فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ
Maka Kami akan memudahkannya menuju kesukaran.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰfa-sa-nuyassiruhu li-l-'usraamaka Kami akan memudahkannya menuju kesukaran
Terjemahan per kata (2 kata)
- فَسَنُيَسِّرُهُfa-sa-nuyassiruhumaka Kami akan memudahkannya
- لِلْعُسْرَىٰli-l-'usraamenuju kesukaran
Inti bacaan
Konsekuensi ironis dari kombinasi negatif: 'maka Kami akan memudahkannya menuju kesukaran', ironi tajam bahwa 'kemudahan' yang sama justru mengarah pada jalan yang semakin sulit bagi golongan ini, setiap pilihan memperkuat arah yang sudah dipilih.
Penjelasan pilihan kata
Kata (لِلْعُسْرَىٰ, li-l-'usraa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti sulit. Ia cuma dipakai di 12 ayat, antara lain 2:185, 18:73, 65:6, 94:5, dan 94:6, sehingga ia salah satu akar yang jarang dipakai.
Kesejajaran dengan 94:5 dan 94:6 patut dicatat, sebab di kedua ayat itu akar yang sama disandingkan dengan akar yang berlawanan dalam satu kalimat, yaitu bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Jadi apa yang di sana disandingkan, di sini dipisah menjadi dua akibat bagi dua golongan. Kata (لِلْعُسْرَىٰ, li-l-'usraa) di sini menjadi tujuan, bukan keadaan yang sudah dicapai.
Di 2:185 akar itu dipakai bersama lawannya untuk menyatakan bahwa Tuhan menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesukaran. Jadi akar yang sama muncul di dalam pernyataan tentang kehendak-Nya dan di dalam akibat yang menimpa golongan kedua. Kata (فَسَنُيَسِّرُهُ, fa-sanuyassiruhu) mendahuluinya, dan keduanya berlawanan akarnya.
Kata (لِلْعُسْرَىٰ, li-l-'usraa) berbentuk elatif perempuan bertakrif, sama persis bentuknya dengan kata terakhir di 92:7. Jadi dua kata yang berlawanan maknanya memakai bentuk yang sama persis, dan kesejajaran bentuk itu mengikat kedua ayat menjadi satu pasangan.
Kata kerja (فَسَنُيَسِّرُهُ, fa-sanuyassiruhu) diulang persis dari 92:7, sehingga dua ayat memakai kata kerja yang sama tanpa satu huruf pun yang berbeda. Jadi yang berbeda antara kedua akibat itu cuma kata terakhirnya, dan Al-Qur'an tidak menambahkan satu kata pun yang membedakan cara keduanya terjadi.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Kata kerja yang berarti memudahkan dipakai untuk akibat yang menyenangkan dan untuk akibat yang menyusahkan, dan keduanya sama-sama disebut sebagai pemudahan. Al-Qur'an tidak menerangkan pemakaian itu dengan satu kalimat pun. Bentuk (لِلْعُسْرَىٰ, li-l-'usraa) berbentuk elatif perempuan bertakrif, sama seperti bentuk di 92:7.
Akar kata kerjanya dan akar kata terakhirnya berlawanan, berbeda dari susunan di 92:7 yang keduanya seakar. Jadi dua ayat yang berpasangan tidak sepenuhnya sejajar: yang satu mengulang akar, dan yang lain menyandingkan dua akar yang berlawanan. Kata (لِلْعُسْرَىٰ, li-l-'usraa) menutup ayat ini, dan bunyinya sama dengan ujung 92:7.
Ayat ini menutup bagian tentang golongan kedua, dan sesudahnya 92:11 menambahkan satu keterangan yang tidak punya pasangan di bagian pertama. Jadi kedua bagian yang tampak berpasangan ternyata tidak sama panjangnya, dan Al-Qur'an tidak menerangkan ketidakseimbangan itu.
Bentuk (فَسَنُيَسِّرُهُ, fa-sanuyassiruhu) memakai kata ganti objek yang menunjuk orang di 92:8, sehingga tiga ayat dari 92:8 sampai ayat ini terikat kepada satu pihak. Jadi kedua bagian yang berpasangan sama-sama bergantung pada satu penyebutan yang tidak diulang.
Kata (لِلْعُسْرَىٰ, li-l-'usraa) didahului huruf lam yang menyatakan tujuan, sama seperti huruf di 92:7. Jadi kedua akibat itu sama-sama dinyatakan sebagai arah, bukan sebagai keadaan, dan kesejajaran itu berlaku sampai ke hurufnya.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan konsekuensi bagi golongan kedua: dimudahkan menuju kesukaran, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya cuma dipakai di 12 ayat, antara lain 2:185, 18:73, 65:6, 94:5, dan 94:6.
Kesejajaran dengan 94:5 dan 94:6 patut dicatat, sebab di kedua ayat itu akar yang sama disandingkan dengan akar yang berlawanan dalam satu kalimat, yaitu bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Jadi apa yang di sana disandingkan, di sini dipisah menjadi dua akibat bagi dua golongan.
Kata kerjanya diulang persis dari 92:7, sehingga dua ayat memakai kata kerja yang sama tanpa satu huruf pun yang berbeda. Jadi yang berbeda antara kedua akibat itu cuma kata terakhirnya.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Kata kerja yang berarti memudahkan dipakai untuk akibat yang menyenangkan dan untuk akibat yang menyusahkan, dan keduanya sama-sama disebut sebagai pemudahan.
Ayat ini menutup bagian tentang golongan kedua, dan sesudahnya 92:11 menambahkan satu keterangan yang tidak punya pasangan di bagian pertama. Jadi kedua bagian yang tampak berpasangan ternyata tidak sama panjangnya.
Kata terakhirnya didahului huruf yang menyatakan tujuan, sama seperti huruf di 92:7. Jadi kedua akibat itu sama-sama dinyatakan sebagai arah, bukan sebagai keadaan, dan kesejajaran itu berlaku sampai ke hurufnya.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerjanya diulang persis dari 92:7, sehingga dua ayat memakai kata kerja yang sama tanpa satu huruf pun yang berbeda. Jadi kata yang berarti memudahkan dipakai Allah untuk akibat yang menyenangkan dan untuk akibat yang menyusahkan, dan keduanya sama-sama disebut sebagai pemudahan. Al-Qur'an tidak menerangkan pemakaian itu dengan satu kalimat pun. Kata yang berarti memudahkan dipakai untuk dua akibat berlawanan, dan itu tidak diterangkan. Dimudahkan menuju kesukaran memakai kata yang sama dengan dimudahkan menuju kemudahan.
- Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya cuma dipakai di 12 ayat termasuk 94:5 dan 94:6. Di kedua ayat itu akar yang sama disandingkan Allah dengan akar yang berlawanan dalam satu kalimat, yaitu bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Jadi apa yang di sana disandingkan, di sini dipisah menjadi dua akibat bagi dua golongan. Dua ayat yang menyandingkan kesulitan dan kemudahan di surah lain dipisah menjadi dua akibat di sini. Dua akibat yang diucapkan dengan kata kerja sama menuntut penimbangan, bukan penerimaan.
- Di 2:185 akar kata terakhirnya dipakai bersama lawannya untuk menyatakan bahwa Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesukaran. Jadi akar yang sama muncul di dalam pernyataan tentang kehendak-Nya dan di dalam akibat yang menimpa golongan kedua, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya. Kehendak-Nya yang menyebut kemudahan dan bukan kesukaran memakai akar yang sama dengan ayat ini. Dua akibat yang diucapkan dengan kata kerja sama menuntut penimbangan, bukan penerimaan.
- Kata terakhirnya berbentuk elatif perempuan bertakrif, sama persis bentuknya dengan kata terakhir di 92:7. Jadi dua kata yang berlawanan maknanya memakai bentuk yang sama persis, dan kesejajaran bentuk itu mengikat kedua ayat menjadi satu pasangan yang tidak bisa dibaca terpisah. Dua bentuk yang sama persis pada dua kata berlawanan mengikat kedua ayat menjadi satu pasangan. Dua akibat yang diucapkan dengan kata kerja sama menuntut penimbangan, bukan penerimaan.
- Akar kata kerjanya dan akar kata terakhirnya berlawanan, berbeda dari susunan di 92:7 yang keduanya seakar. Jadi dua ayat yang berpasangan tidak sepenuhnya sejajar: yang satu mengulang akar, dan yang lain menyandingkan dua akar yang berlawanan. Allah tidak menerangkan perbedaan itu dengan satu kalimat pun. Kesejajaran yang tidak penuh menandai bahwa keseragaman bukan yang dituju susunannya. Dimudahkan menuju kesukaran memakai kata yang sama dengan dimudahkan menuju kemudahan.
- Ayat ini menutup bagian tentang golongan kedua, dan sesudahnya 92:11 menambahkan satu keterangan yang tidak punya pasangan di bagian pertama. Apa yang dinyatakan sebuah susunan berpasangan ketika salah satu sisinya diberi satu tambahan yang tidak dimiliki sisi lainnya? Pasangan yang salah satu sisinya diberi tambahan menandai bahwa keduanya tidak sepenuhnya setara. Dimudahkan menuju kesukaran memakai kata yang sama dengan dimudahkan menuju kemudahan.