وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ
Dan sungguh kelak dia akan rida.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰwa-la-sawfa yardhaadan sungguh kelak dia akan rida
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَلَسَوْفَwa-la-sawfadan sungguh kelak
- يَرْضَىٰyardhaarida
Inti bacaan
Jaminan kepuasan yang akan datang: 'dan sungguh kelak dia akan rida', janji bahwa keikhlasan pada akhirnya akan membuahkan kepuasan penuh, hasil yang pasti bagi yang menjaga kemurnian niat.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (يَرْضَىٰ, yardhaa) muncul 5 kali di 5 surah, yaitu di 4:108, 9:96, 39:7, 53:26, dan 92:21. Akarnya berarti rela menerima. Ia dipakai di 64 ayat, antara lain 5:119, 9:100, 20:130, 88:9, dan 89:28.
Kesejajaran dengan 88:9 dan 89:28 patut dicatat, sebab di kedua tempat itu akar yang sama menyebut kerelaan. Di 88:9 wajah-wajah rela atas usahanya, dan di 89:28 jiwa diperintahkan kembali dalam keadaan rela dan direlai. Kata (يَرْضَىٰ, yardhaa) di sini berpelaku orang yang paling bertakwa, dan objeknya tidak disebut.
Jadi tiga surah di juz ini memakai akar yang sama untuk kerelaan, dan yang di sini berupa kata kerja berbentuk sekarang sedangkan yang di sana berupa kata sifat. Al-Qur'an tidak menghubungkan ketiganya dengan satu kalimat pun. Bentuk (يَرْضَىٰ, yardhaa) berbentuk sekarang, berbeda dari bentuk kata sifat di 88:9.
Kata kerja (يَرْضَىٰ, yardhaa) tidak menyebut objeknya, sehingga tidak dinyatakan rela atas apa. Ketiadaan objek itu perlu dijaga: menyisipkannya akan mempersempit ayatnya menjadi satu hal saja, padahal yang tertulis membiarkannya seluas mungkin.
Kata (وَلَسَوْفَ, wa la-saufa) gabungan huruf penyambung, huruf penegas, dan kata yang menandai waktu yang akan datang. Jadi ayat penutup surah ini memikul tiga penanda sekaligus di dalam satu kata, dan susunan sepadat itu tidak dipakai lagi di dalam surah ini.
Kata (سَوْفَ, saufa) menandai waktu yang akan datang yang lebih jauh daripada huruf sin yang dipakai di 92:7, 92:10, dan 92:17. Jadi surah ini memakai dua penanda masa depan yang berbeda jaraknya, dan yang paling jauh dipakai di ayat terakhirnya.
Ayat ini menutup surah dengan satu kalimat pendek yang cuma dua kata, sedangkan 92:20 sebelumnya lima kata. Jadi surahnya berhenti dengan ayat yang lebih pendek daripada ayat sebelumnya, dan Al-Qur'an tidak menambahkan satu kalimat pun sesudahnya. Kata (وَلَسَوْفَ, wa la-saufa) mendahuluinya, dan keduanya membentuk seluruh ayatnya.
Surah ini dibuka dengan sumpah demi malam yang menutupi dan ditutup dengan kerelaan yang akan datang. Jadi ia bergerak dari gelap yang menyelimuti kepada kepuasan yang dijanjikan, dan Al-Qur'an tidak menandai gerakan itu dengan satu kalimat pun.
Bentuk (يَرْضَىٰ, yardhaa) berbentuk sekarang dan berorang ketiga tunggal, dan pelakunya orang yang paling bertakwa di 92:17. Jadi lima ayat dari 92:17 sampai ayat ini terikat kepada satu pihak, dan pengikatan itu dikerjakan bentuk kata belaka.
Kata (وَلَسَوْفَ, wa la-saufa) dibuka huruf penyambung yang mengikat ayat ini kepada 92:20, sehingga keduanya satu kalimat. Jadi janji di ayat terakhir tidak berdiri sendiri melainkan menyusul keterangan tentang alasan pemberiannya.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini menjanjikan bahwa orang yang bertakwa kelak akan merasakan kepuasan penuh, dan kata kerjanya muncul 5 kali di 5 surah, yaitu di 4:108, 9:96, 39:7, 53:26, dan 92:21.
Akarnya dipakai di 64 ayat, antara lain 5:119, 9:100, 20:130, 88:9, dan 89:28. Kesejajaran dengan 88:9 dan 89:28 patut dicatat, sebab di kedua tempat itu akar yang sama menyebut kerelaan.
Di 88:9 wajah-wajah rela atas usahanya, dan di 89:28 jiwa diperintahkan kembali dalam keadaan rela dan direlai. Jadi tiga surah di juz ini memakai akar yang sama untuk kerelaan, dan yang di sini berupa kata kerja berbentuk sekarang sedangkan yang di sana berupa kata sifat.
Kata kerjanya tidak menyebut objeknya, sehingga tidak dinyatakan rela atas apa. Ketiadaan objek itu perlu dijaga: menyisipkannya akan mempersempit ayatnya menjadi satu hal saja.
Surah ini dibuka dengan sumpah demi malam yang menutupi dan ditutup dengan kerelaan yang akan datang. Jadi ia bergerak dari gelap yang menyelimuti kepada kepuasan yang dijanjikan.
Kata pertamanya dibuka huruf penyambung yang mengikat ayat ini kepada 92:20, sehingga keduanya satu kalimat. Jadi janji di ayat terakhir tidak berdiri sendiri melainkan menyusul keterangan tentang alasan pemberiannya. Ayat ini menutup surah dengan satu kalimat pendek yang cuma dua kata, sedangkan 92:20 sebelumnya lima kata, sehingga surahnya berhenti dengan ayat yang lebih pendek.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerjanya muncul 5 kali di 5 surah, yaitu di 4:108, 9:96, 39:7, 53:26, dan 92:21, dan akarnya dipakai di 64 ayat termasuk 88:9 dan 89:28. Di 88:9 wajah-wajah rela atas usahanya, dan di 89:28 jiwa diperintahkan Allah kembali dalam keadaan rela dan direlai. Jadi tiga surah di juz ini memakai akar yang sama untuk kerelaan. Tiga surah di juz yang sama yang memakai satu akar untuk kerelaan berdiri sejajar tanpa penghubung. Rela yang tidak disebut atasnya apa tetap seluas mungkin bagi siapa pun yang membacanya.
- Kata kerjanya tidak menyebut objeknya, sehingga tidak dinyatakan rela atas apa. Ketiadaan objek itu perlu dijaga: menyisipkannya akan mempersempit ayatnya menjadi satu hal saja, padahal Allah membiarkannya seluas mungkin. Apa yang dijanjikan kepada seseorang ketika yang dinyatakan cuma bahwa ia akan rela, tanpa disebut atas apa? Rela atas apa yang tidak disebut menjaga janjinya tetap seluas mungkin bagi siapa pun yang membacanya. Penanda masa depan yang paling jauh dipakai di ayat yang paling akhir dibaca.
- Kata pertamanya gabungan huruf penyambung, huruf penegas, dan kata yang menandai waktu yang akan datang. Jadi ayat penutup surah ini memikul tiga penanda sekaligus di dalam satu kata, dan susunan sepadat itu tidak dipakai Allah lagi di dalam surah ini maupun di ayat mana pun sebelumnya. Tiga penanda di dalam satu kata memusatkan penegasan pada ayat yang paling akhir dibaca. Rela yang tidak disebut atasnya apa tetap seluas mungkin bagi siapa pun yang membacanya.
- Kata yang menandai waktu di ayat ini menyatakan masa depan yang lebih jauh daripada huruf yang dipakai di 92:7, 92:10, dan 92:17. Jadi surah ini memakai dua penanda masa depan yang berbeda jaraknya, dan yang paling jauh dipakai Allah di ayat terakhirnya. Yang dijanjikan karena itu tidak dekat waktunya. Dua penanda masa depan yang berbeda jaraknya menandai bahwa yang dijanjikan tidak dekat waktunya. Penanda masa depan yang paling jauh dipakai di ayat yang paling akhir dibaca.
- Ayat ini menutup surah dengan satu kalimat pendek yang cuma dua kata, sedangkan 92:20 sebelumnya lima kata. Jadi surahnya berhenti dengan ayat yang lebih pendek daripada ayat sebelumnya, dan Allah tidak menambahkan satu kalimat pun sesudahnya. Perhentian itu terasa pada bacaannya, bukan pada isinya. Berhenti dengan ayat yang lebih pendek membuat perhentiannya terasa pada bacaan, bukan pada isinya. Rela yang tidak disebut atasnya apa tetap seluas mungkin bagi siapa pun yang membacanya.
- Surah ini dibuka Allah dengan sumpah demi malam yang menutupi dan ditutup dengan kerelaan yang akan datang. Jadi ia bergerak dari gelap yang menyelimuti kepada kepuasan yang dijanjikan, dan Al-Qur'an tidak menandai gerakan itu dengan satu kalimat pun di sepanjang dua puluh satu ayatnya. Bergerak dari gelap yang menyelimuti kepada kepuasan yang dijanjikan menutup surah dengan lompatan. Penanda masa depan yang paling jauh dipakai di ayat yang paling akhir dibaca.