وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ

Dan membenarkan yang terbaik,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰwa-shaddaqa bi-l-husnaadan membenarkan yang terbaik

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَصَدَّقَwa-shaddaqadan membenarkan
  2. بِالْحُسْنَىٰbi-l-husnaayang terbaik

Inti bacaan

Elemen ketiga jalan pertama - keyakinan pada kebaikan: 'dan membenarkan yang terbaik', kepercayaan aktif terhadap nilai dan janji tertinggi, melengkapi tindakan dan sikap dengan keyakinan yang kokoh.

Penjelasan pilihan kata

Kata (بِالْحُسْنَىٰ, bi-l-husnaa) muncul 2 kali di 1 surah, yaitu di 92:6 dan 92:9, sehingga kedua kemunculannya berada di dalam surah ini. Jadi satu kata dipakai dua kali untuk dua sikap yang berlawanan, dan jaraknya tiga ayat.

Perbedaan kedua pemakaian itu patut dicatat. Di sini kata itu berdiri sesudah kata kerja yang berarti membenarkan, dan di 92:9 ia berdiri sesudah kata kerja yang berarti mendustakan. Jadi satu benda yang sama dihadapi dengan dua sikap yang berlawanan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan apa benda itu. Kata (بِالْحُسْنَىٰ, bi-l-husnaa) di sini berdiri sesudah kata kerja yang membenarkan.

Kata (بِالْحُسْنَىٰ, bi-l-husnaa) berbentuk elatif perempuan bertakrif dari akar yang berarti baik dan elok, dan apa yang dimaksud tidak dinamai di dalam surah ini. Al-Qur'an membiarkan rujukan itu terbuka, dan terjemahannya menahan keterbukaan yang sama alih-alih menutupnya dengan satu pilihan.

Akar (بِالْحُسْنَىٰ, bi-l-husnaa) berarti baik dan elok. Akar itu dipakai di 194 ayat, antara lain 2:83, 4:95, 10:26, 16:125, dan 55:60. Di 10:26 dan 55:60 akar itu dipakai untuk balasan terbaik bagi orang yang berbuat baik.

Kata kerja (وَصَدَّقَ, wa shaddaqa) berasal dari akar yang berarti benar dan jujur. Akar itu dipakai di 155 ayat, dan bentuknya berpola kedua sehingga artinya menyatakan sesuatu benar. Jadi yang dinyatakan bukan berkata benar melainkan membenarkan apa yang dikatakan pihak lain.

Perbedaan itu perlu dijaga. Akar yang sama memberi kata untuk sedekah, antara lain di 2:196 dan 9:60, sehingga satu akar memikul membenarkan dan memberi. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma akarnya. Kata (وَصَدَّقَ, wa shaddaqa) mendahuluinya, dan keduanya terikat sebagai satu satuan.

Ayat ini menutup dua ciri golongan pertama yang dimulai di 92:5, sehingga golongan itu dikenali lewat tiga perbuatan: memberi, bertakwa, dan membenarkan. Jadi dua yang pertama menyangkut perbuatan dan sikap, dan yang ketiga menyangkut penerimaan atas sesuatu yang datang dari luar dirinya.

Susunan ayat ini disambungkan kepada 92:5 dengan huruf waw, sehingga keduanya satu kalimat yang dipisah menjadi dua ayat. Jadi jeda bacaannya jatuh di tengah kalimat, dan membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa pokok kalimat.

Bentuk (وَصَدَّقَ, wa shaddaqa) berbentuk lampau, sama seperti dua kata kerja di 92:5. Jadi tiga ciri golongan pertama seluruhnya disebut dengan bentuk yang menyatakan perbuatan yang sudah selesai, dan Al-Qur'an tidak menyebut satu pun di antaranya sebagai yang masih berlangsung.

Kata (بِالْحُسْنَىٰ, bi-l-husnaa) didahului huruf ba yang menyatakan sasaran pembenaran, sehingga yang dibenarkan sesuatu yang berada di luar dirinya. Jadi perbuatan ketiga ini berbeda jenisnya dari dua yang pertama, sebab yang dua itu dikerjakan atas dirinya dan hartanya sendiri.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi ciri golongan pertama: meyakini kebenaran yang terbaik, dan kata terakhirnya muncul 2 kali di 1 surah, yaitu di 92:6 dan 92:9, sehingga kedua kemunculannya berada di dalam surah ini.

Perbedaan kedua pemakaian itu patut dicatat. Di sini kata itu berdiri sesudah kata kerja yang berarti membenarkan, dan di 92:9 ia berdiri sesudah kata kerja yang berarti mendustakan. Jadi satu benda yang sama dihadapi dengan dua sikap yang berlawanan.

Kata terakhirnya berbentuk elatif perempuan bertakrif, dan apa yang dimaksud tidak dinamai di dalam surah ini. Al-Qur'an membiarkan rujukan itu terbuka, dan terjemahannya menahan keterbukaan yang sama alih-alih menutupnya dengan satu pilihan.

Kata kerjanya berasal dari akar yang dipakai di 155 ayat, dan bentuknya berpola kedua sehingga artinya menyatakan sesuatu benar. Jadi yang dinyatakan bukan berkata benar melainkan membenarkan apa yang dikatakan pihak lain.

Ayat ini menutup dua ciri golongan pertama yang dimulai di 92:5, sehingga golongan itu dikenali lewat tiga perbuatan: memberi, bertakwa, dan membenarkan.

Kata terakhirnya didahului huruf yang menyatakan sasaran pembenaran, sehingga yang dibenarkan sesuatu yang berada di luar dirinya. Jadi perbuatan ketiga ini berbeda jenisnya dari dua yang pertama, sebab yang dua itu dikerjakan atas dirinya dan hartanya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Kata terakhirnya muncul 2 kali di 1 surah, yaitu di 92:6 dan 92:9, sehingga kedua kemunculannya berada di dalam surah ini. Di sini kata itu berdiri sesudah kata kerja yang berarti membenarkan, dan di 92:9 sesudah kata kerja yang berarti mendustakan. Jadi Allah menaruh satu benda yang sama di hadapan dua sikap yang berlawanan. Satu kata untuk dua sikap berlawanan di dalam satu surah menuntut kedua tempatnya dibaca bersama. Membenarkan menuntut ada sesuatu yang datang dari luar, dan itu tidak bisa dikerjakan sendirian.
  • Kata terakhirnya berbentuk elatif perempuan bertakrif, dan apa yang dimaksud tidak dinamai Allah di dalam surah ini. Al-Qur'an membiarkan rujukan itu terbuka, dan terjemahannya menahan keterbukaan yang sama. Apa yang ditambahkan seseorang ke dalam ayat ini ketika ia memastikan sendiri apa yang dimaksud dengan yang terbaik? Yang terbaik yang tidak dinamai menuntut pembacanya menahan diri dari mengisinya sendiri. Sesuatu yang tidak dinamai tetap bisa diperselisihkan, dan surah ini menyebutnya dua kali.
  • Kata kerjanya berasal dari akar yang dipakai di 155 ayat, dan bentuknya berpola kedua sehingga artinya menyatakan sesuatu benar. Jadi yang dinyatakan Allah bukan berkata benar melainkan membenarkan apa yang dikatakan pihak lain. Perbedaan itu menentukan: yang pertama tentang ucapannya sendiri, dan yang kedua tentang sikapnya terhadap ucapan orang lain. Membenarkan berbeda dari berkata benar, sebab yang pertama menyangkut sikap atas ucapan orang lain.
  • Akar kata kerjanya memberi kata untuk sedekah pula, antara lain di 2:196 dan 9:60. Jadi satu akar memikul membenarkan dan memberi, dan Allah tidak menerangkan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Yang menyambungkan keduanya barangkali bahwa memberi membuktikan kebenaran apa yang diucapkan seseorang. Membenarkan dan memberi berbagi satu akar, dan memberi membuktikan kebenaran yang diucapkan. Membenarkan menuntut ada sesuatu yang datang dari luar, dan itu tidak bisa dikerjakan sendirian.
  • Ayat ini menutup dua ciri golongan pertama yang dimulai di 92:5, sehingga golongan itu dikenali lewat tiga perbuatan: memberi, bertakwa, dan membenarkan. Jadi dua yang pertama menyangkut perbuatan dan sikap, dan yang ketiga menyangkut penerimaan atas sesuatu yang datang dari luar dirinya. Tiga ciri yang disebut berurutan bergerak dari perbuatan ke sikap lalu ke penerimaan dari luar. Sesuatu yang tidak dinamai tetap bisa diperselisihkan, dan surah ini menyebutnya dua kali.
  • Susunan ayat ini disambungkan kepada 92:5 dengan huruf penyambung, sehingga keduanya satu kalimat yang dipisah menjadi dua ayat. Jadi jeda bacaannya jatuh di tengah kalimat, dan membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa pokok kalimat yang disebut Allah di ayat sebelumnya. Kalimat yang dipecah menjadi dua ayat membuat jeda bacaannya jatuh di tempat yang belum selesai. Membenarkan menuntut ada sesuatu yang datang dari luar, dan itu tidak bisa dikerjakan sendirian.