فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ

Maka Aku memperingatkan kalian akan api yang berkobar-kobar,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰfa-andzartukum naaran talazhzhaamaka Aku memperingatkan kalian akan api yang berkobar-kobar

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. فَأَنْذَرْتُكُمْfa-andzartukummaka Aku memperingatkan kalian
  2. نَارًاnaaranapi
  3. تَلَظَّىٰtalazhzhaamenyala-nyala

Inti bacaan

Peringatan konkret tentang konsekuensi: 'maka Aku memperingatkan kalian akan api yang berkobar-kobar', transisi dari prinsip umum menuju peringatan spesifik tentang hasil akhir bagi yang memilih jalan kedua.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (تَلَظَّىٰ, talazhzhaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya berarti api yang menjilat. Ia juga cuma dipakai di 1 ayat menurut morfologi, yaitu ayat ini. Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan tidak ada satu pun ayat lain yang bisa dipakai untuk menerangkannya.

Di 70:15 tertulis kata yang bunyinya berdekatan, tetapi morfologi mencatatnya sebagai nama diri tanpa akar. Jadi kata itu tidak dihitung sebagai anggota akar yang sama, dan kelangkaan akar di ayat ini tetap utuh menurut catatan morfologi yang dipakai. Kata (تَلَظَّىٰ, talazhzhaa) di sini menyifati api, dan tidak ada bentuk lain yang seakar.

Bentuk (تَلَظَّىٰ, talazhzhaa) berpola kelima, sehingga artinya menyala dengan sendirinya, bukan dinyalakan pihak lain. Jadi perbuatannya disandarkan kepada apinya sendiri, dan tidak ada pihak lain yang disebut sebagai penyalanya di dalam ayat ini.

Kata kerja (فَأَنْذَرْتُكُمْ, fa-andzartukum) berasal dari akar yang berarti memperingatkan. Akar itu dipakai di 130 ayat, antara lain 2:6, 6:19, 36:6, 74:2, dan 79:45. Bentuknya berorang pertama tunggal, dan ini satu-satunya tempat di surah ini yang memakai bentuk tunggal.

Perbedaan itu patut dicatat. Empat ayat lain di surah ini memakai bentuk berorang pertama jamak, yaitu 92:7, 92:10, 92:12, dan 92:13. Jadi ayat ini menyimpang dari keempatnya, dan Al-Qur'an tidak menerangkan perpindahan itu dengan satu kalimat pun. Kata (نَارًا, naaran) mendahuluinya, dan keduanya terikat sebagai satu satuan.

Kata ganti pada ujung (فَأَنْذَرْتُكُمْ, fa-andzartukum) berorang kedua jamak, sehingga yang disapa banyak orang. Bentuk yang sama dipakai di 92:4, sehingga dua ayat di surah ini menyapa langsung, dan keduanya berjarak sepuluh ayat.

Kata (نَارًا, naaran) tidak bertakrif, sehingga yang disebut api yang sesuai gambarannya, bukan api yang sudah tertentu. Bandingkan dengan 87:12 yang memakai bentuk bertakrif dengan kata sifat. Jadi dua surah di juz ini menyebut api dengan dua cara penakrifan yang berbeda.

Ayat ini membuka bagian penutup surah yang berlangsung sampai 92:21, yaitu delapan ayat. Jadi bagian penutupnya paling panjang di antara empat bagian surah ini, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pembagian itu dengan satu kalimat pun.

Bentuk (فَأَنْذَرْتُكُمْ, fa-andzartukum) dibuka huruf fa yang menyambungkannya kepada dua ayat sebelumnya, sehingga peringatan itu datang sebagai akibat dari pernyataan tentang petunjuk dan kepemilikan. Jadi Al-Qur'an menyatakan kedudukan-Nya lebih dulu dan memperingatkan belakangan.

Kata (نَارًا, naaran) berasal dari akar yang berarti cahaya. Akar itu dipakai di 174 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk cahaya, antara lain di 24:35 dan 57:28. Jadi satu akar memikul api yang membakar dan cahaya yang menerangi.

Tafsiran

Ayat ini memperingatkan akan api yang menyala-nyala bagi golongan kedua, dan kata kerja terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an sementara akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat menurut morfologi.

Di 70:15 tertulis kata yang bunyinya berdekatan, tetapi morfologi mencatatnya sebagai nama diri tanpa akar. Jadi kata itu tidak dihitung sebagai anggota akar yang sama, dan kelangkaan akar di ayat ini tetap utuh menurut catatan morfologi yang dipakai.

Bentuk kata kerja terakhirnya berpola kelima, sehingga artinya menyala dengan sendirinya, bukan dinyalakan pihak lain. Jadi perbuatannya disandarkan kepada apinya sendiri, dan tidak ada pihak lain yang disebut sebagai penyalanya.

Kata kerja pertamanya berasal dari akar yang dipakai di 130 ayat, antara lain 2:6, 6:19, 36:6, 74:2, dan 79:45. Bentuknya berorang pertama tunggal, dan ini satu-satunya tempat di surah ini yang memakai bentuk tunggal, sedangkan empat ayat lain memakai bentuk jamak.

Ayat ini membuka bagian penutup surah yang berlangsung sampai 92:21, yaitu delapan ayat. Jadi bagian penutupnya paling panjang di antara empat bagian surah ini.

Kata pertamanya dibuka huruf yang menyambungkannya kepada dua ayat sebelumnya, sehingga peringatan itu datang sebagai akibat dari pernyataan tentang petunjuk dan kepemilikan. Jadi Al-Qur'an menyatakan kedudukan-Nya lebih dulu dan memperingatkan belakangan.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat menurut morfologi. Di 70:15 tertulis kata yang bunyinya berdekatan, tetapi morfologi mencatatnya sebagai nama diri tanpa akar. Jadi kelangkaan akar yang dipakai Allah di ayat ini tetap utuh menurut catatan yang dipakai. Sesuatu yang sendirian sebagai bentuk dan sebagai akar tidak punya pembanding di korpusnya. Peringatan yang datang sesudah pernyataan kedudukan-Nya bekerja berbeda dari ancaman biasa.
  • Bentuk kata kerja terakhirnya berpola kelima, sehingga artinya menyala dengan sendirinya, bukan dinyalakan pihak lain. Jadi perbuatannya disandarkan kepada apinya sendiri, dan Allah tidak menyebut satu pihak pun sebagai penyalanya di dalam ayat ini. Api itu digambarkan bergerak tanpa dorongan dari luar dirinya. Menyala sendiri berbeda dari dinyalakan, dan pola katanya sendiri yang menentukan yang mana. Peringatan yang datang sesudah pernyataan kedudukan-Nya bekerja berbeda dari ancaman biasa.
  • Bentuk kata kerja pertamanya berorang pertama tunggal, dan ini satu-satunya tempat di surah ini yang memakai bentuk tunggal. Empat ayat lain memakai bentuk berorang pertama jamak, yaitu 92:7, 92:10, 92:12, dan 92:13. Jadi ayat ini menyimpang dari keempatnya, dan Allah tidak menerangkan perpindahan itu. Satu-satunya bentuk tunggal di antara empat bentuk jamak menandai ayatnya tanpa kata penanda. Peringatan yang datang sesudah pernyataan kedudukan-Nya bekerja berbeda dari ancaman biasa.
  • Kata ganti pada ujung kata kerja pertamanya berorang kedua jamak, sehingga yang disapa banyak orang. Bentuk yang sama dipakai Allah di 92:4, sehingga dua ayat di surah ini menyapa langsung, dan keduanya berjarak sepuluh ayat. Di antara keduanya seluruh pembicaraan tentang pihak ketiga. Dua sapaan yang berjarak sepuluh ayat mengapit seluruh pembicaraan tentang pihak ketiga. Api yang menyala sendiri tidak menunggu tangan siapa pun untuk terus berkobar.
  • Kata ketiganya tidak bertakrif, sehingga yang disebut api yang sesuai gambarannya, bukan api yang sudah tertentu. Bandingkan dengan 87:12 yang memakai bentuk bertakrif dengan kata sifat. Jadi dua surah di juz ini menyebut api dengan dua cara penakrifan yang berbeda, dan Allah tidak menerangkan perbedaan itu. Dua surah yang menyebut api dengan dua cara penakrifan berdiri sejajar tanpa saling menyebut. Api yang menyala sendiri tidak menunggu tangan siapa pun untuk terus berkobar.
  • Ayat ini membuka bagian penutup surah yang berlangsung sampai 92:21, yaitu delapan ayat. Jadi bagian penutupnya paling panjang di antara empat bagian surah ini. Apa yang dinyatakan sebuah susunan ketika bagian yang paling luas diberikan kepada peringatan dan janji, bukan kepada sumpah atau pembagian golongan? Bagian yang paling luas diberikan kepada peringatan dan janji, bukan kepada sumpah atau pembagian. Api yang menyala sendiri tidak menunggu tangan siapa pun untuk terus berkobar.