manusia yang terpisah-pisah berdiri sejajar tanpa saling menyebut. Keragaman yang dinyatakan sesudah tiga pasangan yang tertib membalik harapan pembacanya.
  • Kata keduanya berasal dari akar yang cuma dipakai di 28 ayat, antara lain 2:114, 17:19, 20:15, 53:39, dan 88:9. Di 53:39 akar itu dipakai Allah untuk menyatakan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang diusahakannya, dan di 88:9 untuk wajah-wajah yang rela atas usahanya. Akar yang menamai apa yang menentukan hasil seseorang dipakai untuk menyebut arah yang berbeda-beda. Yang diusahakan seseorang menentukan hasilnya, dan itu berlaku di banyak tempat di Al-Qur'an.
  • Kata ganti pada ujung kata keduanya berorang kedua jamak, sehingga yang disapa banyak orang. Jadi ayat ini menyapa langsung, sedangkan dua puluh ayat lainnya berbicara tentang pihak ketiga. Sapaan itu berhenti sesudah satu ayat dan baru kembali di 92:14, dan Allah tidak menerangkan penundaan itu. Sapaan yang cuma satu ayat lalu berhenti sepuluh ayat menandai tempatnya tanpa satu kata penanda. Yang diusahakan seseorang menentukan hasilnya, dan itu berlaku di banyak tempat di Al-Qur'an.
  • Huruf di awal ayat dan huruf di depan kata terakhir membentuk dua penguatan sekaligus. Jadi pernyataan Allah disampaikan dengan susunan yang paling kuat yang tersedia di dalam bahasanya, dan susunan berlapis itu dipakai lagi di 92:12 dan 92:13, sehingga tiga ayat di surah ini memakai cara menegaskan yang sama. Penegasan berlapis dipakai untuk yang tidak bisa diperiksa mata, dan tiga ayat memakainya di surah ini. Keragaman yang dinyatakan sesudah tiga pasangan yang tertib membalik harapan pembacanya.
  • Ayat ini jawaban bagi tiga ayat sumpah sebelumnya, dan yang disumpahkan Allah pasangan yang berlawanan sedangkan yang dinyatakan atasnya keragaman yang tidak berpasangan. Apa yang menghubungkan tiga pasangan yang tertib itu dengan usaha manusia yang justru tidak tertib arahnya? Tiga pasangan yang tertib dijawab dengan keragaman yang tidak tertib, dan itu tidak diterangkan. Keragaman yang dinyatakan sesudah tiga pasangan yang tertib membalik harapan pembacanya.