وَإِنَّ لَنَا لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَىٰ

Dan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِنَّ لَنَا لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَىٰwa-inna lanaa la-l-aakhirata wa-l-uulaadan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  2. لَنَاlanaabagi Kami
  3. لَلْآخِرَةَla-l-aakhiratabenar-benar akhirat
  4. وَالْأُولَىٰwa-l-uulaadan dunia

Inti bacaan

Kedaulatan menyeluruh atas dua alam: 'dan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia', penegasan kendali penuh yang melampaui batas dimensi waktu, otoritas yang mencakup seluruh eksistensi.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَىٰ, la-l-aakhirata wa-l-uulaa) memakai dua kata bertakrif yang berlawanan, sama seperti tiga pasangan di ayat sumpah 92:1 sampai 92:3. Jadi surah ini berulang kali menyandingkan dua hal yang berhadapan, dan pasangan di sini yang paling luas cakupannya.

Kata (لَلْآخِرَةَ, la-l-aakhirata) berasal dari akar yang berarti belakang dan akhir. Akar itu dipakai di 250 ayat, dan kata (وَالْأُولَىٰ, wa-l-uulaa) dari akar yang berarti pertama dan pangkal. Akar itu dipakai di 158 ayat. Kesejajaran dengan 87:17 dan 87:18 patut dicatat, sebab di sana kedua akar itu juga berdiri di dua ayat berturut-turut.

Jadi dua surah memakai pasangan akar yang sama, dan yang di sana dipisah menjadi dua ayat sedangkan yang di sini disatukan di dalam satu ayat. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma pasangan akarnya. Kata (لَلْآخِرَةَ, la-l-aakhirata) disebut lebih dulu, dan pasangannya menyusul di ayat yang sama.

Urutan kedua kata itu patut dicatat. Yang disebut lebih dulu akhirat dan yang menyusul dunia, kebalikan dari urutan waktu yang sebenarnya. Jadi Al-Qur'an mendahulukan yang datang belakangan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pembalikan itu dengan satu kalimat pun. Kata (وَالْأُولَىٰ, wa-l-uulaa) menutup ayat ini, dan keduanya membentuk satu pasangan.

Kata (لَنَا, lanaa) memakai huruf yang menyatakan kepemilikan, berbeda dari huruf di 92:12 yang menyatakan tanggungan. Jadi dua ayat berturut-turut memakai dua huruf yang berbeda: yang pertama tentang apa yang ditanggung-Nya, dan yang kedua tentang apa yang dimiliki-Nya.

Susunan ayat ini mendahulukan keterangan sebelum pokok kalimatnya, sama seperti susunan di 92:12. Jadi dua ayat berturut-turut memakai urutan yang sama, dan keduanya menegaskan siapa pihak yang dimaksud, bukan apa yang dinyatakan tentangnya.

Huruf inna di awal ayat dan huruf lam di depan kata ketiganya membentuk dua penguatan sekaligus, sama seperti susunan di 92:4 dan 92:12. Jadi tiga ayat di surah ini memakai cara menegaskan yang sama persis. Bentuk (لَنَا, lanaa) memakai huruf yang menyatakan kepemilikan, bukan tanggungan.

Ayat ini menutup bagian tentang Yang berfirman, dan sesudahnya 92:14 berpindah kepada peringatan yang dialamatkan kepada banyak orang. Jadi bagian tengah surah ini cuma dua ayat, dan keduanya diapit oleh bagian tentang manusia di kedua sisinya.

Bentuk (وَإِنَّ, wa inna) dibuka huruf penyambung yang mengikatnya kepada 92:12, sehingga kedua ayat itu satu kalimat majemuk. Jadi dua pernyataan tentang Yang berfirman tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan bersama, dan memisahkannya akan menghilangkan kesejajarannya.

Kata (لَلْآخِرَةَ, la-l-aakhirata) berbaris fathah karena menjadi pokok kalimat yang dikenai huruf penegas, sama seperti kata di 92:12. Jadi dua ayat berturut-turut memakai susunan i'rab yang sama persis pada kata pokoknya.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa kepemilikan penuh atas dunia dan akhirat ada pada Allah, dan rangkaian dua kata terakhirnya memakai dua kata bertakrif yang berlawanan, sama seperti tiga pasangan di ayat sumpah 92:1 sampai 92:3.

Kata ketiganya berasal dari akar yang dipakai di 250 ayat, dan kata terakhirnya dari akar yang dipakai di 158 ayat. Kesejajaran dengan 87:17 dan 87:18 patut dicatat, sebab di sana kedua akar itu juga berdiri di dua ayat berturut-turut.

Jadi dua surah memakai pasangan akar yang sama, dan yang di sana dipisah menjadi dua ayat sedangkan yang di sini disatukan di dalam satu ayat. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun.

Urutan kedua kata itu patut dicatat. Yang disebut lebih dulu akhirat dan yang menyusul dunia, kebalikan dari urutan waktu yang sebenarnya. Jadi Al-Qur'an mendahulukan yang datang belakangan.

Kata keduanya memakai huruf yang menyatakan kepemilikan, berbeda dari huruf di 92:12 yang menyatakan tanggungan. Jadi dua ayat berturut-turut memakai dua huruf yang berbeda maksudnya.

Kata pertamanya dibuka huruf penyambung yang mengikatnya kepada 92:12, sehingga kedua ayat itu satu kalimat majemuk. Jadi dua pernyataan tentang Yang berfirman tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan bersama. Ayat ini menutup bagian tentang Yang berfirman, dan sesudahnya 92:14 berpindah kepada peringatan yang dialamatkan kepada banyak orang.

Renungan dan Hikmah

  • Urutan kedua kata terakhirnya patut dicatat. Yang disebut lebih dulu akhirat dan yang menyusul dunia, kebalikan dari urutan waktu yang sebenarnya. Jadi Allah mendahulukan yang datang belakangan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pembalikan itu dengan satu kalimat pun di dalam ayatnya. Urutan waktu yang dibalik menaruh yang datang belakangan di depan, dan itu tidak diterangkan. Urutan yang dibalik menaruh yang belum datang di depan yang sedang dijalani.
  • Kata ketiganya berasal dari akar yang dipakai di 250 ayat, dan kata terakhirnya dari akar yang dipakai di 158 ayat. Kesejajaran dengan 87:17 dan 87:18 patut dicatat, sebab di sana kedua akar itu juga berdiri di dua ayat berturut-turut. Jadi dua surah memakai pasangan akar yang sama, dan yang di sana dipisah sedangkan yang di sini disatukan. Pasangan akar yang sama di dua surah dipisah di satu tempat dan disatukan di tempat lain. Urutan yang dibalik menaruh yang belum datang di depan yang sedang dijalani.
  • Kata keduanya memakai huruf yang menyatakan kepemilikan, berbeda dari huruf di 92:12 yang menyatakan tanggungan. Jadi dua ayat berturut-turut memakai dua huruf yang berbeda: yang pertama tentang apa yang ditanggung Allah, dan yang kedua tentang apa yang dimiliki-Nya. Perbedaan itu terbawa di dalam satu huruf saja. Satu huruf yang berganti mengubah tanggungan menjadi kepemilikan tanpa satu kata tambahan. Urutan yang dibalik menaruh yang belum datang di depan yang sedang dijalani.
  • Susunan ayat ini mendahulukan keterangan sebelum pokok kalimatnya, sama seperti susunan di 92:12. Jadi dua ayat berturut-turut memakai urutan yang sama, dan keduanya menegaskan siapa pihak yang dimaksud, bukan apa yang dinyatakan tentangnya. Kesejajaran itu mengikat kedua ayat menjadi satu pasangan. Dua ayat dengan urutan yang sama mengikat keduanya menjadi satu pasangan pernyataan. Dua kata yang mencakup seluruh waktu tidak menyisakan satu masa pun di luar keduanya.
  • Ayat ini menutup bagian tentang Allah, dan sesudahnya 92:14 berpindah kepada peringatan yang dialamatkan kepada banyak orang. Jadi bagian tengah surah ini cuma dua ayat, dan keduanya diapit oleh bagian tentang manusia di kedua sisinya tanpa satu kata penghubung pun. Bagian tengah yang cuma dua ayat diapit bagian tentang manusia di kedua sisinya tanpa penghubung. Dua kata yang mencakup seluruh waktu tidak menyisakan satu masa pun di luar keduanya. Dua kata yang mencakup seluruh waktu tidak menyisakan satu masa pun di luar keduanya.
  • Rangkaian dua kata terakhirnya memakai dua kata bertakrif yang berlawanan, sama seperti tiga pasangan di ayat sumpah 92:1 sampai 92:3. Jadi surah ini berulang kali menyandingkan dua hal yang berhadapan, dan pasangan di sini yang paling luas cakupannya. Apa yang tersisa di luar dua kata yang mencakup seluruh waktu? Dua kata yang mencakup seluruh waktu tidak menyisakan satu pun yang berada di luar keduanya. Dua kata yang mencakup seluruh waktu tidak menyisakan satu masa pun di luar keduanya.