وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ
Dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia mencukupkanmu?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰwa-wajadaka aa'ilan fa-aghnaadan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia mencukupkanmu
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَوَجَدَكَwa-wajadakadan Dia mendapatimu
- عَائِلًاaa'ilankekurangan
- فَأَغْنَىٰfa-aghnaalalu Dia mencukupkan
Inti bacaan
Pengingat ketiga tentang kecukupan yang dianugerahkan: 'dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia mencukupkanmu?', rangkaian ketiga bukti pemeliharaan masa lalu, pola konsisten pertolongan pada momen-momen kebutuhan.
Penjelasan pilihan kata
Kata (عَائِلًا, 'aa-ilan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti miskin berkeluarga. Ia cuma dipakai di 2 ayat, yaitu 9:28 dan ayat ini. Di 9:28 akar itu muncul dalam kalimat tentang orang yang khawatir menjadi miskin. Jadi akar yang cuma dipakai dua kali menyebut kemiskinan yang dikhawatirkan dan kemiskinan yang sudah dialami.
Kata kerja (فَأَغْنَىٰ, fa-aghnaa) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti cukup dan tidak butuh. Ia dipakai di 72 ayat, dan akar yang sama memberi nama Allah yang berarti Yang Mahakaya, yaitu di 6:133, 10:68, 22:64, 31:26, 35:15, 47:38, 57:24, dan 60:6. Jadi Yang tidak memerlukan apa pun dari siapa pun adalah Yang mencukupkan orang yang tidak punya apa-apa.
Kata kerja (فَأَغْنَىٰ, fa-aghnaa) tidak memuat objek, sama seperti di 93:6 dan 93:7. Tertulis lalu Dia mencukupkan, tanpa disebutkan mencukupkan siapa dan dengan apa. Ketiadaan objek itu berulang di ketiga ayat, dan susunan itu membuat perbuatannya berdiri sendiri tanpa terikat pada jumlah tertentu.
Tiga keadaan yang disebut di 93:6, 93:7, dan ayat ini berbeda jenisnya: yang pertama menyangkut orang, yang kedua menyangkut arah, dan yang ketiga menyangkut bekal. Jadi Al-Qur'an menyusun tiga kekurangan yang tidak saling menggantikan, dan menjawab ketiganya dengan tiga perbuatan yang juga berbeda: melindungi, memberi petunjuk, dan mencukupkan.
Susunan ketiganya juga menyiapkan tiga perintah di 93:9 sampai 93:11. Yang dahulu yatim dilarang berlaku sewenang-wenang terhadap yatim, yang dahulu belum terbimbing dan yang dahulu tidak punya diperintahkan tidak menghardik peminta dan mengisahkan nikmat. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun, dan urutan ayatnya sendiri yang mengerjakannya.
Tiga keadaan yang disebut di 93:6, 93:7, dan ayat ini berbeda jenisnya: yang pertama menyangkut orang, yang kedua menyangkut arah, dan yang ketiga menyangkut bekal. Jadi Al-Qur'an menyusun tiga kekurangan yang tidak saling menggantikan, dan menjawab ketiganya dengan tiga perbuatan yang juga berbeda: melindungi, memberi petunjuk, dan mencukupkan.
Susunan ketiganya juga menyiapkan tiga perintah di 93:9 sampai 93:11. Yang dahulu yatim dilarang berlaku sewenang-wenang terhadap yatim, dan yang dahulu tidak punya apa-apa dilarang menghardik orang yang meminta. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun, dan urutan ayatnya sendiri yang mengerjakannya tanpa perlu penjelasan tambahan. Yang dicukupkan tidak diukur dengan jumlah, sebab cukup memang bukan ukuran yang sama besarnya bagi setiap orang.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian pengingatan dengan keadaan ketiga, dan kata yang menyebutnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an sementara akarnya cuma dipakai di 2 ayat, yaitu 9:28 dan ayat ini. Di 9:28 akar itu muncul dalam kalimat tentang orang yang khawatir menjadi miskin.
Kata kerjanya juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan akarnya dipakai di 72 ayat. Akar yang sama memberi nama Allah yang berarti Yang Mahakaya, yaitu di 6:133, 10:68, 22:64, 31:26, 35:15, 47:38, 57:24, dan 60:6. Jadi Yang tidak memerlukan apa pun dari siapa pun adalah Yang mencukupkan orang yang tidak punya apa-apa.
Tiga keadaan yang disebut di 93:6, 93:7, dan ayat ini berbeda jenisnya: yang pertama menyangkut orang, yang kedua menyangkut arah, dan yang ketiga menyangkut bekal. Jadi Al-Qur'an menyusun tiga kekurangan yang tidak saling menggantikan, dan menjawab ketiganya dengan tiga perbuatan yang juga berbeda.
Susunan ketiganya menyiapkan tiga perintah di 93:9 sampai 93:11. Yang dahulu yatim dilarang berlaku sewenang-wenang terhadap yatim, dan yang dahulu tidak punya diperintahkan tidak menghardik peminta. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun, dan urutan ayatnya sendiri yang mengerjakannya.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata pertama cuma dipakai di 2 ayat, yaitu 9:28 dan 93:8. Di 9:28 Allah memakainya dalam kalimat tentang orang yang khawatir menjadi miskin. Jadi akar yang cuma dipakai dua kali menyebut kemiskinan yang dikhawatirkan dan kemiskinan yang sudah dialami. Yang ditakuti di satu tempat sudah terjadi di tempat lain, dan di sana ia dijawab dengan pencukupan.
- Akar kata kerja di ayat ini dipakai di 72 ayat, dan akar yang sama memberi nama Allah yang berarti Yang Mahakaya, yaitu di 6:133, 10:68, 22:64, 31:26, 35:15, 47:38, 57:24, dan 60:6. Jadi Yang tidak memerlukan apa pun dari siapa pun adalah Yang mencukupkan orang yang tidak punya apa-apa. Satu akar memikul kecukupan yang tidak berkurang dan kecukupan yang diberikan. Ada bedanya antara diberi banyak dan dicukupkan. Yang pertama bisa diukur orang lain dari luar, dan ukurannya selalu bisa dibandingkan. Yang kedua cuma bisa dirasakan orangnya sendiri, dan tidak ada dua orang yang titik cukupnya sama. Allah memakai yang kedua, dan karena itu janji ini tidak bisa dinilai gagal oleh siapa pun yang menghitung dari luar.
- Tiga keadaan yang disebut di 93:6, 93:7, dan 93:8 berbeda jenisnya: yang pertama menyangkut orang, yang kedua menyangkut arah, dan yang ketiga menyangkut bekal. Jadi Allah menyusun tiga kekurangan yang tidak saling menggantikan, dan menjawab ketiganya dengan tiga perbuatan yang juga berbeda: melindungi, memberi petunjuk, dan mencukupkan. Tiga jenis itu meliputi hampir semua bentuk kekurangan yang bisa dialami manusia: kehilangan orang, kehilangan arah, dan kehilangan harta. Tidak ada yang tersisa di luar ketiganya kecuali yang merupakan cabang dari salah satunya. Daftar sependek itu memang disusun supaya tidak ada pembaca yang bisa berkata keadaannya tidak termasuk.
- Kata kerjanya tidak memuat objek, sama seperti di 93:6 dan 93:7. Tertulis lalu Dia mencukupkan, tanpa disebutkan mencukupkan siapa dan dengan apa. Ketiadaan objek itu berulang di ketiga ayat, dan susunan itu membuat perbuatannya berdiri sendiri tanpa terikat pada jumlah tertentu. Yang dicukupkan tidak diukur, sebab cukup memang bukan ukuran yang sama bagi setiap orang.
- Susunan ketiga ayat ini menyiapkan tiga perintah di 93:9 sampai 93:11. Yang dahulu yatim dilarang berlaku sewenang-wenang terhadap yatim, dan yang dahulu tidak punya diperintahkan tidak menghardik peminta. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun, dan urutan ayatnya sendiri yang mengerjakannya tanpa perlu penjelasan. Susunan seperti itu menentukan nada perintah yang menyusul. Perintah yang datang sesudah seseorang diingatkan tentang apa yang pernah diterimanya terdengar berbeda dari perintah yang datang begitu saja. Yang pertama terasa seperti kelanjutan, yang kedua seperti beban. Allah menyusun surah ini supaya perintahnya jatuh sebagai kelanjutan.
- Kata kerja yang dipakai berarti mencukupkan, yaitu membuat seseorang tidak lagi memerlukan. Ia tidak berarti melimpahkan dan tidak berarti membuat kaya menurut ukuran orang. Berapa banyak yang diperlukan seseorang sampai ia berhenti merasa kurang? Allah memakai kata yang batasnya keperluan, bukan kata yang batasnya jumlah, dan keduanya tidak pernah sama besarnya. Tiga kekurangan yang berbeda jenisnya dijawab dengan tiga perbuatan yang berbeda pula.