وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Dan Kami turunkan darimu bebanmu,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَwa-wadha'naa 'anka wizrakadan Kami turunkan darimu bebanmu

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَوَضَعْنَاwa-wadha'naadan Kami meletakkan
  2. عَنْكَ'ankadarimu
  3. وِزْرَكَwizrakabebanmu

Inti bacaan

Pengingat pengangkatan beban: 'dan Kami turunkan darimu bebanmu', pengakuan bahwa beban berat yang pernah dirasakan telah diringankan, bentuk pertolongan konkret yang telah terjadi.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وِزْرَكَ, wizraka) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti beban yang dipikul. Ia dipakai di 14 ayat, antara lain 6:31, 6:164, 17:15, 20:29, 35:18, dan 39:7. Di 6:164, 17:15, 35:18, dan 39:7 tertulis (وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ, wa-laa taziru waaziratun wizra ukhraa), dan seorang yang memikul beban tidak memikul beban orang lain.

Pemakaian di 20:29 patut dicatat tersendiri, sebab di sana tertulis (وَاجْعَلْ لِي وَزِيرًا, wa-j'al lii waziiran), dan jadikanlah bagiku seorang pembantu. Jadi akar yang sama memberi kata untuk beban dan kata untuk orang yang memikul beban bersama. Yang menanggung dan yang ditanggung berasal dari satu sumber kata.

Kata kerja (وَوَضَعْنَا, wa-wadha'naa) berasal dari akar yang berarti meletakkan. Akar itu dipakai di 24 ayat, dan artinya menaruh sesuatu ke bawah atau menurunkannya dari tempatnya. Jadi yang dikerjakan bukan meringankan beban melainkan menurunkannya. Bahasa Indonesia menahannya dengan "Kami turunkan", bukan "Kami ringankan", sebab yang kedua akan menyatakan bahwa bebannya masih ada dan cuma berkurang.

Kata (عَنْكَ, 'anka) memakai kata depan yang berarti dari atas atau lepas dari, bukan kata depan yang berarti untuk. Jadi yang dinyatakan pelepasan, bukan pengurangan. Bandingkan dengan (لَكَ, laka) di 94:1 dan 94:4 yang berarti untukmu. Tiga ayat berturut-turut karena itu memakai tiga hubungan yang berbeda: sesuatu dilapangkan untukmu, sesuatu dilepaskan darimu, sesuatu ditinggikan untukmu.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut beban apa itu, tidak disebut dari mana asalnya, dan tidak disebut kapan ia diturunkan. Yang disebut cuma bahwa ia diturunkan dan bahwa ia miliknya sendiri. Sebuah pernyataan yang menyebut kepemilikan tanpa menyebut isinya menyerahkan pengisiannya kepada yang dibicarakan, dan setiap pembaca punya bebannya sendiri untuk diletakkan di sana.

Bentuk kata kerja (وَوَضَعْنَا, wa-wadha'naa) berjamak yang menunjuk kepada Yang berfirman, sama seperti (وَرَفَعْنَا, wa-rafa'naa) di 94:4. Jadi dua dari empat ayat pertama memakai bentuk yang sama untuk dua perbuatan yang berlawanan arah. Yang mengerjakan keduanya satu, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan di antara keduanya dengan satu kalimat pun.

Empat ayat pertama surah ini seluruhnya menyebut perbuatan Allah, dan orang yang disapa berkedudukan sebagai yang menerima. Tidak ada satu pun perintah di dalamnya. Baru di 94:7 dan 94:8 perintah datang, sesudah pemberian disebutkan lebih dulu. Urutan itu bisa saja dibalik, dan tidak dibalik: yang menerima diberi tahu apa yang sudah diterimanya sebelum diminta mengerjakan apa pun.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan pengingat akan beban yang telah diringankan Allah, dan kata kerjanya berarti menaruh sesuatu ke bawah atau menurunkannya dari tempatnya. Jadi yang dikerjakan bukan meringankan beban melainkan menurunkannya. Perbedaan itu menentukan, sebab yang diringankan masih ada dan cuma berkurang, sedangkan yang diturunkan sudah tidak berada di atasnya lagi.

Kata yang menyebut bebannya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 14 ayat. Di 6:164, 17:15, 35:18, dan 39:7 akar itu dipakai dalam kalimat bahwa seorang yang memikul beban tidak memikul beban orang lain. Jadi kata yang sama menyebut sesuatu yang menurut aturannya tidak bisa dipindahkan kepada siapa pun.

Pemakaian di 20:29 patut dicatat tersendiri, sebab di sana akar yang sama memberi kata untuk pembantu yang diminta seorang utusan. Jadi satu akar memberi kata untuk beban dan kata untuk orang yang memikul beban bersama. Yang menanggung dan yang ditanggung berasal dari satu sumber kata, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun.

Kata depan yang dipakai berarti dari atas atau lepas dari, bukan untuk. Bandingkan dengan kata depan di 94:1 dan 94:4 yang berarti untukmu. Tiga ayat berturut-turut karena itu memakai tiga hubungan yang berbeda: sesuatu dilapangkan untukmu, sesuatu dilepaskan darimu, sesuatu ditinggikan untukmu.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja yang dipakai Allah berarti menaruh sesuatu ke bawah atau menurunkannya dari tempatnya, dan akarnya dipakai di 24 ayat. Jadi yang dikerjakan bukan meringankan beban melainkan menurunkannya. Perbedaan itu menentukan, sebab yang diringankan masih ada dan cuma berkurang, sedangkan yang diturunkan sudah tidak berada di atasnya lagi sama sekali. Yang diringankan masih ada dan cuma berkurang; yang diturunkan sudah tidak di atasnya lagi. Yang diturunkan Allah bukan sesuatu yang bisa diturunkan siapa pun selain Dia sendiri.
  • Akar kata beban di ayat ini dipakai di 14 ayat, dan di 20:29 akar yang sama memberi kata untuk pembantu yang diminta seorang utusan kepada Allah. Jadi satu akar memberi kata untuk beban dan kata untuk orang yang memikul beban bersama. Yang menanggung dan yang ditanggung berasal dari satu sumber kata, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun. Yang menanggung dan yang ditanggung berasal dari satu sumber kata, dan itu tidak pernah dinyatakan.
  • Di 6:164, 17:15, 35:18, dan 39:7 akar yang sama dipakai Allah dalam kalimat bahwa seorang yang memikul beban tidak memikul beban orang lain. Jadi kata yang sama menyebut sesuatu yang menurut aturannya tidak bisa dipindahkan kepada siapa pun. Yang tidak bisa dipindahkan kepada sesama ternyata bisa diturunkan oleh Yang menurunkannya di ayat ini. Yang tidak bisa dipindahkan kepada sesama ternyata bisa diturunkan oleh Yang menurunkannya.
  • Kata depan yang dipakai berarti dari atas atau lepas dari, bukan untuk. Bandingkan dengan kata depan di 94:1 dan 94:4 yang berarti untukmu. Tiga ayat berturut-turut karena itu memakai tiga hubungan yang berbeda: sesuatu dilapangkan untukmu, sesuatu dilepaskan darimu, sesuatu ditinggikan untukmu. Allah menyusun tiga arah yang berbeda di dalam tiga ayat pendek. Allah menyusun tiga arah yang berbeda di dalam tiga ayat pendek yang berurutan.
  • Allah tidak menyebutkan beban apa itu, tidak menyebutkan dari mana asalnya, dan tidak menyebutkan kapan ia diturunkan. Yang disebut cuma bahwa ia diturunkan dan bahwa ia miliknya sendiri. Sebuah pernyataan yang menyebut kepemilikan tanpa menyebut isinya menyerahkan pengisiannya kepada yang membacanya. Beban apa yang paling ingin diturunkan seseorang seandainya ia boleh memilih? Setiap pembaca punya bebannya sendiri untuk diletakkan di tempat yang dibiarkan kosong itu.
  • Kata kerjanya berbentuk jamak yang menunjuk kepada Yang berfirman, sama seperti di 94:4. Jadi yang menurunkan beban itu bukan orangnya sendiri. Empat ayat pertama surah ini seluruhnya menyebut perbuatan Allah, dan orang yang disapa berkedudukan sebagai yang menerima. Baru di 94:7 dan 94:8 ia diberi perintah untuk mengerjakan sesuatu sendiri. Baru di dua ayat terakhir ia diberi perintah untuk mengerjakan sesuatu sendiri. Beban yang bisa diturunkan sendiri tidak perlu disebut sebagai pemberian.