وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى
Dan akan dijauhkan darinya orang yang paling bertakwa,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَىwa-sa-yujannabuhaa l-atqaadan akan dijauhkan darinya orang yang paling bertakwa
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَسَيُجَنَّبُهَاwa-sa-yujannabuhaadan akan dijauhkan darinya
- الْأَتْقَىl-atqaaorang yang paling bertakwa
Inti bacaan
Identifikasi golongan yang terhindar: 'dan akan dijauhkan darinya orang yang paling bertakwa', pengenalan kategori tertinggi yang berhasil menghindari konsekuensi terberat.
Penjelasan pilihan kata
Kata (الْأَتْقَى, al-atqaa) berbentuk elatif bertakrif dan diterjemahkan dengan huruf kecil sebagai "yang paling bertakwa", konsisten dengan pola elatif yang sama. Kata ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sehingga tidak ada satu pun bentuk lain yang bisa dipakai untuk menerangkannya.
Akar (الْأَتْقَى, al-atqaa) berarti menjaga dari bahaya. Akar itu dipakai di 237 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an. Akar yang sama sudah dipakai di 92:5 lewat kata kerja yang menyebut orang yang bertakwa.
Jadi akar itu muncul dua kali di dalam surah ini: sekali sebagai kata kerja pada ciri golongan pertama, dan sekali sebagai elatif pada bagian penutupnya. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua pemakaian itu dengan satu kalimat pun, dan jaraknya dua belas ayat. Kata (الْأَتْقَى, al-atqaa) di sini berkedudukan sebagai penerima, bukan sebagai pelaku.
Kata kerja (وَسَيُجَنَّبُهَا, wa sayujannabuhaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti sisi dan menjauhkan. Ia dipakai di 31 ayat, antara lain 4:36, 5:90, 22:36, 39:17, dan 87:11. Kesejajaran dengan 87:11 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama menyebut orang yang menjauhi peringatan.
Perbedaan itu yang paling perlu diperhatikan. Di 87:11 orang yang paling celaka menjauhkan dirinya sendiri dari peringatan, dan di sini orang yang paling bertakwa dijauhkan dari api oleh pihak lain. Jadi satu akar dipakai untuk menjauh sendiri dan untuk dijauhkan, dan keduanya menyangkut dua golongan yang berlawanan.
Bentuk (وَسَيُجَنَّبُهَا, wa sayujannabuhaa) berbentuk pasif dan berpola kedua, sehingga tidak disebutkan siapa yang menjauhkannya. Jadi ayat ini menyebut akibatnya tanpa menyebut pelakunya, berbeda dari 92:15 yang menyebut pelakunya dengan terang.
Huruf sin di dalam (وَسَيُجَنَّبُهَا, wa sayujannabuhaa) menandai waktu yang akan datang, sama seperti huruf di 92:7 dan 92:10. Jadi tiga ayat di surah ini memakai penanda yang sama, dan ketiganya menyebut akibat yang belum terjadi.
Kata ganti pada ujungnya berbentuk perempuan tunggal, dan yang ditunjuknya api di 92:14. Jadi ayat ini menyambung kembali kepada ayat yang berjarak tiga ayat, dan penyambungan itu dikerjakan kata ganti belaka tanpa mengulang kata bendanya. Kata (وَسَيُجَنَّبُهَا, wa sayujannabuhaa) mendahuluinya, dan bentuknya pasif.
Bentuk (الْأَتْقَى, al-atqaa) berbaris dammah karena menjadi pokok kalimat bagi kata kerja pasif di depannya. Jadi ia yang dikenai perbuatan, bukan yang mengerjakan, berbeda dari kata terakhir di 92:15 yang berkedudukan sebagai pelaku.
Huruf waw di awal ayat menyambungkannya kepada 92:15 dan 92:16, sehingga dua golongan disebut di dalam satu tarikan. Jadi bagian penutup surah ini tidak terpecah menjadi dua melainkan satu kalimat panjang yang memuat keduanya.
Tafsiran
Ayat ini beralih menegaskan bahwa orang yang paling bertakwa akan dijauhkan dari api tersebut, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an sehingga tidak ada satu pun bentuk lain yang bisa dipakai untuk menerangkannya.
Akarnya dipakai di 237 ayat, dan akar yang sama sudah dipakai di 92:5 lewat kata kerja yang menyebut orang yang bertakwa. Jadi akar itu muncul dua kali di dalam surah ini: sekali sebagai kata kerja pada ciri golongan pertama, dan sekali sebagai elatif pada bagian penutupnya.
Kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 31 ayat, antara lain 4:36, 5:90, 22:36, 39:17, dan 87:11. Kesejajaran dengan 87:11 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama menyebut orang yang menjauhi peringatan.
Perbedaan itu yang paling perlu diperhatikan. Di 87:11 orang yang paling celaka menjauhkan dirinya sendiri dari peringatan, dan di sini orang yang paling bertakwa dijauhkan dari api oleh pihak lain. Jadi satu akar dipakai untuk menjauh sendiri dan untuk dijauhkan.
Bentuk kata kerjanya berbentuk pasif dan berpola kedua, sehingga tidak disebutkan siapa yang menjauhkannya. Jadi ayat ini menyebut akibatnya tanpa menyebut pelakunya, berbeda dari 92:15 yang menyebut pelakunya dengan terang.
Huruf di awal ayat menyambungkannya kepada 92:15 dan 92:16, sehingga dua golongan disebut di dalam satu tarikan. Jadi bagian penutup surah ini tidak terpecah menjadi dua melainkan satu kalimat panjang yang memuat keduanya.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 31 ayat termasuk 87:11. Di 87:11 orang yang paling celaka menjauhkan dirinya sendiri dari peringatan, dan di sini orang yang paling bertakwa dijauhkan Allah dari api. Jadi satu akar dipakai untuk menjauh sendiri dan untuk dijauhkan, dan keduanya menyangkut dua golongan yang berlawanan. Menjauh sendiri dan dijauhkan berbagi satu akar, dan keduanya menyangkut dua golongan berlawanan.
- Kata terakhirnya berasal dari akar yang dipakai di 237 ayat, dan akar yang sama sudah dipakai di 92:5 lewat kata kerja yang menyebut orang yang bertakwa. Jadi akar itu muncul dua kali di dalam surah ini: sekali sebagai kata kerja pada ciri golongan pertama, dan sekali sebagai elatif pada bagian penutupnya, dan jaraknya dua belas ayat. Akar takwa yang muncul dua kali menandai bahwa ciri golongan pertama kembali di bagian penutup. Dijauhkan berbeda dari menjauh, sebab yang pertama menuntut ada tangan yang menjauhkan.
- Bentuk kata kerjanya berbentuk pasif dan berpola kedua, sehingga tidak disebutkan siapa yang menjauhkannya. Jadi ayat ini menyebut akibatnya tanpa menyebut pelakunya, berbeda dari 92:15 yang menyebut pelakunya dengan terang. Yang celaka masuk sendiri, dan yang bertakwa dijauhkan oleh tangan yang tidak dinamai Allah. Pelaku yang tidak disebut menahan perhatian pada akibatnya, bukan pada siapa yang mengerjakannya. Sebutan yang cuma diucapkan sekali di seluruh kitab tidak punya pembanding di mana pun.
- Huruf di dalam kata kerjanya menandai waktu yang akan datang, sama seperti huruf di 92:7 dan 92:10. Jadi tiga ayat di surah ini memakai penanda yang sama, dan ketiganya menyebut akibat yang belum terjadi. Allah memakai bentuk yang sama untuk dua akibat yang berlawanan dan untuk satu penjauhan. Tiga penanda masa depan di satu surah menandai tiga akibat yang sama-sama belum terjadi. Dijauhkan berbeda dari menjauh, sebab yang pertama menuntut ada tangan yang menjauhkan.
- Kata ganti pada ujung kata kerjanya berbentuk perempuan tunggal, dan yang ditunjuknya api di 92:14. Jadi ayat ini menyambung kembali kepada ayat yang berjarak tiga ayat, dan penyambungan itu dikerjakan kata ganti belaka tanpa mengulang kata bendanya sekali pun. Menyambung lewat kata ganti menghemat kata sekaligus mengikat ayat yang berjarak menjadi satu. Dijauhkan berbeda dari menjauh, sebab yang pertama menuntut ada tangan yang menjauhkan. Sebutan yang cuma diucapkan sekali di seluruh kitab tidak punya pembanding di mana pun.
- Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sehingga tidak ada satu pun bentuk lain yang bisa dipakai untuk menerangkannya. Apa yang bisa dibayangkan seseorang tentang sebutan yang paling tinggi bagi manusia ketika sebutan itu cuma diucapkan Allah satu kali di seluruh kitabnya? Sebutan tertinggi bagi manusia yang cuma diucapkan sekali tidak punya pembanding di mana pun. Sebutan yang cuma diucapkan sekali di seluruh kitab tidak punya pembanding di mana pun.