إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ
Sesungguhnya atas Kamilah petunjuk itu,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰinna 'alaynaa la-l-hudaasesungguhnya atas Kamilah petunjuk itu
Terjemahan per kata (3 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- عَلَيْنَا'alaynaaatas Kami
- لَلْهُدَىٰla-l-hudaabenar-benar petunjuk
Inti bacaan
Kepastian ketersediaan petunjuk: 'sesungguhnya atas Kamilah petunjuk itu', jaminan bahwa arah yang benar selalu disediakan, tanggung jawab menerima petunjuk berada di tangan penerima.
Penjelasan pilihan kata
Kata (لَلْهُدَىٰ, la-l-hudaa) berasal dari akar yang berarti menunjukkan jalan. Akar itu dipakai di 268 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an. Kesejajaran dengan 87:3 dan 90:10 patut dicatat, sebab di kedua tempat itu akar yang sama menyebut pemberian petunjuk.
Jadi tiga surah di juz ini memakai akar yang sama untuk perkara yang sama, dan yang di 87:3 dan 90:10 berupa kata kerja sedangkan yang di sini kata benda. Al-Qur'an tidak menghubungkan ketiganya dengan satu kalimat pun. Kata (لَلْهُدَىٰ, la-l-hudaa) di sini berupa kata benda, bukan kata kerja seperti di 87:3.
Kata (عَلَيْنَا, 'alaynaa) memakai huruf yang menyatakan tanggungan, sehingga yang dinyatakan bahwa petunjuk itu menjadi urusan Yang berfirman. Kesejajaran dengan 88:26 patut dicatat, sebab di sana huruf yang sama dipakai untuk perhitungan yang menjadi tanggungan-Nya.
Jadi dua surah di juz ini memakai huruf yang sama untuk menyatakan apa yang ditanggung-Nya: yang di sana perhitungan, dan yang di sini petunjuk. Al-Qur'an tidak menunjuk kesejajaran itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma hurufnya.
Susunan ayat ini mendahulukan keterangan sebelum pokok kalimatnya, dan susunan yang mendahulukan keterangan dipakai untuk menegaskan. Jadi yang ditegaskan bukan bahwa ada petunjuk melainkan atas siapa petunjuk itu menjadi tanggungan.
Huruf inna di awal ayat dan huruf lam di depan kata terakhir membentuk dua penguatan sekaligus, sama seperti susunan di 92:4 dan 92:13. Jadi tiga ayat di surah ini memakai cara menegaskan yang sama, dan ketiganya menyatakan sesuatu yang tidak bisa diperiksa dengan mata. Kata (عَلَيْنَا, 'alaynaa) mendahuluinya, dan keduanya terikat sebagai satu satuan.
Kata (لَلْهُدَىٰ, la-l-hudaa) bertakrif, sehingga yang disebut petunjuk sebagai jenis, bukan satu petunjuk tertentu. Ketertentuan yang menyebut jenis itu memperluas cakupannya, dan mempersempitnya kepada satu jenis akan mengurangi apa yang dinyatakan.
Ayat ini membuka bagian baru yang berlangsung sampai 92:13, dan sesudahnya 92:14 berpindah kepada peringatan. Jadi dua ayat di tengah surah ini seluruhnya tentang Yang berfirman sendiri, dan keduanya diapit oleh bagian tentang manusia di depan dan di belakangnya.
Bentuk kata ganti di dalam (عَلَيْنَا, 'alaynaa) berorang pertama jamak, sama seperti bentuk di 92:7, 92:10, dan 92:13. Jadi empat ayat di surah ini memakai bentuk yang menyebut diri-Nya, dan keempatnya berkumpul di bagian tengah surahnya.
Bentuk (لَلْهُدَىٰ, la-l-hudaa) berbaris fathah karena menjadi pokok kalimat yang dikenai huruf penegas di awal ayat. Jadi kedudukan i'rabnya ditentukan huruf itu, sama seperti susunan di 92:4 dan 92:13.
Kata (إِنَّ, inna) di awal ayat huruf penegas, dan ia dipakai lagi di awal 92:13. Jadi dua ayat berturut-turut dibuka dengan huruf yang sama persis, dan kesejajaran itu mengikat keduanya menjadi satu pasangan pernyataan.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa memberi petunjuk adalah wewenang Allah semata, dan kata terakhirnya berasal dari akar yang dipakai di 268 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul.
Kesejajaran dengan 87:3 dan 90:10 patut dicatat, sebab di kedua tempat itu akar yang sama menyebut pemberian petunjuk. Jadi tiga surah di juz ini memakai akar yang sama untuk perkara yang sama, dan yang di 87:3 dan 90:10 berupa kata kerja sedangkan yang di sini kata benda.
Kata keduanya memakai huruf yang menyatakan tanggungan, sehingga yang dinyatakan bahwa petunjuk itu menjadi urusan Yang berfirman. Kesejajaran dengan 88:26 patut dicatat, sebab di sana huruf yang sama dipakai untuk perhitungan yang menjadi tanggungan-Nya.
Susunan ayat ini mendahulukan keterangan sebelum pokok kalimatnya, dan susunan yang mendahulukan keterangan dipakai untuk menegaskan. Jadi yang ditegaskan bukan bahwa ada petunjuk melainkan atas siapa petunjuk itu menjadi tanggungan.
Ayat ini membuka bagian baru yang berlangsung sampai 92:13, dan sesudahnya 92:14 berpindah kepada peringatan. Jadi dua ayat di tengah surah ini seluruhnya tentang Yang berfirman sendiri.
Kata pertamanya huruf penegas, dan ia dipakai lagi di awal 92:13. Jadi dua ayat berturut-turut dibuka dengan huruf yang sama persis, dan kesejajaran itu mengikat keduanya menjadi satu pasangan pernyataan tentang Yang berfirman.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya berasal dari akar yang dipakai di 268 ayat, dan kesejajaran dengan 87:3 dan 90:10 patut dicatat sebab di kedua tempat itu akar yang sama menyebut pemberian petunjuk dari Allah. Jadi tiga surah di juz ini memakai akar yang sama untuk perkara yang sama, dan yang di sana berupa kata kerja sedangkan yang di sini kata benda. Tiga surah yang memakai satu akar untuk petunjuk berdiri sejajar tanpa satu kalimat penghubung. Mendahulukan keterangan menaruh tekanan pada siapa, bukan pada apa yang dinyatakan.
- Kata keduanya memakai huruf yang menyatakan tanggungan, dan kesejajaran dengan 88:26 patut dicatat sebab di sana huruf yang sama dipakai untuk perhitungan yang menjadi tanggungan Allah. Jadi dua surah di juz ini memakai huruf yang sama untuk menyatakan apa yang ditanggung-Nya: yang di sana perhitungan, dan yang di sini petunjuk. Dua surah yang memakai satu huruf untuk apa yang ditanggung-Nya menandai keduanya sejajar. Petunjuk yang dinyatakan sebagai tanggungan mengubah kedudukan orang yang mencarinya.
- Susunan ayat ini mendahulukan keterangan sebelum pokok kalimatnya, dan susunan yang mendahulukan keterangan dipakai Allah untuk menegaskan. Jadi yang ditegaskan bukan bahwa ada petunjuk melainkan atas siapa petunjuk itu menjadi tanggungan, dan urutan katanya sendiri yang mengerjakan penegasan itu. Mendahulukan keterangan menaruh tekanan pada atas siapa sesuatu menjadi tanggungan. Petunjuk yang dinyatakan sebagai tanggungan mengubah kedudukan orang yang mencarinya.
- Huruf di awal ayat dan huruf di depan kata terakhir membentuk dua penguatan sekaligus, sama seperti susunan di 92:4 dan 92:13. Jadi tiga ayat di surah ini memakai cara menegaskan yang sama, dan ketiganya menyatakan sesuatu yang tidak bisa diperiksa dengan mata oleh siapa pun. Tiga ayat yang memakai penegasan berlapis seluruhnya menyatakan yang tidak bisa diperiksa mata. Mendahulukan keterangan menaruh tekanan pada siapa, bukan pada apa yang dinyatakan.
- Bentuk kata ganti di dalam kata keduanya berorang pertama jamak, sama seperti bentuk di 92:7, 92:10, dan 92:13. Jadi empat ayat di surah ini memakai bentuk yang menyebut diri Allah, dan keempatnya berkumpul di bagian tengah surahnya sesudah tiga ayat sumpah yang menyebut-Nya sebagai pihak ketiga. Empat ayat yang menyebut diri berkumpul di tengah surah sesudah tiga sumpah tentang pihak ketiga. Mendahulukan keterangan menaruh tekanan pada siapa, bukan pada apa yang dinyatakan.
- Kata terakhirnya bertakrif, sehingga yang disebut petunjuk sebagai jenis, bukan satu petunjuk tertentu. Apa yang berubah pada tanggung jawab seseorang yang belum menemukan jalan ketika ia diberi tahu bahwa menunjukkan jalan itu sendiri sudah menjadi tanggungan Allah? Petunjuk yang dinyatakan sebagai tanggungan mengubah kedudukan orang yang belum menemukannya. Petunjuk yang dinyatakan sebagai tanggungan mengubah kedudukan orang yang mencarinya. Petunjuk yang dinyatakan sebagai tanggungan mengubah kedudukan orang yang mencarinya.