فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ

Maka Kami akan memudahkannya menuju kemudahan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰfa-sa-nuyassiruhu li-l-yusraamaka Kami akan memudahkannya menuju kemudahan

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. فَسَنُيَسِّرُهُfa-sa-nuyassiruhumaka Kami akan memudahkannya
  2. لِلْيُسْرَىٰli-l-yusraamenuju kemudahan

Inti bacaan

Hasil dari kombinasi tiga kualitas: 'maka Kami akan memudahkannya menuju kemudahan', janji bahwa kombinasi memberi, bertakwa, dan membenarkan kebaikan akan membawa pada jalan yang semakin dimudahkan.

Penjelasan pilihan kata

Kata (لِلْيُسْرَىٰ, li-l-yusraa) muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 87:8 dan 92:7. Jadi kata itu cuma hidup di dua tempat, dan keduanya berada di surah yang berdekatan letaknya di dalam juz yang sama.

Kesejajaran antara surah ini dan surah 87 berulang beberapa kali. Selain kata itu, kata (الْأَشْقَى, al-asyqaa) juga cuma muncul di 87:11 dan 92:15, kata untuk menyucitumbuhkan diri muncul di 87:14 dan 92:18, dan kata untuk yang tertinggi di 87:1 dan 92:20.

Kesejajaran itu bertambah lagi lewat akar yang berarti sisi dan menjauhkan yang dipakai di 87:11 dan 92:17. Jadi lima tempat menghubungkan kedua surah, dan Al-Qur'an tidak menyatakan satu pun di antaranya dengan kalimat yang menyebut hubungan itu. Kata (لِلْيُسْرَىٰ, li-l-yusraa) di sini menjadi tujuan, bukan keadaan yang sudah dicapai.

Kata kerja (فَسَنُيَسِّرُهُ, fa-sanuyassiruhu) berpola kedua, sehingga artinya membuat sesuatu menjadi mudah, bukan menjadi mudah sendiri. Bentuk yang sama dipakai di 87:8 dan di 92:10, sehingga tiga tempat memakai pola yang sama untuk perbuatan yang sama.

Huruf sin di dalam (فَسَنُيَسِّرُهُ, fa-sanuyassiruhu) menandai waktu yang akan datang, dan bentuk berorang pertama jamak menyatakan bahwa yang memudahkan Yang berfirman sendiri. Jadi ayat ini menyebut diri-Nya, sedangkan tiga ayat sumpah sebelumnya menyebut Dia sebagai pihak ketiga.

Kata (لِلْيُسْرَىٰ, li-l-yusraa) didahului huruf lam yang menyatakan tujuan, sehingga yang dinyatakan arah, bukan keadaan. Jadi yang dijanjikan bukan bahwa ia akan berada di dalam kemudahan melainkan bahwa ia akan dimudahkan menuju ke sana.

Akar kata kerjanya dan akar kata terakhirnya sama, yaitu akar yang berarti mudah dan ringan, sehingga perbuatan dan tujuannya berbagi satu sumber. Susunan yang mengulang akar seperti itu menguatkan tanpa menambah kata baru, dan susunan yang sama dipakai di 87:8 dan di 92:10. Kata (فَسَنُيَسِّرُهُ, fa-sanuyassiruhu) mendahuluinya, dan keduanya berasal dari satu akar.

Ayat ini menutup bagian tentang golongan pertama, dan susunannya sejajar hampir kata demi kata dengan susunan 92:10. Jadi dua ayat penutup dua bagian yang berpasangan dibangun dengan rangka yang sama, dan yang berbeda cuma kata terakhirnya.

Bentuk (فَسَنُيَسِّرُهُ, fa-sanuyassiruhu) memakai kata ganti objek yang menunjuk orang di 92:5, sehingga tiga ayat dari 92:5 sampai ayat ini terikat kepada satu pihak. Jadi seluruh bagian pertama bergantung pada satu penyebutan yang tidak diulang sekali pun.

Huruf fa di awal ayat menyatakan urutan yang rapat, sehingga akibatnya menyusul ciri-cirinya tanpa jeda. Huruf yang sama dipakai di awal 92:10, sehingga dua ayat penutup dua bagian yang berpasangan memakai penyambung yang sama persis.

Tafsiran

Ayat ini menjanjikan kemudahan bagi golongan pertama, dan kata terakhirnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 87:8 dan 92:7. Jadi kata itu cuma hidup di dua tempat, dan keduanya berada di surah yang berdekatan.

Kesejajaran antara surah ini dan surah 87 berulang beberapa kali. Selain kata itu, kata untuk orang yang paling celaka juga cuma muncul di 87:11 dan 92:15, kata untuk menyucitumbuhkan diri muncul di 87:14 dan 92:18, dan kata untuk yang tertinggi di 87:1 dan 92:20.

Kesejajaran itu bertambah lagi lewat akar yang dipakai di 87:11 dan 92:17. Jadi lima tempat menghubungkan kedua surah, dan Al-Qur'an tidak menyatakan satu pun di antaranya dengan kalimat yang menyebut hubungan itu.

Kata kerjanya berpola kedua, sehingga artinya membuat sesuatu menjadi mudah, bukan menjadi mudah sendiri. Bentuk yang sama dipakai di 87:8 dan di 92:10, sehingga tiga tempat memakai pola yang sama untuk perbuatan yang sama.

Ayat ini menutup bagian tentang golongan pertama, dan susunannya sejajar hampir kata demi kata dengan susunan 92:10. Jadi dua ayat penutup dua bagian yang berpasangan dibangun dengan rangka yang sama, dan yang berbeda cuma kata terakhirnya.

Huruf di awal ayat menyatakan urutan yang rapat, sehingga akibatnya menyusul ciri-cirinya tanpa jeda. Huruf yang sama dipakai di awal 92:10, sehingga dua ayat penutup dua bagian yang berpasangan memakai penyambung yang sama persis.

Renungan dan Hikmah

  • Kata terakhirnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 87:8 dan 92:7. Kesejajaran antara kedua surah itu berulang: kata untuk orang yang paling celaka cuma di 87:11 dan 92:15, kata untuk menyucitumbuhkan diri di 87:14 dan 92:18, kata untuk yang tertinggi di 87:1 dan 92:20, dan satu akar lagi di 87:11 dan 92:17. Jadi lima tempat menghubungkan keduanya tanpa satu kalimat pun dari Allah yang menyebutnya. Lima tempat yang menghubungkan dua surah menandai keduanya sepasang tanpa satu kalimat penghubung.
  • Kata kerjanya berpola kedua, sehingga artinya membuat sesuatu menjadi mudah, bukan menjadi mudah sendiri. Bentuk yang sama dipakai Allah di 87:8 dan di 92:10, sehingga tiga tempat memakai pola yang sama untuk perbuatan yang sama. Jadi yang dijanjikan bukan keadaan yang datang sendiri melainkan perbuatan yang dikerjakan atasnya. Dimudahkan berbeda dari menjadi mudah, dan bentuk katanya sendiri yang menentukan yang mana. Lima tempat yang menghubungkan dua surah menandai keduanya tanpa satu kalimat penghubung.
  • Kata terakhirnya didahului huruf yang menyatakan tujuan, sehingga yang dinyatakan arah, bukan keadaan. Jadi yang dijanjikan Allah bukan bahwa ia akan berada di dalam kemudahan melainkan bahwa ia akan dimudahkan menuju ke sana. Perbedaan itu perlu dijaga, sebab yang pertama sudah selesai dan yang kedua masih berjalan. Menyatakan arah berbeda dari menyatakan keadaan, dan satu huruf yang membedakan keduanya. Dimudahkan menuju sesuatu berbeda dari diberi sesuatu, sebab yang pertama masih menuntut jalan.
  • Akar kata kerjanya dan akar kata terakhirnya sama, sehingga perbuatan dan tujuannya berbagi satu sumber. Susunan yang mengulang akar seperti itu menguatkan tanpa menambah kata baru, dan susunan yang sama dipakai Allah di 87:8 dan di 92:10. Jadi tiga tempat memakai cara menghemat kata yang sama persis. Mengulang akar menguatkan tanpa menambah kata, dan tiga tempat memakai cara yang sama persis. Lima tempat yang menghubungkan dua surah menandai keduanya tanpa satu kalimat penghubung.
  • Huruf di dalam kata kerjanya menandai waktu yang akan datang, dan bentuk berorang pertama jamak menyatakan bahwa yang memudahkan Allah sendiri. Jadi ayat ini menyebut diri-Nya, sedangkan tiga ayat sumpah sebelumnya menyebut Dia sebagai pihak ketiga, dan perpindahan itu tidak diterangkan. Menyebut diri sesudah tiga sumpah mengubah jarak antara Yang berfirman dan yang membacanya. Dimudahkan menuju sesuatu berbeda dari diberi sesuatu, sebab yang pertama masih menuntut jalan.
  • Ayat ini menutup bagian tentang golongan pertama, dan susunannya sejajar hampir kata demi kata dengan susunan 92:10. Jadi dua ayat penutup dua bagian yang berpasangan dibangun Allah dengan rangka yang sama, dan yang berbeda cuma kata terakhirnya. Apa yang dinyatakan dua akibat yang berlawanan ketika keduanya diucapkan dengan kata kerja yang sama persis? Dua akibat berlawanan yang diucapkan dengan kata kerja sama menuntut penimbangan, bukan penerimaan.